Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
menganalisis masa lalu


__ADS_3

"mommy? baju ini terlihat aneh ". protes Dylan


"iya mom.. kenapa Nova nggak pakai jilbab? terus gimana pakai cadarnya? kan aneh Nova kayak begini ke acara mommy nantinya".gerutu Nova dengan tatapan imutnya


"kamu nggak harus pakai kerudung sayang! lagian pakai cadar terserah kita dong? iya kan"


Kaira pun memutuskan untuk membeli 2 baju pesta untuk anak-anaknya, Kaira tidak pernah membelikan anak-anaknya baju pesta sebab tidak pernah bawa anak saat acara itu..


jujur Kaira sedikit bersemangat untuk pertama kalinya membawa malaikat-malaikat kecilnya ke suatu acara besar.. lagian Kaira berpikir selama tidak ada yang tau wajah kedua anak kembarnya tak akan ada yang tau jati diri mereka..


"ayo kita pulang! ". ajak Ella


"apa kita nggak makan mommy? ". tanya Nova mengelus perut nya..


Kaira terkekeh, sedangkan Dylan memutar bola matanya dengan malas padahal dia juga sedang lapar..


"uluh.. uluh.. anak mommy lapar ya..? ". goda Kaira menoel-noel pipi Nova..


"kita pesan makanan aja terus makan dirumah lebih bebas tanpa terganggu dengan penutup wajah kita". usul Ella


"dylan setuju ". sahut Dylan


"let's go. !". ajak Ella


mereka pun membeli makanan dari luar dan makan besar di rumah..


setibanya di rumah, Semuanya kompak melepas penutup wajah mereka lalu berhambur ke dapur menyusun makanan mereka yang sudah dibeli..


"apa perlu kita pindah lagi mom..? ". tanya Dylan penasaran


Kaira tersenyum


"kita akan kembali sayang tapi Visa mommy nggak cukup jadi tunggu beberapa bulan lagi ya? "


semuanya kompak mengangguk mengerti.. akhirnya mereka melanjutkan makan besar nya diiringi canda tawa karna cara makan buah hati Kaira yang sangat menggemaskan..


"kadang aku lupa mereka anak kecil! ". kekeh Ella


"mereka memang malaikat kecilku yang menggemaskan..! ". sahut Kaira dengan gemas menoel-noel pipi Dylan yang gembung mengunyah makanan..


Nova dan Dylan malah tampak tak peduli,


mereka sibuk dengan makanan itu tak menghiraukan celotehan ibu dan Aunty mereka..


.


.

__ADS_1


"kenapa harus diadakan pesta kak? ". tanya Rani penasaran


"kakak ingin mencari seorang anak kecil ". jawab Pasha dengan santai


"ooh.. kenapa nggak di cari tau aja? ". tanya Rani lagi


"kalau bisa kami nggak akan nekat buat acara pesta besar ini sayang". sahut Matt


Rani membelalakkan matanya. "nggak ketemu? "


Matt mengangguk pelan,,


"Astagah! hebat sekali anak itu bisa membuat kakak tak berkutik.. ahahahaha. !! aku ingin bertemu dengannya dan minta tanda tangannya ". tawa lepas Rani


Pasha hanya menatap datar adiknya yang suka sekali melihatnya kalah.


"tapi mama kenapa pa..? jarang makan terus nggak banyak bicara ". tanya Rani dengan serius


"mamamu bertemu wanita yang sudah memiliki anak.. kebiasaan mama mu lah suka menyamar tapi saat tau wanita itu sudah punya suami beginilah mama mu bahkan papa pusing sendiri membujuknya ". jawab Matt dengan pasrah melihat istrinya yang tampak tak bersemangat.


"ya tuhan... pasti wanita dan anak-anaknya berhasil mendapatkan hati mama ". gumam Rani begitu kasihan melihat mama nya yang terlihat lebih kurus


"ma..? ". panggil Rani memegang pipi mama nya..


"mama ingin bertemu dengan anak-anak itu lagi tapi mama nggak tau mau cari kemana? berhari-hari mama menunggu di mol dan tempat bermain mereka tapi tidak menemukan anak-anak itu.. mama sangat menyukai mereka apalagi ibu nya yang sangat baik pada mama.. kenapa mama merasa tidak berdaya sayang? mama tidak bisa berbuat apa-apa saat anak-anak itu sudah punya ayah "


"mama harus kuat sampai acara pesta yang dibuat kakak dan papa berlangsung mama.. Rani yakin anak-anak yang mama suka pasti akan hadir".bujuk Rani


Mely langsung menatap serius ke Rani,, "benarkah ? mereka akan datang? "


"pasti mah.. kami akan melakukan razia besar-besaran dengan anggota xylver.. kalau ada yang tidak hadir kami akan langsung minta denda berkali-kali lipat.. ". sambung Matt juga membujuk.


Pasha memijit pelipisnya dengan situasi saat ini,


"kalau begitu mama harus makan banyak, nanti mereka bakal marah kalau melihat mama yang kurus begini ". Mely langsung berdiri dari duduknya dan berlari kecil ke dapur.


Rani melongoh saja melihat mama nya yang terlihat begitu aneh


"siapa anak-anak itu pah? kenapa bisa menguasai hati mama? ". tanya Rani penasaran sosok anak-anak yang berhasil mendapatkan hati mama nya yang sangat sulit menaruh hati pada anak lain..


"papa juga penasaran.. !". Matt menggeleng kepalanya..


"bagaimana ciri-cirinya pah? ". tanya Rani


"katanya anak-anak itu menutupi wajahnya alasannya wajah mereka sangat jelek tapi mamamu bilang kedua anak itu memiliki mata yang sama seperti kakakmu "


"apa. ? kok bisa? mata biru memang sudah banyak dinegara kita tapi apa papa yakin mata mereka benar-benar biru laut seperti kakak? ". tanya Rani malah tak percaya

__ADS_1


"mamamu yang berkata begitu tentu saja papa percaya! lihatlah mamamu sampai begitu? dia bilang memeluk kedua anak itu seperti memeluk cucu kandung sendiri... jantungnya berdebar dan hatinya begitu bahagia saat memeluk mereka"


Rani menjatuhkan rahangnya lalu beralih ke kakaknya..


"kakak yakin pelayan yang mengaku hamil anak kakak memang pelayan Nayna? ". tanya Rani tiba-tiba melenceng


Pasha tertegun dengan pertanyaan Rani, rani sudah tau masalah itu..


"kenapa kamu bertanya seperti itu? ".tanya Pasha penasaran


"karna menurutku Pelayan Nayna tidak akan seberani itu menolong kakak.. kalaupun ada yang berani aku tebak pasti Kak Kaira tapi dia juga hilang entah kemana? kakak ingatkan siapa yang menolong kakak dibar malam itu? "


Pasha tampak terkejut dengan penjelasan Rani


"lalu bagaimana Wanita itu tau cerita di malam kejadian itu? ". tanya Pasha


"bisa jadi dia mengada-ngada.. kan Kak Kaira dan pelayan Nayna itu satu kamar ". jawab Rani asal.


Matt berdiri dari tempatnya..


"dimana pelayan yang bernama Kaira itu tinggal?"


"entah..! ". jawab Rani mengangkat bahunya tanda tak tau menau.


"aku fikir kakak sangat jenius tapi mudah di bodohi, sekarang kakak carilah kak Kaira karna hanya dia yang diberi mama kartu Diamond dan nggak ada yang lain ". perintah Rani


"Diamond? mama memberikan kartu Diamond pada seorang pelayan? ". tanya Pasha serius


"iya.. karna dia yang menyelamatkan kakak jadi mama memberikan kartu itu sebab dia menghilangkan anting-antingnya "


"kamu pernah bilang kejadiannya di hotel kan? ". tanya Matt memastikan lagi


"iya Pah.. di kamar nomor 1 fasilitas president suite". jawab Pasha masih memikirkan ingatan 7 tahun yang lalu.


"sudah pasti kak Kaira lah wanita itu kak.. menurut kakak siapa lagi yang bisa masuk hotel itu ? kalau nggak ada kartu Diamond mana bisa pelayan masuk ke hotel kita kak? ".pekik Rani baru tersadar dari kebodohan mereka selama ini.


"apa maksud kalian? ".tanya Mely dengan mata berkaca-kaca


"mamah? ". Rani dan Matt menoleh ke Mely..


"jadi pelayan kita bernama Kaira itu yang hamil anak Pasha? ".tebak Mely dengan penuh harap


"pasha keluar dulu! ". izin Pasha dengan langkah terburu-buru keluar dari mansion..


.


.

__ADS_1


__ADS_2