Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
pria masa lalu


__ADS_3

Pasha mengelus kepala Kaira yang sangat patuh saat Pasha ingin membawa Kaira kesana-kemari demi anaknya.


"kamu mau makan apa sayang...? " tanya Pasha


Kaira menyeringai lebar, "makan enak...! "


"ayo kita kembali...! " ajak Pasha meretangkan tangannya sebelah.


Kaira yang udah tau segera menggeser tubuhnya ke Pasha hingga tangan Pasha melilit pinggang Kaira, Pasha mengecup pelipis Kaira.


"anak kita tumbuh dengan baik sayang...! " bisik Pasha mengelus perut Kaira


"aku pengen masuk hutan manjat tebing lagi". cicit Kaira dengan memelas


Pasha menarik nafas panjang, "jadi kamu patuh padaku karna ini...? "


"suamiku...!! kalau belum dipenuhi aku nggak bisa tidur nyenyak nanti malam..! ". ujar Kaira dengan rengekannya memeluk Pasha.


"apa perlu kita menginap di dalam hutan? tapi saat manjat harus pakai pengaman mengerti..? " pasrah Pasha menawarkan syarat.


senyum Kaira merekah sempurna.. "boleh nginap di sana..? "


"boleh tapi harus aku borgol..!" jawab Pasha mengusap perut Kaira


Kaira memekik senang hingga beberapa orang menatap Kaira dengan gemas, siapa yang tidak kenal Kaira dan Pasha.


pernikahan Pasha dan Kaira dikenal banyak orang, semua stasiun TV menyiarkan berita mereka.


"ayo kita makan...! " ajak Pasha


Kaira mengangguk seperti perangko memeluk Pasha dari samping, ia benar-benar senang Pasha menuruti kemauannya, Kaira tau yang ia inginkan berbahaya tapi debaran jantungnya tidak bisa di tolak, Kaira sama sekali tidak takut sendirian masuk hutan.


"Kenapa kamu nggak minta uang? gedung? berlian? atau tahta sayang..? kenapa minta hal aneh? " batin Pasha berdecak pelan dengan permintaan istrinya yang satu ini.


Dylan dan Nova juga tidak pernah minta uang pada nya, Dylan sering meminta barang-barang limited sedangkan Nova suka beli benda-benda mahal keperluan komputernya.. anak-anaknya sangat hebat diusia mudanya.. Pasha harusnya bangga memiliki anak seperti Dylan dan Nova tapi Pasha hanya ingin anaknya hidup normal walau tidak mungkin.


setelah makan siang Pasha membawa istrinya keluar dan langkah mereka terhenti saat ada wanita berpakaian kumuh datang ke Kaira.


Pasha berpura-pura tak kenal hanya merangkul pinggang istrinya dengan erat.


"siapa bu..? " tanya Kaira celingak-celinguk mencari orang lain disekitarnya.


"Nyonya Maafkan saya..! saya bersalah saya ingin bahagia dengan keluarga saya.. !" ucap Eli


Kaira kebingungan maksud Eli..

__ADS_1


"maksud ibu apa ya..? kalau ingin bahagia bersama keluarga ibu silahkan kenapa minta maaf pada saya...?? "


"saya telah menghina anda dan nyonya besar.. maafkan saya nyonya.. sebenarnya saya hanya iri dengan apa yang dimiliki nyonya besar.. selama ini nyonya besar nggak memiliki cucu tiba-tiba memiliki cucu yang sangat pintar, jujur saya benci nyonya besar yang menolak anak saya saat saya minta di jodohkan dengan tuan Pasha.... ... .. !" Eli menceritakan semua hal yang membuatnya iri pada Mely.


Kaira yang mendengarnya jadi makin heran kenapa juga Eli mengakui kesalahannya padanya.


"sebenarnya apa yang terjadi bu..? kenapa ibu minta maaf pada saya..? " tanya Kaira dengan raut penasaran


"tu.. tuan muda datang ke rumah saya meminta saya untuk minta maaf pada nyonya tapi saya bersikeras tidak mau meminta maaf hingga keluarga saya membuang saya seperti ini.. saya minta maaf nyonya...! "


Kaira beralih ke Pasha.


"aku nggak meminta mereka mengusir nya.. aku hanya minta dia minta maaf padamu.. " jelas Pasha dengan singkat


"tuan muda tidak bersalah nyonya.. saya yang masih punya harga diri enggan meminta maaf pada anda. saya sudah lelah seperti ini nyonya, tolong maafkan saya...! " Eli menggenggam tangan Kaira hendak bersimpuh tapi Kaira menahannya..


"saya maafkan bu, apa perlu saya datang ke anak ibu untuk menjelaskan semuanya? " tanya Kaira balik


Eli menggeleng-geleng kepalanya, "tidak perlu nyonya..! saya ingin bahagia".


Kaira mengerutkan keningnya.. "maksud ibu apa.?"


"terimakasih atas kebaikan anda nyonya.. saya permisi..! " ucap Eli terburu-buru seperti dikejar hantu ia berlari dari Kaira yang masih banyak pertanyaan.


Kaira beralih ke Pasha, "kenapa kamu mendatanginya? ke rumahnya..? "


Kaira menarik nafas panjang..


"tapi aku nggak tersinggung kata-katanya suamiku.. saat itu aku bisa membalasnya hingga dia malu dan pergi sendiri".


Pasha yang sudah menjalankan mobilnya melirik Kaira sekilas.


"dia berniat mencelakai mamaku sayang dan mengejek mama ku sampai stres apa aku harus diam..? "


Kaira bungkam seketika, ia tak lagi bicara hanya menatap sang suami dengan kagum.


"kamu sangat menghormati mamah..? " tanya Kaira penasaran


"tentu saja..! tapi aku juga menghormatimu sayangku... nggak ada yang boleh mencelamu termasuk saudara ku sendiri..! "


kaira terharu dengan kata-kata Pasha, ia tersenyum senang menatap suaminya.


"kita didalam mobil sayang...! " decak pelan Pasha


"loh.. yang bilang kita lagi didalam pesawat siapa..?? " kekeh Kaira dengan nada mengejek.

__ADS_1


di lampu merah Pasha langsung melepas seatbeltnya dan menyambar bibir Kaira hingga siempunya terbelalak mengerjab 2 kali.


"maksudku ini". suara berat Pasha mengusap bibir Kaira sambil tersenyum miring.


pipi Kaira yang merona menatap Pasha..


"kau berubah suamiku, kenapa kau sangat mesum..? "


"apa yang aku lakukan sayang? aku hanya mencium istriku apa salah..? " goda Pasha


"jangan mengalihkan pembicaraan iblis Nolan.. " gerutu Kaira


"iblis Nolan..? " kekeh Pasha merasa lucu dengan sebutan Kaira


"iblis mesum selalu mencari kesempatan didalam kesempatan..! " rengut Kaira malah tak nyambung


Pasha tergelak keras melihat wajah kesal istrinya.


"diam..! lampu merahnya mau berakhir". bentak Kaira mendorong dada bidang suaminya


Pasha memasang seatbeltnya masih tertawa keras, mobil yang berhenti mendengar gelak tawa mobil mewah yang hanya dimiliki Pasha, mereka gemas dengan tingkah orang yang bisa membuat seorang Pasha tertawa sekeras itu.


.


.


di tempat lain seorang pria berjas formal menatap majalah dengan dingin, ia sedang memegang gelas berisi wine melihat sosok Kaira yang sangat cantik sangat berbeda jauh dimasa kuliahnya dulu.


"aku mencarimu setelah berhasil baby.. tapi ternyata kamu kembali telah menjadi istrinya, apa alasanmu menolakku karna pria ini..? " kata tajam pria itu menancapkan kuku panjangnya di potret tampan Pasha tepat bagian muka nya.


pria yang sudah diakui negara dengan keberhasilannya, walaupun belum ada apa-apanya dengan Pasha tapi tetap aja ia sudah pantas memiliki Kaira.


masa Kuliah Kaira juga sangat populer walaupun tidak memakai baju mahal, atau apapun barang mahal yang tak ada melekat di tubuhnya, kaira populer dengan kecantikan alaminya tak tersentuh make up sedikitpun.


"aku ingin mendengar penjelasanmu baby.. kenapa kau bisa bersamanya? bukankah kau nggak gila harta? kenapa..? kenapa..? kenapa...?? ". tanya Pria itu makin histeris lalu melempar wine nya ke dinding untuk melampiaskan amarahnya.


tak ada yang berani memasuki ruangannya sebab bawahannya hanya diam di luar ruangan.


ia sampai ke titik ini karna ingin membuktikan ke Kaira kalau dirinya pantas menjadi tempat Kaira untuk bersandar..


disaat semua orang menghina dan mencela nya yang tak pintar dalam belajar, Kaira datang memotivasinya belajar supaya menjadi lebih baik memberi motivasi untuk berhasil, Kaira yang percaya kalau dirinya akan berhasil.


saat kelulusan ia mengatakan perasaannya ke Kaira tapi Kaira dengan sopan menolaknya kalau dirinya belum mau pacaran masih banyak hutang yang harus ia bayar, pria itu tentu kasihan sebab dirinya juga tidak bisa membantu karna miskin juga, mereka berdua juga diejek couple miskin tapi Kaira tidak pernah tersinggung ejekan teman-temannya.


akhirnya ia bertekat untuk berhasil supaya bisa kembali melunaskan hutang-hutang Kaira, dan bisa hidup bahagia bersamanya..

__ADS_1


.


.


__ADS_2