
malam harinya mereka tidur di tenda masing-masing Kaira diborgol oleh Pasha supaya tidak nekat.
Kaira terbangun tengah malam, ia melihat pergelangan tangannya yang di borgol oleh Pasha.
"aku nggak sabar...!! " batin Kaira dengan degub jantung yang tak biasa..
Kaira mengedarkan pandangannya,
"apa masih malam..? " gumamnya pelan.
"iya sayang..! tidurlah, bukankah besok kamu mau bermain..? " jawab Pasha dengan suara khas bangun tidur.
Kaira tersenyum lebar lalu mengangguk semangat,
ia teringat perkataan Ella tentang Bastian, senyumnya memudar tapi matanya terpejam siapa yang melihat Kaira seperti itu pasti mengira Kaira sudah tertidur kenyataannya belum..
"nggak mungkin dia masih ingat aku.. udah lama sekali.. jadi jangan di ingat Kaira, itu hanya perkataan Ella aja yang nggak masuk akal...! ". batin Kaira berusaha menepis pikiran aneh itu.
"tapi bagaimana Ella tau dia telah kembali? apa Ella bertemu dengannya..? Ella yang menyapa? atau Dia yang menyapa..? aaakkh... ngapain masih di pikirin...! "
Kaira makin memejamkan matanya dengan kuat seolah tak boleh ada bayangan apapun yang terlintas di pikirannya saat ini.
Kaira bukan mencintai Bastian, saat itu Kaira murni menolaknya emang Kaira tidak suka.. Kaira hanya menganggapnya teman saja, Apalagi saat kelulusan Kaira jatuh cinta pada Pasha bahkan bekerja di mansion Pasha sebagai Pelayan, saat ini Kaira teringat kata-kata Bastian sebelum pergi.
"aku akan berhasil baby. .. Aku akan membawamu ke penghulu dengan mas kawin yang fantastis.. tunggu aku kembali...!! "
Kaira sekali lagi menggeleng-geleng kepalanya.
"kenapa sayang...?? " tanya pasha dengan suara serak.
Kaira terkejut... "kamu belum tidur...? "
"jawab pertanyaanku..? aku tau kamu sedang memikirkan sesuatu..? ayo jujur..! kamu sangat mengenalku kan? aku nggak suka kamu berbohong... "
Kaira sedang berpikir bagaimana cara menjelaskannya sama Pasha supaya suaminya itu tidak salah faham.
"ada pria dimasa kuliah ku yang kembali dari luar negri.. aku takut dia kembali padaku, dia berjanji akan kembali setelah berhasil". cicit Kaira
"siapa pria itu..? mantan kekasihmu..? " tanya Pasha mulai serius.
Kaira menggeleng-geleng kepalanya, Pasha mengerutkan keningnya Kaira menarik nafas lalu menghembuskannya secara perlahan, ia mulai menceritakan bastian MZ secara singkat.
Pasha mengepalkan tangannya..
"jadi dia hanya pria yang pernah mengungkapkan perasaannya padamu..? "
Kaira mengangguk..
"aku berharap hanya pikiranku aja, udah 9 tahun berlalu aku yakin dia nggak mungkin mengingatku !"
"jika dia kembali artinya dia mengingatmu sayang..! siapa nama pria itu..? "
"Bastian MZ...! " jawab Kaira pelan
"Bastian MZ..?? " Beo Pasha seperti tau pemilik nama itu..
"Kaira MZ itu produk kecantikannya terinspirasi dari namamu..? " ujar Pasha dengan dingin.
__ADS_1
"produk Kaira MZ milik Bastian..? " tanya Kaira tak percaya
"jangan difikirkan sayang.. ! tidurlah... " Pinta Pasha memeluk istrinya dengan posesif.
Kaira pun dengan mudah terlelap di pelukan Pasha karna aroma tubuh suaminya itu sangat menenangkannya.
Pasha menatap dingin dan datar di depannya, ia tau produk kecantikan itu lumayan terkenal di negara ini karna pemiliknya WNI tapi tak disangka nama produk kecantikan itu diambil dari nama istrinya.
saat itu Pasha tak pernah terfikirkan nama produk Kaira MZ itu terikat dengan nama istrinya. sebab banyak nama Kaira di negara ini, tapi mendengar cerita Kaira jadi yakin nama itu diambil dari nama Kaira.
"tidak akan kubiarkan kau bertemu atau sekedar mendekati istriku...! " batin Pasha dengan seriusnya.
Kaira hanya milik Pasha Melviano tak ada yang boleh mendekati istrinya.
ke esokan paginya Pasha memasak Ayam bakar di atas arang dan diletakkan di tungku, Pasha belajar membuat ayam bakar yang enak buat Kaira. saat acara resepsi Kaira pernah minta ingin makan ayam bakar buatannya tapi setelah itu Kaira hanya minta sup kepiting.
"daddy...?? " Nova menyambar memeluk Pasha dari belakang.
Pasha terkekeh lalu membalik tubuhnya menghadap Nova.
"Nova pakai pewangi Daddy.. wangi sekali Nova suka.. jadi nova pakai.. hehehe...! " cengir Nova
Pasha mencium wajah Nova yang wangi delima. "sangat wangi..! "
Nova menyeringai lebar, ia melihat ke arah ayam bakar Pasha, Pasha berbalik dan Nova duduk dipaha Pasha sambil melihat Pasha masak.
"mana mommy mu sayang..? " tanya Pasha mencium pipi Nova dengan gemas.
"tadi masuk hutan katanya nyari daging kelinci sama aunty Rani dan aunty Ella..! " jawab Nova begitu tak sabar melihat masakan Pasha matang.
Pasha menghela nafas, ia tak bisa apa-apa.
"kakak gantian sedang mandi pasti makai pewangi daddy juga". jawab Nova
Pasha tersenyum, "mau daddy belikan buat kalian..? "
"mau". jawab Nova dengan senyum cerahnya..
"mommy...? " Nova menoleh ke Kaira yang tampak memeluk seekor kelinci cantik.
"waah... cantik sekali...! " Nova segera turun dari pangkuan pasha lalu berlari kecil mendekati Kaira.
Kaira menatap nafsu masakan Pasha, ia berjalan cepat ke arah Pasha.
"mommy...? mau..! " Nova mengulurkan tangannya meminta kelinci itu pada Kaira.
Kaira langsung menyerahkan kelinci nya lalu mengusap kepala Nova, Kaira berjalan cepat ke arah Pasha yang tengah masak ayam bakar, wanginya sangat menggugah selera.
Rani dan Ella saling pandang menghela nafas lega, mereka berusaha membujuk Kaira untuk tidak membunuh kelinci imut itu tapi Kaira bersikeras ingin makan daging kelinci, sekarang ada Nova dan Pasha yang menyelamatkan kelinci cantik itu.
"mau..? " tanya Pasha mengusap bibir Kaira yang sejak tadi dibasahi dengan lidah Kaira.
Kaira mengangguk-ngangguk semangat langsung menyambar piring dan menengadahkannya ke Pasha plus tampang kucing imutnya hingga Pasha gemas dengan tingkahnya.
"bagian apa..? " tanya Pasha
"sayapnya..! " jawab Kaira cepat.
__ADS_1
Pasha mengambil Sayap ayam bakarnya dan memberikannya di piring Kaira, Pasha juga mengambilkan nasi dari panci.
"makan yang banyak ya sayang". ucap Pasha mencubit pipi Kaira
Kaira manggut-manggut, Kaira ingin makan pakai tangan tapi Pasha mencekalnya.
"bersihkan dulu sayang". Pasha dengan sabar mencuci kedua tangan Kaira barulah istrinya itu boleh makan.
.
.
mereka semua sarapan apa adanya, ayam bakar Pasha benar-benar enak Nova makan sambil memberi kelincinya makan wortel, Dylan makan dengan lahap juga.
"masakan daddy enak juga..! " puji Dylan mengacungkan jempolnya.
Pasha tergelak dapat pujian dari anaknya yang malas bicara itu.
"kok tumben kakak bisa masak kak? pakai arang dan tungku lagi..! " tanya Rani penasaran
"kakak belajar". jawab Pasha melihat ke arah istrinya yang sangat lahap makan.
Rani dan ella saling pandang dan juga saling melempar senyum.
"Kaira beruntung memiliki anda tuan muda..! " puji Ella dengan tulus
"tidak.. Aku yang beruntung memilikinya..! ". elak Pasha lalu melirik kedua anak-anaknya yang tak berbeda jauh dengan Kaira.
Ella tersenyum haru melihat betapa berharganya teman dan keponakannya dimata seorang Pasha Melviano.
"kakak mana helikopternya..? " tanya Rani dengan heran
Pasha melihat jam tangannya, "sebentar lagi akan datang".
selesai makan.
Helikopter datang bersama turunnya Ramzi dari dalam helikopter.
"udah datang sayang...! " bisik Pasha
Kaira tersenyum manis, ia makin bersemangat.
Ella teringat hidungnya dengan Ramzi bertabrakan lalu dengan cepat ia menggeleng kepalanya berusaha menghilangkan fikirannya itu.
.
.
.
gemes...! hayo readers siapa yang beruntung? Pasha yang beruntung memiliki Kaira dan sikembar atau sebaliknya? hehe kayaknya keduanya ya?
maka nya Daddy Pasha jangan sombong dong Tuhan tidak bisa dikalahkan walau Daddy Pasha sangat berkuasa dan punya segalanya.. haha dapat karma deh tidak punya keturunan.
just kidding...!
.
__ADS_1
.