Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
mencari perhatian camer


__ADS_3

.


.


Kini Kaira dan Pasha ada di rumah panti yang baru,


"terimakasih tante, om.. semoga rezeki dan kebahagiaan om dan tante lancar sederas sungai yang mengalir nggak akan terputus sampai kapanpun". doa tulus anak-anak panti


bibir Pasha tanpa sadar tertarik sempurna, doa itu terdengar lucu tapi sangat menggetarkan hati Pasha.


Kaira malah mengaminkan dan tersenyum senang melihat kebahagiaan anak-anak panti dengan tempat tinggal barunya.


"berkat nak Panji kami semua bisa pindah dengan cepat..!" kata bu Riris dengan ramah


"terimakasih nak..! kalian memiliki hati yang mulia


semoga kalian selalu dalam lindungan yang maha kuasa.. " sambung bu Riris lagi.


"terimakasih bu..! saat pernikahan saya nanti ibu dan anak-anak panti mau datang ya...? " pinta Kaira memegang tangan Bu Riris


"bukankah terlalu berlebihan Nak..? bagaimana bisa kami semua masuk dalam acara mewah itu..? nanti kalau kami buat malu bagaimana..? "


Kaira tertawa kecil..


"saya cukup berkuasa mengizinkan ibu dan anak-anak panti masuk ke acara pernikahan saya nantinya...! "


"kalau istri saya sudah mengundang artinya ibu dan anak-anak panti harus datang...!" kata Pasha dengan senyum tipisnya.


"baiklah nak Pasha.. nak Kaira..! ibu dan anak-anak panti akan datang... " pasrah bu riris


Kaira tersenyum senang langsung memeluk Bu Riris yang sudah seperti ibu kandungnya sendiri.


Pasha yang ikut senang mengelus kepala Kaira dengan lembut.


Pasha mengerutkan keningnya melihat ada panggilan masuk tapi nomor asing.


"aah...? " Pasha mengingat ia pernah memberikan nomor ponsel nya pada Arabela.


"sebentar sayang..! aku angkat panggilan ini dulu". izin Pasha


Kaira mengangguk pelan.


Pasha berlari kecil keluar dari rumah Panti dan mengangkat panggilan itu.


"Yang mulia? " tebak Pasha


"iya... apa berita itu benar..? Kamu suami dari anakku..? " tanya Arabela


"benar yang mulia.. saya memberikan nomor pribadi saya pada anda demi keselamatan istri dan anak-anak saya.. !"


"panggil aku ibunda nak". pinta Arabela dengan lirih


"baiklah ibunda..! saya memang berkuasa di kota ini dan negara ini tapi untuk melawan nona bangsawan kota A butuh kerja sama dari orang terkuat di kota A juga.. Maafkan saya harus melibatkan anda.! "


"tidak perlu sungkan nak..! tolong jaga Kaira sampai masalah istana selesai.. bunda sedang berusaha meruntuhkan tahta membosankan ini.. bunda ingin hidup tenang di Kota kalian..! "


Pasha tersenyum tipis,, "perjuangan bunda pasti cukup melelahkan..! "


"iya nak.. bagaimana keadaan Kaira dan cucu-cucu bunda..? apa Kaira pernah menunjukkan sebuah jubah emas yang membalutnya saat bayi..? "


"Jubah ukiran nama Kaira ada sama Pasha Bunda, apa bunda mau melihatnya..? "


Arabela tersenyum lega di sudut kamarnya..


"artinya perasaan bunda tidak salah nak.. bunda akan meletakkan mata-mata pada adik bunda dan akan memberi tau apa saja pergerakan wanita itu".


"terimakasih bunda..! datanglah di hari resepsi pernikahan kami..! " pinta Pasha

__ADS_1


Arabela tersenyum cerah, "apa bisa..? "


"tentu bunda! saya akan kirimkan undangan istimewa untuk Bunda dan Ayah".


"kamu benar-benar menantu yang baik nak, terimakasih telah menjaga anak bunda dengan baik ". senyum tulus Arabela


cukup lama mereka berbincang menceritakan sosok Kaira dan sikembar pada Arabela, tiba-tiba Arabela gelisah.


"nak.. ada yang masuk..! bunda matikan ya..? " kata Arabela terdesak lalu mematikan panggilan telfonnya.


Pasha tak ambil pusing hal itu sebab tau kondisi Arabela yang berpura-pura gila.


"baguslah.. aku harus dapatkan hati mertua ku supaya Kaira tidak dipisahkan dariku..! " gumam Pasha dengan lega


awalnya Pasha ragu bekerja sama dengan Arabela tapi mendengar penjelasan Nova dan Dylan jadi memberanikan diri.


"nggak ada seorang ibu yang mau menyakiti anak kandungnya Daddy..! seperti daddy yang menyayangi kami walaupun bertemu dengan kami saat berumur 7 tahun tapi daddy rela mempertaruhkan nyawa demi kami, apalagi seorang ibu daddy..! " begitulah kata-kata Dylan


betapa beruntungnya Pasha memiliki putra cerdas seperti Dylan.


"Pasha suamiku...? " panggil Kaira


Pasha terkejut lalu merubah ekspresinya dengan hangat.


"ada apa..? " tanya Kaira penasaran


"aku bicara dengan seseorang sayang..! " jawab Pasha memegang tangan Kaira


"apa sudah selesai..? " tanya Pasha


Kaira mengangguk pelan, "kita menjemput Nova dan Dylan ya..? "


Pasha pun setuju.


.


.


"aku senang karna aku berhasil mencapai cita-cita aku Pasha.. makasih ya atas segalanya.. kamu sangat baik padaku.. "


Pasha tersenyum, "bayarannya..? "


Kaira memutar bola matanya dengan malas, "aku mengerti...! "


Pasha tergelak puas.. "istri yang pintar... "


Kaira mendengus saja.


"Nyonya.. tuan..? " sapa Arla dan ketiga pengawal Sikembar.


"Kalian ikuti saja.. Aku dan Kaira yang akan membawa Nova dan Dylan.. " kata Pasha dengan datar


"baik tuan". jawab keempatnya serentak.


Jam pulang sekolah pun tiba, Nova yang mengenali mobil daddynya segera berlari ke arah mobil Pasha.


Pasha dan Kaira sudah menunggu dengan senyum lebarnya.


"kok tumben mommy sama daddy yang jemput..? " tanya Nova dengan polos


"ada masalah daddy..? " sambung Dylan


"nggak ada masalah sayang...! mommy dan daddy kebetulan sedang di luar jadi sekalian jemput kalian dong...! ". jawab Kaira mengusap pipi Dylan.


Dylan tersenyum tipis, "ayo kita masuk mommy...! "


"ayo.. !" semangat Nova di gendongan Pasha.

__ADS_1


Beberapa orangtua yang ada menjemput anak-anak mereka pun berani memotret pasangan manis itu, satu sekolah udah tau Pasha memiliki anak kembar yang lucu dan jenius diusia kecilnya serta memiliki rupa yang sama seperti Pasha.


Pasha membawa masuk anaknya didepan, Nova memang sangat dekat dengannya, dibanding Dylan yang sangat lengket dengan Mommynya.


"daddy..? " panggil Nova semangat


"iya sayang...? " balas Pasha mengusap kepala putri kecilnya.


"Nova boleh minta sesuatu..? " tanya Nova berbinar


"apa yang putri kesayangan daddy ini mau ..?" tanya Pasha tersenyum lebar


Kaira hanya diam mendengarkan perbincangan Nova dengan Pasha, percuma mencegah Pasha sebab suaminya itu sangat memanjakan putri kecilnya.


"Nova mau jadi model cilik di sekolah..? boleh ya daddy..? " pinta Nova semangat.


"model cilik..? apa itu nak..? " tanya Pasha kebingungan.


"semacam acara khusus disekolah daddy sebentar lagi akan ada acara pensi di sekolah, jadi Nova mendaftar sebagai model utama untuk menjadi fashionshow cilik...! " Dylan yang menjawab.


"Iya daddy..! kakak ditunjuk jadi pangeran yang akan menjadi pemeran utama dalam drama yang akan diadakan diacara pensi itu.. !" celoteh Nova dengan senang.


"kamu mau bergabung dengan permainan dalam acara pensi itu nak..? " tanya Pasha akhirnya mengerti


"iya daddy... boleh ya..? ". bujuk Nova


Pasha mengangguk pelan,


"Yess...!! " girang Nova dapat izin


"harus hati-hati sayang..! bisa aja ada kesalahan di acara pentas kalian itu nantinya". peringatan Kaira


Pasha membenarkan.


"mommy sama daddy tenang aja..! Dylan bakal jagain Nova dengan baik serta pengawal-pengawal kami akan Dylan suruh menjaga Nova aja".


"Nova nggak selemah itu kakak..! " Bibir Nova mengerucut kesal.


"tetap saja kamu harus mengawasi adikmu kapten kecil .! " sambung Pasha


"siap daddy...! " senyum tipis Dylan merasa bangga di panggil kapten kecil.


"Kapten kecil..? " beo Kaira tak mengerti.


"daddy panggil kakak kapten karna Kakak sangat l pintar buat siasat Mommy..! " jelas Nova antusias.


Kaira mengangguk mengerti..


"jangan terlalu memaksakan diri sayang.. mommy punya penghasilan sendiri sekarang..! "


dylan tersenyum dan mengangguk sambil menyeringai lebar.


"Pasha..! kamu jangan melibatkan anak-anak dengan masalahmu. " kata tajam Kaira.


"sayang... aku nggak pernah melibatkan mereka tapi anak-anakku yang melibatkan diri hingga aku pusing dan bingung sendiri mengatasinya". bela Pasha


Kaira menarik nafas..


"anak-anakku sangat menyedihkan.. maafkan mommy ya sayang, gara-gara mommy dan daddy Kalian hidup tidak seperti anak seumuran kalian.. "


"mommy Dylan melakukan apa yang membuat Dylan senang".


"Nova juga mommy.. anak-anak lain malah iri sama Nova...! mommy harusnya bangga dong".


Pasha mengulum senyum manisnya Kaira tersenyum melihat kedua malaikat kecilnya.


"kalian memang kebanggaan mommy..! " gumam Kaira membenarkan.

__ADS_1


.


.


__ADS_2