
kini keluarga Melviano menunggu Pasha di ruang tunggu, 1 jam lamanya tak ada yang lelah menangis, khawatir dan panik.
"Mama...?". pekik Rani berlari tergesa-gesa dengan penampilan super Fashion nya sebab Rani sedang shopping bersama teman-teman SMA nya (reunian)..
"bagaimana keadaan Kakak Mah...? ". tanya Rani khawatir melihat situasi
"nggak tau dokter belum juga keluar sayang, sepertinya Kakakmu harus dirawat serius soalnya Pasha terlalu banyak menghirup asap". jawab Matt dengan serius dengan nada khawatir.
"keracunan karbon monoksida..? nggak mungkin pah ... kak Pasha sangat kebal dengan racun.. ". geleng-geleng Rani tidak percaya
Sikembar duduk dipangkuan Ella, mata mereka sudah membengkak karna menangis, Kaira tak lelah sejak tadi mondar-mandir seperti setrika..
Rani beralih ke Kaira dan ikut khawatir melihat keadaan Kaira yang terlihat panik tak bisa tenang
Dokter keluar, semua orang mengerumuni dokternya..
"tuan muda baik-baik saja Nyonya, tuan besar, kalau boleh tau yang mana Nyonya Kaira..? ". tanya si dokter
"saya dok..! ada apa ya..? ". sahut Kaira
"tuan muda dalam pengaruh obat tidur tapi tuan muda menahan matanya, tuan muda bilang tidak akan bisa tidur sebelum melihat nyonya dan Anak-anaknya! ". jelas dokter dengan ramah
"ayo mommy..!! tuan daddy mau ketemu kita..! ". ajak Nova menarik tangan Kaira.
Kaira hendak izin dengan keluarga Pasha, tapi sudah keburu ditarik oleh sikembar yang tak sabar melihat daddy nya..
Mely berteriak menyuruh Kaira membawa bingkisan yang di bawa oleh Ramzi tadi, Kaira mengambilnya dan masuk ke ruangan elit itu..
"dimana daddy..? ". gumam Nova celingak-celinguk melihat sekeliling
"mungkin lebih dalam lagi..! ". sahut Dylan
Kaira hanya menatap bingkisan pemberian Mely yang tak juga dibuka olehnya..
"sebenarnya apa yang ada dalam kotak ini? kenapa Pasha mempertaruhkan nyawanya mencari kamarku dan mengambil ini..? ". batin Kaira penasaran
"akhirnya kalian datang juga...! mataku benar-benar sangat berat mendekatlah padaku ". pinta Pasha dengan memelas dengan kondisi yang berhasil membuat Kaira merasa bersalah.
"tuan daddy...? ". panggil sikembar langsung memanjat brankar Pasha hingga daddy nya itu tersenyum sambil terbatuk-batuk dengan bantuan alat oksigen..
Pasha hanya terkena gangguan pernafasan karna kebanyakan menghirup asap..
"bagaimana luka di punggungmu..? ". tanya Kaira berkaca-kaca
Pasha mengulurkan tangannya dan lucunya sikembar menggagalkan moment romantis orangtua mereka dengan menyambut tangan daddy mereka..
Pasha terkekeh, Kaira tersenyum sambil menghapus air matanya..
"dengar sayang? mommy kalian dalam bahaya.. Daddy nggak bisa jaga mommy kalian karna mata daddy ngantuk berat.. !". kata Pasha begitu serius
Nova dan Dylan saling pandang dengan ekspresi terkejut..
__ADS_1
"bagaimana bisa daddy tau..? ". tanya Dylan penasaran
"ada bau bensin menyengat saat daddy memasuki rumah itu.. !". jawab Pasha perlahan matanya mulai tertutup karna begitu mengantuk
"daddy tenang aja biar kami yang melindungi mommy dari orang jahat itu..! ". seru Nova mengelus tangan Pasha
Kaira hanya diam mendengarkan interaksi mereka,
"musuh..? tapi aku baru datang ke negara ini? kenapa aku bisa punya musuh? ". batin Kaira
Kaira melihat bingkisan yang diselamatkan Pasha, ia pun membuka bingkisan yang telah rusak itu dan terperangah melihat perhiasan giok di dalam kotak itu..
"apa ini..? ". gumam Kaira dengan mata melebar tak percaya.
"loh ini kan giok model lama mom..? ". jelas Nova melihat perhiasan giok itu..
"model lama sayang ? maksudnya apa? ". tanya Kaira tak faham
"sepertinya itu bersejarah mom perhiasan seperti itu tak ada lagi di dunia ini... ". sambung Dylan
"hah...? ". wajah bodoh Kaira
"kalian tunggu disini ya..? mommy ingin bicara sama Granma Kalian..!! ". pinta Kaira serius
sikembar mengangguk pelan,
"eeh.. tunggu sebentar Kak, Nova ambil laptop nova dulu ". selah Nova dengan serius
.
Kaira langsung berdiri dihadapan Nyonya ratu..
"ini maksudnya apa nyonya ? ". tanya Kaira to the point menunjukkan perhiasan dengan mata giok langka itu..
Rani tersenyum lebar, Ella sedikit mengintip dan terbelalak melihat perhiasan giok itu.
"itu semua perhiasan turun temurun keluarga kami sayang...!! " jawab nyonya Mely dengan senyum manisnya mengelus kepala Kaira
"tapi ini terlalu berlebihan nyonya, saya sudah menikah dan ini bukan untuk saya berikan saja pada istri Pasha nantinya.. saya hanya seorang pelayan!". Tolak Kaira menutup kotak perhiasan itu dengan memberikannya pada Mely
Mely menggeleng kepalanya..
"apa kamu tersinggung perhiasan ini pernah dimiliki oleh Nabila..? "
"tidak nyonya saya tidak mau menerimanya, ini terlalu berlebihan buat saya..! ". jelas Kaira dengan serius.
"maafkan kami nak, kamu harus menerimanya, hanya kamu yang pantas memilikinya..! ". Matt juga menyelah dan berkata begitu serius..
Kaira beralih ke arah Matt,
"ini bukan milik saya tuan besar, tolong jangan persulit saya.. saya izinkan kalian untuk bertemu dengan Nova dan Dylan tapi saya tidak pernah menginginkan posisi alm. nyonya nabila..! "
__ADS_1
"tapi kamulah yang menerima posisi itu sayang.. kamu adalah wanita istimewa yang kami cari selama ini.. maafkan kami telah menyia-nyiakan kesempatan kami 7 tahun yang lalu..! ". ujar Mely dengan merasa bersalah.
"saya mohon...!! ". pinta Kaira memberikan kotak itu lagi
Mely bersikeras tak mau menerimanya..
"kalau begitu saya akan pergi bersama anak-anak saya dan tidak akan pernah kembali...! ". ancam Kaira begitu serius..
Mely dan Matt terpaku dengan kata-kata Kaira, Rani membelalakkan matanya lalu dengan cepat mengambil kotak perhiasan giok turun temurun keluarga besarnya itu..
"Rani udah ambil kak jangan pergi ya..? ". bujuk Rani
Kaira mengangguk dan menunduk sopan pada Mely dan Matt,
"Kaira kamu mau kemana..? ". tanya Ella
"sholat..! ". jawab Kaira cepat..
Ella pun berlari menyusul sahabatnya itu..
"kan rani udah bilang mah jangan kasih barang antik kita dulu, Kak Kaira itu sangat keras kepala...!! ". gerutu Rani
"huh.. mamah nggak tau lagi harus bagaimana sayang..? entah sampai kapan kita harus seperti ini dengan cucu-cucu kita..!! ". lirih mely menarik nafas berat
"mereka hanya butuh waktu mah.. biarkan Pasha yang berusaha mendapatkan hati Kaira, ". bujuk Matt
"iya Mah.. Kak Pasha sepertinya sudah jatuh cinta pada Kak Kaira.. sampai nekat gitu mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan barang-barang berharga Keluarga kecil Kak Kaira..! ". sahut Rani
Mely mengangguk mengerti, sementara Nova tadi langsung mengambil laptopnya di samping Ella dan masuk ke ruangan Pasha jadi tidak mendengar pembicaraan mereka..
Nova duduk manis di sofa bersama kakaknya.. tangan kecil Nova begitu lihai mengotak-ngatik cctv yang ada di sekitar rumahnya sampai orang di dalam mobil itu mereka temukan..
"sepertinya musuh mommy perempuan Dek..! ". tebak Dylan memperhatikan penyamaran sosok itu..
"iya Kak.. ini memang perempuan tapi siapa ya..? ". gumam Nova
"Plat mobilnya!". tunjuk Dylan
Nova mengangguk dan langsung melancarkan aksinya dengan menghack data milik negara, Nova akhirnya menemukan pemilik plat mobil itu..
"pria kak...! ". seru Nova menunjuk foto identitas pemilik mobil itu..
"cari tau keluarga atau kerabatnya.. bisa jadi perempuan itu memiliki hubungan dengan pemilik mobil ini..! ". perintah dylan
Nova mengangguk mengerti..
"kau tidak akan bisa bersembunyi dari seorang KO..!" sinis Nova meregangkan lagi jemari-jemari kecilnya..
.
.
__ADS_1