Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
nekat Pasha


__ADS_3

"bagaimana mobilku tuan? ". tanya Kaira serius


"kenapa kamu memanggilku tuan ? nyonya muda Melviano..! ". tanya Pasha menundukkan pandangannya ke Kaira


Kaira memutar bola matanya dengan malas, Pasha bisa melihat bulu mata Kaira sangat panjang dan lentik, walaupun bola matanya berwarna hitam pekat tapi sangat indah


"Ayo mommy kita pulang diantar om chiko aja!". ajak Nova menggeret tangan Mommynya..


Ella bersama Dylan mengikuti Kaira yang di tarik Nova,


Pasha mengekori Kaira seperti anak ayam yang mengikuti induknya..


"Chiko itu bawahanku? bagaimana bisa kalian menolak pertolonganku tapi malah menyusahkan bawahanku..? ". batin Pasha tersenyum sambil menggeleng pelan kepalanya..


sungguh pemandangan langka, para Karyawan berjejer rapi menunduk hormat kepada mereka semua Kaira sampai risih sendiri dengan semua itu,


sedangkan sikembar hanya berjalan tenang seolah tidak ada apa-apa..


"Om Chiko antarin kami pulang ya? ". pinta Dylan dengan sopan


"b.. baik Tuan kecil. !". jawab Chiko dengan canggung sementara ada Pasha di belakang mereka..


"ayo masuk mom...! ". ajak Nova membukakan pintu mobil untuk mommynya..


Kaira mengelus kepala Nova lalu masuk kemobil menyusul Ella yang duduk didepan, Nova ikutan masuk lalu saat pasha ikutan mau masuk Dylan merentangkan tangannya


"tuan Daddy naik mobil sendiri..! ". ketus Dylan


Pasha menganga lebar lalu beralih ke Panji yang dengan cepat berlari ke Pasha dan menerima kunci mobil Pasha.


Pasha menarik nafas berat melihat kepergian mobil milik keluarganya..


"aku tidak akan menyerah mendapatkan hati kalian bertiga ". gumam Pasha dengan pelan.


Pasha segera masuk ke mobilnya saat mobilnya yang dibawa panji sudah ada di depannya, mereka mengikuti mobil yang dinaiki Kaira dan sahabat Kaira serta anak-anaknya.


Panji sesekali melihat ke arah tuan mudanya lewat kaca mobilnya,


"kasihan tuan muda..! penyesalannya sudah terlambat dan sekarang harus berusaha memperbaiki semuanya...! semoga Tuan muda bisa bersatu dengan nyonya muda...! ". batin Panji


semua bawahan Pasha tau bagaimana tuan muda mereka sangat menginginkan keturunan, sebelumnya Pasha tidak pernah lagi jatuh cinta setelah dikhianati Putri, saat Pasha menikah dengan Nabila, Pasha hanya menghormatinya dan menjadikan istrinya itu sebagai teman baik..


bahkan Nabila tidak bisa merubah seorang Pasha menjadi taat beragama, walaupun mereka terlihat bahagia Nabila tidak pernah dengar kata-kata cinta dari mulut Pasha, pasha memang baik padanya tak pernah menyakitinya bahkan saat Nabila tidak bisa memberinya keturunan Pasha tidak pernah merendahkannya...


setibanya di rumah Kaira dan yang lainnya melototkan mata melihat tempat tinggalnya dilahap sijago merah, banyak orang-orang menjerit didepan rumah mereka...


"Aaakhh....Laptop Nova Mom...! ". pekik Nova meloncat dari mobil padahal mobil belum berhenti beruntung Chiko berkendara dengan pelan.


"Nova...? ". pekik Kaira dan Ella


Dylan juga menyusul adiknya supaya tidak nekat

__ADS_1


"berhenti pak..! ". pinta Kaira dengan panik


"baik Nyonya..! ". chiko menghentikan kendaraannya ditengah jalan


Pasha yang melihat Nova berusaha masuk dalam kobaran api pun terlonjak kaget, segera pasha keluar dari mobilnya padahal Panji belum berhenti..


"tuan muda..? ". Panji segera ngerem mendadak didepan mobil keluarga Melviano lalu berlari menyusul Pasha


"laptop Saya pak..! biarkan saya masuk.. hiks.. hiks...! ". isak Nova memohon dilepaskan oleh bapak-bapak tetangga yang menahan nya..


Kaira langsung menangkup pipi Nova dan membujuk anaknya akan membelikan yang baru


"Dek Kita bisa beli baru lagi ". bujuk Dylan


Ella menganga lebar melihat kobaran api di rumahnya..


"kenapa bisa kebakaran pak..? ". tanya Ella penasaran juga khawatir.


"tadi ada mobil merah yang datang mbak, dan dengan mudah membuka gerbang saat mobil itu keluar udah begini mbak..! ". jawab seorang saksi


"ya Allah. !". ucap sedih Kaira


"Nova mau ambil laptop nova...! ". Nova akhirnya bisa lepas dari pegangan bapak-bapak yang memegangnya..


semua orang menjerit histeris, mereka sudah menghubungi pemadam tapi belum juga datang..


Kaira berteriak hendak mengejar Nova tapi Pasha bisa mengejar Nova dan langsung menggendong anaknya itu, Pasha menurunkan anaknya tepat disamping Kaira lalu ia memegang pipi Nova


"daddy akan masuk..? ". tanya Nova sesegukan


"tuan.? ". lirih Kaira tak percaya


"tapi apinya sangat besar tuan muda..! ". selah Panji


"aku akan lakukan apapun untuk anakku..! ". acuh Pasha tak peduli kata-kata panji


"biar saya yang masuk tuan muda ". seru Panji serius


"aku yang masuk Panji...! kau lindungi Kaira dan anak-anakku..! ". bentak Pasha dengan nada meninggi


Panji terdiam seketika lalu menundukkan pandangannya tak lagi menyelah,


"katakan sayang dimana letak laptopmu..? ". tanya Pasha dengan serius


Dengan sesegukan Nova menjelaskan posisi kamarnya begitu rinci hingga pasha bisa membayangkan tempatnya.


"tunggu disini sayang... daddy akan masuk! ". pinta Pasha mengecup puncak kepala Nova


Pasha hendak masuk tapi Kaira menahan pergelangan tangannya, Pasha membalik tubuhnya dan tersenyum lembut..


"aku akan kembali..! ". seru Pasha yang mengerti langsung mengecup punggung tangan Kaira

__ADS_1


Dylan dipelukan Ella hanya mengerjab-ngerjabkan matanya, Ella melotot sejak tadi ketika mendengar Pasha nekat masuk ditengah kobaran api..


Nova menangis sesegukan ia hendak menyusul tapi Panji menggendong Nova dengan mata Panji yang berkaca-kaca


Pasha langsung menerobos ditengah kobaran sijago merah, Kaira sampai menangis tak percaya dengan keberanian Pasha yang rela mempertaruhkan nyawanya demi mengambilkan laptop kesayangan Nova


sementara orang-orang yang tinggal dikawasan elit itu mematung sejak tadi, syok melihat wajah sikembar lalu lebih syok lagi saat mereka melihat langsung seorang Pasha yang sangat berkuasa mencium tangan Janda bercadar itu, terlebih mempertaruhkan nyawanya..


"tuan daddy...? ". isak Nova dan Dylan menangis kuat sama seperti mereka kehilangan Daddy Mark


"kenapa mobil pemadam belum juga datang? ". kesal Ella dengan air mata yang mengalir seperti air saja..


Kaira menangis menatap pintu masuk pasha tadi, Nova dan Dylan berteriak memanggil daddy mereka supaya cepat keluar..


"sepertinya mobil pemadamnya bermasalah mbak!". jawab salah satu dari warga situ


"bagaimana bisa? ". tanya Ella frustasi


Dylan berlari ke arah Kaira, mereka berpelukan dengan isak tangis yang menyedihkan


"ayo kita turun nyonya, tuan kecil apinya semakin besar...! ". Panji meminta bantuan ibu-ibu disekitarnya untuk menolongnya


Kaira memberontak saat dibawa keluar dari Pagar tinggi rumahnya..


anggota the Xylver dengan logo bintang laut di plat mobil mereka datang beramai-ramai, mobil pemadam ada ditengah-tengah mobil mereka..


"cepat bergerak..! ". teriak Ramzi


"baik tuan...! ". jawab mereka semua serentak lalu berlari tergesa-gesa menjalankan aksi mereka memadamkan sijago merah..


chiko tadi menghubungi Ramzi, sementara Mars masih mengatasi perusahaan yang dibuat kacau oleh Pasha karna tidak jadi rapat..


"Nyonya Muda, tuan kecil dan nona kecil baik-baik saja..? ". tanya Ramzi sopan ke Kaira yang tengah menangis


"aku.. aku...baik-baik aja cepat selamatkan tuan kalian..!! ". perintah Kaira


"baik nyonya tapi anda harus ditangani, sudah ada dokter darurat disini..! ". pinta Ramzi


Kaira menggeleng-geleng kepalanya,


"mari nyonya...! kami bisa dibunuh oleh tuan besar dan Nyonya besar jika terjadi sesuatu pada Nyonya, tuan kecil dan nona kecil ..! ". bujuk Panji


"tapi putra mereka ada didalam, bagaimana bisa kalian masih mementingkan kami hah...?? ". jerit Kaira frustasi


"kami akan lakukan segala cara nyonya, tapi untuk itu kami mohon kerja sama Nyonya..! ". jawab Ramzi tidak tersinggung kata-kata Kaira


"ayo kita cek kondisi anak-anak Kaira, siapa tau mereka banyak terhirup asap tadi..! ". bujuk Ella


sementara para dokter, suster dan ambulance sudah berjejer rapi dibelakang Kaira..


.

__ADS_1


.


__ADS_2