Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
firasat


__ADS_3

setelah membeli makanan yang banyak untuk Kaira, Pasha dan kedua anaknya bekerja sama menutupi semuanya dari Kaira.


"mommy bisa ngambek sama kami kalau tau perihal tadi daddy..! " gerutu Nova


"daddy juga nggak mau hal tadi diketahui...! mommy mu bisa bawa kalian pergi dari daddy karna selalu saja menempatkan kalian dalam bahaya..! maafkan daddy ya nak? daddy selalu saja membuat kalian diincar musuh"


"nggak apa daddy, Dylan sangat jago beladiri ! Kami bukan anak lemah... " sambung Dylan menarik baju Pasha.


Pasha tersenyum lalu mengusap kepala Dylan.


"kamu harus jadi anak laki-laki yang hebat nak.. jika kamu lemah orang tersayangmu akan jadi kelemahanmu...!? bagaimana bisa kamu melindungi orang tersayangmu jika melindungi dirimu sendiri aja tidak bisa..! daddy hanya nggak mau ada terjadi sesuatu denganmu nak apalagi kamu sampai merasakan yang namanya penyesalan, sesuatu yang tidak bisa diubah sama sekali."


Dylan tersenyum..


"Dylan akan jadi pria yang kuat supaya bisa melindungi Nova dan Mommy dengan baik dan menghindari hal yang daddy takutkan ! "


Pasha lagi-lagi mengulum senyum lalu mengusap lagi kepala Dylan, Dylan kembali bersandar di kursi belakangnya..


"nova juga akan jadi kuat daddy, setidaknya buat jaga diri sendiri aja.. " senyum cerah Nova


"daddy akan selalu menjaga kalian walaupun belum sempurna tapi daddy akan berusaha tanpa melibatkan mommy kalian.. "


Dylan tersenyum tipis..


"ayo pulang..! mommy pasti belum makan.. "


Nova membenarkan perkataan kakaknya..


"kalau mommy udah khawatir mommy nggak bakal mau nyentuh makanan. "


"berarti mommy kalian belum makan dari siang tadi? " tebak Pasha tak terima


"iya". jawab sikembar begitu yakin.


"ayo kita pulang...! " wajah serius Pasha langsung menghidupkan mesin mobilnya.


Nova tersenyum ceria sebab daddy nya sangat menyayangi mommynya, Dylan hanya diam sambil tersenyum.


benar saja perkiraan Dylan dan Nova, Kaira menunggu di depan pintu mansion dengan raut wajah khawatir.


"itu mobil tuan muda Nyonya.. " tunjuk salah satu pelayan mansion


Kaira menggigit bibir bawahnya segera berlari mendekati pintu mobil Pasha yang belum sepenuhnya berhenti.


Nova dan Dylan keluar dari mobil membawa belanjaan di tangan kecil mereka.


"tolong anak saya..! " pinta Kaira memelas ke para pelayan


semua pelayan langsung bergerak mengambil alih kantong plastik yang dibawa oleh Pasha dan sikembar.


"sayang...? kalian baik-baik aja kan..? " tanya Kaira menangkup pipi Nova dan Dylan


mereka kompak mengangguk seperti anak kecil dengan tampang seimut mungkin supaya mommy mereka tidak curiga.


"ada apa sayang...? " tanya Mely penasaran

__ADS_1


"Kaira dari tadi khawatir sama Nova dan Dylan mah..! Pasha udah bilang kalau anak-anak baik-baik aja.. " jawab Pasha


"wajar itu nak..! itu hanya firasat seorang ibu" jelas Mely yang mengerti firasat Kaira


Mely menatap Pasha dengan penuh selidik, bagaimanapun dirinya seorang ibu apa yang dirasakan Kaira bukan sekedar hal biasa itu sebagai pertanda ada hal buruk yang mengincar buah hati nya, begitulah perasaan Mely dulu saat kepergian anak pertama nya.


tiba-tiba ada taksi masuk ke pekarangan mansion mereka.


semua mata melihat kearah taksi itu


"hai.. semua...? " sapa Rani dengan senyum manisnya.


lalu Ella keluar dari samping dan menyapa mereka semua.


"Kejutan...!! " seru Ella dengan tawa senangnya bisa membuat semua orang terkejut.


"Aunty...? " pekik Nova dengan girang langsung berlari riang dan melompat memeluk Ella.


"Aunty yang ini bagaimana..? " rengek Rani dengan nada cemburu


Ella tertawa lepas lalu melepaskan pelukannya dengan Nova, Nova nyengir kuda lalu memeluk Rani dengan senang.


kedua perempuan cantik itu langsung disambar celotehan menggemaskan Nova sambil menarik kedua tangan aunty cantiknya, Nova ditengah-tengah mereka.


setibanya di depan Kaira, Ella memeluk Kaira,,


"dasar jahat..! kenapa kamu nggak bilang bakal kembali..? " Kaira mengomeli Ella


"bukankah 2 hari lagi resepsi pernikahanmu darling..?? aku harus datang dong " kekeh Ella


"ya ampun,makin gemesin aja ya sih kamu sayang...!! " gemas Ella mencubit kedua pipi Dylan.


Rani juga ikutan memeluk Dylan yang masih malu-malu, Pasha dan Kaira yang ada di kiri kanan Dylan hanya mengusap kepala Dylan.


"kenapa meniru daddymu banget sih keponakan Aunty..? hmmm..?? jangan bertingkah begitu ya..? malu-malu tapi mau..! jadi laki-laki sejati itu jujur dengan perasaan, Ok? gengsi jangan dipelihara ya.? " tutur Rani dengan senyum manisnya.


Dylan makin malu hingga bersembunyi di belakang Kaira, hal itu membuat semua orang tertawa gemas dengan tingkah Dylan.


Pasha menciumi wajah Nova yang tertawa cekikikan dengan tingkah kakaknya itu.


para pelayan pun tak kuasa menahan senyum mereka melihat kelakuan penerus tahta Mattgroup itu.


.


.


.


makan malam


kini mereka semua sudah ada dikamar masing-masing setelah lama bercengkrama di ruang tamu terlebih lagi Ella dan Rani baru pulang dari perjalanan jauh.


Nova dan Dylan sibuk di kamar Nova sedang mencari tau sosok Anabela.


"berita mereka terkunci kak...! mungkin karna bagian dari keluarga bangsawan ya..?? " gumam Nova pelan

__ADS_1


"nggak mungkin sulit dek.. buktinya kamu bisa mendapatkan data Ratu kerajaan di kota A... apalagi hanya hanya bagian dari mereka..! "


"iya juga ya..? Nova cari tau dulu ya kak..? " Nova pun membenarkan hal itu..


tangan kecil Nova mencari tau tentang Anabela


"data inti nya hanya mengatakan Anabela itu saudaranya ibu-ibu yang mengaku mama nya mommy kak..? dan dikenal sebagai sahabat kecilnya Raja mereka.. " kata Nova dengan serius.


"apa ibu anabela membenci mommy ya.? " tebak Dylan


Nova membulatkan matanya..


"iya kak..! bisa jadi wanita ini benci dengan mommy lalu menculik kita supaya mommy mendatangi mereka".


"kita simpan data ini berikan pada daddy besok..!" pinta Dylan langsung faham semua yang terjadi pada mereka belakangan ini.


"iya kak..! Nova nggak akan biarkan wanita bernama boneka Anabel yang jahat ini menyakiti mommy..!" ujar Nova dengan tatapan tajamnya.


"boneka Anabel..? " beo Dylan


"kakak nggak tau film boneka jahat itu..? " tanya Nova malah tak percaya.


alhasil pembicaraan mereka membahas boneka Anabel.


sementara Kaira di balkon kamarnya sedang berpelukan dengan Pasha, Pasha menyelimuti Kaira dengan selimutnya dan memeluk tubuh Kaira dari belakang.


"kamu yakin baik-baik aja suami? " tanya Kaira serius sambil menatap langit.


"iya sayang..! memang kenapa..? " tanya Pasha balik mengecup leher Kaira


"sudah pasha..! kamu selalu membuat leherku berjejak..! " gerutu Kaira dengan kesal.


Pasha terkekeh dan berjanji tak akan melakukannya setidaknya untuk jam ini aja.


Kaira menarik nafas dalam-dalam.


"kenapa aku merasa akan terjadi sesuatu dihari pernikahan kita nantinya Pasha..?" ujar Kaira dengan lirih kembali menatap langit berbintang.


Pasha tertegun mendengarnya..


"maksudmu apa sayang...? " tanya Pasha kebingungan pura-pura tak mengerti.


"aku juga nggak tau apa itu Pasha.. tapi jantungku berdebar seolah memang menunggu hal itu...! kira-kira apa ya..? "


Pasha terperangah mendengar perkataan Kaira..


"Apa Kaira memang menantikan kebenaran tentang dirinya..? lalu bagaimana denganku.? nggak.. nggak.. Kaira nggak akan meninggalkanku sendiri di mansion ini ... "


"kenapa kamu menunggunya..? " tanya Pasha berusaha untuk tak mengerti maksud Kaira


"percuma aja aku jelaskan padamu Pasha..! kamu nggak akan mengerti perasaanku saat ini"


Pasha tersenyum masam..


.

__ADS_1


.


__ADS_2