Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
lelah seharian


__ADS_3

Kaira sedang menyusu* Kaisha dikamarnya sambil tersenyum manis.


"sayang mommy..? lapar ya? ".Kaira mengusap sayang hidung mungil Kaisha


Kaisha begitu rakus menyedot asi mommynya, Kaira menimang-nimang Kaisha dengan sayang sambil menyanyikan lagu yang biasa di nyanyikan Pasha untuk Kaisha.


"kamu suka sekali sama lagu menuntut sempurna ya sayang? ". goda Kaira dengan gemas


Kaira melihat mata polos kaisha yang menatap mommynya, sesekali tangan mungilnya menggapai bibir Kaira seolah meminta untuk bernyanyi lagi.


kaira yang tau gelagat putri kecilnya dan kembali bernyanyi dari part awal sampai akhir.


"lala..lala.. lala.. lalalalalala.. lalala... "


hingga Kaira merasakan Kaisha tak lagi menyedot asinya yang artinya putri kecilnya sudah tertidur pulas Kaira terus saja bernyanyi Part La.. lala.. lala.. sampai selesai.


"muah...!! tidur yang nyenyak ya sayang". Kaira mengecup sayang kening Kaisha


dengan hati-hati Kaira membawa Kaisha kekamarnya Kaisha dan Keyzo yang sudah tertidur lelap lalu meletakkan tubuh Kaisha di box bayi.


Kaira mengayun box bayi milik Kaisha,ia kembali ke ruang tamu dan menatap Keyzo dari kejauhan


"nah.. itu mommy dek..! ". seru Nova menunjuk Kaira


Dylan merasa adiknya minta di turunkan dan akhirnya Dylan menurunkan adiknya.


"kenapa di turunkan kak? ". tanya Nova keheranan


"sepertinya Dylan mengerti kalau Keyzo minta di turunkan". jawab Lexy mengusap kepala Dylan


Dylan mengangguk, Keyzo merangkak dengan girang ke arah Kaira yang tengah merentangkan tangannya ke Keyzo.


"matanya keliatan memerah pasti mengantuk". gemas Arabela


"biarkan saja Keyzo tidur..! adiknya pasti sudah tidur duluan". sambung Lexy


Arabela dan Lexy memeluk Nova dan Dylan lalu memanjakan kedua cucunya, mereka berkumpul dengan Mely dan Rani. Pasha berbicara serius dengan Reza dan Matt.


"putra mommy lapar ya? ". tanya Kaira dengan gemas mengangkat tinggi tubuh Keyzo


Keyzo mengayun-ngayunkan kakinya dengan senang di iringi seringai lebarnya hingga terlihat menggemaskan.


Kaira membawa Keyzo ke kamarnya, jika dibawa ke kamar baby Keyzo dan Kaisha, mereka bisa membangunkan Kaisha.


Kaira menyusu* Keyzo sama seperti Kaisha, Keyzo menyedot asinya tak kalah rakus.


"capek main-main sayang? maaf ya mommy tinggal seharian.. maka nya cepat besar ya? biar granma dan granfa percaya sama mommy bisa bawa kalian keluar mansion dengan senang tanpa di khawatirkan oleh granfa dan granma kalian yang sangat posesif.".


oceh Kaira dengan gemas menciumi kening Keyzo


Keyzo mengerjab-ngerjabkan matanya,


"uhh.. permata kecil mommy sangat ngantuk ya? ". dengan gemas Kaira mengusap-ngusap hidung Keyzo yang terbilang mancung bagi seorang bayi.


Kaira menyanyikan lagu spongebob kesukaan Keyzo, hanya sekali Keyzo sudah memejamkan matanya tapi bibir mungilnya masih menyedot asi Kaira dengan melambat tak serakus tadi.


Kaira terus beryanyi sambil menimang Keyzo sampai bibir mungil itu tak lagi bergerak barulah Kaira berjalan ke kamar baby kembar dan meletakkan Keyzo di box bayi disamping Kaisha.


Kaira mengayun kedua box Keyzo dan Kaisha, ia tersenyum manis melihat betapa lelahnya kedua permata kecilnya.

__ADS_1


.


.


Kaira pergi ke ruang tamu dan memerintahkan Nova dan Dylan untuk tidur, tapi ternyata Arabela dan Mely sudah membawa kedua anak-anaknya ke kamar.


Kaira pun pergi ke kamar Nova..


"bunda tidur disini..? ". tanya Kaira melihat Arabela dan Lexy ada di kamar Nova


"tentu saja..! biarkan Nova jadi milik bunda semalam ya? ". pinta Arabela


Kaira tersenyum lebar..


"kenapa bunda harus izin? kan Kaira hanya bertanya bagaimana dengan keadaan restaurant ningrat kalau bunda sama ayah disini..? "


"besok kami bisa libur sayang". jawab Lexy mengusap kepala Nova yang terlelap


"bunda dan ayah harus kuat ya..? ". pinta Kaira menahan tawanya sekuat tenaga


"kenapa? ". tanya kedua nya kebingungan


Kaira melirik Nova yang sudah bergerak berpindah posisi akhirnya ia mengerti maksudnya, bukannya marah mereka malah tertawa cekikikan.


Kaira tak lagi mempermasalahkan Bunda dan Ayahnya tidur dengan Nova, ia keluar dari kamar Nova masuk kekamar Dylan, ternyata sama seperti Nova Mely dan Matt tidur bersama Dylan yang terlihat kikuk.


Kaira terkekeh dan berbagai bujukan akhirnya Dylan tak kikuk lagi tidur bersama granma dan granfanya.


"kembalilah ke kamarmu sayang nanti Pasha mencarimu". pinta Mely dengan gemas


Kaira tersenyum malu, ia mencium kening Dylan dengan sayang lalu keluar dari kamar Dylan.


"anak-anakku sangat beruntung memiliki orang-orang yang tulus mencintai mereka.. aku merasa buah penantianku selama ini berakhir bahagia..! ya Allah semoga kebahagiaan ini akan terus berlanjut ". batin Kaira


beruntung karna rasa kemanusiaannya, ia tak menggugurkan anaknya saat tau di perutnya ada 2 nyawa yang sangat kuat, berkat malam mengerikan itu Kaira diberikan kedua malaikat kecil yang sangat menerangi hidupnya di tengah keputus asaannya.


kesabaran akan berbuah manis pada akhirnya,


Kaira kembali ke kamarnya dan disambut Pasha dengan pelukan tiba-tiba di balik pintu kamarnya.


"Sayang.. kamu mengagetkanku". kaget Kaira


Pasha tersenyum menghembus mesra leher Kaira.


"aku merindukanmu sayang..! "


Kaira mendengus, "aku lelah sayang..! besok malam aja ya? ". bujuk Kaira


Pasha mengangguk mengerti,


"maafkan aku karna membuatmu kelelahan seharian ini.. melayaniku yang sangat mesum ini dan harus menidurkan kedua anak kembar kita dengan sabar.. belum lagi tadi aku melihatmu mencari Nova dan Dylan..! tidurlah sayang.. aku nggak akan menuntut apapun saat ini".


Kaira membalik tubuhnya..


"terimakasih Hubby.. "


"kamu panggil aku apa sayang? ". tanya Pasha berkedip-kedip lucu


"panggil apa? ". tanya Kaira berlagak tak tau

__ADS_1


"kamu pasti tau apa yang aku maksud sayang ! ayo katakan sekali lagi". pinta Pasha sudah gemas setengah mati


Kaira mengerjabkan matanya..


"sayang? (Pasha menggeleng) suamiku? (Pasha lagi-lagi menggeleng) suamiku tersayang? My husband? "


pasha menggeleng-geleng sudah tak tahan ingin memakan istrinya itu.


"emang aku memanggilmu apa..? ". tanya Kaira dengan polosnya mengucek-ngucek matanya.


Pasha tak tega melihat mata Kaira yang terlihat mengantuk.


"ayo tidur. ! besok kita lanjutkan setelah jeda iklan berikut"


Kaira tertawa dan membiarkan Pasha menggendongnya ke kamar baby twins, kaira masuk kepelukan Pasha tanpa di minta tentu langsung memejamkan mata dipelukan Pasha yang membuatnya senang dan nyaman.


Pasha mencium sayang kening Kaira dan menyibakkan rambut Kaira kebelakang.


"tidurlah sayang".bisik Pasha


Kaira mengangguk di pelukan Pasha, pasha dan Kaira tertidur lelap tanpa ada gangguan dari baby twins semua orang terlelap karna kelelahan.


Rani di kamarnya bersama Reza yang masih malu dengan Rani padahal sudah punya anak.


"kenapa belum tidur bebz..? ". tanya Rani duduk di tepi ranjang karna tangannya salah letak Rani hampir terjatuh


"aaah..! ". jerit Rani pasrah sambil memegang perutnya takut terjadi sesuatu dengan bayinya.


Reza dengan sigap menahan tubuh Rani hingga lengannya terluka kena sikut meja nakasnya.


"Bebz..? ". rani dengan sigap mencari luka di tangan Reza


ia bukan bodoh tak tau kalau Reza terluka, karna selama ini Reza selalu terluka menolongnya tanpa berkata-kata atau sekedar minta bertanggung jawab.


"aku nggak apa sayang". bela Reza menahan tangan Rani


Rani melototkan matanya hingga Reza tak lagi berkutik ia segera melepaskan tangan Rani dan tak lagi menyelah atau sekedar protes.


Rani mengobati lengan Reza dengan hati-hati.


"udah... cepat berbaring..! ". perintah Rani dengan galak


Reza dengan patuh menuruti kemauan Rani, rani langsung memeluk Reza hingga tak tau Reza harus berkata apa, rani tersenyum manis di pelukan Reza telinganya mendengar detak jantung Reza yang sangat berdebar kencang.


"dasar suamiku.. kenapa bisa begitu lucu? ". batin Rani dengan gemas..


.


.


.


Reza pengagum rahasia Rani, pria yang dikenal pemalu dan tertutup itu jatuh cinta pandangan pertama pada Rani,


seorang pengagum rahasia itu berbeda dengan stalker yang lebih terobsesi pada seseorang


kalau pengagum rahasia tidak ada yang tau kecuali diri sendiri dan Tuhan yang tau.


Rani yang pintar tentu tau arti tatapan Reza setiap kali bersitatap mata dengannya selalu menunduk dan melarikan diri hal itu membuat Rani gemas hingga ingin mengenal Reza lebih dalam lagi.

__ADS_1


.


.


__ADS_2