
"Pasha...!! " pekik Kaira
Pasha menggendong Kaira tiba-tiba dan membaringkan Kaira di ranjangnya, Kaira langsung buru-buru menyelimuti tubuhnya
Pasha tertawa gemas melihat gerakan Kaira yang sangat cepat seolah Pasha pria jahat yang sangat suka menid*ri wanita saja..
"ayo tidur..! dasar otak kotor..! " ledek Pasha menyentil kening Kaira
Kaira meringis tapi wajahnya memerah karna malu telah berprasangka Pasha akan melakukan hubungan itu
"apa yang membuatmu takut sayang? aku bahkan sudah membuatmu hamil anak kembar yang sangat hebat .. kamu bertingkah seolah masih seorang gadis saja..!" gelak tawa Pasha
Kaira yang sudah terlanjur malu memukul-mukul dada bidang Pasha tapi Pasha bukannya marah malah tertawa terbahak-bahak..
"ketawa lagi..? aku akan merontokkan gigimu." ancam Kaira menunjukkan kepalan tinjunya..
Pasha membungkam mulutnya tapi senyumnya belum juga bisa berhenti, Kaira melirik kesal wajah Pasha yang sangat menyebalkan..
Kaira memilih tidur memunggungi Pasha,, tawa Pasha menggelegar begitu saja..
"kenapa kamu selalu bilang aku mesum sayang? tapi otakmu selalu berpikiran kesitu..! apa kamu fikir aku ini seorang cassanova sayang..?" kekeh Pasha tak juga berhenti tertawa
Kaira hanya diam sambil melirik tajam kesamping dimana Pasha masih asik menertawainya..
"kenapa juga aku bisa berpikiran kesitu.. ? uuufffttt.. malu sekali.. siapa suruh dia menggendongku tiba-tiba apalagi dia barusan menciumku kalau Anak-anakku tidak datang tepat waktu mungkin aku sudah habis dimakan Pria aneh ini.. " batin Kaira sambil memejamkan mata
saat Kaira sudah masuk ke alam mimpinya, Pasha memeluk Kaira dari belakang lalu mengecup bahu Kaira dengan sayang..
"aku mencintaimu Kaira..! wanita istimewa ku!
aku sedang menyelidiki jati dirimu sayang, aku yakin kamu bukan wanita biasa.. " gumam Pasha dengan pelan mencium kepala belakang Kaira.
.
.
hari pertandingan dylan pun tiba, Semua keluarga Melviano duduk di ruangan VVIP, mereka menonton Dylan dari atas ruangan mewah itu..
Ella dan Rani sedang ke luar kota mengurusi masalah perusahaan.
Nova memakai cadar, sebab ia ingin menyemangati kakaknya, Kaira di lantai atas duduk malah memunggungi Dylan
"ayo berbalik sayang..! " pinta Mely dengan gemas..
"mah.. Kaira tidak tega melihat Dylan berkelahi" rengek Kaira
"kita lihat anak mu sangat hebat Kaira.. bibit super unggul dari Pasha benar-benar tumbuh begitu baik di rahimmu..! " sahut Matt begitu entengnya tanpa ada beban dalam perkataannya
Kaira memerah begitu saja mendengar perkataan Matt yang blak-blakan, Mely tertawa lucu melihat wajah Kaira, Pasha mengelus kepala Kaira dengan senyum tampannya.
mata Matt malah fokus menonton kedua cucunya yang tengah berbincang, bisa ia tebak Nova tengah menyemangati kakaknya..
__ADS_1
Dylan sudah terkenal di tempat itu karna sebelumnya Dylan pernah membuat lawannya masuk rumah sakit saat bertarung dengannya..
"Dylan.. dylan... dylan...!! " teriak para fans Dylan begitu semangat..
"semangat.. kakak... Nova dukung... yeeeyyy... kak Dylan semangat...!! semangat.. " Nova melompat-lompat girang di bawah ring tanding beladiri mematikan itu..
Pasha tersenyum menonton semangat putri kecilnya, trio the xylver berjaga-jaga di sekitar tuan kecil dan nona kecilnya,, mereka ditugaskan menjaga kedua malaikat kecil Kaira juga Pasha..
para mafia the Xylver malah menyamar di tengah kerumunan penonton, mereka juga berjaga-jaga melindungi Nova dan Dylan..
segala pemeriksaan di lakukan,, Dylan meregangkan seluruh tubuhnya seperti orang dewasa yang siap berkelahi dengan para musuhnya..
"dylan.. dylan.. dylan.. dylan...!! "
semangat nan menggebu-gebu para penonton membela Dylan, Nova tak kalah hebohnya menyemangati sang kakaknya..
Pasha bangkit dari duduknya melihat lawan Dylan adalah saingan bisnisnya,
"kenapa dia bisa ada disini..?? " gumam Pasha dengan panik
trio the xylver mulai menjadi bodyguard siaga di sekitar Nova, ia menatap tajam pria yang sedang menyeringai ke arah Pasha..
"anakmu akan mati ditanganku..!! " begitulah bahasa isyarat pria itu ke Pasha
"sial...!! aku akan membunuhmu dengan sadis jika berani melukai anakku walau sedikit saja.. " Pasha mengepalkan tangannya..
Kaira yang mendengar Pasha berbicara pun memegang tangan Pasha yang terkepal kuat..
Pasha beralih ke Kaira dan mengusap puncak kepala Kaira.
"aku akan turun melihat Nova.. "
Kaira mengerutkan keningnya melihat senyum Pasha..
"apa terjadi sesuatu..? " tanya Kaira serius..
Matt dan Mely saling pandang tak mengerti, ia tak mengenali lawan Dylan itu.. karna Pasha sangat tertutup mengenai saingan-saingan bisnisnya..
"tidak ada...! aku akan mengatasi apapun itu.. " jawaban Pasha malah membuat Kaira gelisah tidak karuan..
Pasha memberi kode ke Matt untuk menjaga Kaira untuk tidak keluar dari ruangan ini, Matt melebarkan matanya tapi mengangguk sebagai jawaban, ia tau artinya ada masalah serius.. .
.
.
"hai... bocah kecil..? aku akan membunuhmu..! sebenarnya aku bukan peminat perkelahian ini tapi dengan cara ini aku bisa bertemu petarung hebat sepertimu..! kenalkan namaku Galang...! aku punya satu keinginan yaitu membalas dendam dengan papamu...!! ". kata sinis Galang merendahkan kemampuan Dylan
"oh ya..? huuf... kenapa aku selalu memiliki lawan yang nggak profesional sih..? dendam, balas dendam selalu aja itu.. apa tidak bosan..? " gerutu Dylan dengan polosnya..
anak sekecil Dylan tau apa mengenai dendam?
__ADS_1
galang tertawa menyeramkan,
"apa kau tidak tau berapa manusia yang mati ditanganku..? aku dikenal sebagai malaikat pencabut nyawa...!! "
Dylan tampak begitu tenang tak beringsut sedikitpun saat galang mengelilinginya..
"oh ya...? kau malaikat pencabut nyawa..? " tanya dylan meledek
"yah... aku malaikat pencabut nyawamu..! aku sudah membunuh 2896 manusia... apa kau takut padaku..? "
Dylan masih tak bergeming, sungguh anak yang begitu cerdas dan sangat terlatih begitu tenang dan tak terbaca..
"hm...? aku membunuh 120 orang dan mematahkan tangan 36 orang, hmm..? tulang rusuk manusia yang aku patahkan hanya 169 orang.. tidak sengaja menembak orang hingga mati 67 orang...! " . kata dylan begitu tenang sambil mengelus-ngelus kepalanya Dylan seolah memberi pujian pada diri sendiri..
Galang terkejut mendengar perkataan Dylan, masih kecil sudah bisa membunuh 120 orang, dan yang mati tertembak 67 orang.. apa ini yang namanya monster kecil berwajah imut.. siapa yang bakal mengira anak sekecil itu pernah membunuh orang?
"anak ini memang keturunan pria brengs*k itu.. aku harus bisa membunuhnya di ring ini.. " batin Galang dengan penuh tekat..
bunyi pluit membuat tempat itu begitu heboh dengan teriakan para fans..
Dylan tampak tenang berjalan dengan kaki kecilnya, Galang malah memasang kuda-kudanya memperhatikan gerakan tubuh dylan yang tak tertebak..
"aku tidak yakin anak ini bisa berkelahi..? kenapa dia bisa begitu tenang..? apa dia semenakutkan yang orang-orang katakan..??? " batin Galang begitu waspada
Dylan mengangkat tangannya, galang yang sigap langsung melompat kebelakang namun bukannya menghajar Galang, Dylan malah menguap lebar hingga semua penonton menertawai Dylan yang sangat lucu ..
"ahaha... sepertinya dylan kita bakal menang..! "
"bagaimana bisa pria itu ketakutan saat Dylan kita mengangkat tangan..? "
"ahahaha...!! "
"lelucon yang sangat menarik. !!"
galang tentu mengepalkan tangannya hingga memutih, ia tidak pernah di rendahkan seperti ini..
trio the xylver menahan tawa sekuat tenaga, Nova terus saja memberi semangat pada kakaknya..
"sayang..? " Pasha mengelus kepala Nova
Nova mendongak tinggi dan merentangkan tangannya ke Pasha, Pasha dengan sigap menggendong putri kecilnya..
"aah... nggak asik daddy.. turunin Nova.. daddy ketinggian.. " berontak Nova
Pasha mengecup sayang pipi Nova lalu menurunkan Nova, Nova kembali heboh melompat-lompat di tempat menyemangati Kakaknya..
semua mata sibuk dengan dylan dan galang jadi tidak melihat kemesraan ayah dan anak itu..
.
.
__ADS_1
.