
"ayo bicara sama nenek dan kakek kalian? bukannya kalian pengen punya kakek dan nenek? ". goda Kaira mengelus kepala kedua anak kembarnya yang bergelayut di sisi kiri dan Kanannya..
mereka masih kikuk dengan situasi nya sekarang jadi hanya menyembunyikan wajah imut mereka yang lucu di belakang tangan mommynya..
Kaira terkekeh, Mely sampai tersenyum begitu bahagianya, Matt tertawa pelan dengan tingkah imut kedua cucunya yang awalnya begitu beringas dan kejam tanpa hati mematahkan tulang rusuk bawahan daddy kandungnya, ternyata punya sisi menggemaskan..
"maaf Nyonya mereka belum terbiasa tolong beri mereka waktu.. ". ucap Kaira dengan sopan.
Mely tersenyum lembut dan mengelus pipi Kaira, Kaira mengerjabkan matanya merasakan kehangatan tangan Mely..
"iya sayang... mama akan sabar menunggu ". ucap Mely dengan perlakuan lembutnya..
Kaira mengalihkan pandangannya lalu tangannya mengambil tangan kanan nyonya besar dan Tuan besar Melviano secara bergantian dengan menyalami mereka sebagai hormat pada orangtua,
Mely dan Matt mematung ditempat, sudah 2 tahun lamanya mereka tidak lagi merasakan namanya di salamin oleh menantu mereka terakhir oleh nabila.
"ayo sayang!! ". ajak Kaira melirik kedua anak-anaknya..
dengan malu dan ragu-ragu mereka menyalami tangan kakek dan neneknya lalu dengan cepat bersembunyi dibelakang mommy mereka..
Mely sampai menangis haru memeluk Kaira lagi dengan erat
"terimakasih nak... ini hadiah terindah yang kamu berikan untuk kami... "
"jaga diri kalian baik-baik.. pintu mansion kami selalu terbuka untukmu dan sikembar.. ". sambung Matt mengusap kepala Kaira
Kaira tersenyum gugup dan kaku, sungguh kasih sayang seperti itu sangat ia inginkan, tapi Kaira harus bisa berpikir jernih sebab dirinya tidak akan mau berhubungan dengan pasha..
Mely dan Matt pergi dari pekarangan rumah Kaira dengan raut wajah bahagia,
"ayo kita masuk sayang ". ajak Kaira
Nova dan Dylan mengangguk lalu membantu mommy mereka menutup gerbang, setelah itu mereka berjalan hendak memasuki rumah, saat di pintu Kaira menoleh kebelakang.
"kenapa mommy? ". tanya Dylan dengan polos seperti tak tau apa-apa..
Nova ikutan menoleh kebelakang..
"seperti ada yang memperhatikan mommy sayang!
apa naluri kalian berkata orang itu berbahaya? ". jawab Kaira juga bertanya ke anak-anaknya yang sangat peka itu..
"oh... sepertinya itu bukan mobil yang biasa mengikuti kita mommy!! ". jawab Dylan dengan menatap tajam mobil itu..
"maksud kalian apa sayang? bukan mobil biasa yang mengikuti kita bagaimana? apa selama ini ada mobil yang mengikuti kita? ". cecar Kaira malah dengan cepat membawa malaikat-malaikat kecilnya masuk ke rumah.
__ADS_1
"tuan muda MattGroup itu selalu mengikuti kita mommy terutama mommy,!". jawab Nova dengan serius malah terlihat begitu imut dan menggemaskan.
Kaira terkejut saat tau pasha selalu mengikutinya,
"aku fikir dia tidak akan ikut campur dengan kehidupanku? tapi ternyata dia malah mengikutiku? apa tujuannya? ". batin Kaira
"terus tadi mobil siapa ya ? nggak ada logo bintang laut di plat mobilnya". monolog Kaira di dengar oleh bocah kembarnya
mereka berdua saling pandang penuh arti,,
" apa perlu kami cek mommy? ". tanya nova
kaira beralih ke putri kecilnya lalu menatap dylan yang terlihat antusias
"nggak sayang ! kalian belajar aja sana ". titah Kaira
sikembar kompak mengerucutkan bibir mereka tapi begitu patuh mereka berjalan ke arah kamar masing-masing buat belajar
Kaira menggeleng kepalanya
"kenapa anak-anakku tidak seperti anak-anak normal lainnya?"
.
.
sebelum menjemput anak-anaknya sekolah Kaira belanja di supermarket terlebih dahulu, sementara Pasha tetap menunggu di dalam mobilnya.
"sekarang aku tau Kaira? kamu memang Janda sebelumnya kamu tinggal di negara E menikah dengan pria bernama Mark,, dia tidak bisa memiliki anak (mandul) kalian saling menerima satu sama lain ". gumam Pasha tersenyum tipis merasa tertarik dengan sosok Kaira.
"aku jadi penasaran kenapa kamu menerima pria itu? apa benar hanya karna dia mand*l?". gumam Pasha lagi mengelus dagunya tampak penasaran..
sekitar 1 jam Kaira berbelanja akhirnya kembali membawa banyak kantong besar yang pastinya membuat Pasha menganga lebar..
"kali ini belanjaannya sangat banyak? ". gumam Pasha menggeleng-geleng kepalanya lalu menertawai dirinya sendiri.
dia benar-benar penasaran sosok Kaira yang bisa membesarkan anak-anaknya tanpa bantuan siapapun.. walaupun kedua orangtua Pasha terkadang datang ke Rumah Kaira untuk bertemu dengan sikembar tapi Kaira tidak pernah meminta bantuan orangtua nya, apalagi menerima bantuan dari Mely
berapa kali Mely memberinya blackcard limited edition tapi Kaira selalu menolaknya tidak butuh hal itu,, jika wanita lain pasti akan memperalat anak-anaknya untuk menguras harta Pasha tapi Kaira malah berbeda..
saat ini Kaira sudah berkendara membawa mobilnya ke sekolah anak-anaknya tapi tiba-tiba Kaira terperanjat kaget..
"akkh.... kenapa ini...? ". pekik Kaira segera menepikan mobilnya.
Kaira membuka seatbeltnya dan keluar dari mobilnya mengecek ban mobilnya yang terasa tidak nyaman tadinya..
__ADS_1
"Astagfirullah...! bagaimana ini? ". Kaira bisa melihat ban mobilnya pecah.
Kaira menggigit bibir bawahnya dibalik cadar dengan gelisah sebab sebentar lagi anak-anaknya akan pulang..
Pasha berhenti tepat dibelakang mobil Kaira dan keluar dari mobilnya..
"kenapa berhenti? ". tanya Pasha
Kaira tak kaget lagi melihat Pasha karna dia tau ayah dari anak-anaknya itu memang selalu mengikutinya seperti kurang kerjaan..
Kaira tidak menjawab tapi menunjuk ban mobilnya,
Pasha mengerutkan keningnya melihat ban Mobil Kaira yang pecah..
"apa kamu tidak pernah bawa ke bengkel? ". tanya Pasha berjongkok didepan ban mobil Kaira yang pecah..
"aku lupa, biasanya Ella yang bawa ke bengkel tapi sekarang Ella sedang bekerja diperusahaanmu ". jawab Kaira
Pasha tersenyum,
"lalu bagaimana? apa kamu menerima bantuanku? sebentar lagi sikembar akan pulang tapi untuk mengganti ban mobilmu yang pecah tidak bisa cepat .."
Kaira mengangguk menahan malu, Pasha tersenyum tipis namun terlihat manis dan tampan, tapi Kaira tidak melihatnya sebab matanya hanya melihat kebawah sama seperti 7 tahun yang lalu.
Pasha menghubungi supir nya yang bernama Chiko di mansion untuk menjemput Nova dan Dylan di sekolahnya,
lalu Pasha menghubungi nomor lain. "datang ke jalan Anggrek secepat mungkin! "
Kaira hanya diam sambil melihat situasi apakah aman atau tidak, sebab Kaira tidak mau di anggap sedang berhubungan khusus dengan tuan muda Matt Group itu..
tak berapa lama kemudian chiko menghubungi Pasha dan menjelaskan kalau sikembar tidak percaya dengannya..
"ini jelaskan pada anak-anak kita ". Pasha menyerahkan ponselnya ke Kaira
Kaira tak fokus mendengar kata-kata Pasha yang terdengar manis, ia malah segera menyambar hp Pasha yang sudah di loudspeker oleh pasha.
"halo sayang? mobil mommy sedang bermasalah jadi pulang sama supir Granma dan Granfa ya? "
"baik mommy! ". jawab sikembar kompak.
"Tuan kemana saya harus membawa tuan kecil dan nona kecil? ". tanya Chiko kebingungan
"antar kemansion ku! ". pasha yang menyambar pertanyaan Chiko belum sempat Kaira menjawabnya..
Kaira melototkan matanya tanda tak terima
__ADS_1
.
.