Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
rencana resepsi


__ADS_3

Kaira menghela nafas lega, "baiklah aku percaya..!"


Pasha melepaskan pelukannya dan menatap mata indah Kaira sekelebat Pasha bisa melihat kilatan emas di mata Kaira.


Pasha tertegun sejenak.


"kenapa ?". tanya Kaira meraba kedua matanya sebab suaminya menatap kaget bola matanya


Pasha menahan tangan Kaira dan menggeleng kepalanya.


"aku akan adakan resepsi pernikahan kita 1 minggu lagi.. !" seru Pasha dengan senyum tampannya


Kaira terkejut.. "cepat sekali...! "


"aku ingin menunjukkan pada dunia kamu milikku sayang...! " jawab Pasha mengulum senyum manisnya.


Kaira tersenyum ke Pasha, terkadang ia lupa kalau Pasha sangat berkuasa..


"aku mendengar perkataanmu saat bersama Nova dan Dylan".


"perkataan yang mana? ". tanya Pasha merangkul pinggang istrinya dan membawanya duduk di ranjang mereka.


"apa segitu sayangnya kamu pada anak-anakku Pasha..? ". tanya Kaira dengan senyum manisnya.


"pertanyaan macam apa itu..? ". rajuk Pasha dengan kedua alis tebalnya menyatu begitu lucu di lihat Kaira.


"aku bertanya Pasha ". Kaira malah yang kesal hingga Pasha tersenyum manis membujuk Kaira yang balik marah..


"sekarang jawab pertanyaanku perkataan ku yang mana sayang?? ". tanya Pasha mengelus kepala Kaira memainkan rambut indah Kaira yang sangat lembut.


"perkataanmu yang bilang akan memberikan Jantung dan Hatimu pada Nova dan Dylan apa itu benar...? "


Pasha menatap nanar bola mata indah Kaira.


"tentu saja sayang..! aku dengan senang hati menyerahkan jantung dan hatiku,, !"


"Jantung dan hati adalah organ inti tubuhmu Pasha jika kamu memberikannya berarti kamu akan mati...!! ". Kaira berusaha menjelaskan maksud kata-kata Pasha malam itu.


"aku seorang Pasha Melviano sayang penguasa MattGroup.. apa menurutmu aku bodoh tidak tau apa yang akan terjadi denganku jika aku memberikan jantung dan hatiku pada kalian sayang?"


Kaira bungkam tak bisa menjawab.


"artinya kamu sungguh-sungguh mencintai kami melebihi nyawamu sendiri...? "


Pasha menarik nafas dalam-dalam ia langsung memeluk Kaira dengan erat hingga Kaira yang kehilangan keseimbangan jatuh ke ranjang nya.


"Pasha..! ". Kaira berusaha melepaskan diri dari tindihan Pasha.


"suami kamu itu berat..! " ngeluh Kaira


"apa yang harus aku lakukan supaya kamu percaya cintaku tulus padamu sayang...! apa kamu harus melihatku tiada dulu..? " tanya Pasha menyeimbangkan tubuhnya supaya tidak memberatkan Kaira.


Kaira menatap mata Pasha dengan serius


"lalu kamu mau merelakan aku bersama pria lain..? "


mata biru nan lembut Pasha seketika berubah galak. "aku akan mencekik pria itu dan akan membawa dia ikut aku ke alam baka .! "


Kaira tertawa mencubit pipi Pasha yang tengah cemburu, Kaira mengecup kening Pasha lalu kembali tertawa mengabaikan Pasha yang tengah kaget dengan kecupan manis Kaira.


"aku hanya tidak percaya semua yang kamu katakan Pasha.. dulu kamu tidak menginginkan ku dan anak-anakku saat kamu akan di jodohkan dengan Nyonya terdahulu.. aku juga tidak mau posisi Nyonya Muda Melviano, jika saja saat itu kamu mau bertanggung jawab aku akan senang, aku tidak akan menuntut apapun.. meskipun kamu sembunyikan aku di pulau terpencil supaya tidak mengganggu pernikahanmu, aku tidak mempermasalahkannya setidaknya anakku lahir memiliki seorang ayah..! "

__ADS_1


Pasha meneteskan air matanya, "aku jadi ingin kamu hamil sayang..! "


Kaira terbelalak saat Pasha menyergab bibirnya, alhasil malam panas mereka kembali terjadi


.


.


ke esokan paginya Pasha terbangun duluan, ia mengusap pipi Kaira


"sebenarnya apa arti kilatan emas di mata Kaira..? sebelumnya tatapan itu ada saat Nova dan Dylan dalam bahaya.. Kaira seperti seekor harimau betina yang mengamuk anaknya di sakiti..! tapi kenapa tadi aku melihatnya.? uufftt... teka-teki yang tidak bisa ku pecahkan...! ". batin Pasha mengernyitkan keningnya sebab dirinya sedang perang batin.


Kaira menggeliat di pelukan Pasha..


"uuggh...! " Kaira melenguh malas.


Pasha terkekeh dengan nakalnya tangan itu bermain di put*ng Kaira.. Kaira melebarkan matanya dengan kaget, hilang sudah rasa kantuknya, tatapan mata Kaira begitu tajam ke arah Pasha..


"lepasin..!!". pelototan tajam Kaira berusaha melepaskan tangan Pasha yang sangat nakal hingga tidurnya terganggu.


Pasha tersenyum licik Kaira yang mengerti langsung merantukkan keningnya dengan kening Pasha.


"awwwh...!" Pasha mengaduh kesakitan


Kaira mengambil kesempatan itu untuk lari sambil membawa selimut di ranjang mereka ke kamar mandi demi menutupi tubuhnya yang tak pakai apa-apa.


Pasha tertawa terbahak-bahak seketika,


"aku lupa kamu wanita bar-bar sayang".


Ia berjalan santai ke arah lemari ganti mencari jubah mandinya padahal tubuhnya tak memakai apa-apa.


Pasha membersihkan diri di kamar lain, walaupun keningnya sakit tapi terbayarkan dengan malam panas nya dengan Kaira.


"sayang..? " panggil Mely


"mamah..? " Kaira menoleh ke Mely


"biasanya sikembar bangun kalau mamah buka pintu tapi sekarang mereka pasti masih lelah karna perjalanan jauh kemarin.. biarkan mereka istirahat sayang..! " ajak Mely merangkul Kaira keluar dari kamar Dylan..


"kenapa Nova tidur di kamar Dylan Mah..? biasanya enggak ". tanya Kaira


"emang mereka begitu sayang.. kadang Nova tidur dikamar sendiri kadang tidur dikamar kakaknya..! ". jelas Mely


"kamu nggak kemana-mana kan sayang..? " tanya Mely


"kenapa mah...? " tanya Kaira penasaran


"mama mau membawamu ke teman-teman arisan mamah sayang sambil bawa cucu-cucu mamah..! boleh kan..? "


Kaira tersenyum, "baiklah mah..! "


Mely memeluk Kaira dengan sayang..


"kamu mengangkat derajat mama sayang.. terimakasih telah memberi kami cucu-cucu yang hebat".


Kaira mengangguk malu-malu..


.


.

__ADS_1


di meja makan..


"mana sikembar mah..? " tanya Pasha penasaran


"mereka masih tidur". jawab Mely


Pasha beralih ke Kaira yang tengah tersenyum kearahnya Pasha mengelus kepala Kaira.


"Pasha mau adakan resepsi pernikahan kami mah..!" ujar Pasha tanpa mengalihkan pandangannya dari Kaira


"kapan..? " tanya Mely antusias..


"1 minggu lagi..! " jawab Pasha


Mely melebarkan matanya lalu beberapa detik kemudian berubah langsung bersemangat.


"mamah setuju...! sekarang mamah akan kenalin Kaira sama teman-teman mama...!! " kata Mely


"bawa pengawalnya mah.. Pasha nggak mau Kaira dalam bahaya.. "


Mely mengangguk-ngangguk mengerti.


"sayang aku akan pulang untuk mengajakmu mencari baju pengantin dan memilih kartu undangan...! " Pasha berkata lembut sambil mencium punggung tangan Kaira


Kaira tersenyum kecil.. "apa perlu begitu..? "


"apanya begitu? " tanya Pasha


Mely hanya menonton anak dan menantunya itu..


"maksudku terlalu berlebihan". jelas Kaira


"kamu menikah dengan tuan muda Melviano sayang.. apa menurutmu pernikahan ku akan sederhana..? seorang pembisnis besar sepertiku..? apa kata orang-orang..? aku akan tetap adakan resepsi yang megah".


Kaira malah mencebik kesal pertanda tak bisa menjawab kata-kata Pasha..


"sudah.. sudah... sana kamu pergi sayang.. mama mau bawa Kaira kesuatu tempat". lerai Mely


Kaira pun mengangguk setuju, ia juga mengusir Pasha yang senyam-senyum gila menatapnya.


beberapa pelayan menahan tawa saja melihat kelakuan tuan muda mereka yang selalu saja bertingkah seperti bocah kecil saat bersama Kaira.


"mommy...? ". Nova dan Dylan mengucek-ngucek mata mereka dengan polos.


Kaira menoleh kebelakang lalu berlari masuk ke mansion setelah mengusir suaminya untuk berangkat kerja..


"kenapa sayang..? ". tanya Kaira khawatir


Mely bertumpu pada lututnya disamping Kaira sambil mengelus pipi Dylan.


"kenapa kami nggak dibangunin sekolah..? ". tanya Dylan kebingungan


"granma yang minta sama mommy kalian untuk membiarkan kalian istirahat satu hari ini cucuku, granma mau memperkenalkan mommy Kaira dan cucu-cucu granma sama teman-teman arisan granma secara resmi.! "


"emang dimana Granma.? " tanya Nova menguap lebar


penampilannya yang acak-acakan tapi masih terlihat cantik dan imut malah sangat menggemaskan dilihat siapapun yang ada di mansion. Dylan dengan rambut yang berdiri kesana-kemari tapi masih tetap aja tampan.


"di Mol Matt Group.."


jawab Mely

__ADS_1


.


.


__ADS_2