
ke esokan harinya,
mereka beraktifitas seperti biasa, Sikembar sekolah dan ada acara di sekolah mereka
Kaira sedang membantu bunda dan ayahnya bekerja di restaurant.
padahal Kaira punya restaurant Nolan Food tapi kegembiraan baginya bisa membantu orangtua nya.
"jangan bantu bunda nak! ayo istirahat! kandunganmu harus dijaga nanti suamimu marah besar sayang..! " Arabela memapah Kaira untuk duduk.
Lexy kembali membawa segelas susu ibu hamil untuk Kaira.
"ayo minum susunya.. nanti menantu ayah marah besar..! " Lexy masih bisa menggoda anaknya itu.
Kaira mengambil gelas pemberian Lexy.
"jangan ngejek Kaira juga dong..! " rengek Kaira mengerucutkan bibirnya dengan alis menyatu sebal.
"ayo minum..! " gemas Arabela
Kaira seperti biasa tak bisa menghabiskan susunya.
"kenapa nggak dihabisin..? " tanya Lexy
"biasanya emang gitu ayah, kalau ada Pasha pasti dia yang habisin lebihnya". jawab Kaira mengelap bibirnya.
"yah.. sayang sekali suamimu sedang bekerja sayang..! ya udah kamu istirahat ya..? ayah sama bunda bisa ngurusin semua ini". Arabela mengelus kepala Kaira
"Tapi bunda... ayah..! " rengek Kaira
"sssttt...! " lexy memperingati dengan tegas yang artinya perkataan nya dan Arabela tak boleh dibantah.
"ckk... baiklah yang mulia..! " jawab Kaira malas bercampur lesu
Lexy berdehem canggung, ia berjalan dengan wibawa rajanya bagaimana pun Lexy juga pernah jadi raja, dalam waktu singkat kini turun tahta belum bisa mengubah kebiasaannya.
Arabela menggeleng kepalanya dengan gemas lalu memperingati Kaira.
"jangan kerja ya..? bunda tidak mau kamu kelelahan..! bunda nanti kenak omel suamimu..!"
"tapi Pasha kan tidak tau bunda..! " rengek Kaira
"mata-mata suamimu banyak sayang..! mungkin dia meletakkan alat penyadap di tubuhmu, dia tau apa saja yang kamu lakukan..! " ejek Arabela
Kaira spontan meraba tubuhnya dengan serius hal itu membuat Arabela tergelak
"bunda...! " rengek Kaira dengan manja
"iya sayang, bunda cuma menebak aja habisnya suamimu selalu tau apa saja yang kamu lakukan". jelas Arabela
Kaira terpaksa patuh sebab orangtuanya yang lebih takut dengan omelan Pasha dari pada permintaan anak mereka sendiri.
"apa Pasha memang menyadapku ya..? tapi nggak mungkin..! dimana Pasha meletakkan alat penyadap itu..? " batin Kaira menoleh kiri, kanan depan dan belakang.
Kaira membenarkan apa yang Arabela katakan sebab suaminya itu seperti cenayang juga hantu yang muncul tiba-tiba mengomelinya apalagi coba kalau nggak disadap..?
"dia juga tau kalau aku bekerja atau sekedar memasak di restaurant Nolan Food padahal aku kabur diam-diam ..! tapi dimana ya alat itu..? " oceh Kaira meraba-raba tubuhnya sendiri.
Pasha tidak akan biarkan istrinya bekerja apalagi sekedar memasak, lebih baik Pasha lah yang masak dari pada istri kesayangannya itu.
sementara Pasha di perusahaannya menyeringai mendengar celotehan istrinya, Alat penyadap itu ada di kalung istrinya. sejak Kaira kabur ke hutan saat itu juga Pasha meminjam kalung pemberiannya lalu merubahnya sendiri ada alat penyadap versi kecil di dalam kalung kesayangan Kaira.
jadi pesta malam itu Pasha mendengar semua kecemburuan kaira tapi pura-pura tidak tau saja.
__ADS_1
"apalagi..? " tanya Pasha ke Panji
sekarang hanya Mars dan Panji yang bekerja sedangkan Ramzi, Pasha beri waktu honeymoon 2 minggu untuk ke mana saja itulah hadiah pernikahan yang diberikan Pasha ke orang setianya itu.
"apa yang harus kami lakukan pada marissa tuan muda...? " tanya Panji
"apa perlu saya patahkan sayap nya tuan muda.? " timpal Mars
(Arti patahkan sayap itu adalah Karirnya dihancurkan)
"nggak usah..! aku hanya ingin melihat istriku cemburu.. dia sangat menggemaskan saat cemburu ingin rasanya aku menangkap wajah imutnya itu". tolak Pasha memperagakan diri sedang menangkap sesuatu lalu memejamkan mata dan senyam-senyum gila seolah sedang memeluk istrinya.
Panji dan Mars saling pandang bukan hal yang mengagetkan lagi bagi mereka melihat kelakuan bodoh atasannya itu.
"anda membiarkannya tuan muda?". tanya Mars sekali lagi.
"biarkan saja.. lagian anak-anakku bisa mengatasinya..
bahkan Bastian gila itu aja bisa di atasi oleh mereka! " ujar Pasha dengan santai
"tapi sebelumnya anda memang tau bukan? hanya saja tuan kecil dan nona kecil bertindak jauh lebih cepat dari tebakan tuan muda". tutur panji
Pasha mengangguk-ngangguk membenarkan..
"yah.. anak-anakku sangat hebat..! biarkan saja mereka yang bertindak "
Panji dan Mars menunduk pertanda mereka mengerti.
"kerjakan saja tugas kalian yang lain..! " usir Pasha
"baik tuan muda". jawab keduanya serentak lalu berlalu dari ruangan Pasha.
Pasha tiba-tiba tergelak keras di ruangannya mendengar teriakan istrinya yang tengah memaki dirinya.
maki Kaira di kamarnya yang ada di mansion di belakang restaurant Arabela dan Lexy.
entah apa yang Kaira katakan, ia hanya mengatakan apa yang ada di benaknya kini.
Kaira ngos-ngosan jadinya..
"dimana dia menyadapku..?? " gumam Kaira tersenggal-senggal.
"apa dia benar-benar menyadapku..? tapi tidak mungkin ! buktinya dia tidak tau pembicaraanku dengan Rani dan Ella.. !" oceh Kaira meraba-raba geli tubuhnya sendiri.
"tapi semua pertanyaanku selama ini terjawab dengan perkataan Bunda tadi, si hantu belau suamiku itu emang aneh selalu tau dimana pun aku pergi.. !" gumam Kaira keheranan
setiap saat Kaira ke mol,
Kaira tidak pakai kalungnya tidak tau apa yang dibicarakan Kaira dengan Rani dan Ella, Kaira tidak tau kalungnya disadap.
"ya tuhan.. suamiku mengerikan sekali kalau dia benar-benar menyadapku..? " gumam-gumam Kaira bergidik ngeri
Pasha di ruangannya tertawa terjungkal-jungkal.
"istriku menggemaskan sekali". gemas Pasha terbata-bata
Pasha bahkan mengabaikan tumpukan dokumennya setinggi menara Eifel, ia asik dengan kesenangannya menguping ocehan kesal istrinya itu.
Kaira tak lagi berbicara, Pasha mengerutkan keningnya dengan raut wajah penasaran.
"kemana istriku..? "
Pasha berusaha menekan earphonenya, terdengar oleh Pasha suara krasak-krusuk dari earphone nya.
__ADS_1
.
.
setengah jam lamanya Pasha berusaha mendengarkan apa yang dikatakan Kaira tapi sepertinya Kaira berhati-hati saat bicara..l
"huh..!! " helaan nafas Pasha
Pasha mendapat panggilan telepon segera mengangkatnya Pasha mengerutkan keningnya tak suka dengan perkataan Panji.
"apa yang harus saya lakukan tuan muda.? " tanya Panji
"biarkan dia masuk..! aku ingin tau apa maunya.. " kata Pasha dengan nada dingin
"baik tuan muda". jawab Panji
tidak berapa lama kemudian Marissa datang ke ruangan Pasha dengan penampilan super ketatnya, gitar spanyol tubuhnya tercetak jelas tapi tak sedikitpun Pasha melirik tubuhnya.
"salam saya tuan muda ". sapa Marissa dengan suara serak-serak basahnya.
"katakan tujuanmu". kata Pasha dengan bersidakap dada menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kebesarannya.
"saya hanya ingin semalam saja dengan tuan muda!". jawab Marissa mencondongkan tubuhnya hingga belahan dad* Marissa terpampang jelas
Pasha menatap datar gelagat Marissa menggodanya, "katakan apa tujuanmu..! aku tidak butuh kupu-kupu malam". kata pedas Pasha
Marissa memerah seketika bukan malu tapi menahan geram.
"benarkah? aku kupu-kupu malam yang terindah di negara ini tuan muda". Marissa masih menebalkan muka temboknya walau geram mendengar kata-kata tajam Pasha
"ciiuh...! terindah? " sinis Pasha dengan nada merendahkan
"kalau kau datang kemari hanya untuk menggodaku percuma..! aku memberimu kesempatan mengatakan tujuanmu tapi kau terlihat keras kepala!". decih Pasha
"saya merasa tertantang dengan penolakan anda tuan.. saya tidak akan merusak rumah tangga anda".
goda Marissa lagi
"dasar murahan!! " umpat Pasha
Marissa mengepalkan tangannya, "anda semakin menarik tuan muda".
"kau cari saja pria murahan diluar sana". usir Pasha mengibas-ngibaskan tangannya dengan malas.
Marissa hendak mendekati Pasha tapi saat mendekat bukannya disambut oleh Pasha, Pasha malah mendorong kasar tubuh Marissa hingga terjatuh tak elit.
"awwwh.!!" pekik Marissa
Kaira yang sudah masuk ke ruangan Pasha hendak mengamuk tapi melihat sendiri perlakuan kasar Pasha membuatnya tersenyum lega
Pasha mengelap tangannya dengan sapu tangannya lalu membuangnya dengan kasar ke lantai.
"suamiku..? " sapa Kaira
Pasha melompat kaget seketika,, "sayang...? "
Pasha kelimpungan mencari kata-kata dengan kedatangan Kaira tiba-tiba apalagi ada Marissa disini.
.
.
.
__ADS_1