
mereka makan di pantai dengan begitu nikmat hingga lupa kejadian beberapa saat yang lalu..
seseorang meneropong gelagat Dylan.
"apa kau bodoh..? bagaimana bisa bocah itu membunuh keponakanku..? ". geram sang pria tak percaya menjitak kepala bawahannya.
"benar tuan..! saya sudah memastikannya kalau tuan galang hendak balas dendam dengan tuan muda Melviano melalui putranya lewat ring adu kekuatan, dan begitulah tuan..! tuan galang tertangkap karna sudah pingsan duluan di pukul tuan kecil itu..! ". jelas sang asisten panjang lebar
"apa yang istimewa dari tangan dan tubuh kecil itu..?? menurutku tidak ada yang spesial dari tubuh bocah itu.. " gumam pria berparas menakutkan di pelipisnya.
mantan Mafia yang cukup diakui dikota ini, apalagi luka panjang di pelipisnya menandakan dirinya tak bisa mati, dimanapun manusia jika kepalanya sudah terkena senjata tajam pasti akan meninggal berbeda dengan pria tua yang satu ini.
Faster Alexander..! itulah namanya, si tua yang cukup di takuti di dunia nya.
"kita tidak boleh menganggap lemah musuh tuan Faster, bisa saja dia anak yang berbahaya..! "
"apa kau sudah melihat data pribadinya..? " tanya Faster asik meneropongi bocah bernama Dylan itu.
"maafkan saya tuan.. saya sudah berusaha sekuat tenaga mengerahkan kemampuan untuk mencari data tuan kecil itu, tapi saya rasa kita harus mencari seorang hacker hebat yang bisa menjebol data pribadi bocah itu".
"apa maksudmu hacker yang selama ini ada bersama kita tidak berguna begitu..? ". sambar Faster
"bukan begitu tuan muda..! orang yang melindungi data tuan kecil itu seorang IT yang hebat.! lebih baik kita mencari sosok KO".
"KO..? ck... sejak beberapa tahun ini memang ada peretas yang mengguncang dunia Hacker tapi apa gunanya kalau wujudnya tidak ada..? dasar bodoh.. ! bukankah keahlian harus di pamerkan? kenapa harus bersembunyi seperti pecundang? "
bawahan Faster hanya diam mendengarkan omelan atasannya.
"apa kau bisa menemukan KO itu? aku rasa percuma mencarinya.! kau tidak akan menemukannya jika bukan dia sendiri yang mendatangimu". ledek Faster lagi
"apa hebatnya mereka..? ".gumam Faster merendahkan Dylan dan sosok KO.
ginting lah nama asisten Faster,
"apa kau tidak bisa jawab? apa kelebihan KO itu..?? kenapa harus kita mencarinya..? ". tanya Faster dengan nada naik 1 oktaf
"sosok KO adalah peretas ternama yang diakui dunia tuan Faster, tapi hanya orang-orang tertentu saja yang bisa bertemu dengannya itupun hanya orang kepercayaannya KO, belum ada yang tau bagaimana rupanya.. di negara E sosok KO menyelamatkan perusahaan besar dengan kemampuan IT nya yang tak normal hingga perusahaan itu yang seharusnya bangkrut malah melejit pesat berkat penemuannya..! hanya dia yang bisa menjebol data keluarga Melviano itu...! " papar Ginting dengan lugas
Faster mendengus,
__ADS_1
"lalu kemana cari dia? ke ujung dunia..? kalian cari aja sosok sok misterius itu.. yang penting pekerjaan kalian selesai".
"baik tuan ". jawab Ginting dengan hormat
"ayo pergi..! kenapa juga aku pergi jauh-jauh dari kota hanya untuk mencari bocah kecil itu.. siapa yang percaya dia yang membunuh keponakan ku".
"bukankah anda sendiri yang mau tuan besar? saya hanya mengikuti anda..! ".batin ginting tapi wajahnya tetap tenang tak sesuai dengan kata hatinya yang kesal.
Dylan melirik sekilas tempat Faster mengintip tadi,
"siapa yang mengintaiku tadi..? ". batin Dylan dengan tenang seolah tak kaget lagi dirinya di intai dan ditargetkan.
Pasha mengelus kepala Dylan, sontak saja Dylan menoleh ke Pasha.
tatapan Pasha seolah berkata
"jangan terlalu di perhatikan! daddy nggak mau mommy kalian tau..! yang ada dia nanti stress berdampak buruk dengan kandungan
mommy mu..!! ". begitulah arti tatapan Pasha di artikan oleh otak cerdas Dylan
Dylan tersenyum tipis seperti tak terjadi apa-apa lalu kembali fokus dengan makanannya, pasha tersenyum begitu tampan.
"anakku benar-benar cerdas! hanya tatapan aja tau apa yang ada dipikiranku ". batin Pasha mencium sayang pipi gembung Nova yang tengah mencuri jatah makanannya.
"punya daddy enak! Nova ambil aja". dengan entengnya Nova mengganti makanannya dengan milik daddynya.
Riska dan Katrina saling pandang dan tak kaget lagi dengan gelak tawa gemas Pasha, pasha membiarkan putri kecilnya makan jatahnya bahkan makan sisa anaknya sendiri.
Pasha nggak pernah mau makannya di ambil atau sekedar ditukar, hal itu akan membuatnya marah besar tapi sejak datangnya kedua malaikat kecil Kaira terutama Nova yang sangat manja pada Pasha pun dibiarkan saja.
"emang enak sayang? ". tanya Kaira terlihat berselera melihat lahapnya makan putri kecilnya.
"hem.. enak mommy..! buat dedek mau? ". Nova menggulung pasta nya dan menyodorkannya ke Kaira
Kaira pun membuka mulutnya dan langsung berbinar, "enak ya...? "
Kaira beralih ke makannya dan menatapnya sedikit lama,
"habiskan sayang..! biar aku pesankan lagi". seru Pasha
__ADS_1
Kaira langsung bersemangat makan, dan Pasha memesannya lagi lalu menambah menu yang dia rasa enak. Pasha sangat mengenal semua menu makanan di restaurant ini sebab langganannya juga, Dylan melirik makanan daddynya yang sudah bertukar dengan Nova.
pasha tak sengaja melihatnya lalu terkekeh, "mau coba son? "
Dylan berdehem dan merapatkan kursinya ke Pasha, Pasha tergelak dengan tingkah Dylan yang sok-sok'an arogan padahal sangat mau.
Dylan mendorong piring nya dengan raut wajah lucunya dan Pasha langsung faham mengganti makanannya.
alhasil mereka berempat bertukar-tukar makanan tapi sangat menggiurkan dilidah, Pasha yang terlihat bahagia disini padahal sudah makan bekas-bekas Nova, Dylan juga Kaira malah tak membuatnya jijik tapi senang merasakan yang namanya keluarga bahagia.
"punya aku juga enak suamiku..! nah coba deh.. makanan yang kamu pesan barusan enak banget ". Kaira bersemangat menyuapi suaminya.
Pasha menerima suapan sang istri dan mengangguk membenarkan padahal sudah tau rasanya enak tapi di suapin Kaira beda lagi rasanya.
"nova juga mau mommy..!". Nova mengangkat sendok nya dengan heboh
Dylan berdehem pelan berdiri dari duduknya pura-pura jalan-jalan, matanya melirik makanan Kaira tadi.
semua orang tergelak keras termasuk Riska dan Katrina yang tak kuasa menahan tawanya melihat tingkah menggemaskan Dylan, karna sudah ketahuan Dylan langsung menjalankan aksinya mencuri sesendok makanan mommynya..
"enak..! ". gumam Dylan singkat lalu kembali ke tempat duduknya.
"dasar kak Dylan sok malu-malu .. ahahaha". gelak Nova merasa lucu dengan tingkah kakaknya yang sok tak malu padahal sangat memalukan.
"arogannya seperti biasa masih bisa dipelihara". ledek Kaira dengan gemas
Dylan berdehem aja lalu fokus dengan makanannya, Pasha sendiri benar-benar heran dengan tingkah Dylan terkadang Dylan tak bertingkah seperti Pasha dulu.
tapi lucu juga memiliki putra dan putri jenius bersamaan juga memiliki sisi menggemaskan masing-masing.
"daddy pedas..! ". rengek Nova
Pasha langsung memberikan minumannya lalu mengusap kepala Nova dan menciumnya sayang.
Kaira sibuk dengan makanannya, Riska dan Katrina disini yang bahagia sebagai penonton, padahal mereka berdua hanya seorang pengawal saja.. tapi Nova dan Dylan tak pernah merendahkannya sebagai pengawal walaupun kemampuan Nolan masih diatas mereka.
"Padi semakin berisi semakin menunduk..! ". itulah peringatan Dylan saat berkelahi dengan jendral kota A masih terngiang-ngiang di kepala mereka.
.
__ADS_1
.
.