
"kalian memukulnya sayang..? " tanya Kaira menyelidik
"nggak mommy". geleng-geleng Nolan kompak
Kaira memutar bola matanya dengan jengah, "kalian tidak bisa bohongi mommy sayang..! "
Nova nyengir malu langsung bersembunyi di belakang Pasha, Dylan mengalihkan pandangannya seolah sedang memperhatikan isi ruangan ini.
"kamu memberi misi apa pada mereka sayang..? " giliran Pasha yang bertanya curiga pada istrinya itu.
Kaira gelagapan membuat mata Pasha menyipit makin curiga..
"hayo...? apa kamu mau bermain dibelakangku?" lirikan tajam pasha ke Bastian
Pletak...!
Kaira menjitak kening Pasha hingga siempunya meringis.
"hadiah dariku..! " pelototan kesal Kaira
Pasha mengusap-ngusap keningnya, Katrina dan Riska menahan tawanya sekuat tenaga, tapi Pasha tau itu jadi ia mengusir mereka berdua.
sekarang di ruangan itu hanya ada Kaira, Pasha, Nolan, Bastian dan Poppy.
"saya bantu lepaskan tuan..! " ujar Poppy pelan
Bastian hanya melirik sekilas Poppy yang tampak menyedihkan, tapi rasa iba itu ia buang jauh-jauh.
"apa mau mu Bastian..? kali ini apa lagi rencanamu..? mau menjebakku? sudah aku bilang suamiku sangat mencintaiku, sekalipun aku ingin lepas darinya, dia tidak akan melepaskan ku, aku tau kamu pria yang baik untuk itu kau pantas bahagia...! " Kaira beralih ke Bastian dengan raut wajah seriusnya.
"tapi kebahagiaanku hanya bersamamu..! " bantah Bastian
Kaira menarik nafas dalam-dalam lalu melirik kedua anak-anaknya, Nova dan Dylan yang sudah tau artinya langsung berjalan gontai keluar dari ruangan itu, mereka diusir yang artinya tidak boleh dengar pembicaraan orang dewasa.
"tapi aku tidak bahagia bersamamu...!" jawab Kaira tegas
"apa alasanmu menolakku karna tuan Melviano itu?? " tunjuk Bastian dengan mata memerah ke Pasha
"bukankah kau ingin bahagia..? kenapa harus memilihku yang sudah memiliki suami..? apa kau ingin memisahkan anak-anakku dengannya..? kau tau sendirikan dia tidak memiliki keturunan..? kau egois jika mementingkan kebahagiaanmu sendiri... setidaknya pikirkan kebahagiaan diriku letaknya dimana ...! "
Bastian menundukkan pandangannya dengan lemas.
"aku juga ingin mencintai dan satu-satunya pria yang menguasai hatiku saat ini hanya suamiku Pasha bukan karna statusnya, kau hanya teman bagiku Bastian. tidakkah kau terlalu egois..? apa kau hanya mementingkan kebahagiaanmu saja..? bagaimana dengan tuan besar dan nyonya besar Melviano..? keluargaku bagaimana..? aku bukan Kaira yang dulu Bastian.. sekarang hidupku di sorot publik.. apa kata orang-orang jika kamu menginginkanku..? "
Pasha dibuat takjub dengan kata-kata tegas Kaira yang menegakkan tembok kokoh di hatinya.
"aku mohon.. dengarkan aku sekali ini saja.. bukankah kau pernah memberiku kartu permohonan dulu.? aku ingin menggunakannya sekarang.. !"
__ADS_1
kaira menarik nafas sebelum berbicara Kaira menangkupkan kedua tangannya..
"ku mohon lupakan aku hiduplah bahagia dengan sekretarismu..! masalah cinta akan hadir dihatimu jika melihat ketulusannya..! dia perempuan yang baik.. mataku tidak pernah salah menilai seorang perempuan..! " Kaira berkata dengan nada gemetar.
Pasha diam saja tanpa berbicara, ia merangkul Kaira dan menciumi pelipis Kaira yang mulai terisak.
"kau pria normal kan? kau bisa menikahi wanita manapun dan bisa memiliki anak.. sementara aku? hanya Kaira lah yang bisa mengandung anakku..! jangan buat istriku stress karnamu, jika kandungannya terjadi sesuatu aku akan membalasmu berkali-kali lipat..! " wajah datar dan tenang Pasha menatap Bastian yang masih tertunduk.
"apa kau bahagia dengan keluargamu..? " tanya Bastian dengan berkaca-kaca
Kaira menoleh ke Bastian..
"aku bahagia dengan keluargaku..! mereka memberiku kebahagiaan berupa kasih sayang yang selama ini aku impikan..!"
"baiklah, jika dia menyakitimu kau harus mencariku..! " pinta Bastian dengan pandangan yang sudah kabur karna air matanya menggenang di pelupuk matanya.
"aku berjanji..! " balas Kaira tersenyum samar
"aku tidak akan melukainya walau sedikit saja, jadi buang jauh-jauh perasaanmu itu, aku tau kau duluan yang mengenalnya tapi kau harus ingat dia wanitaku..! milikku.. ! dan akan selalu menjadi milikku! " tegas Pasha
"kita lihat saja nanti..! " senyum miris Bastian
Bastian menatap Kaira berusaha mengikhlaskan Kaira yang bilang begitu bahagia bersama Pasha, ia juga merasa dirinya terlalu egois.
Bastian melirik ke Poppy, perkataan Poppy yang sedang berbincang dengan temannya di perusahaan terdengar olehnya.
Poppy tak merasa ditatap, ia hanya menunduk ketakutan sebab terlalu banyak tau masalah pribadi Bastian yang selama ini di tutup rapat-rapat bahkan tembok pun tak tau.
"aku harap kau bahagia dengannya Bastian.. aku tulus mendoakanmu..! lebih baik dicintai daripada mencintai tapi alangkah indahnya jika saling mencintai.. cari kebahagiaanmu sendiri Bastian.. aku sebagai temanmu ingin kamu mendapatkan perempuan yang terbaik...! " Kaira berkata ke Bastian tapi tatapan matanya ke Poppy.
"kau mau aku menikah dengannya..? " tanya Bastian menunjuk Poppy.
"aku menyetujuinya". jawab Kaira
Pasha melirik kaki Poppy yang tengah menundukkan pandangannya, lalu tersenyum tipis.
"apa alasanmu begitu yakin memilihnya..? " tanya Bastian serius
Kaira tersenyum lebar, "kau sama sekali tidak berubah Bastian..! "
Bastian hanya menatap Kaira tanpa berkedip, rasa cinta itu masih ada walau berusaha untuk ikhlas.
"aku melihat ketulusannya.! perempuan yang mengkhawatirkan keadaanmu tanpa memperdulikan kondisi tubuhnya adalah perempuan yang pantas untukmu..! " jelas Kaira
Bastian melihat arah tatapan Kaira, Bastian mengerutkan keningnya melihat pergelangan kaki Poppy sudah memerah dan berdarah.
"dasar bodoh...! " umpat Bastian langsung berjongkok keren didepan Poppy.
__ADS_1
Poppy terlonjak kaget, ia sempat melompat kebelakang tapi memekik seketika karna pergelangan kakinya yang terluka.
Kaira tersenyum memeluk Pasha sebisanya..
"apa itu cinta..? " bisik Kaira
"bukan tapi rasa simpati yang pada akhirnya akan tumbuh rasa ingin melindungi sudah pasti cinta itu akan hadir...! " jawab Pasha
"anda sangat berpengalaman tuan..! " ledek Kaira berbisik
Pasha tersenyum gemas mengecup kening Kaira.
"maka nya jangan meloncat bodoh.. selama ini kau bekerja denganku baru kali ini aku melihat kebodohanmu ini..! " kata pedas Bastian menekan kaki Poppy.
Poppy memejamkan matanya menahan rasa sakitnya. ia membuka matanya dengan lebar saat Bastian membuang heelsnya, tanpa pemandu langsung menggendong Poppy yang makin melotot tak percaya.
"undang kami kalau kalian menikah..! " teriak Pasha dengan senyum smirknya
Bastian melirik tajam Pasha lalu melangkahkan kakinya meninggalkan mereka berdua.
Poppy tersenyum kikuk dan ramah ke Kaira, ia mengagumi sosok Kaira yang bisa membuat tuannya menjadi pria yang bisa berdiri sendiri sampai berhasil.
Kaira melambai semangat ke Poppy,
.
.
mereka kembali ke acara pesta, Kaira ikut bahagia melihat Ella tertawa cekikikan di ciumi Ramzi.
"kalian berdua kapan..? " ledek Kaira ke Mars dan Panji.
mereka berdua menggaruk tengkuk mereka yang tak gatal tak tau mau jawab apa.
"carilah pasangan kalian..! aku memberi kalian jatah libur untuk mencari perempuan kan..? lalu mana wanita kalian? " sambar Pasha
"mencari perempuan untuk menjadi pendamping hidup tidak semudah itu suamiku..! " keluh Kaira.
duo the Xylver mengangguk-ngangguk membenarkan perkataan Kaira.
"kamu membela mereka sayang..? " tanya Pasha tak suka..
Kaira memutar bola matanya dengan malas.
.
.
__ADS_1