Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
stik daging


__ADS_3

"siram lagi dia...! " perintah Pasha dengan senyum miringnya.


baginya menyiksa seorang manusia keras kepala hanya satu cara, membuatnya trauma dengan perbuatannya sendiri, bisa dikatakan Pasha belajar dari adiknya yang sangat hebat dalam segala aspek walaupun adiknya seorang perempuan tapi tak pernah membenci kakaknya yang main habisi nyawa, bahkan adiknya lebih kejam dibanding Pasha.


Pasha suka melakukan kekerasan fisik berbeda dengan Rani yang suka menghukum penghianat membuat lawannya lemah mental dan dipastikan tidak akan berani melakukan kesalahan yang sama lagi.


"j.. jangan...!! " jerit Eli


pompa air besar di semburkan dari kepala Eli hingga Eli menggeleng-geleng terisak, tangannya di rantai apalagi kakinya, nafasnya pengap-pengap karna kehabisan pasok udara.


"berhenti...! " perintah Pasha dengan tenang


"masih nggak mau minta maaf dengan istriku..? atau aku pakai cara ini..? " Pasha mengulurkan tangannya ke bawahannya.


dan penjaga markas memberikan sebuah senapan ke tangannya, Eli gemetar ketakutan melihat senapan panjang dan menakutkan itu.


"begini..? " Pasha meletakkan ujung senapannya di kepala Eli.


Eli sampai terkencing dicelana pun udah tidak tau karna badannya emang udah basah kuyub, Pasha tak kenal ampun, siapapun yang mencari masalah dengannya muda maupun tua nggak akan ada belas kasih Pasha, ia harus membuat lawannya tunduk supaya tidak ada tikus-tikus kecil yang berani melawannya.


"s.. saya akan minta maaf...! " ucap Eli tergagap.


"sungguh...? " tanya Pasha dengan nada tak percaya


"saya berjanji.. setelah itu jangan ganggu saya lagi.. biarkan saya hidup tenang". pinta Eli berusaha bernegoisasi.


"lalu rahasia kami? kalau kau fikir keluar dari markas ini bisa berkoar-koar aku seorang pembunuh kau hanya akan membuatku semakin terkenal, karna julukanku pemuda misterius yang menghukum pejabat-pejabat korupsi di perusahaan manapun milikku..! baik cabang maupun pusat, tak ada yang lolos dari cengkramanku saat mereka mulai berkhianat".


Eli menggeleng-geleng kepalanya..


"aku tidak berani mengatakannya..! aku masih mau hidup".


Pasha tersenyum miring..


"minta maaf pada istriku maka aku akan membebaskanmu tapi kau harus minum ramuan pemberianku...! "


"a.. apa kau akan membunuhku..? " tanya Eli


"kalau aku membunuhmu nyonya untuk apa aku membiarkanmu hidup sekarang hah?? "


"lalu minuman apa..?? " tanya Eli was-was


"hanya penghilang ingatan.. setelah itu aku akan memberikanmu pada orang yang akan membahagiakanmu dengan keadaanmu yang seadanya".


"ba.. baiklah..! " jawab Eli tergagap


ia tak peduli lagi apa yang dikatakan Pasha


asalkan Eli tetap hidup tidak masalah ingatannya di hilangkan, apalagi ingatannya saat penyiksaan ini tentu menakutkan baginya.


"aku akan melepaskanmu nanti, pikirkan apa yang akan kau katakan pada istriku!" ujar Pasha dengan datar.


Pasha mengisyaratkan bawahannya untuk keluar meninggalkan Eli sendirian, Eli akan merenungkan kesalahannya.


"tunggu perintah dariku saat melepaskannya !". kata Pasha sebelum mobilnya melaju meninggalkan bawahannya yang menunduk hormat padanya.


"baik tuan muda". jawab seluruhnya serentak


Pasha pun pergi dari tempat itu hendak kembali kemansionnya, tapi teringat sang istri yang suka makan daging.

__ADS_1


Pasha pun membeli stik daging, sebenarnya makanan itu tidak bisa di bungkus tapi karna Pasha yang pesan jadi bisa di buatkan untuk boss besar itu, malah mereka bersemangat membuatkan pesanan Pasha.


dimansion seluruh pelayan berlari-lari mengejar Kaira,


"kenapa Pelayan udah kembali? apa mereka nggak jalan-jalan? " gumam Pasha keheranan


Dylan menatap saja mommynya yang mutar-mutar mengerjai para Pelayan.


"Kakak..? mommy bisa aneh ya..? " bisik Nova dengan polos


"mungkin dedek bayi kita sangat nakal !" jawab Dylan dengan gamblangnya


Nova mengerjab-ngerjabkan matanya dengan polos,


ia beralih ke mobil Pasha, senyumnya mengembang sempurna.


"daddy...?? " gumam Nova dengan mata berbinar


Nova berlari mengejar mobil daddynya yang terpaksa berhenti tak mau anaknya berlari.


"sayang...? kenapa nggak nunggu daddy berhenti hm. ?" tanya Pasha menggendong putri kecilnya.


Nova menyeringai lebar tangan kecilnya mengusap hidung daddynya yang mancung.


"main perosotan kayaknya seru di sini daddy". gumam Nova mengusap-ngusap hidung Pasha


Pasha mengerutkan keningnya lalu segera menghubungi Ramzi.


"ada yang bisa saya bantu tuan? " tanya Ramzi


"buatkan satu gedung disamping mansion Melviano dalamnya isi permainan peluncuran untuk anak-anakku". perintah Pasha


"daddy sangat kaya..! " gumam Dylan dengan senyum tipisnya.


ia kembali menahan senyumnya supaya tidak keliatan kian melebar melihat wajah si adek yang sangat menggemaskan.


setelah urusan Nova selesai akan membuat gedung permainan di dekat mansionnya, Pasha menurunkan putri kecilnya yang masih tak faham dengan kata-kata Pasha tadi.


"daddy? " wajah polos Nova seperti banyak pertanyaan di otak kecilnya tapi Pasha menyelah


"Daddy harus menghentikan aksi mommy mu sayang..


bisa masuk dengan kakak sayang..? " potong Pasha mengambil satu kotak isi stik daging untuk anak-anaknya dari dalam mobil.


"makasih daddy! Nova sayang daddy... " melihat makanan matanya berbinar senang melupakan pertanyaannya tadi.


Pasha terkekeh lalu memberikan satu kotak lagi ke Dylan, dibalas senyuman oleh putranya itu, Pasha yang gemas mengusap kepala Dylan


"kakak bawa adek ya...? " bujuk Pasha


Dylan mengangguk, lalu menarik tangan adiknya untuk masuk.


Pasha beralih ke Kaira yang tampak bahagia mengerjai pelayan.


"Sayang...? " panggil Pasha merentangkan tangannya.


Kaira yang baru sadar ada Pasha segera berlari kearah suaminya dan memeluknya dengan tawa lepasnya.


Para pelayan menunduk dengan wajah yang sudah memucat dan juga terlihat kelelahan.

__ADS_1


"berapa jam kalian berlari..? " tanya Pasha


"mungkin sekitar 100 kali putaran tuan muda, berapa jam kami tidak tau". jawab salah satu pelayan dengan ngos-ngosan


"kenapa kamu sangat nakal sayang..? " tanya Pasha dengan serius menangkup pipi Kaira


Kaira menyeringai lebar..


"mereka tadi nggak ada, jadi aku menghukum mereka...! " jawab Kaira mengerucutkan bibirnya


"tapi aku yang menyuruh mereka keluar sayang.. kita tadi datang dengan tubuh yang sangat kotor sementara mereka sudah bersih-bersih, apa aku salah memberi mereka liburan sejenak? "


Kaira menundukkan pandangannya seperti anak kecil kena marah sama Ayahnya.


"tapi mereka nggak bilang dikasih libur olehmu". cicit Kaira


"menurutmu mereka berani menjawab..? " tanya balik Pasha


Kaira diam seribu bahasa lalu memutar tubuhnya dengan raut wajah menggemaskan meminta maaf pada para pelayan, hingga semua Pelayan terhuyung karna kaget.


"kalian nggak mau maafin aku..? " tanya Kaira berkaca-kaca melihat mereka semua membisu


"sudah.. sudah.. nyonya..! " jawab semuanya gelagapan


"kalian nggak ikhlas..! " cicit Kaira memainkan jemari lentiknya.


Pasha menghela nafas panjang, "ayo kita kerumah sakit...! "


Kaira beralih ke Pasha, "besok aja..! "


"kenapa besok? " tanya Pasha tak suka


"buatkan aku sup kepiting". rengek Kaira


Pasha menepuk jidatnya sendiri, baru beberapa hari dapat kabar istrinya hamil udah stres menghadapi istrinya yang sangat aneh, akhirnya ia mengerti penderitaan Ella dalam merawat Kaira.


"aku buatkan..! tapi kamu lapar kan? " tanya Pasha dengan sabar


Kaira mengusap perutnya dan mengangguk.


"ayo kita makan stik daging". ajak Pasha


"hah...?? Stik daging...? " beo Kaira


Pasha mengeluarkan 3 Kotak yang isinya stik daging untuk istrinya yang sangat kuat makan, senyum Kaira melebar sempurna, ia segera membenarkan jilbab sorongnya dan merentangkan tangannya meminta kotak itu.


"ayo masuk...! " perintah Pasha


Kaira mengangguk-ngangguk senang, pasha harus super sabar menghadapi mood istrinya.. trisemester pertama masih rame dengan ngidam si bayi... tapi kalau udah lewat Kaira bakal kembali normal mungkin..


.


.


.


.


gemes...!!

__ADS_1


.


__ADS_2