
Kaira berjalan melewati orang-orang penting itu diatas meja rapat dengan tangan nya kebelakang seperti orang penting yang sedang mengawasi bawahannya hingga Pasha menahan senyumnya melihat kelakuan Kaira yang benar-benar berbeda dari wanita lain..
Jika perempuan lain malah menunjukkan kelebihannya dan pastinya menjaga image nya tapi Kaira malah berbeda hingga Pasha tak tahan menahan senyumnya..
Kaira hanya ingin Pasha ilfil padanya dan tidak lagi mengejarnya seperti saat ini.
sementara para petinggi perusahaan Matt Group gemetar ketakutan dengan kelakuan Kaira yang sungguh berani..
"kalau tuan tidak juga membuka pintu ruangan ini aku akan buat kekacauan disini tuan..! ". ancam Kaira menatap tajam Pasha yang tengah menutupi bibirnya yang tengah tersenyum gemas..
Panji, Ramzi dan Mars berdiri dipojok pintu dengan mulut menganga lebar, Ramzi dan Mars sudah keluar dari rumah sakit lalu tau cerita sebenarnya dari Panji,
betapa syoknya mereka anak-anak yang membuat mereka masuk rumah sakit adalah anak Tuan Muda mereka sendiri..
rekan anggota mafia the Xylver masih ada yang di rumah sakit karna kekacauan di aula pesta beberapa hari yang lalu, sungguh mereka ketakutan jika membayangkan bagaimana bila mereka punya musuh seperti Nova dan Dylan..
"aku tidak akan melepaskan mu wanita tukang kaburku ...! ". ucap Pasha menahan tawanya sekuat tenaga
Kaira mengepalkan tangannya..
"kenapa anda sangat berubah tuan? sejak kapan anda jadi tak tau malu hah? sudah berapa kali aku bilang kalau aku sudah menikah sampai mulutku berbuih,
kenapa kau memperlakukanku seperti wanita yang sedang berselingkuh denganmu hah? apa di luar sana tidak ada lagi wanita yang menerima mu heh..? "
"diluar sana tidak ada perempuan yang bisa hamil anakku. lagian akulah yang ayah dari anak-anakmu itu darah dagingku, suamimu udah tidak ada sayang jangan fikir kamu bisa membodohi seorang Pasha Melviano!! ". gemas Pasha
Kaira melebarkan matanya dengan geram saat Pasha begitu entengnya bicara hal seperti itu di depan karyawan-karyawannya yang membulatkan mata dengan rahang terbuka lebar
mereka bertanya-tanya dalam hati apa wanita ini adalah wanita istimewa yang bisa mengandung benih tuan muda mereka..
"aaakkkkkkhhhh....!! ". jeriit Kaira dengan frustasi..
"kenapa Kaira..? ". tanya Pasha langsung berdiri dari duduknya..
"mereka anak-anakku bukan anakmu..! ". ralat Kaira dengan emosi
"darahku mengalir di tubuh mereka sayang..
kamu harus bertanggung jawab telah mengambil perjag* ku...! ". ucap Pasha tanpa tau malunya kembali duduk dikursi kebesarannya.
Kaira melototkan matanya..
"kenapa kau berkata seolah akulah yang menodaimu heh? akulah korbannya bukan kau.. ". desis Kaira dengan tak terima
sebenarnya Kaira syok saat tau dirinya adalah perempuan pertama yang disentuh oleh Pasha tapi tetap saja Pasha hanya masa lalu nya, cinta pertama nya yang sudah ia kubur dalam-dalam.
__ADS_1
Ramzi, Mars dan Panji yang memerah dengan kata-kata tuan serta nyonya muda nya itu yang tak lihat situasi..
"tapi tubuhku sangat berharga Kaira kamu beruntung mendapatkanku, diluar sana banyak yang berlomba-lomba hanya ingin bermalam denganku dan selama aku hidup hanya 2 wanita yang pernah bermalam denganku kamu dan Nabila.. "
"aku tidak peduli.. keluarkan aku dari ruanganmu ini..!". teriak Kaira
Pasha menggeleng kepalanya..
Kaira yang putus asa mencari seseorang yang bisa membantunya dan melihat seorang pria tua di dekatnya, Kaira bisa menebak pria tua itu cukup berkuasa disini..
"tuan bisa saya pinjam ponsel anda? saya ingin melaporkan penculik saya ke kantor polisi..! ". Kaira duduk sopan didepan pria tua itu padahal diatas meja mana ada sopan santunnya..
pria tua itu malah pucat pasi,,
"n.. nyonya ja.. jangan panggil sa.. saya yang rendahan ini dengan begitu sopan..! ". gagap pria tua itu..
"kenapa..? anda orang tertua disekitar sini cepatlah saya mau lapor polisi, dia menculik saya dan anak-anak saya tuan.. " . bujuk Kaira tak menyerah
Tawa Pasha menggelegar seketika, sekian tahun lamanya Pasha tak tertawa sekarang dirinya tertawa terbahak-bahak karna Kaira yang sangat lucu dan menggemaskan, betapa syoknya mereka semua..
Panji, Ramzi dan Mars si Trio the Xylver sampai lemas kaki mereka melihat kelakuan Kaira yang begitu sopan pada pria tua itu tapi malah tidak sopan sama boss pria tua itu dan lucunya Pasha tidak marah malah tertawa terbahak-bahak.
Kaira hanya melirik tajam wajah tampan pasha yang tertawa begitu lepas itu..
dengan tangan gemetar pria tua itu memberikan hpnya, Kaira tersenyum lebar dibalik cadarnya dan segera duduk bersila di tengah-tengah meja itu..
"Halo pak polisi..? ". sapa Kaira
"iya dengan siapa saya berbicara? "
"tolong saya pak.. saya di culik oleh orang gila !". adu Kaira dengan logat suara yang terdengar begitu menyedihkan hingga polisi disebrang sana kaget..
"siapa yang menculik anda Nona..? "
"Tuan muda Pasha sigila psikopat Matt Group..! ". jawab Kaira dengan tatapan tajamnya ke Pasha
" ....? Maaf nona kami sedang sibuk.. maafkan saya nona. "
Tutt... tut.. tut..
"halo.. pak.. halo.. pak...? iihhh kenapa dimatikan.?". gerutu Kaira memencet-mencet nomor yang ia hubungi tadi..
sementara para petinggi Matt Group pucat pasi,
niatnya mau rapat malah ada pertunjukan tak terduga ini, dan lagi apa wanita istimewa ini tidak tau betapa berkuasanya Pasha ? kenapa bisa berpikir polisi bisa melawan seorang Pasha?
__ADS_1
Kaira mendelik kesal lalu dengan sopan memberikan hp pria tua itu lalu beralih ke wanita dewasa yang ada di samping pria tadi dan menghubungi polisi dengan mengadukan hal yang sama,
Kaira sampai capek sendiri sudah 30 kali Kaira menghubungi polisi dengan hp yang berbeda tapi hasilnya sama seperti yang pertama..
"apa kamu mau pinjam hp ku Kaira? ". tanya Pasha memberikan hpnya..
Kaira mendengus dan duduk malas ditengah meja rapat itu..
"kenapa kau terlalu berkuasa hah..? kalau begini siapa yang bisa menolongku hah..? ". geram Kaira
Pasha tertawa gemas hingga bahunya bergetar, pasha begitu tampan dengan tawanya itu mendengar omelan kesal Kaira..
Kaira tiba-tiba punya ide dan mengambil ponsel Pasha dan menghubungi Mely dengan nomor kontak Mama di ponsel Pasha..
"Nyonya ? Kaira diculik tuan Pasha dan dibawa ke ruangan rapatnya tolong berikan ponselnya pada Nova dan Dylan...! ". pinta Kaira dengan memelas..
"ahahahaha... baik lah sayang mama kasihkan ya..? ". tawa Mely yang terdengar begitu gemas dengan aduan Kaira..
Kaira meledek ke Pasha seolah berbangga diri anak-anaknya akan menolongnya..
"mommy diapain mommy..? ". tanya Dylan dengan serius..
"mommy sabar ya..? Nova akan mematahkan tulang rusuk daddy kalau berani melukai Mommy.. ". kesal Nova tanpa sadar bibir mungilnya memanggil daddy ke pasha..
"iya sayang.. cepat ya..? mommy bosan di ruangan pengap ini..! ". ucap Kaira begitu menyedihkan hingga Dylan dan Nova kocar-kacir mendesak Chiko untuk mengantar mereka kekantor Pasha..
Kaira memberikan ponsel itu ke Pasha yang tengah menahan tawa, malah itu yang dia mau..
"habis kamu oleh anakmu sendiri..! ". senyum sinis Kaira dengan tawa senangnya tanpa sadar memang mengakui anak-anaknya memang anak pasha..
para petinggi lainnya saling pandang penasaran dengan rupa anak-anaknya..
2 jam lamanya Kaira di kunci di ruangan rapat itu tak ada yang memulai rapat sebab Kaira begitu mengalihkan perhatian boss besar mereka jadi rapat percuma di lanjutkan, Kaira sengaja buat kekacauan supaya pasha melepaskannya tapi tidak juga melepaskannya hingga Kaira geram sendiri..
.
.
Pasha cinta pertama Kaira yang udah lama ia kubur dalam-dalam, hanya masa lalu jadi udah tidak cinta lagi.
.
.
.
__ADS_1