
Pasha menjatuhkan rahangnya, bagaimana bisa istrinya dekat dengan hewan buas.
"turun sayang...? " perintah Pasha dengan panik
"nggak mau... aku mau keatas...! " tolak Kaira kembali memanjat bebatuan didekatnya menjadi lebih tinggi.
untuk yang kedua kali lagi Ella dibuat gila dengan tingkah Kaira, dengan adanya Nova dan Dylan aja udah buat dunia mereka berubah sekarang spesies apa lagi yang ada dikandungan Kaira..?
"Ya Tuhan...!! " gumam Ramzi berdiri dari duduknya.
ia tak peduli lagi celana nya sudah sangat kotor belum lagi bagian bokongnya yang sangat hitam.. tapi tak ada yang menertawai Ramzi, semua orang heboh dengan Kaira yang ada diatas tebing.
"mana tas ku...?" pinta Ella.
Ramzi masih melongoh.
"Hei. ..tuan tangan kanan...? mana tas ku...? " teriak Ella tepat ditelinga Ramzi
Ramzi tersadar langsung beralih ke Ella tak sengaja hidung mereka bertabrakan, Ella segera menutup hidungnya dengan tatapan kesal ia merebut tasnya di punggung Ramzi.. sementara Ramzi mematung di tempat, baru Ella lah wanita pertama yang sedekat itu dengannya.
Ramzi bukan playboy, semua tangan kanan Pasha bukan penggila wanita atau gonta-ganti pasangan, karna kesibukan di dunia bisnis dan dunia gelap mereka lupa yang namanya perempuan jadi wajar sedikit gugup.
berbeda dengan Pasha sudah dekat dengan 3 wanita cantik, pertama Putri, kedua istri pertama Pasha (Nabila) dan sekarang istri kesayangannya Pasha yang sedang manjat di tebing.
"Kaira...?? " teriak Ella
Kaira menoleh kebawah melihat Ella.
"Lihat...?? aku bawa daging..? kita panggang daging disini..! lihat aku bawa kompor listrik sekalian.. ". Ella mengibas-ngibaskan beberapa daging bungkusannya.
mata Kaira berbinar melihat itu persis seperti hewan buas yang kelaparan.
Nova dan Dylan yang melihat mommynya tampak tertarik segera berlari kearah Ella.
"Ayo bantu Aunty sayang...! " desak Ella
sikembar mengangguk.
pasha tetap dibawah Kaira demi melindungi Kaira jangan sampai terjun bebas kebawah.
Dylan menyusun Kompor listriknya yang pernah Nova dan Dylan ciptakan model nya pakai baterai, Ella memohon pada sikembar untuk menciptakan benda itu untuknya sejak Kaira sudah menikah dengan Pasha.
berkat kejeniusan Sikembar mereka bisa membuat alat itu untuk Ella, namun tak disangka oleh Nolan permintaan Ella saat itu sangat membantu mereka saat ini.
"mana dagingnya lagi Aunty...? " tanya Nova mengobrak-ngabrik tas Ella
"ada sosis.. mommy kalian pasti suka sosis.. cepatlah.. ini harus di bumbu-bumbuin biar mommy kalian mencium wanginya jadi dia mau turun..!
mommy kalian seperti hewan buas saat ini". gerutu Ella
Rani yang tersadar segera berlari ke arah Ella dan ketiga pengawal perempuan Kaira segera membantu Ella.
wangi masakan Ella membuat perut Kaira keroncongan, ia kabur jam 2 malam jadi sangat kelaparan karna belum ada ngisi dari rumah.
"mommy cepat turun...! kita makan enak". heboh Nova
__ADS_1
Kaira meneguk salivanya, ia segera melihat kakinya dan perlahan turun dengan hati-hati tapi bisa dibilang itu cukup cepat dilihat bawahan the Xlyver.
"suamiku.. tangkap aku ya...? " pinta Kaira dari atas.
Pasha membulatkan matanya, bagaimana bisa Kaira ingin terjun bebas dari ketinggian nya kini.
"cepat...! aku terjun nih,, tangkap aku !".Kaira langsung melepaskan pegangannya.
Pasha langsung sigap merentangkan tangannya, ia harus menguatkan kakinya biar bisa menangkap tubuh istrinya itu
"aaah... hahahahah. !! seru.. " teriak Kaira dengan girang
anggota the Xlyver sudah terkulai lemas, bagaimana bisa nyonya mudanya lebih mengerikan dari Pasha.
Hap. !!
Pasha berhasil menangkap tubuh Kaira, Kaira mengecup pipi Pasha lalu berlari dengan muka nya yang sudah tak putih melainkan hitam karna tanah lumpur.
Pasha terduduk lemas di tempat itu, "dia yang terjun bebas kenapa aku yang lemas..? " gumam Pasha dengan lemas..
Kaira sudah ada didepan Ella, Dylan dan Nova bisa melihat penampilan mommynya yang tak tau lagi cara menjabarkannya.. tapi tak ada yang berani menertawainya, Rani yang melihat Kaira terjun bebas dan kini sudah ada didepannya langsung pingsan.
"aunty...?? " Nova menepuk-nepuk pipi Rani
"cepat bawa aunty ke Mansion.. panggil dokter segera.... cepat...! " perintah Dylan
"baik tuan kecil". jawab semuanya serentak.
mereka segera bergerak cepat menolong Rani tapi Ramzi segera mengambil alih tubuh nona mudanya.
yang lainnya jadi mematung.
mereka segera berhamburan berlari mengikuti Ramzi.
"Nyonya tidak apa-apa..? " tanya Arla mengusap pipi Kaira yang hitam
Riska mengeluarkan tisu basahnya dengan cepat membersihkan wajah cantik Nyonya nya yang penuh tanah berlumpur.
Umay juga membuka jaketnya membalutnya di tubuh Kaira, jilbab yang dipakai Kaira juga udah hitam entah itu rambut atau kain pun udah tak nampak..
"kapan masaknya...? ". desak Kaira hendak mengambil daging yang mengguggah seleranya itu.
"tanganmu kotor...! cuci... " perintah Ella
Kaira mengerucutkan bibirnya melihat sekeliling, Nova memberikan botol air ke Kaira, dengan semangat Kaira membersihkan tangannya tapi tak juga bersih sebab kuku-kuku Kaira juga menghitam.
"ya Tuhan...! " gumam semua nya melihat tangan Kaira
Kaira nyengir Kuda.
"daddy mana Kak...? " tanya Nova celingak-celinguk dan menangkap daddynya tengah tertunduk ditempatnya menangkap Kaira tadi.
"Daddy ngapain? mengheningkan cipta..? " pekik Nova penasaran apa yang sedang dilakukan daddynya.
"Tuan muda pasti syok dengan kejadian tadi nona kecil". jawab Arla yang mengerti kondisi Pasha
__ADS_1
mereka aja yang perempuan Syok melihat Kaira apalagi Pasha yang suami nya Kaira, pria yang sangat mencintai Kaira.
Nova segera berlari kecil kearah Pasha.
"daddy...? " panggil Nova mengelus rahang daddynya.
Pasha mendongak melihat wajah putri kecilnya yang tengah tersenyum cerah hingga bibir Pasha tertarik keatas.
"mommy baik-baik aja..! kita harus bawa mommy kerumah sakit, kuatkan mental daddy yang udah buat mommy jadi aneh.. " ujar Nova dengan senyum cerahnya.
Pasha tertegun mendengarnya ia segera memeluk putri kecilnya, Nova sedang bersama Pasha dan Dylan sedang menyuapi mommynya makan sosis sebab dagingnya belum masak.
"daddy jangan lemah dong... katanya boss penjahat masa lihat begitu aja lemah.. katanya benih daddy berharga berarti dedek bayi di perut mommy juga berharga kan..? "
betapa beruntungnya Pasha memiliki putri kecil nan bijak seperti Nova.
"dari mana kamu tau daddy punya benih berharga sayang...? ".tanya Pasha mengusap pipi Nova yang menghitam kena lumpur
"kata teman-teman sekolah Nova.. bahkan mama mereka bertanya apa rahasia mommy bisa mengandung anak daddy.. dasar nggak tau malu mereka.. mereka mau merebut daddy dari mommy padahal mereka sudah punya teman hidup ..!". oceh kesal Nova melepaskan unek-uneknya.
Pasha sedikit terhibur dengan ocehan Nova, ia menciumi wajah Nova..
"ayo kita ke mommy mu sayang...! " ajak Pasha
Nova mengangguk, Pasha menggendong Nova tapi kakinya tergelincir karna ada lumpur didepannya, dengan gerakan cepat Pasha memutar tubuhnya alhasil Nova jatuh menimpa tubuh Pasha dan punggung Pasha yang duluan terkena tanah berlumpur hingga wajahnya hampir tenggelam.
Nova tertawa lepas melihat daddynya yang melindunginya dari kotoran lumpur, Pasha duduk menghapus air hitam di wajahnya.
Pasha tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya hingga Nova tertawa terpikal-pikal, "daddy jelek...! "
Pasha bukannya marah malah meletakkan telunjuknya yang hitam di hidung Nova hingga siempunya menatap ujung hidungnya yang menghitam.
giliran Pasha yang tertawa terbahak-bahak melihat wajah menggemaskan Nova..
"daddy...! " Nova nyengir malu
Pasha kembali ke Kaira dan yang lainnya yang sibuk memasak buat Kaira.
betapa syoknya mereka melihat penampilan Pasha yang tak berbeda jauh dengan Kaira, Kaira mendongak ke suaminya dan tersenyum manja.
"masih bisa menggodaku sayang..? ". gemas Pasha mengusap kepala Kaira yang memang sudah hitam lumpur yang sudah mengering.
Dylan menahan tawanya melihat wajah imut adiknya yang ada tompel hitam di puncak hidungnya.
"ini penyelamatan dari daddy..! lumayan dari pada seperti daddy hitam semua..! " wajah garang tapi menggemaskan Nova
ketiga pengawal wanita Kaira menahan tawanya sekuat tenaga.
"apa kita nggak memancing hewan buas nanti nona? " tanya Riska ke Ella
"tinggalkan aja sisa nya..! mereka akan tau.. " jawab Ella dengan santai
semua saling lempar pandang kebingungan, Ella, Kaira dan sikembar sudah biasa dengan hutan apalagi sejak Kaira hamil, Ella sampai hafal jalan keluar hutan itu saking seringnya Kaira masuk hutan.
dulu Kaira dan Ella tinggal di dekat hutan tepat saat Kaira mengandung sikembar, mereka pindah saat sudah menikah.
__ADS_1
.
.