
"mau lihat kebun teh sayang? ". tanya Pasha dengan serius
"bolehkah? ". tanya Kaira sumringah
Pasha tersenyum, "tentu saja"
"ayo kita pergi jalan-jalan". ajak Pasha
Pasha dan keluarga kecilnya pergi ke kebun teh, Ramzi dan Ella tidak pergi,
Kaira dan Pasha membawa Keyzo dan Kaisha yang tak tidur siang sedari tadi.
"tumben Keyzo dan Kaisha nggak tidur ? udah 2 hari loh.. tadi malam aja tidurnya". gemas Kaira mengecup sayang pipi Kaisha
Keyzo di bangku belakang sama Nova dan Dylan, mereka bermain dengan senang Pasha mengusap dan membelai kepala Kaisha, Kaira secara bergantian.
.
.
Kaira berfoto ria bersama keluarga kecilnya dan menyewa seorang anak remaja untuk memotret mereka.
"makasih ya dek..! hasilnya bagus sekali". ucap Kaira dengan tulus
"sama-sama kakak cantik". jawab anak remaja itu dengan ramah
Kaira melihat kebawah dan tak sengaja melihat luka lebam di tangan anak itu.
"eeh.. kenapa tanganmu?" Kaira memegang tangan anak remaja itu
"siapa namamu? ". tanya Pasha serius
"nggak apa-apa kak..! nama saya Sahra kak". jawab Sahra ke Kaira dan Pasha
Dylan yang sedang menggendong Keyzo menatap datar Sahra, Nova memegang tangan Keyzo dan menatap ke arah Sahra.
"siapa yang melakukan hal ini padamu? ". tanya Kaira serius tak ada Kaira yang ramah tadi
Sahra gelagapan dengan gugup dia bicara,
"mana bayaran saya tuan? ". tanya Sahra menutupi tangannya dan mendekati Pasha
Kaira yang kesal mengeluarkan dompetnya dan memberikan 2 ikat uang ke Sahra, "beritahu kakak siapa yang melakukan hal ini padamu?? "
"terimakasih kak..!". ucap Sahra mengalihkan lalu menunduk 90° ke Pasha dan Kaira
Pasha terlihat tenang dan tak ambil pusing dengan pengalihan Sahra, ia tau kalau gadis kecil itu melindungi pelaku seolah takut akan terkena masalah.
"Sahra.. hei.. sahra...?". panggil Kaira dengan kesal.
"sudah sayang..! biarkan saja". Pasha menahan tangan Kaira
Kaira menarik nafas panjang,
"Hubby..! itu kekerasan fisik aku paling benci melihat perempuan terkena luka lebam begitu"
"kamu mau aku bagaimana? ". tanya Pasha serius
"aku mau kamu mencari tau siapa pelakunya dan hukum seberat-beratnya". pinta Kaira serius
"baiklah sayang..! aku dan Dylan akan mencari tau, tapi kamu harus tetap didalam mobil nggak boleh keluar apapun yang terjadi? mengerti?? ". pinta Pasha dengan serius
Kaira mengangguk pelan.
"ini Keyzo mommy..! ". Dylan menyerahkan Keyzo.
Pasha menyerahkan Kaisha ke Nova, dengan terpaksa Kaira dan Nova berdiam diri dalam mobil menjaga Baby twins
"kamu bisa diandalkan son? ". tanya Pasha menekan kepala Dylan
__ADS_1
"tentu saja daddy". jawab Dylan santai meninju perut Pasha
Pasha termundur seketika lalu senyumnya terbit dengan bangga, "bagus..! nanti kerahkan kemampuan terbaikmu"
Dylan mengangguk.
"daddy merasa wanita tadi korban pelecehan, di semua tubuhnya banyak luka lebam, wajahnya juga ada bekas luka, kakinya juga..! daddy yakin gadis itu korban pelecehan banyak orang. "
"Dylan tau Daddy..! kakak itu gemetaran saat Daddy dan Dylan mendekatinya..! pasti dia trauma dengan laki-laki, belum lagi bekas luka di tangan, leher dan bekas tamparan di pipinya besar tangannya berbeda beda. "
"kamu memang anakku..! ". Pasha menepuk pundak Dylan dengan kuat tapi siempunya tersenyum tipis
"mana dia? ". tanya Pasha celingukan
"maka nya daddy fokus..! dia kesana". tunjuk Dylan
Pasha dan Dylan berlari kecil mengikuti Sahra, mereka tidak mengeluarkan suara sedikitpun jadi wajar Sahra tidak mengetahuinya.
Sahra terus saja berjalan sambil menyembunyikan uang nya ke dalam kaus kakinya.
beberapa preman menghadang Sahra.
"hai.. adik manis..! mau kemana?? ". tanya preman 1 dengan lapar
"mi.. minggir saya mau antar ibu saya berobat..! ". usir Sahra tergagap
ketiga preman tertawa terbahak-bahak.
"udah berani kau hah? ". preman 2 menjambak rambut Sahra
"aakhh.. s.. sakit..! ". isak tangis Sahra
"cepat bawa dia..! ". teriak preman 3
mereka menarik paksa Sahra ke balik pohon, Sahra menangis histeris, dia berteriak meminta tolong.
Plakkk!!
Dylan menodongkan pistolnya ke kepala preman 2. "manusia seperti kalian tidak pantas untuk hidup".
"siapa kalian...!! ". teriak mereka bertiga marah karna kesenangannya di ganggu.
"aku..? malaikat kematianmu". seringai menakutkan Dylan.
Pasha hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Dylan yang terbilang pas untuk menjadi penerusnya.
Dor...!!
"aaahhhkkk...!! ". jerit Sahra ketakutan
Pasha menembak bagian bawah preman 1 berkali-kali, Dylan juga menembak mati pria yang lainnya tepat bagian jantungnya.
Sahra gemetar ketakutan, Dylan menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia tak tau hal begituan tapi sudah sering di negara E dirinya menolong perempuan yang hendak di lecehkan.
"dasar jahat..!! bahkan anak kecil saja malu di telanj*ngi kenapa orang besar seperti kalian telanj*ng manusia bejat". Kata Dylan dengan sinis
anak kecil seperti Dylan di lecehkan itu hanya di telanj*ngi tak tau lebihnya.
Pasha membantu Sahra yang masih gemetar ketakutan.
"sudah.. sudah.. apa hanya mereka bertiga yang jahat padamu? apa ada orang lain lagi? ". tanya Pasha serius tanpa menyentuh Sahra
"ti.. tidak tuan! hanya mereka saja ". jawab Sahra masih gemetar ketakutan
"kau tau tempat ini sepi.. kenapa bisa mondar-mandir di kebun teh yang sunyi ini?? ". tanya Pasha serius
"sa.. saya butuh uang untuk operasi ibu saya t. tuan? tapi me.. mereka selalu memukul dan menendang saya.. s.. saya takut t. tuan.. s. sakit.. saya kesakitan sampai n.. ngak bisa jalan.. hiks.. hiks! ". curhat Sahra masih gemetar ketakutan.
Dylan mendekati Pasha dan Sahra.
__ADS_1
"apa kau takut melihat kejadian tadi? ". tanya Pasha serius
Sahra diam sebentar lalu menggeleng kepalanya dengan cepat.
"saya senang melihat mereka mati". teriak Sahra dengan gembira lalu nafasnya narik turun,
Dylan tersenyum, "hiduplah dengan baik"
"hei.. seharusnya itu kata-kata daddy. ". protes Pasha
Dylan dan Pasha malah cekcok mulut hingga Sahra tanpa sadar tersenyum,
.
Pasha mengeluarkan uangnya 5 ikat dan Dylan juga mengeluarkan semua uangnya termasuk uang kecilnya.
"ambil saja". kata Pasha dan Dylan bersamaan
Sahra tersentak dengan banyaknya uang yang dia dapatkan, selama ini tidak pernah ia mendapatkan uang sebanyak ini
Pasha dan Dylan langsung meninggalkan Sahra yang terpaku hingga lupa mengucapkan terimakasih.
.
.
"bagaimana? ". tanya Kaira saat Pasha sudah masuk ke dalam mobil.
"udah sayang..! kita bisa pulang kan? ". tanya Pasha
Kaira lega mendengarnya, "siapa pelakunya? "
"hanya manusia bejat mommy..! ". jawab Dylan
Kaira menarik nafas berat,
"kenapa di dunia ini masih ada manusia spesies itu? "
"ya udah mommy..! kita pulang aja ya? ". alih Nova
Nova tau mommy nya sangat sensitif dengan perempuan yang terluka lebam, kalau Kaira tau pelakunya tanpa segan Kaira akan meminta anak anaknya untuk menembak bagian bawah laki-laki manapun itu.
"iya kita pulang mommy..! kasihan aunty Ella menunggu lama". sambung Dylan
Kaira pun pasrah saat semuanya mengajak pulang,
"mom.. mom.. mom.. mom...! ". Kaisha di gendongan Kaira *******-***** udara.
Kaira tersadar dari lamunannya dan tersenyum lebar, ingatan tadi hilang begitu saja.
"uluh.. uluh... putri bungsu mommy lapar ya? ". ledek Kaira tapi menciumi wajah mungil Kaisha
Pasha tersenyum,
"sepertinya putri kecilku juga tau cara menghibur mommy nya..! "
Dylan dan Nova saling pandang lalu menghela nafas lega, mereka kembali bermain dengan Keyzo.
"tatatata ..tata!" oceh Keyzo begitu gembira
"tata.. tat.. tata.. ngomong tata apaan sih kak? ". tanya Nova ke kakaknya
Dylan mengangkat bahunya tidak tau bahasa Keyzo
"ternyata ada juga bahasa aneh yang tak kita mengerti ya kak?? ". Kata Nova
"hmm... kita bisa mengerti isyarat tubuhnya aja". jelas Dylan
Nova mengangguk walau tidak faham.
__ADS_1
.
.