
"tidurlah...!! " Kaira menepuk dada bidang Pasha untuk tidur..
karna ada Kaira Pasha bisa terlelap begitu saja,
"kenapa dia bisa sakit..? apa yang terjadi sebenarnya..? " batin Kaira penasaran.
Kaira tidak tega meninggalkan Pasha sendiri di ruangan ini, ia memilih menunggu di sofa terdekatnya..
.
sore harinya..
Pasha perlahan membuka matanya, hal pertama yang ia cari adalah Kaira..
"Kaira..? " panggil Pasha dengan suara khas bangun tidurnya..
Kaira sudah ketiduran di sofa jadi tidak kedengaran panggilan manis Pasha saat Pasha membuka matanya malah Kaira yang pertama kali disebutnya..
Pasha sudah jauh lebih baik, demamnya sudah turun dan kepalanya tak lagi terasa berdenyut
Pasha turun dari ranjangnya dan mencari sosok istrinya, tatapan Pasha terhenti di Kaira yang tengah terlelap di sofa..
"Kaira? " gumam Pasha dengan sendu
Pasha mendekati Kaira
"kenapa kamu sangat baik padaku? tapi kamu tidak mencintaiku sayang.? " batin Pasha mengelus pipi Kaira dengan lembut.
Kaira perlahan membuka matanya dan melihat Pasha sudah ada didepannya, Kaira langsung saja menempelkan punggung tangannya di kening Pasha sambil mengucek-ngucek matanya.
"hm...? udah mendingan " lega Kaira
"ayo kita pulang.!" ajak Pasha mengulurkan tangannya..
Kaira melihat itu dengan ragu-ragu Kaira membalasnya, Pasha dengan sabar menunggu tangan Kaira tiba di tangannya..
Pasha yang tak tahan dengan tatapan Kaira yang masih ragu pun langsung menarik pinggang Kaira lalu memeluknya begitu erat..
"kamu hanya milikku Kaira..! " kata Pasha dengan serius.
Kaira hanya diam di pelukan Pasha,
"Aku tidak terima dengan sikap baikmu perhatianmu seperti tadi akan aku anggap rasa cintamu padaku. " sambung Pasha lagi.
Kaira melebarkan matanya malah kaget,
"jika aku menginginkan sesuatu seorang Pasha Melviano selalu bisa mendapatkan apapun itu termasuk memilikimu". kata Pasha penuh penekanan
Pasha mulai mengendus leher Kaira yang tertutup jilbab
__ADS_1
Kaira yang risih berusaha melepaskan diri dari pelukan Pasha..
"tu.. eh.. Pasha..? kau bicara apa sih.? lepaskan tubuhku!"
Pasha mengabaikannya makin memeluk erat Kaira,
"aku tidak tau bagaimana cara mendapatkan hatimu Kaira ! kenapa kamu begitu keras nggak bisa mencintaiku juga..? apa karna aku seorang pembunuh? cintamu nggak pantas untukku begitu.? "
Kaira tertegun mendengar kata-kata Pasha,
"kenapa tidak jawab Kaira..? kamu mau tau kenapa aku tidak pulang ke kamarku? "
"apa..? kenapa..? " tanya Kaira penasaran
"kamu hanya menyebut satu nama yaitu mantan suamimu yang udah tidak ada.. hatiku sangat sakit saat kamu bilang anak-anak kita kamu katakan anak-anakmu dengan pria itu.. apa kurangnya aku Kaira?
Jika pria itu masih hidup aku bisa saja bertarung dengan adil padanya..! tapi apa yang harus aku lakukan jika pria itu ada dalam kenanganmu..? "
"maaf...! aku tidak sengaja.. " ucap Kaira
"kita sudah menikah Kaira! apa kamu tidak sadar sedang selingkuh dariku..? aku benci penghianatan Kaira."
Kaira jadi merasa bersalah sudah membuat Pasha begini,
"tapi aku tidak sengaja menyebutnya lagian aku tidak selingkuh darimu, dimana letak kesalahanku? kamu sudah menikah dengan nabila dan aku juga sudah menikah dengan Mark.. kami membesarkan anak-anak ku bersama-sama, semua suka duka kami lewati..
aku yakin kamu masih mencintai Nabila? iya kan? aku nggak salah "
"omong kosong! mana ada sahabat yang tidur bersama dan melakukan hubungan itu!! " tawa geli Kaira
"aku serius..! " nada dingin Pasha
Kaira terdiam tak lagi bisa tertawa merasakan aura dingin Pasha,
"aku menyayanginya sebagai sahabat baikku, kami seperti teman dekat yang sangat menjaga kekurangan masing-masing.. aku pernah mencingai 1 wanita kamu pasti tau itu"
"mana ada perempuan dan laki-laki bisa bersahabat Pasha..? jangan membodohiku ! apa salahnya kamu mengaku memang mencintainya? aku tidak keberatan kok.. lagian aku juga masih mencintai Mark lalu kenapa aku harus marah saat kamu masih mencintai Nabila? "
"sekali lagi kamu menyebut nama pria itu aku akan hancurkan batu nisannya.! " kata dingin Pasha
Kaira terpaku mendengar ancaman Pasha..
"ya Tuhan..? kenapa aku harus menikah dengan pria ini..? dimana letak kesalahanku? aku menikah dengan Mark karna mencintainya lalu dia tidak cinta dengan Nabila? omong kosong apa ini..?" batin Kaira
"aku yang memiliki hati ini Kaira.. aku bisa membedakan perasaan cinta itu bagaimana..? jantungku berdebar, hatiku berbunga, tubuh ku bertindak sesuka hati mulai dari mencium, bahkan bisa beralih pada hal yang lebih intim, saat aku mencintai penghianat itu cintaku padanya hanya selalu ingin menjaga nya, menghormatinya sebagai wanita .."
"tapi saat bersamamu aku malah merasakan hal yang berbeda Kaira..! hanya 1 yang ada di kepalaku saat melihatmu yaitu aku menginginkanmu baik secara fisik maupun hatimu.. semua yang ada di tubuhmu aku ingin memilikinya cintaku tidak terukur Kaira! aku benar-benar mencintaimu... "
"Pasha kau..? ". Kaira berusaha melepaskan diri dari tubuh Pasha tapi pelukan eratnya tak bisa membuat Kaira lepas..
__ADS_1
Pasha melepaskan pelukannya dan tatapan mereka beradu pandang, Pasha mengecup kening Kaira dengan penuh perasaan..
"kamu mungkin bukan yang pertama bagiku Kaira tapi cintaku lebih besar dari cinta pertamaku! ". kata lembut pasha dengan keningnya menyatu dengan kening Kaira.
Kaira pun menjawab..
"tapi kamu cinta pertamaku yang sudah aku kubur dalam-dalam pasha..! aku sama sekali tidak menginginkan posisi Nyonya muda melviano aku hanya ingin hidup tenang bersama anak-anakku...! "
Pasha terdiam mendengar perkataan Kaira. "aku cinta pertamamu..? "
Kaira mengangguk pelan
"kalau begitu aku akan membuatmu mencintaiku Kaira..! lebih besar dari cintamu pada nya..! " seru Pasha mengusap bibir merah Kaira dengan ibu jarinya..
Kaira berusaha menepis tangan Pasha.. "aku mau pulang...! ".
Akhirnya Pasha melepaskan Kaira, Kaira memasang cadarnya yang ia lepas menjadi nyonya muda melviano membuatnya tak nyaman memperlihatkan wajahnya, Kaira belum siap menunjukkan diri..
"kita pulang bersama..! " Pasha menggenggam tangan Kaira dan membawanya keluar dari ruangan pribadinya..
Kaira yang kaget jadi terpaksa mengikuti langkah kaki Pasha yang menggenggam erat tangannya..
"Pasha..? kenapa kamu harus hadir lagi di hidupku..??
sekarang sudah terlambat bagiku untuk kabur dari nya.. aku tidak boleh egois karna anak-anakku butuh kasih sayang Granma dan granfa nya juga merindukan sosok ayah..? " batin Kaira dengan lirih
bahkan Kaira tak sadar tengah di tatap karyawan MattGroup yang begitu iri dengan posisi Kaira, Pasha sangat manis menggenggam tangan Kaira,
sebelumnya Nabila dan Pasha memang romantis dengan cara pasha membiarkan Nabila mengalungkan tangannya di lengan Pasha, tapi saat bersama Kaira,
malah Pasha yang terlihat begitu mencintai Kaira..
"ayo masuk..! " Pasha membukakan pintu mobilnya untuk Kaira
"aku sama chiko aja..! " Kaira hendak pindah mobil tapi ancaman Pasha membuatnya tak berkutik..
"aku bilang masuk...! " perintah Pasha dengan wajah datarnya.
Kaira menghela nafas berat, dan tak ada pilihan lain selain masuk ke mobil Pasha...
.
.
Perhatian Readers..!
Kaira memang Egois tapi pahami situasi Kaira ya?
dia takut sama Pasha .. Pasha cinta pertama nya sekian tahun lama nya tak bertemu, waktu ketemu sama cinta pertama nya langsung di terima nggak asik dong ceritanya..!
__ADS_1
dan perlu Othor jelaskan Kaira wanita baik tapi bukan wanita sholehah berbeda dengan Nabila yang memang wanita sholehah..
.