
kini mereka telah tiba di Kastil menjulang tinggi ala modern.
"ini dimana daddy? " tanya Nova dengan polos
Mely dan Matt mengatur para pengawal wanita untuk membawa barang-barang mereka masuk ke rumah mereka serta menunjukkan kamar untuk pengawal-pengawal yang berdandan sederhana itu.
tujuan mereka bekerja untuk melindungi tuan mereka bukan berdandan seperti menggoda tuan mereka saja.
"ini pulau pribadi Daddy yang ada di negara E..! " jawab Pasha mengelus kepala Nova
mata Nova berbinar begitu semangat..
"daddy sangat kaya..! Nova juga mau kaya seperti daddy...! "
Pasha tergelak.. "kamu akan mewarisi separuh harta kekayaan Daddy sayang...! "
Nova makin heboh, ia berlari sambil melompat-lompat ceria memasuki kastil menjulang nan megah itu..
"dimana aunty Ella dengan Aunty Rani daddy..? " tanya Dylan penasaran
Pasha tersenyum.. "Lusa mereka akan tiba disini...!"
Kaira hanya diam, tubuhnya ingin cepat istirahat kini.
"ayo kita masuk mommy..! " ajak Dylan menarik tangan Kaira yang tampak lelah.
Pasha merangkul bahu Kaira yang terlihat lelah, "biar daddy gendong mommy mu son.. kamu istirahat atau bisa melihat isi Kastil modern ini...! "
Dylan mengangguk, ia berjalan duluan meninggalkan Kaira bersama Pasha.
"ayo sayang.!! kamu istri sempurna ku merawatku sampai sembuh tapi kamu lupa merawat diri sendiri.. biar aku menjagamu sayang..! " Pasha berkata sambil menggendong Kaira dan mengecup kening Kaira.
Kaira tak menjawab malah mengalungkan tangannya di leher Pasha dan memejamkan matanya di dada bidang Pasha sambil melenguh letih.
Pasha tersenyum lembut, ia begitu beruntung memiliki Kaira.. sekarang Pasha merawat istrinya yang tengah kelelahan dalam perjalanan jauh.
"aku terlambat menyadari betapa berharganya dirimu sayang...! aku takut kamu akan pergi dariku kembali ke mereka yang sangat kental dengan sistem perjodohan.. sebelum itu terjadi aku akan menunjukkan pada dunia kamu hanya milikku...! anak kandung Ratu Arabela adalah milikku.. milik Pasha Melviano..! " batin Pasha mengelus pipi Kaira yang tengah tertidur seperti bayi..
"jika mereka berani merebut Kaira dariku, aku akan hancurkan mereka tak peduli mereka kerajaan modern atau Raja mafia kota A sekalipun, lebih baik aku mati ditangan mereka dari pada aku mati karna rasa sakit merindukan istriku..! " gumam Pasha dengan pelan..
Pasha akhirnya yakin 100% Kaira memang Putri bangsawan Ningrat di kota A.. sampai sekarang Kota itu masih mempertahankan budaya turun-temurun dari raja-raja terdahulu.. dari luar bangsawan Ningrat terlihat sangat bahagia tanpa masalah tapi didalam mereka penuh dengan siasat, rencana licik, dendam, haus kekuasaan bahkan sesama saudara pun saling membunuh dan menghianati satu sama lain demi tahta memuakkan itu.. seperti itulah kondisi istana mereka sebenarnya..
__ADS_1
di Kota A
Arabela bersembunyi di pojok kamarnya, ia melihat berita mengenai Pasha..
"iya... AsKaira.. dia memang anakku...! " gumam Arabela berkaca-kaca mengusap beberapa potret Kaira bersama Pasha di perusahaan, mol yang diambil oleh orang-orang yang berani walau tak jelas tapi cukup jelas wajah Pasha dan Kaira.
belasan tahun bahkan lebih lamanya Arabela menderita di pisahkan dengan anaknya.. ia yakin melahirkan seorang bayi manusia tapi saudara perempuannya bernama Anabela menukar anaknya dengan anak kucing hingga Arabela berpura-pura kehilangan kewarasannya.
Arabela seperti itu karna penjelasannya tak ada yang mempercayainya.. berapa Kali Arabela bilang kalau ia melahirkan seorang bayi manusia tapi tak ada yang percaya hanya suaminya yang diam-diam percaya karna istrinya terlihat begitu yakin tapi ia malah tebak anaknya telah tiada karna tak menemukan jejaknya sama sekali.
"Anabela aku tidak nyangka kalau kamu memang pelakunya.? aku sangat bodoh begitu mempercayaimu..!" Arabela meremas gaun nya hingga kusut.
ia menyimpan ponselnya di belakang meja dan mulai berakting dengan tatapan kosong hampanya.. sebab mendengar suara heels.
"kakak...? " panggil seorang wanita cantik dengan senyum terindahnya.
Arabela mengenal suara itu tapi ia berusaha menahan ledakan amarahnya, Arabela juga baru tau sekarang kalau yang merampas anaknya selama puluhan tahun ternyata saudara perempuannya sendiri.
Anabela memperhatikan wajah kakaknya..
"aku yakin wanita ini sudah gila tapi siapa mencari pelayan itu...?? "
"kakak..? mana anak kakak..? " tanya Anabela tersenyum manis.
"cup.. cup.. cup... kakak terlalu sempurna.. aku benci kakak yang di jodohkan dengan kakak Lexy.. padahal akulah yang selalu ada di sisinya sejak masa kecil..! "
"aku nggak akan menahan diri kak..! aku akan merebut suami mu yang seharusnya menjadi milikku.. dan tahta ratu hanya pantas untukku".
Anabela akhirnya menunjukkan warna aslinya pada Arabela yang terlihat seperti wanita gila sesungguhnya.. ia berubah karna ada gerakan mencurigakan dari pihak mereka.. Anna tidak tau siapa pelakunya tapi cepat atau lambat semua akan terkuak dan sebelum itu terjadi Anna harus dapatkan posisi Ratu terlebih dahulu..
setelah puas berbicara dengan Arabela, wanita cantik itu pun keluar dari kamar kakaknya.. Arabela menatap tajam pintu kamarnya..
"aku akan menghancurkanmu Anabela.. berani sekali kau menginginkan posisi permaisuri dan merebut suamiku..? kau sudah merenggut anakku tanpa belas kasih aku juga akan membalasmu lebih menyakitkan lagi..! " batin Arabela
Arabela sedang berjuang menyingkirkan Gurita raksasa di keluarganya.. puncak dari masalah yang dihadapinya selama puluhan tahun lamanya..
.
.
Kaira tertawa lepas melihat anak-anaknya tengah berenang bersama Pasha dan Matt.
__ADS_1
"kapan kamu menyerahkan hatimu pada Pasha nak..?? " tanya Mely mengelus punggung tangan Kaira.
Kaira spontan saja menoleh ke Mely dengan raut wajah kaget..
"mah ... Kaira..! "
Mely memotongnya..
"Apa kamu tidak lihat Pasha begitu berubah sayang...! dia menjadi pribadi yang lebih hangat dan sangat menyayangi anaknya.. kami memang penjahat Kaira tapi apa kami tidak boleh bahagia memiliki keluarga ..? "
"bahkan jika hewan sebuas apapun sangat mengasihi anak-anaknya, ia akan mempertaruhkan nyawanya menjaga anak-anaknya.. taring dan cakarnya akan keluar jika melihat musuh mengambil anaknya.. lalu Pasha bagaimana..? dia seorang pembunuh tapi memiliki alasan tersendiri, sampai kapan kamu menyiksanya sayang...?"
Kaira bungkam tak bisa berkata-kata saat mendengar semua yang dikatakan mely yang benar adanya..
ia melihat ke arah Pasha, matanya mengerjab beberapa kali.
"mata seperti itu baru kali ini mama melihatnya..!" jelas Mely yang tau kemana tatapan Kaira.
Kaira tersenyum tapi masih fokus pada Pasha dan anak-anaknya.
.
.
malam harinya Pasha di ranjangnya tengah memainkan ponselnya menunggu sang istri berganti pakaian.
"kenapa lama sekali say... Eeh.. ?" tanya Pasha penasaran namun melihat penampilan Kaira membuat tenggorokannya terasa kering.
Kaira menggerai rambut indahnya, baju tidurnya bermotif mawar merah membuat jiwa lelaki Pasha meronta..
kaira mendekati Pasha dengan raut wajah yang sangat canggung, ia masuk ke balik selimut nya bersama Pasha..
"kenapa..? " tanya Kaira menekan kedua pipinya
Pasha bisa melihat wajah Kaira dari dekat,
"apa artinya sayang...? " tanya Pasha memperhatikan wajah Kaira yang terlihat lebih glowing yang artinya istrinya tengah berdandan..
"a.. aku..! aku cuma mau berdandan aja..! " bohong Kaira segera menutupi seluruh wajahnya dengan selimut didalam selimut bibir merah itu komat-kamit merutuki kebodohannya yang berdandan..
.
__ADS_1
.