
"kenalkan teman-teman mereka berdua adalah cucu-cucuku! Dylan Mahardika dan Diannova dharmadhatu ...!". Mely dengan bangga memamerkan kedua cucunya ke teman-temannya yang suka mengolok-ngoloknya nggak punya keturunan
"bagaimana bisa? ". tanya salah satu dari teman Mely tidak percaya..
"kalian bisa lihat wajah mereka kan? jadi kalau kalian memang pintar pasti tau aku bohong atau enggak ". kata sinis Mely menyindir temannya yang bernama Ajeng Keli dipanggil Eli..
"waah... selamat ya jeng Mely hebat sekali sudah punya cucu kembar bahkan sudah besar tidak seperti jeng Eli yang cucunya masih berumur 3 tahun yang paling pertama "
Eli mengepalkan tangannya, bagaimana bisa Mely memiliki cucu yang sangat tampan dan cantik sudah terlihat lebih besar ketimbang cucunya.
"Granma? ". panggil Nova menarik baju Mely
"iya sayang? ". Mely langsung menunduk menatap cucunya
"mobil mommy rusak kata mommy akan di bereskan oleh anak Granma tapi kenapa mommy belum datang juga jemput kami? ". tanya Nova dengan baju sekolahnya yang sudah belepotan.
"oh ya.? itu sebabnya kalian kemari? ". tebak Mely sumringah
"kami nggak bawa ganti baju Granma bagaimana cara kami mau numpang mandi? ". sungut Dylan dengan raut wajah menggemaskannya
"numpang mandi? ". beo semua teman-teman Mely
Eli tersenyum tipis sepertinya ia punya cara untuk menyindir Mely, Eli saudara jauh Mely yang iri dengan apa yang Mely miliki. pernah Eli mau menjodohkan Pasha dengan anaknya tapi Mely menolak mentah-mentah dan menjodohkan Pasha dengan Nabila, sejak saat itu Eli selalu menggunakan berbagai cara untuk membuat Mely begitu menderita dengan berbagai sindirannya yang mana Mely belum juga memiliki cucu..
"daddy kalian sudah menyiapkan kamar untuk kalian bersebelahan di lantai teratas dan ada baju nya lengkap terus baju sekolah kalian berikan pada pelayan biar di cuci ya? ". kata Mely melirik Mayong.
"mari tuan kecil.. nona kecil..! ". ajak Mayong menundukkan wajahnya dan memberi jalan untuk sikembar
Nova dan Dylan mengangguk saja lalu mengikuti mayong.
"kalian bereskan dapur ini kalau Mommy mereka melihat dapur ini sangat berantakan dia bisa menghukum cucuku ". perintah Mely
"baik nyonya ". jawab para pelayan kompak
"benarkah mereka cucumu? ". tanya Eli dengan senyum tak percaya nya
"iya.. memang mereka cucuku! ". jawab Mely melewati Eli dengan arogannya lalu teman arisannya yang lain mengikuti Mely
Eli juga tidak mau kalah mengikuti mely..
"lalu kenapa mereka tidak tinggal disini? ". sindir Eli
semua teman arisan Mely membenarkan apa yang Eli katakan
__ADS_1
Mely menghela nafas berat dia sudah tau pertanyaan itu akan muncul terutama dari mulut Eli yang sedari dulu suka menyindirnya hingga Mely frustasi dan badannya jadi kurus kering, tapi akhir-akhir ini Mely sudah keliatan lebih berisi dari sebelumnya..
"7 tahun yang lalu seorang wanita bernama Kaira hamil anak Pasha tapi saat itu aku tidak tau apa-apa lalu menjodohkan putraku dengan menantuku Nabila. sejak saat itu Kaira membawa cucu-cucuku jauh dari kehidupan kami tanpa memperlihatkan batang hidungnya pada kami, dia wanita yang luar biasa bisa mengandung benih putraku yang berharga, kalian lihat sendiri kan? bagaimana kasarnya Kaira saat di acara pesta itu? dia bersikeras mengatakan mereka bukan cucu kami. !"
"mustahil jeng Mely.. wajah mereka aja sudah membuktikan, sebelumnya kami tidak percaya karna belum lihat wajah mereka malam pesta itu, tapi sekarang kami yakin mereka memang cucu kalian. "
"itu sebabnya aku lakukan tes DNA dan hasilnya begitu mencengangkan, mereka memang anak kandung putra ku ini salahku yang bersikeras menjodohkan anakku dengan Nabila hingga Kaira memilih mundur nggak mau membuatku sedih karna terlalu menyukai Nabila ! ". jelas Mely.
Nyonya Mely berpura-pura begitu menyedihkan supaya teman-temannya tidak menyalahkannya padahal memang begitulah keadaannya.
Eli mengepalkan tangannya.
"aku nggak boleh kalah sama dia..! enak aja dia punya cucu udah besar dan sangat hebat dari pada cucuku, aku akan melatih cucuku supaya bisa berkelahi..! ". batin Eli hendak melatih cucunya yang masih berusia 3 tahun.
"wah.. kami penasaran siapa wanita istimewa yang bisa mengandung keturunanmu Jeng Mely.! "
Mely tersenyum manis.
"dia sangat cantik dan baik hati! hanya saja dia begitu setia dengan mantan suaminya yang telah tiada."
"waah... wanita yang sangat istimewa itu menyia-nyiakan posisi Nyonya Muda Melviano ya..?
hebat sekali...! "
Mely tersenyum sinis ke Eli yang tak lagi bisa menyindirnya, kini teman arisannya berpihak pada Mely dan iri dengan Mely yang punya cucu kembar yang hebat berkelahi seperti malam itu..
.
.
"kenapa kau bawa aku kekantormu? ". bentak Kaira mendongak entah keberanian dari mana dia bisa begitu pada Pasha
"aku ada urusan, ada rapat penting detik ini juga ". jawab pasha membuka lebih lebar lagi pintu mobilnya untuk Kaira keluar.
"kalau begitu aku naik taksi aja..! ". kesal Kaira keluar dari mobil pasha hendak pergi dari situ tapi Pasha menggendong Kaira seperti karung beras sepertinya hanya itu satu-satunya cara menurut pasha.
"aakkkh... kenapa kau suka sekali mengangkat tubuhku seperti ini hah?? ". teriak Kaira memukul-mukul punggung Pasha
beberapa Karyawan Pasha terperangah melihat boss besarnya membawa wanita dengan cara tak elit, bahkan lupa menunduk hormat saking tak percayanya.
"karna aku suka! ". jawab pasha dengan enteng
"aku mau bertemu dengan anak-anakku !! turunkan aku! ". teriak Kaira
__ADS_1
"aku mau kamu menungguku lalu kita kembali bertemu anak-anak kita ". ujar pasha dengan tenang
"apa kau sudah gila? aku pernah bekerja dikantor dan rapat penting itu sangat membosankan... turunkan aku, aku bisa pulang sendiri menjemput anak-anakku. ". teriak Kaira
Ella yang sedang mengepel lantai 20 tepat di ruangan rapat terlonjak kaget melihat Kaira digendong oleh atasannya.
"Kaira..? ". panggil Ella terbelalak
Kaira menoleh ke asal suara yang menyebut namanya.
"Ella? tolong aku pria ini menculikku bantu aku Ella...". pinta Kaira mengulurkan tangannya
bawahan Pasha terbelalak kaget saat Pasha membawa seorang wanita bercadar ke ruang rapat yang sangat penting ini.
"kalian berjagalah diluar wanita ini sangat suka kabur dariku, jika dia keluar dari ruangan ini tangan kalian jadi imbalannya.. ". ancam Pasha terdengar begitu kejam
tapi hal itu malah membuat bawahannya makin syok mendengarnya secara tidak langsung Pasha mengumumkan kalau dirinya tak mau Kaira jauh darinya..
Ella tak bisa apa-apa mau membantu Kaira sebab ini tempat kerjaannya, dia juga tidak mau jadi beban di rumah Kaira, padahal Kaira udah bilang tidak usah kerja tapi keras kepala Ella juga tidak bisa dilawan Kaira..
"baik tuan muda.. ". jawab bawahan pasha yang bagian dari Xylver mereka segera mengusir para pekerja OB dan OG ke luar ruangan itu supaya mereka bisa mengunci ruangan rapat biar Kaira tidak bisa kabur..
"kenapa kau mengunciku? apa begini cara pria terhormat sepertimu memperlakukan wanita hah..? ". geram Kaira memukul punggung Pasha yang tak juga menurunkannya..
"sebenarnya tidak, tapi untuk memperlakukan wanita bar-bar sepertimu memang harus begini! ". jawab Pasha begitu santai meletakkan Kaira di meja rapatnya bahkan tidak peduli dengan data penting diatas meja rapat itu..
Kaira langsung berdiri dimeja itu tidak peduli dengan imagenya.
"aku akan membuatmu malu telah membawaku kemari! ". ancam Kaira tak main-main
para petinggi MattGroup tentu mendongak ke Kaira yang begitu berani berdiri diatas meja rapat penting mereka, kalau orang lain pasti sudah dipotong kakinya oleh Pasha, tapi kalau Kaira malah membuat seorang pasha tersenyum manis malah merasa tertantang dengan apa rencana ibu dari anak-anaknya itu
.
.
.
Ella bekerja jadi OG karna kemauannya sendiri bukan karna di suruh Kaira, Ella suka bekerja jadi pengepel lantai dari pada kerja yang lainnya, karna menurutnya tidak menguras otak melainkan hanya menguras tenaga..
.
.
__ADS_1
.