Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
ngidam lagi


__ADS_3

Kaira persis seperti tarzan bergelantungan di tengah jalannya helikopter, ia berteriak girang hingga burung-burung berterbangan.


Pasha tak tau harus berbuat apa saat ini, melihat Kaira yang begitu bahagia dengan hal tak wajar itu membuatnya senang tapi tak bisa di pungkiri Pasha juga khawatir dengan istrinya.


1 jam mereka berdebat sengit tadinya tak ada yang mau mengalah pada akhirnya Kaira mengancam hendak menaiki pohon tertinggi lalu terjun bebas, dan seperti biasa Pasha tidak akan bisa menang melawan permaisurinya itu.


"apa mommy akan baik-baik aja kakak..? " tanya Nova berteriak ke kakaknya tapi matanya melihat ke arah bawah dimana mommy mereka masih bergelantungan.


Nova, Pasha dan Dylan ada di dalam helikopter


"mommy pasti baik-baik aja..! kita jaga aja jangan sampai talinya putus..! " ujar Dylan dengan gelisah juga melihat ke bawah.


setibanya di danau nan tenang, Kaira melihat seekor buaya besar yang bisa kaira tebak buaya itu tengah mengandung.


Kaira mengeluarkan pisau lipatnya lalu melayangkan pisaunya hingga tali kuat itu terputus, sikembar membelalakkan mata.


"Sayang...! " pekik Pasha tanpa pengaman atau apa-apa lagi Pasha melepaskan Earphone nya.


ia meloncat ke danau ditengah ketinggian itu.


"kakak nova juga mau loncat". Nova hendak meloncat tapi Dylan segera menghalanginya.


"jangan terjun dek.. kakak juga mau menolong mommy tapi kenyataannya daddy udah terjun.. tenanglah daddy bisa menolong mommy kita..! " Dylan berusaha untuk menenangkan adiknya walaupun hatinya sendiri tidak tenang.


Kaira berenang girang ke arah buaya besar itu, buaya betina itu bersitatap dengan Kaira cukup lama


Kaira mengelus punggung buaya besar itu.


"aku akan memberimu makanan tapi aku mohon biarkan aku naik ke punggungmu bawa aku bermain! " pinta Kaira dengan tulus.


Kaira mengeluarkan ayam bakar yang dimasak suaminya sudah basah lalu menyodorkannya ke buaya besar, mengendus-ngendus terlebih dahulu karna lapar buaya itu memakannya walaupun bukan daging mentah.


Kaira tersenyum lebar mengusap-ngusap punggung buaya itu, lalu dengan perlahan ia naik tangan Kaira mengelus-ngelus kepala buaya itu.


"kamu hamil besar ya..? pasti anakmu kelaparan ya...?? " prihatin Kaira mengelus-ngelus kepala buaya besar itu.


Kaira membulatkan matanya melihat Pasha sudah ada di dekatnya, Pasha berusaha mendekati Kaira yang tengah main buaya.


"jangan... dia suamiku..! dia ayah dari anakku..! " jelas Kaira dengan lembut saat buaya yang dinaikinya hendak menyerang Pasha.


buaya itu sepertinya tau Kaira sedang mengandung, dan juga Kaira terlihat tak berniat buruk Alhasil buaya itu hanya diam mengibas-ngibaskan ekornya.


"apa yang kamu lakukan sayang...? kenapa naik hewan ini? kalau kamu kenapa-napa gimana...?? ". tanya Pasha dengan khawatir.


"aku pengen naik Buaya..! minggir suamiku mendingan kamu carikan buaya ini makanan". Kaira mendorong suaminya


Pasha menjatuhkan rahangnya melihat Kaira dan buaya itu sudah akrab aja layaknya hewan peliharaan.


"apa Kaira pernah tinggal bersama buaya itu? tinggal di hutan ini? kenapa bisa dekat dengan hewan liar..? bukankah itu buaya yang tak mempan dengan peluru..?". Pasha mengoceh-ngoceh sendiri melihat Kaira begitu bahagianya di bawa keliling oleh buaya itu.


Pasha takut buaya itu menyakiti istrinya jadi segera menepi mencari makanan untuk buaya itu, helikopter tak bisa mendarat di dekatnya sebab banyak pohon dimana-mana.

__ADS_1


Pasha naik helikopter dengan bantuan tali lalu mengatakan pada sikembar untuk menyiapkan makanan si buaya, tanpa babibu lagi mereka berdua turun ke danau dekat Kaira tengah bermain


"kenapa kalian membuat kepala daddy sakit hm..? kelakuan mommy kalian aja udah buat daddy pening sekarang kalian malah buat daddy makin sakit kepala...! " Pasha mengomeli putra-putrinya


helikopter bolak-balik di udara menunggu kabar dari Pasha.


"kami akan berburu daddy...! daddy tunggu disini!" ujar Dylan dengan serius


"Son...! kenapa kalian seperti mengenal hutan ini hah..? nanti kalau kesasar gimana..? " teriak Pasha dengan khawatir.


"kami bukan anak bodoh daddy.. !" ujar Nova dengan seringai iblisnya.


Pasha tertegun mendengarnya. pikirannya sedang kalut saat ini, ia dihadapkan 2 situasi yang sulit, Kaira yang sedang bermain dengan buaya sementara Dylan dan Nova yang masuk kedalam hutan mencari buruan hewan bisa jadi di hadang hewan buas lain.


"ya Tuhan..! bisakah tubuhku dibelah 2". teriak Pasha baru kali ini merasa tak berdaya.


"Kaira...?? " teriak gerombolan Rani


Rani dan yang lainnya bisa menemukan Pasha karna ada helikopter yang memberi petunjuk, helikopter itu tak bisa mendarat.


"syukurlah kalian datang...! " lega Pasha


"kenapa kak..? " tanya Rani


Ella menganga dengan mata melotot ke arah Kaira yang tengah bermain dengan buaya, "Astagfirullah...! "


Ramzi dengan sigap menolong Ella.. "anda pusing lagi nona..? "


Ramzi sempat syok melihat Kaira tapi masih bisa menolong Ella, Rani berdecak takjub melihat Kaira yang bisa bermain dengan buaya besar yang sangat dikenal jahat di danau ini.


mungkin kali ini tidak ekstrim menurut Rani, lebih menakutkan diatas tebing menurutnya sebab Rani takut ketinggian.


"kalian tunggu disini.. kakak mau menyusul Dylan dan Nova .! " pinta pasha serius sekilas menatap istrinya.


"iya kak..! " jawab Rani


Pasha langsung berlari mencari Dylan dan Nova yang tengah berburu, namun beberapa meter Pasha menemukan anaknya ia malah dikejutkan pemandangan tak biasa.


"dapat kak. !" teriak Nova dengan heboh.


Pasha menjatuhkan rahangnya saat Nova mendapatkan satu rusa yang tak terlalu besar.


"cepat kita berikan sama daddy..! " seru Dylan segera mencampakkan senjata alaminya yang ia gunakan untuk mendapatkan rusa itu.


"Daddy.? " gumam Nova tersenyum kaku melihat Pasha yang terkejut menatap mereka.


"kenapa daddy menyusul kami..? mommy bagaimana...?? " sambar Dylan dengan tatapan tajamnya.


"apa kamu fikir daddy sanggup meninggalkan mommy kalian? kalian tenang aja.. ada onty dan paman Ramzi di sana...! ". jelas Pasha tergagap masih tak percaya dengan kehebatan anak-anaknya dalam berburu.


ia penasaran apa saja yang dialami anaknya dinegara E hingga bisa membuat anak-anaknya dan Kaira begitu akrab dengan hutan.

__ADS_1


tapi Pasha tak bisa bertanya disaat seperti ini, ia memilih mengambil perburuan anaknya lalu menyuruh kedua anak-anaknya untuk berjalan terlebih dahulu tak membantah Pasha mereka berjalan terlebih dahulu.


.


.


"udah sayang..cukup mainnya...! " Pasha menggendong tubuh istrinya meninggalkan buaya besar yang tengah makan enak itu.


Karna tubuhnya yang sangat besar membuat gerakan hewan buas itu melambat jadi tidak bisa berburu.


tak ada buaya yang berani mendekati Kaira kalau udah di jaga oleh si buaya terbesar di danau itu.


"aku masih mau main...! " kesal Kaira dengan rengekan manja nya.


Pasha mengabaikannya dengan alasan hari sudah sore Kaira tak boleh bermain, kemarin tebing, sekarang buaya, besok entah apalagi permintaan Kaira.. Pasha harus menyiapkan mentalnya untuk menghadapi morning sickness Kaira saat ini.


Pasha membawa istrinya naik helikopter di tempat yang cukup untuk helikopter mendarat, Dylan dan Nova juga ikutan mereka memeluk Kaira disisi kiri dan kanan.


"aah...temanku...!" lirih Kaira menatap nanar hewan buas yang tengah makan terlihat oleh Kaira saat helikopter melewati danau itu.


"udah mommy.. kalau mommy buat kami khawatir terus kami lama-lama nggak bisa sekolah..! " ancam Dylan


di helikopter mereka bisa bercengkrama tapi harus berteriak supaya didengar.


Kaira melebarkan matanya lalu menggeleng-geleng kepalanya memeluk Dylan dan Nova.


"kalian mau jadi apa nanti kalau nggak sekolah..! " ujar Kaira dengan lirih


"maka nya mommy jangan kabur-kabur dong.. masa udah kayak aunty Ella aja sih..! " rajuk Nova


Kaira bungkam, ia tak bisa menahan diri untuk segala permintaannya itu.


"biar daddy yang jaga, Kalian fokus dengan sekolah! " sambar Pasha mengelus kedua kepala anak-anaknya.


Kaira tersenyum ke arah Pasha, "mommy janji akan menuruti kemauan daddy kalian ! "


Nova dan Dylan pun mengangguk percaya, mereka yakin Pasha bisa menjaga mommy mereka kalau lagi sekolah..


.


.


**Udah ya ngidam ekstrim nya..


hehehe..


berdasarkan permintaan banyak yang suka Kaira buat Pasha dan Ella sakit kepala..


😂😂😂**


.

__ADS_1


.


__ADS_2