
Dylan dan Nova berjalan tenang melihat sekeliling sampai di tempat aman, Dylan dan Nova mulai serius wajah anak-anaknya tak terlihat lagi hanya wajah imut nan serius..
"kakak merasakannya juga..? " tanya Nova dengan wajah datarnya..
"iya..! kakak fikir kamu nggak tau " ledek Dylan
"kakak..! saat ini kita nggak bisa bercanda
daddy sudah menangkap wanita jahat itu, tapi sepertinya daddy punya banyak musuh hingga mereka menargetkan mommy kita.. " gerutu Nova
"bukan hanya mommy! tapi kita juga " ralat Dylan dengan wajah dinginnya tapi malah terlihat imut
"apa kakak bawa senjata daddy..? " tanya Nova
"tentu saja.. kita bersusah payah masuk ke ruangan rahasia daddy... senjata ini sangat langka dan daddy memilikinya sepertinya daddy kita boss besar di dunia penjahat..!" terka Dylan
"jangan asal sebut kak.. daddy memang boss di dunia penjahat tapi bukan penjahat yang asal bunuh orang aja.. semua data-data orang yang telah di bunuh daddy hanya sampah masyarakat aja.. bahkan daddy membiayai keluarga yang ditinggal asalkan tidak balas dendam.. kalau menghianati daddy hanya 1 hukuman dari daddy yaitu mati.. " ralat Nova tak terima daddynya di bilang jahat
padahal dunia penjahat yang mereka maksud adalah Mafia..
"apa anak buah pria itu balas dendam ya..? " gumam Dylan serius..
"pria mana kak..? " tanya Nova penasaran
"kita lanjutkan dirumah..! ini sudah lebih dari 10 menit nanti mommy sama daddy nyariin.. " potong Dylan menarik tangan adiknya..
walaupun Nova juga pandai beladiri tapi tetap saja Dylan sangat menjaga adiknya, alasannya supaya kepala adiknya tidak kebentur lalu jadi lemah IT
Nova yang polos hanya mengangguk setuju saja kata-kata kakaknya padahal Nova hanya di bodohi oleh kakaknya itu..
"kenapa lama sekali son? daddy sampai resah meninggalkan mommy kalian ayo masuk!! ". Pasha baru aja keluar dari ruang makan yang telah mereka pesan
Dylan dan Nova kembali pura-pura polos dan mengatakan alasannya mereka kesenangan melihat tempat ini padahal mereka hanya ingin membahas sesuatu saja..
.
.
makan siang mereka selesai dengan penuh drama antara Kaira, Pasha dan sikembar, sungguh sangat lucu tingkah anak-anak Pasha yang sangat rakus kalau masalah makan, mereka berubah jadi anak kecil seusianya yang butuh nutrisi yang banyak..
saat tiba di Parkiran tiba-tiba Pasha menarik tangan Kaira hingga Kaira bersandar pada dinding dekat parkiran mobil mereka..
dorr...!!
Aura gelap Pasha menyeruak begitu saja, beruntung dia sangat peka terhadap musuh, ia memang tau telah di perhatikan sejak tadi hanya saja Pasha memilih pura-pura tak tau karna tidak mau membuat Kaira dan kedua anaknya takut..
"aaakkh...! " pekik Kaira kaget
__ADS_1
"jangan kemana-mana sayang..! " tegas Pasha menarik kedua tangan anak-anaknya merapat ke Kaira
Kaira memeluk kedua anak kembarnya dengan tatapan tajamnya ke arah senapan yang terlihat oleh nya, Pasha mengeluarkan senjatanya dan hendak menunjukkan diri tapi tangan kecil dylan mencengkram Jas kerja Pasha
"mereka bawa senjata daddy..! " peringatan Dylan
"tapi kalau daddy nggak menunjukkan diri kita tidak akan keluar dari situasi ini..!" kilah Pasha mengelus kepala putranya..
"kita gunakan otak Pasha..! " suara dingin Kaira
Pasha terbelalak mendengar Kaira yang berbicara tak seperti biasanya..
"kenapa kamu sayang..? " tanya Pasha penasaran
"mommy biasa seperti ini kalau kami dalam bahaya daddy... !" jawab Nova yang di peluk erat oleh Kaira
Pasha mengerjabkan matanya, "lalu kita harus bagaimana..? "
Nova dan Dylan langsung membisikkan siasatnya di telinga Pasha, mereka berempat tengah meringkuk di balik dinding itu..
Pasha melebarkan matanya dengan ekspresi tak percayanya, bagaimana bisa anak seusia 7 tahun seperti Nova dan Dylan bisa memiliki siasat yang sangat halus namun mematikan itu
Pasha beralih ke Kaira yang berwajah dingin dan kelam seperti seekor hewan buas yang mau mengamuk anak-anaknya di sentuh manusia begitulah ekspresi Kaira yang di nilai oleh Pasha saat ini..
bunyi tembakan kembali menyerang mereka,
"target berpencar...!! " suara salah satu penembak jitu
"bisa jadi jebakan kita harus waspada..! " sambung yang lainnya..
"tembak wanita nya..! " seru yang lainnya
mereka semua kompak mengarah ke Kaira yang bersembunyi, Kaira menatap tajam senapan itu,
Ia mengeluarkan senjata apinya yang berukuran kecil di dalam bra nya, Kaira selalu membawa senjata api dimanapun ia berada sebab penjahat begitu banyak di negara E jadi Kaira harus bisa jaga diri
"aku tidak akan membiarkan kalian membunuhku.. apa kalian mau menjadikan anakku sepertiku tidak punya ibu. ? aku yang akan membunuh kalian !" gumam Kaira begitu sinis.
Kaira mengarahkan senjata apinya di celah kecil didekatnya, mata Kaira yang menatap tajam berkilau emas tak ada yang menyadarinya sama sekali
Door....!!
bunyi tembakan mulai sahut-sahutan, beberapa penembak yang bersembunyi menunjukkan diri dengan cara menembak Kaira hingga Pasha dan kedua anak-anaknya mengetahui tempat mereka bersembunyi..
Pasha, Dylan menembak berkali-kali tapi tepat di jantung para musuhnya, Nova menembak malah meleset terkena mata, kepala, tangan dan lainnya tapi bisa di pastikan mereka menunjukkan diri.
"iih... kenapa meleset sih.. mana jantung mereka..!!" gerutu Nova
__ADS_1
jika ada trio the Xylver mendengar perkataan Nova bisa masuk rumah sakit lagi mereka karna serangan jantung mendengar kekesalan Nova seperti menembak mainan saja..
sementara Dylan dan Pasha sangat hebat dalam menembak tanpa meleset..
"bagus sayang...!! " puji Pasha memuji kedua anak-anaknya..
Dylan tersenyum tipis tapi Nova malah memberengut dan mulai mencari mangsanya..
"sial. !! Jebakan...! " maki mereka yang masih hidup serentak..
mau tak mau mereka melarikan diri tapi sebelum itu salah satu dari mereka menembak ke arah Kaira,
"mommy...!! " pekik Nova dan Dylan
"Kaira...! " pekik Pasha hendak berlari ke Kaira
tapi mata birunya melotot kaget melihat kilauan emas mata Kaira, Kaira menembak dan peluru nya tepat mengenai peluru lawannya hingga tak mengenainya..
"sial...!! " maki pria itu..
Nova dengan sigap menembak pria itu hingga jatuh terlungkup dengan bersimbah darah
"yeee... Nova berhasil menembak jantungnya.. ahahahah...!! " teriak Nova melompat-lompat girang
Dylan menatap tajam Nova,
"eeh... sorry kak..! " cengir Nova
Pasha melongoh bodoh melihat Kaira yang berbeda dari Kaira yang ia kenal
"Sayang..?? " Pasha berlari ke Kaira lalu menatap mata Kaira demi memastikan sesuatu
"Sayang...? " pekik Kaira langsung menepis tangan Pasha mencari kedua anaknya..
"mommy...! " teriak Nova dan Dylan berlari ke arah mommynya
mereka berpelukan seperti baru bertemu sekian tahun lamanya..
"kalian baik-baik aja sayang..?? " tanya Kaira menangkup pipi Nova dan Dylan dengan khawatir
"baik mommy..! mommy hebat seperti biasa.. " puji Nova
"ayo kita pulang.. takut masih ada bahaya kalian hutang penjelasan padaku..! " Pasha melerai mereka dan membawa keluarga kecilnya ke dalam mobil
Kaira membenarkan saja, ia takut anaknya dalam bahaya lagi..
.
__ADS_1
.