Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
kegilaan Kaira


__ADS_3

"kapan masaknya...??" desak Kaira tak sabar..


"ya.. ya.. ini udah masak... " keluh Ella


Dylan segera mengambil piring plastik dari dalam tas Ella, Pasha hanya diam menonton aksi mereka semua.. tak disangka Ella telah mempersiapkan semua ini, Pasha sampai minder tak bisa apa-apa untuk Kaira, Jika saja dulu Pasha ada saat Kaira hamil sikembar pasti Pasha yang sangat mengenal Kaira saat ini.


"bisa tolong potongkan kuku istrimu tuan ?". tanya Ella menyerahkan gunting kuku ke Pasha


Pasha dengan sigap menerimanya dan memotong kuku Kaira yang tubuhnya bergetar-getar tak sabar ingin makan daging yang Ella masak.


setidaknya Pasha merasa cukup berguna saat ini, Pasha mungkin lupa kalau bukan karna dirinya Kaira bisa aja tidak ada tadi.. itu sebabnya Ella memberikan gunting kuku pada Pasha, Ella tau sebagai pria yang sangat mencintai Kaira pasti akan merasa tak berguna di situasi sekarang.


Kaira pun bisa makan dengan lahap sesekali ia menyuapi Pasha yang ada disampingnya tak berbeda jauh dengan wujudnya sekarang.


"apa yang harus kita lakukan nona..? " bisik Arla


"kita harus bawa dia pulang lah.. " sembur Ella


Arla dan kedua rekannya nyengir sebab mereka sedang Blank... masih aja mereka mengingat Kaira memanjat tebing yang terngiang-ngiang dikepala mereka..


"mommy kita pulang ya..? " bujuk Nova pura-pura menguap lebar


dengan pipi menggembung Kaira beralih ke Nova, "ya sudah mommy akan antar kamu pulang sayang, habis itu mommy akan balik lagi kemari". ujar Kaira keceplosan


Pasha membulatkan matanya, Dylan memijit keningnya seperti pria dewasa saja, mana Dylan tau mommy mereka seperti ini saat mengandung mereka.


"nanti mainnya pakai pengaman aja terus terhubung dengan helikopter ". celutuk Pasha


"iya pakai pengaman itu lebih bagus". sambar Ella membenarkan.


"Helikopter.? " beo Kaira dengan mata berbinar


"aku mau naik helikopter... " pinta Kaira dengan penuh harap


"kamu mau naik helikopter ngapain sayang? terjun bebas..? hah..? " tanya Pasha memicing curiga


Kaira senyam-senyum dengan semangat ia mengangguk, hal itu membuat semua orang sakit kepala.


nova menggaruk pipinya yang terasa gatal dan Dylan tak bisa berkata-kata, Ella merasa ingin pingsan saat ini tapi matanya tak juga tertutup. ketiga pengawal perempuan secara serentak kaget bercampur syok, tadi aja masih kaget melihat Kaira terjun bebas dari atas tebing sekarang minta naik helikopter mau terjun bebas..


"apa itu maumu sayang...? " tanya Pasha dengan alis mengkerut tak suka


"iya itu mauku...! " seru Kaira dengan senyum mengembang


pasha menarik nafas berat..


"dengan syarat kamu harus mau diperiksa ke dokter... !"

__ADS_1


Kaira mengangguk-ngangguk setuju, yang penting kemauannya tercapai tak peduli mau syaratnya masuk kandang buaya sekalipun.


.


.


Kaira digendong oleh Pasha dengan tubuh yang sama-sama hitam, hanya muka Kaira yang sudah putih tapi tetap aja tak sebersih sebelumnya.


Ella hanya membawa kompor listriknya, sosis mentah, daging mentah ia tinggalkan dengan sengaja untuk hewan buas yang mengintai mereka.


Arla, Umay dan Riska menjaga Nova dan Dylan, Ella membawa tas nya dengan santai..


"untung aja aku persiapin ini dari awal saat aku tau Kaira sedang hamil... awalnya aku ragu mudah-mudahan apa yang aku fikirkan nggak akan terjadi lagi tapi nyatanya aku tetap tak percaya bagaimanapun Kaira mengandung anak pria yang sama.. jadi besar kemungkinan Kaira jadi si gila ekstrim seperti mengandung sikembar.. !" batin Ella merasa lega saat ini ada Pasha yang bisa melindungi Kaira


buktinya Kaira begitu manja dengan suaminya itu, Kaira memainkan alis tebal Pasha yang hitam karna tanah lumpur, bola matanya yang biru begitupun bentuk bibir Pasha yang exsotis, sangat sexy..


"cium...!! " rengek Kaira


Pasha beralih ke Kaira dan mengecup kening istrinya itu hingga Kaira makin senang di pelukan Pasha, Pasha kembali fokus dengan jalannya wajah nya datar tak ada yang tau apa yang tengah di pikirkannya.


Kaira memeluk Pasha dengan manja sambil tertawa cekikikan di dada bidang suaminya memainkan leher Pasha terutama benjolan di tenggorokan Pasha yang sangat sexy dilihatnya.


.


.


"aku tau kami sedang kotor..! bersihkan semua nya hari ini aku akan menggaji kalian satu bulan penuh " kata Pasha dengan serius


para Pelayan berbinar bahagia, mereka berada dikalangan miskin, Pasha yang memilihnya sendiri walau tak tau ilmu beladiri setidaknya Pasha bisa menggunakan jasa anggota the Xylver.. ia tak mau ada anak orang kaya lagi di mansionnya..


"nenek Mayong...? " sapa Nova langsung memeluk Mayong..


Kaira bersenandung di pelukan Pasha dibawa ke Lift.


"nona kecil..? apa yang terjadi..? " tanya mayong dengan penuh kasih sayang.


Dylan berlalu saja dari situ, ia juga ikutan masuk ke dalam lift, saat ini ia hanya mau mandi.


"Nova tadi habis masuk hutan nek .. Mommy manjat tebing hingga kami semua panik beruntung Onty cepat bertindak.. ...!". Nova berceloteh menceritakan pengalamannya yang sangat menyenangkan didalam hutan bersama daddynya.


Para pelayan tertawa cekikikan, Mayong tersenyum di wajah keriputnya ia memapah nona kecilnya ke dalam lift untuk dibersihkan dikamarnya.


sementara Mely dan Matt sibuk di kamar Rani bersama dokter Ades dan Haura, mereka dibuat syok baru kali ini Rani pingsan jadi ingin tau apa penyebabnya, jadi tak sadar Kaira dan yang lainnya telah kembali..


Pelayan yang lainnya segera membersihkan lantai dengan semangat, baru 2 hari yang lalu mereka gajian sekarang gajian lagi.. siapa yang nggak bakal senang.


"cium lagi...! " rengek Kaira di kamar mandi

__ADS_1


"iya sayang...tapi aku isi bathup nya dulu ya..? ".bujuk Pasha


Kaira mengerucutkan bibirnya terpaksa menunggu suaminya selesai.


"udah apa belum..? " desak Kaira


"iya ini sebentar lagi penuh". jawab Pasha langsung menyiramkan 1 botol wangi delima ke bathup nya.


Pasha langsung mengaduk-ngaduk tempat pemandiannya, lalu berbalik menatap istrinya, Kaira merentangkan tangannya dengan tak sabar.


Pasha mendekatinya dan mengecup bibir Kaira hingga siempunya makin gembira, akhir-akhir ini Pasha tak memakai parfum karna ulah si istri yang membuang parfum mahalnya dengan alasan suka dengan wangi tubuhnya yang tak pakai parfum.


"lagi...? " rengek Kaira


"mandi dulu". Pasha melepaskan baju Kaira satu persatu lalu jilbabnya juga.


pasha membuang semua yang melekat di tubuh mereka hari ini ke tong sampah, ia membawa Kaira ke Bathup memandikan istrinya seperti bayi saja, bersusah payah Pasha menahan hasratnya melihat lekuk tubuh istrinya tapi demi anaknya Pasha harus kuat menahan diri.


Pasha membulatkan matanya saat Kaira mengecup lehernya terutama benjolan di lehernya.


"jangan memancingku sayang..! " pinta Pasha dengan suara berat.


"mancing apa..?? " tanya Kaira dengan polos


Pasha dan Kaira bersitatap dengan jarak 5 Cm, Pasha dengan cepat mengalihkan pandangannya ia melakukan kesalahan menatap mata sendu istrinya hingga bagian bawahnya memberontak.


"sayang... ku mohon sadarlah..?


apa yang kamu makan kemarin hingga begini hah..?


anak kita bisa dalam bahaya". Pasha berusaha menghentikan perbuatan istrinya.


berkali-kali Pasha menolak tapi jiwa pria nya tak bisa bertahan, Kaira sangat mempesona hingga pertahanannya Pasha runtuh apalagi Kaira yang bermain terlebih dahulu baru pertama kalinya Kaira berinisiatif duluan.


"huaa... ngantuk...! " Kaira menguap lebar setelah melakukan hubungan itu dikamar mandi dengan suaminya.


"tidurlah..! setelah ini adalah tugasku sayang.. " bisik Pasha menciumi pipi Kaira


Kaira mengangguk dan akhirnya tak butuh waktu lama Kaira sudah terlelap, Pasha senang Kaira seperti tadi tapi juga khawatir bagaimana kondisi anaknya.


.


.


.


hanya hiburan semata, menurut Nae tidak ada ngidam beginian, hehe... harap maklum ya? cuma hiburan semata.

__ADS_1


__ADS_2