Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
lawan yang cukup kuat


__ADS_3

Katrina dan Riska jadi waspada mereka menodongkan senjata dan pria tua itu terlihat tidak takut sama sekali.


"kalian tau berapa bayaranku...? " tanya Pria tua itu dengan sombongnya.


"aku tidak bertanya..! " ketus Katrina


"berhenti bergerak..! atau kau akan kami tembak mati...! " ancam Riska


"bayaranku 2 M untuk membawa anak-anak yang kalian jaga, aku dikenal sebagai Master kematian tak ada yang bisa mengalahkanku,, kalian hanya anak baru tumbuh besar belum berpengalaman sepertiku... " kata Sombong pria itu..


"jangan mengada-ngada.. julukan itu hanya di berikan pada 1 orang yaitu tuan muda Pasha...! " tatapan sinis dan tajam Riska


"ahahahaha... Aku ini Master kematian dari Kota A... dan tuan kalian belum tentu bisa mengalahkanku yang sangat berpengalaman dibidang militer.. "


Riska dan Katrina tertegun mendengarnya.


"Master Vesver..? " tebak kedua nya kompak.


"waah... wah.. wah... aku cukup terkenal di ibu kota ya...? sekarang kalian sudah tau siapa aku bukan? jadi serahkan kedua bocah itu...! " tawa menakutkan Mr. Vesver


Katrina dan Riska pucat pasi pantas saja kedua pria yang mereka bunuh tadi sangat hebat, ternyata prajurit dari Kota A dan pria didepan mereka termasuk Jendral di Kota A, ilmu beladirinya sangat tinggi dan patut di beri jempol 10.


"aku ragu tidak bisa menjaga nona kecil dan tuan kecil Katrina..! " bisik Riska


"kita hadapi bersama..! kalau tuhan berpihak pada kita, pasti ada yang akan menolong kita nanti sekarang kita hanya melakukan perlindungan terbaik kita..! " bisik Katrina


"tembak...! " perintah Katrina


Riska menembak dan Katrina juga tapi gerakan Mr. Vesver sangat cepat dan peluru menembak kaca mobil dan pohon dibelakang Vesver.


"kalian hanya buang-buang waktu saja.. " Mr. Vesver bergumam dengan sombongnya.


Riska dan Katrina menembak terus menerus hingga peluru mereka habis beruntung Panji, dan rekan-rekannya datang.


"tuan syukurlah anda datang ..!! " lega Katrina


Riska menarik nafas lega lalu berlari ke arah mobil mereka untuk menjaga Nova dan Dylan.


"kalian hanya semut api bagiku..! jadi percuma kalian mengepungku tak ada yang bisa mengalahkanku... " Mr. Vesver membenahi baju formalnya masih dengan sombong nya begitu percaya diri tak ada yang bisa mengalahkannya.


"Semut api juga bisa menggigit Jendral tua.. " seringai Panji

__ADS_1


"tapi semut api bisa aku injak anak muda yang lemah...! " sindir mr. vesver dengan angkuhnya.


"ingatlah satu hal Jendral tua.. diatas langit masih ada langit jangan meninggi hati dengan kemampuanmu yang tak seberapa dengan kemampuan tuan muda kami.. " balas Panji dengan tatapan membunuhnya.


"kalau kau merasa begitu suruh tuan kalian datang! aku ingin adu kekuatan dengan raja Mafia the xylver yang sangat dikenal kejam itu.. !" tantang Mr. vesver dengan sombong nya.


"lawan kami terlebih dahulu..! " tantang anggota the Xlyver dengan lantang.


mereka yang berjumlah 6 Orang menyerang Mr. Vesver dengan kekuatan penuh, mereka sangat mengenal Mr. Vesver yang diakui Raja Kota A sangat hebat dalam berperang siapapun lawannya akan mati tragis di tangannya semakin lama dirinya mendapat julukan master kematian membuatnya makin meninggi hati apalagi belum ada yang bisa mengalahkannya.


"hanya semut api berani menyerangku..! " kata vesver dengan angkuhnya..


hanya hitungan menit keenam pria yang mengeroyok Vesver jatuh terkapar dengan luka dalam yang serius.


"akan aku habisi kau pria tua ..! " geram Panji langsung melompat menyerang Vesver dan Katrina juga ikut andil membantu.


Vesver masih tenang meladeni Panji dan Katrina, Panji menendang dada Vesver dan Katrina menendang bagian perutnya tapi Vesver hanya termundur 1 langkah.


"baiklah..! aku akan tunjukkan julukanku master kematian". vesver meregangkan jemari dan memutar lengannya dengan wajah songongnya.


serangan Vesver bisa menjatuhkan Panji dan Katrina Riska yang melihat anggota the xylver juga kalah di tangan Mr. Vesver pun langsung ikut melawan.


alhasil mereka bertiga menyerang Vesver dari segala arah hebatnya Mr. Vesver bisa mengimbangi ketiga orang yang memiliki kemampuan beladiri yang cukup tinggi itu.


"tuan kecil.. nona kecil..! " lirih mereka semua dengan khawatir.


Katrina dan Riska pingsan karna tendangan vesver sangat kuat, Panji tak kuat berdiri..


"dasar semut api tidak berguna, sudah aku bilang kalian akan aku injak dengan mudah".


Mr. vesver berjalan tenang ke mobil Dylan dan Nova tapi sebelum dekat ke mobil mereka Nolan sudah keluar dengan tampang dingin mereka tapi masih terlihat imut nan menggemaskan.


"kenapa kalian tidak keluar dari tadi bocah..? " decak pelan vesver


Panji berusaha menghubungi Pasha walau tangannya gemetar.


jalanan disini lumayan sepi ada mobil yang melihat kejadian seperti itu di depan mata mana ada yang berani ikut campur, mereka lebih memilih memutar arah mencari jalan lain.


"padi semakin berisi semakin menunduk". kata Dylan dengan santai


"peribahasa itu anda tau kakek tua..? " tanya Nova berkacak pinggang sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"jangan menceramahiku bocah kecil.. " kata mr. vesver memberi peringatan


"artinya semakin tinggi ilmu beladirimu seharusnya makin rendah hati.. !" lanjut Dylan lagi masih begitu santai.


Vesver melihat kedua bocah itu dari ujung kepala sampai ujung kaki hatinya merasa memberi isyarat untuk waspada pada kedua anak itu tapi otaknya menguasai tubuhnya..


"mana mungkin anak sekecil mereka bisa beladiri..! " batin Vesver merendahkan Nova dan Dylan..


"cepat ikut aku bocah kecil..! " Vesver mendekati Dylan dan Nova.


Vesver menarik lengan Nova dengan kasar, Dylan melihat itu langsung menendang perut vesver hingga terlempar beberapa meter dari mereka


"aakkh...! " mr. vesver mengenai depan mobilnya dan terjatuh kebawah punggungnya terasa sakit bagaimana pun dia sudah tua.


Riska dan Katrina tersadar dari pingsannya dan kebetulan melihat Vesver terlempar melewati mereka Panji mengagumi sosok Dylan yang masih kecil tapi sangat kuat.


"bagaimana bisa..? " gumam Vesver tak percaya.


"kamu nggak apa-apa dek..? " tanya Dylan memegang lengan Nova


"kenapa kakak menendangnya..? padahal Nova tadi ingin mematahkan tulang punggungnya yang sudah lapuk itu ". gerutu Nova bukannya berterimakasih pada kakaknya itu malah mengerucut kesal seolah kakaknya merebut mainannya.


"sekarang giliranmu dek..! tulang punggung kakek tua itu kelemahannya.. " perintah Dylan dengan senyum tipisnya.


raut wajah Nova berubah langsung sumringah,, "ok kakak.. "


Nova berlari sambil melompat-lompat ceria ke arah Vesver yang masih melongoh melihat Dylan yang bisa menendangnya padahal tubuhnya masih kecil.


Nova tiba di depan Vesver, Nova memanjat di mobil belakang vesver lalu menendang punggung Vesver dari belakang sekali lagi tulang punggung vesver terasa patah seperti terbelah 2 .


"aah..! uhuk.. uhuk...! " Vesver terbatuk-batuk hidung dan mulutnya mengeluarkan darah.


"Dylan... Nova.. " pekik Pasha berlari ke arah anak-anaknya.


Dylan dan Nova melihat sekilas ke Pasha.


"jangan ikut campur daddy..! dia mainan kami.. " kata Dylan dengan tatapan tajamnya ke arah Vesver.


sebenarnya vesver sangat kuat hanya saja fokus nya hilang saat Dylan menendangnya hingga punggungnya membentur mobil.


Vesver memang tidak terkalahkan tapi melihat perkelahian vesver dengan bawahan daddynya bisa Dylan lihat kelemahan pria tua itu adalah punggungnya, mungkin pengaruh umur juga

__ADS_1


.


.


__ADS_2