Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
pernikahan (part. 2)


__ADS_3

Pasha begitu perhatian mengambil mangkuk danmenyiapkan Kaira sup daging permintaan istrinya, kalau Kaira dan keluarganya sudah biasa dengan perhatian Pasha itu.


tapi sekarang Aula pesta, mana ada yang tak kaget melihat itu, seorang Pasha Melviano seperti pelayan saja menyiapkan Istrinya makanan.


"ya tuhan.. tuan Pasha yang sangat arogan ternyata sangat manis ya..? "


"ya ampun mereka mesra banget..! aku makin nyesek nih".


"aku juga mau yang seperti tuan muda Pasha..! "


"di negara kita mungkin cuma 1 yaitu tuan muda Pasha sendiri yang sudah di miliki oleh putri bangsawan Kota A, kamu mau prajurit militer mereka menghajarmu? "


"hahaha..! nggak akan ada yang berani menjadi pelakor diantara mereka".


"tapi bagaimana jika ada pebinor..? "


"auk ah ! gelap..! berarti pria itu bodoh berani melawan seorang tuan Pasha".


gosip-gosip iri beberapa wanita rempong, Bastian yang mendengarnya mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih.


selama 5 bulan bastian berusaha mencari cara untuk mendekati Kaira tapi hasilnya nihil sebab Pasha sangat menjaga permaisurinya itu, Bastian merubah rencananya dengan merebut hati kedua anak-anak Kaira tapi kenyataannya sikembar Melviano bukan anak yang mudah di dekati.


sekarang ada timingnya bertemu Pasha dan Kaira ditengah keramaian pesta.


"aku akan menerimamu apa adanya baby.. walaupun kau sudah punya anak 12 pun aku tetap terima...! aku tidak pernah bisa berpaling darimu baby kau lah alasanku sampai ketitik ini.. !". batin Bastian menatap sendu Kaira yang tengah makan di suapi Pasha.


Poppy dibelakang Bastian hanya diam dengan raut wajah tak terbaca.


"kasihan tuan..! dia berusaha mencapai puncak segitiga kehidupan tapi saat kembali alasan dirinya berusaha mencapai puncak itu karna seorang wanita yang ternyata udah bersama pria lain, kalau Pria biasa mungkin tuan tidak akan sesulit ini mendapatkannya..!


tapi tuan muda Pasha..? siapa yang bisa melawannya...? "


Poppy aja mengagumi sosok Pasha layaknya Aktor dunia film saja, mana berani Poppy mengharapkan Pasha menjadi kekasihnya, dibandingkan dengan identitas Kaira yang istimewa tak ada satupun perempuan yang bisa berpikir berada di posisi Kaira terlebih lagi Kaira memiliki rahim yang istimewa.


"apa semua sudah siap Poppy..? aku tidak mau ada kesalahan.. " kata Bastian dengan dingin


"ba.. baik tuan". jawab Poppy


sebenarnya Poppy tidak berani melawan Pasha tapi tangannya tidak bisa diajak kompromi apalagi ia sempat kehilangan obatnya, beruntung Poppy menyiapkan obat cadangan.


"bisa apa nggak..? " tanya Bastian dengan tatapan tajamnya.


"maafkan saya tuan, saya sedang gugup sekaligus takut hendak melawan tuan muda Pasha..! " tutur Poppy dengan jujur sambil menyembunyikan tangannya yang bergetar.


Bastian merampas obat itu dari Poppy.

__ADS_1


"aku tau kau nggak akan sanggup melakukan hal kotor itu.. biar aku jalankan rencana B".


Poppy menatap manik mata Bastian, "anda tidak marah tuan..? "


"aku yang salah.. aku tau kau hanya perempuan baik-baik..! seharusnya aku tidak melibatkanmu.. " kata Bastian berlalu meninggalkan Poppy yang terpaku.


inilah yang membuat Poppy bertahan dengan Bastian, banyak perusahaan besar dengan gaji menggiurkan merekrutnya dibelakang Bastian, tapi tidak ada satupun Poppy terima.


"sampai kapan anda begitu buta pada nyonyaMelviano tuan? anda sudah sangat mapam bisa mencari wanita yang baik, kenapa bersikeras melawan seorang tuan muda Melviano..? " batin Poppy


mana berani poppy menceramahi Bastian yang sudah lama begitu terobsesi pada Kaira, apapun tentang Kaira, bahkan nama perusahaan produk kecantikan Bastian nama Kaira di satukan dengan namanya MZ .. Kaira MZ.


segitunya Bastian mengagumi sosok Kaira hingga sampai detik ini Bastian tak pernah bersama wanita manapun, hanya Poppy satu-satunya perempuan yang dekat dengannya itupun jabatannya sebagai sekretaris nya.


"andai aja aku yang dicintai tuan Bastian..! " batin Poppy penuh harap menatap nanar punggung Bastian yang sudah pergi


Poppy tersadar dari situasi segera berlari mengangkat gaunnya mengejar Bastian, ia tidak mau terjadi sesuatu dengan Bastian apalagi lawannya seorang Pasha.


melawan Pasha di aula pesta ini sama aja bunuh diri, apalagi Hotel ini milik keluarga Melviano.


"Ya Tuhan..! tolong lindungi tuanku yang malang". jerit Poppy dalam hati..


beberapa kali Poppy mencari Bastian tak juga ia temukan.


"kemana tuan bastian.? tolong tunjukkan jalannya ya tuhan..! jaga dan selamatkan dia untukku". gumam-gumam Poppy dengan gelisah


poppy takut terlambat menemui Bastian, tapi kaki jenjangnya tetap melangkah mengikuti insting saja.


.


.


sementara di ruangan tertutup Bastian di ikat oleh Dylan dan Nova, di belakang Bastian ada Riska dan Katrina.


"anda lihat om !" tunjuk Nova ke arah laptop elit Nova dimana ada Poppy yang jalan terpincang-pincang mencari Bastian.


"kakinya sangat terluka..! kenapa dia nggak lepas heels nya..? " gumam Riska ngeri melihat luka pergelangan kaki Poppy.


"dia sepertinya sangat mengkhawatirkan tuan ini..


hingga tak sadar kakinya sendiri sedang terluka..! "


sahut Katrina


mereka terus aja berkomentar tapi pelan supaya tak mengganggu tuan dan nona kecil mereka.

__ADS_1


"ckckck... dasar om pria yang bodoh..! " ejek pedas Dylan


Bastian tak mendengarkan Dylan dan Nova, matanya fokus ke arah layar laptop. "apa dia gila..? kenapa nggak lepas heels nya..? "


"hei om bodoh". nova bertepuk tangan tepat di wajah Bastian hingga siempunya kaget.


"disaat semua bawahan om tak mencari om hanya dia satu-satunya yang sadar om hilang, kakak cantik itu sangat tulus.. ! seharusnya Om membuka hati untuknya percuma om mengejar mommy kami mommy kami sudah punya teman hidup". celoteh Nova


"om pantas bahagia bukan? kami doakan om bahagia tapi om juga janji jangan rebut mommy dari daddy.. !" sambung Nova lagi


"kami nggak main-main om.. beruntung saat ini kamilah yang menemui om kalau daddy om nggak akan selamat mommy pernah memberi misi pada kami" ujar Dylan dengan serius


"misi apa..? " tanya Bastian penasaran.


"mommy berharap om bisa melupakan mommy dan hidup bahagia dengan perempuan yang menyayangi Om seperti mommy yang menyayangi daddy Om hanya menyiksa diri jika terus mengejar mommy". jelas Dylan


DEG!!


Bastian tiba-tiba saja terhuyung padahal dia sedang duduk dikursi dengan tangan terikat.


"om harus menikahi kakak cantik itu jika dia menemui om disini..! " sambung Dylan dengan senyum smirknya.


"tapi aku tidak mencintainya anak kecil..! " tolak Bastian


Dylan memutar bola matanya dengan jengah sebab panggilan Bastian membuat telinganya berdenyut.


"anda akan bahagia dengan perempuan seperti itu tuan". sambar Riska dengan serius tiba-tiba


"kalian tidak tau apa-apa mengenai kebahagiaanku cintaku dan kebahagiaanku hanya ada di satu wanita yaitu Kaira seorang..! " tatap tajam Bastian


"tapi anda terlambat om..! " seru Dylan bersidakap dada


"om itu masih tampan jadi jangan mengejar mommy, mommy benar-benar tulus ingin om bahagia.. !" omel Nova berkacak pinggang.


Bastian terus saja menolak hingga Nova meninju rahang Bastian, Bastian yang terasa rahangnya mau patah pun meringis pedih.


"kenapa kamu memukulnya dek..? " tanya Dylan terkejut.


"om keras kepala ini tak juga mau menyerah tetap aja memikirkan mommy, Nova kasih hadiah aja biar dia tau kakak cantik begitu tulus menyayanginya Nova bisa merasakan kehangatan mata kakak cantik itu".


Dylan pun akhirnya faham, "ini hadiah dariku juga om".


Dylan meninju rahang Bastian hingga siempunya merasa tulang rahangnya bergeser ke arah lain sebab Nolan memukul sebelah kiri dan kanan


Riska dan Katrina menahan tawanya sekuat tenaga.

__ADS_1


.


.


__ADS_2