
Pasha mengalihkan pandangannya ke Panji dan segera membantu panji berdiri.
"apa yang terjadi sebenarnya panji...? ". tanya Pasha serius..
"pria itu hendak membawa nona kecil dan tuan kecil pergi tuan muda. !" jawab Panji menunjuk Vesver.
"kurang ajar..! berani sekali mencari masalah denganku..? tapi tunggu siapa pria tua itu..? "
"dia Mr. Vesver yang dikenal Jendral tua di Kota A..!" jawab Panji
"oh...! " Pasha menonton aksi anak-anaknya.
tadinya Pasha mau membantu tapi melihat tatapan putranya malah tak bisa berkutik, anaknya yang satu itu memang suka berkelahi tapi lawannya cukup kuat dibanding sebelumnya.
"Anabela..!! " gumam Pasha yang sudah tau dalang nya.
"akan aku pastikan kau di hukum mati oleh rajamu sendiri..! " lanjutnya lagi dengan tatapan membunuhnya.
"rekam kejadian itu..! " perintah Pasha dengan dingin.
"bagaimana bisa tuan muda.? " sanggah Panji tak tega
"anakku sangat hebat aku mau kau merekam mereka
sorotkan wajah pria tua itu aku akan kirimkan pada ibunda ratu setelah itu aku akan tunjukkan peringatan tegas pada wanita yang haus tahta itu untuk berhenti mencari masalah denganku.... "
"baik tuan muda... " Panji akhirnya mengerti dan segera merekam adegan Nolan melawan Vesver
Vesver melawan sikembar dengan sekuat tenaga, kemampuannya tak seperti diawal sebab punggungnya sangat sakit seperti patah terbelah dua.
"kalian sangat hebat rupanya..? " gumam Vesver berkeringat dingin
Nova menyerang vesver dari belakang dan Dylan menyerang dari depan Nolan melawan menggunakan siasat, tak sembarangan mengeluarkan tendangan vesver merasa dipermainkan sebab tak bisa juga menjatuhkan kedua anak kecil itu padahal Dylan dan Nova belum mengeluarkan kemampuan hanya menghindar selalu menghindar.
"sialan.. kalian.. aku akan membunuh kalian.. " geram Vesver dengan mata memerah
"silahkan kakek tua..! " ejek Nova
"ckkk... tulang punggungmu sudah keropos kakek tua..! apa yang kau banggakan hendak membunuh kami heh..? " sambar Dylan dengan wajah datarnya malah terlihat imut.
"aaaaaaaaakkk...!! " vesver berteriak sekuat tenaga melepaskan rasa frustasinya menghadapi bocah 7 tahun itu.
baru kali ini ada yang berani merendahkannya dan frustasinya masih anak-anak, harga dirinya sebagai Jendral terhebat di kota A sangat terluka alias tercoreng miring, apa kata prajurit-prajuritnya di kota A... ?
"suara kakek tua jelek sekali.! " gerutu Nova mengusap-ngusap daun telinga nya.
"kalian benar-benar membuatku marah... akan aku buktikan siapa aku bocah..! terimalah kemarahanku... " teriak Vesver langsung menyerang Nova dengan begitu ganas.
Pasha hendak menolong tapi Dylan sudah melompat di udara sekali lagi menendang punggung vesver.. rasa sakit yang luar biasa di punggung vesver membuatnya jatuh tak sadarkan diri.
"apa perlu kita membunuhnya kak..? " tanya Nova menginjakkan kaki kecilnya di punggung Vesver
__ADS_1
"nggak perlu dek. kakak akan membuatnya malu setelah kembali ke kota A.. biarkan orang yang mengutus pria ini melihat orang nya seperti ini.. dengan begitu orang yang menyuruh kakek tua ini akan berpikir 2 kali untuk menyerang kita..! " jelas Dylan dengan siasat nya kecilnya.
"sepertinya dia bakal lumpuh kak.. " tebak Nova melompat-lompat di punggung Vesver
"iya... ayo kita kembali.. " ajak Dylan
Riska dan Katrina bergidik ngeri melihat kedua bocah itu ke enam bawahan Panji segera bangkit dan jalan tertatih-tatih ke mobilnya.
"ikut daddy nak..! " pinta Pasha.
Nova menahan lengan kakaknya, "Ayo ke mobil daddy kak.. "
Dylan pun pasrah mengikuti adiknya itu.
"kalian nggak apa-apa nak..? " tanya Pasha khawatir bersimpuh lalu menggenggam tangan kedua anaknya.
Nova menyeringai lebar.
"kakek tua itu cukup hebat daddy tapi kami masih muda memiliki tulang punggung yang kuat kakek tua itu sudah keropos jadi kami menyerang kelemahannya.. " celoteh Nova dengan riang.
Dylan hanya diam tapi tersenyum tipis.
"ayo nak..! mommy kalian sedari tadi menghubungi daddy.... kalian harus bersihkan diri di apartemen daddy..." ajak Pasha
Dylan dan Nova dengan patuh masuk ke mobil Pasha,
Panji pun lega melihatnya, ia menyuruh Riska untuk kembali ke mansion.
Panji sudah mendapatkan rekaman tadi dan sudah mengirimnya ke Pasha.
"bagaimana bisa tuan kecil dan nona kecil tau kelemahan mr. vesver ya..? " ujar Riska tak percaya.
"sepertinya tuan kecil dan nona kecil mengamati perkelahian kita dengan pria tua itu, pantas saja saat aku menyerang dibelakangnya pria tua itu cukup tersentak karna tendanganku di punggungnya tapi bodohnya aku tidak menyadarinya.. ". curhat Katrina
"sudahlah.. kita sudah melakukan yang terbaik yang penting kita sudah menang..! " lerai Riska melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Dylan dan Nova sudah ada di apartemen Pasha.
"waah... banyak foto kami daddy..! " decak kagum Nova dengan senang
Dylan tersenyum melihat isi apartemen itu tidak lagi sepi dan kosong, seperti sudah ada kehidupan di apartemen ini.. mungkin karna Pasha tak lagi pernah menangis sebab sudah menemukan Kaira dan anak-anaknya..
"kalian suka sayang..? " tanya Pasha tersenyum lebar
"suka...! " jawab Nova antusias dan Dylan menjawab seadanya.
"ayo bersihkan tubuh kalian.. walaupun kalian tidak kewalahan melawan pria tua itu tapi kalian harus ingat mommy kalian sangat jeli terhadap sesuatu apalagi kalau dia sudah khawatir.. dia akan menelanj*ngi kalian demi melihat ada luka atau enggak di tubuh kalian.. "
Dylan membenarkan apa yang daddynya katakan.
"daddy sangat mengenal mommy ya..? hehehe... Nova juga tau. " cengir Nova memeluk kaki Pasha.
__ADS_1
Pasha menggendong putri kecilnya.
"muaah... Daddy bangga pada kalian nak.. "
Nova menyeringai lebar, Dylan biasa aja melihat Daddynya mencium sayang Nova ia malah mencari kamar nya demi membersihkan diri, Dylan sangat tak suka di cium atau digendong benar-benar mencoreng harga dirinya.
Pasha tak ambil pusing itu sebab ia juga pernah seperti Dylan, tidak suka di gendong atau di cium saat berumur 5 tahun.
"ayo daddy antar nova kekamar". perintah Nova mengeratkan lingkar tangannya di leher Pasha
Pasha tersenyum manis sambil mengecup pipi Nova.
.
.
Pasha melihat ponselnya ada panggilan masuk dari Kaira.
"halo sayang...? " sapa Pasha..
"kenapa belum pulang juga..? apa anak-anak baik-baik aja..? " tanya Kaira masih khawatir
"aku sedang bersama sikembar cari makanan sayang jadi tunggu kami pulang ya..? " kata lembut Pasha
"Nova sama dylan ada padamu Pasha..? benarkah..? " tanya Kaira
"iya sayang, apa Riska dan Katrina belum kembali...? "
"belum..! mereka belum datang.. " jawab Kaira berdiri dibalkon melihat ke bawah.
"sepertinya mereka mengobati luka mereka terlebih dahulu... !" batin Pasha menebak.
"oh.. mungkin lagi sama panji sayang, kamu tenang aja ya..? selagi sama aku anak-anak kita akan aman.." bujuk Pasha
Kaira menghela nafas lega.
"terimakasih Pasha, aku mohon jaga malaikat-malaikat kecil ku dengan baik".
"mereka juga malaikat-malaikat kecilku sayang, dan kamu bidadari ku.. " ralat Pasha
"aku nggak tergoda Pasha, sebelum melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau anakku baik-baik aja.. "
Pasha terkekeh pelan.. "siap istriku...! "
"hati-hati ya..? " peringatan Kaira
"iya sayang". jawab Pasha
panggilan terputus wajah Pasha berubah datar dan dingin.
"semoga ibunda ratu bisa bergerak cepat". gumam Pasha dengan dingin
__ADS_1
.
.