Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
tak terkira


__ADS_3

"ayo cepat ganti perbanmu..! ".seru Kaira setelah selesai memandikan si kembar,


Pasha melihat tangannya yang terbalut perban basah dan berdarah lagi.


"entah kapan sembuhnya tangan mu sayang". gumam Kaira dengan jengkel


"entahlah". jawab Pasha tak peduli


Kaira melihat ke arah Pasha sejenak lalu kembali fokus membalut tangan Pasha dengan hati-hati.


"kamu istriku yang super multitalenta sayang". puji Pasha dengan kagum


Kaira menonyor kening Pasha, "godaanmu terlalu receh"


"aku akan belajar lebih mahal lagi biar nggak receh.!". Pasha nyengir kuda, lalu matanya beralih ke Kaisha dan Keyzo yang sibuk bermain puzzle.


Kaira tertawa sambil geleng-geleng kepala


"lama-lama aku juga ikutan bodoh sepertinya! terkadang aku tak melihat ada jiwa mafia dalam dirinya malah hanya ada si mesum dan kekanak kanakan".


Kaira beralih menatap arah mata Pasha, bibirnya melengkung sempurna melihat tingkah kedua permata kecilnya itu.


.


.


Pasha dan Kaira keluar mansion demi belanja keperluan baby twins, seperti biasa Kaira tak diizinkan bawa baby twins belanja ke mol.


didalam mobil Kaira menghela nafas panjang, Pasha mengambil tangan Kaira mengecupnya penuh cinta.


"percayalah mama hanya ingin melindungi cucu-cucunya..! maafkan aku yang bukan pria biasa ". ucap Pasha


Kaira menoleh ke Pasha, "kenapa? "


Pasha menepikan kendaraannya dan melepas seatbeltnya menatap Kaira dengan intens.


"aku bukan pria biasa supaya kita bisa hidup normal, di keluargaku semua bisa saja musuh bahkan pelayan pun harus di selidiki sampai keakar-akarnya, biar nggak ada yang berkhianat, kami menyembunyikan keluarga dan kerabat pelayan supaya tidak ada yang berani berkhianat".


"oh ya? lalu bagaimana dengan pelayan yang tak punya keduanya? " tanya Kaira


"kami tentu mengancamnya dengan kelemahannya". jawab Pasha


Kaira mengerti..


"aku yang tidak faham situasimu.. sungguh aku tidak berpikir kesitu, selama aku dinegara E aku terbiasa membawa Nova dan Dylan kemana-mana..!jadi ya begitulah"


"aku bisa melindungimu sayang ! tapi aku nggak bisa menjamin apa yang terjadi kedepannya jika aku membawa anak-anak kita yang masih bayi keluar mansion.. bagi anak-anak kita mansion adalah tempat perlindungan terbaik"


"kalau begitu jangan pernah publikasikan wajah anak kedua kita". pinta Kaira serius


"iya.. cukup Nova dan Dylan saja yang terekpos, Keyzo dan Kaisha nggak akan terekspos sampai mereka sendiri yang mau menunjukkan diri ke dunia"


Kaira tersenyum


"makasih hubby..! kamu sangat bisa membuatku tenang"


"sekarang bisa kita lanjut? ", tanya Pasha

__ADS_1


Kaira mengangguk sambil menggaruk keningnya yang tak gatal.


.


setibanya di mol, Savira yang ada diseberang jalan, tepatnya sedang nyalon di depan mol Mattgroup melihat mobil Pasha lewat berputar arah masuk ke mol .


"cepat! cepat.. aku buru-buru". desak Savira


"ba.. baik nyonya". dengan cepat pekerja salon mengeringkan rambut savira.


Savira membayar dengan kartu nya tapi matanya hanya tertuju pada mol tinggi disebrang jalannya,


.


.


savira menoleh kiri kanan dan tak sabar melihat rambu-rambu lalu lintas.


"aku akan buat rencana lain! ".seringai Savira


ia berlari menyebrangi jalanan yang sudah lampu merah untuk kendaraan dan hijau untuk penyebrang jalan.


cukup sulit bagi Savira mencari keberadaan Kaira ataupun Pasha, tapi Savira hanya butuh Kaira aja untuk menjalankan balas dendamnya ke Pasha melalui kekasih hatinya Pasha itu.


"aku harus menemukannya supaya semuanya berakhir bahagia menurutku.. selama pria brengs*k itu menderita itulah kebahagiaanku". batin Savira sambil menyeringai


Pasha dan Kaira ada di tempat perlengkapan bayi,


"popok bayi nya ambilin sayang! ". Kaira menunjuk ke atas


Pasha mengangguk dan mengambil popok bayi terbesar di atas Kaira lalu ia membalik tubuhnya hingga Kaira bisa melihat jakun pasha.


"kenapa sayang? kita di tempat umum". goda Pasha menaik turunkan jakunnya yang menarik perhatian Kaira


Kaira tersadar lalu menoleh kiri kanan banyak yang melihatnya dengan gemas bercampur iri.


"ya ampun". Kaira menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya.


Pasha tergelak dan memeluk Kaira dengan gemas, mereka berdua jadi pusat perhatian dimana-mana


Savira akhirnya menemukan Pasha dan Kaira, ia mendengar gosip orang-orang tadi kalau tuan muda Melviano ada di toko khusus bayi di lantai 5


ia mengepalkan tangannya melihat perlakuan Pasha yang terbilang sangat manis ke Kaira, bahkan tangannya tak lepas dari pinggang Kaira.


"aku nggak terima kau bahagia Pasha, penderitaanku selama ini kau harus merasakannya bahkan harus lebih menderita, semua tangisanku selama ini kau harus merasakan semuanya". mata memerah Savira


Savira mengedarkan pandangannya dan segera pergi ke lantai atas mencari aman jika ada kesempatan Savira akan menjatuhkan sesuatu dari lantai atas nantinya.


Pasha merangkul Kaira lebih posesif, ia merasa ada bahaya yang mengincar Kaira.


"kita makan pop mie ya? ". pinta Kaira dengan rengekan manja nya


Pasha melihat ke arah Kaira sudah berubah lembut seolah tak terjadi apa-apa.


Kaira memekik senang dan memasukkan pop mie yang enak menurutnya dan bahan-bahan pelezat lainnya ke dalam Troly.


Pasha melihat sekeliling mencari dalang nya tapi tak menemukan apa-apa

__ADS_1


"siapa lagi ini? apa orang yang sama? tapi aku rasa hanya orang bodoh yang menyerangku di tempat umum? ". batin Pasha


tapi walaupun begitu Pasha tetap waspada terus merangkul Kaira merapat ke sisinya supaya bisa melindungi Kaira, sementara Kaira tidak tau apa-apa hanya fokus dengan belanjaannya.


Savira dilantai atas terus mengintai Kaira dari lantai atas


"dasar babu! kau hanya seorang babu bisa memiliki seorang Pasha Melviano aku membencimu dengan seluruh kehidupanku.. "


"aku benci melihat tawa kalian.. aku benci". raut wajah jijik dan benci Savira melihat betapa bahagia nya Kaira bersama Pasha.


saat ada kesempatan Savira tersenyum jahat, ia mengangkat pot bunga yang cukup besar disampingnya saat hendak ia jatuhkan dirinya tersungkur seketika bersamaan pot bunganya pecah disampingnya melukai lengannya


"aahh.. sialan kau..! siapa yang berani mendorongku? ". teriak Savira berusaha untuk bangkit dan melihat ke arah pelaku


ternyata ada Poppy sedang bersidakap dada, perutnya terlihat besar.


"sayang kamu kenapa berlari...? eeh.. ?". Bastian kaget melihat tatapan Poppy begitu tajam ke Savira


Savira meneguk salivanya bersusah payah, dia cukup mengenal pasangan fenomenal nomor 2 di negara ini.


"kenapa sayang? pecah? potnya pecah! apa kamu terluka sayang? " cecar Bastian memperhatikan tubuh Poppy


"tolong panggil polisi.. wanita ini mau melukai nyonya muda melviano". pinta Poppy menggelegar


Bastian terbelalak, "ada Kaira disini? "


Poppy mengangguk


semua mata menatap ke arah Savira yang sudah terpojok,


"bohong.. aku tidak melakukan apapun". teriak Savira membela diri tapi suaranya bergetar


"ck.. mau ngeles? aku mendengar dan melihatnya sendiri kalau anda mau mencelakai nyonya muda melviano kan? dia kakakku..! kau fikir aku akan diam melihat anda mencoba melukai kakakku hah?? ". tatapan nyalang Poppy membuat nyali Savira menciut.


"tangkap dia..! ". suara berat itu memberi perintah


semua mata beralih ke Pasha yang tengah merangkul Kaira dengan posesif


Kaira yang tak faham hanya mengikuti suaminya, malah langsung heboh bertemu Poppy, Kaira tak sadar situasi saat ini sedang menegangkan.


Bastian menahan tawanya melihat Poppy yang berubah seperti kucing manis didepan Kaira padahal tadi Poppy seperti seekor serigala buas dihadapan savira


Savira pucat pasi, semua orang mengolok-ngolok, menjelekkannya karna berani mencelakai nyonya muda Melviano.


.


.


Maaf Readers..! Othor cuma sanggup 2 karna udah ngantuk berat..! karna begadang kemarin malam..


wkwkwk.. mohon pengertiannya terimakasih banyak...!!


Selamat beraktifitas...!


😘😘😚


.

__ADS_1


.


__ADS_2