Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
perayaan Ultah Kaira


__ADS_3

Pasha dan sikembar tiba di mansion,,


"sayang...?". panggil Pasha tersenyum begitu memikat


Kaira bukannya memeluk suaminya malah mendekati anak-anaknya yang tengah belepotan, Nova menatap polos Kaira.


"ada apa mommy...? ". tanya Nova dengan bingung


"kalian dari mana sayang. ?". tanya Kaira


"kami ke rumah sakit periksa perut kak Rere mommy". jawab Dylan


"Rere..? apa dia terluka..? ". tanya Kaira


"nggak mommy..! cuma sakit perut biasa, mommy sama aja kayak daddy berlebihan sekali..! ". gerutu Nova dengan lagak polosnya


Kaira menghela nafas lega,


"syukurlah kalian baik-baik aja".


"hei... sayang..! kamu nggak bertanya keadaanku.?". Pasha merangkul bahu Kaira


Kaira mendengus, ia merampas sapu tangan Pasha dan mengelap pipi dan bibir anak-anaknya.


"kalian makan nggak belikan mommy..? ". tanya Kaira dengan nada manja


Nova dan Dylan saling tatap lalu beralih menatap Pasha yang membelikan mereka makanan,


"selamat ulang tahun sayang...!". bisik Pasha


Kaira tersentak mendengarnya.


sikembar dan semua orang mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Kaira yang sampai berkaca-kaca haru, Ia menutup mulutnya tak bisa berkata-kata


"kamu nggak lupa suamiku..? ". tanya Kaira dengan tak percaya


"kamu adalah istri tercintaku.. bagaimana bisa aku melupakan hari kelahiranmu sayang...! ". bisik mesra Pasha


"ayo kak .!". Nova menarik lengan Dylan ke dalam mobil.


Nova mengeluarkan kue tar spesial pesanan Pasha jauh hari, Kaira sampai memeluk Pasha sebisanya karna perutnya sudah besar.


"terimakasih suamiku ". ucap Kaira dengan mata berkaca-kaca nya.


Pasha terkekeh gemas mencium sayang wajah Kaira,


"lihat anak-anak kita sayang.! "


Kaira membalik tubuhnya dan terkejut melihat kue tar lumayan besar yang dipegang oleh dylan, Nova menjaga lilinnya biar tidak padam.


tadi pagi Kaira juga udah memberi kode dengan Pasha kalau dirinya ulang tahun hari ini,tapi suaminya itu seolah tak peka dengan kode dari Kaira.


ditambah Pasha malah menghabiskan waktu di ruangannya, saat dapat panggilan darurat dari Panji, pasha lari pontang-panting keluar mansion, sementara Kaira seperti diabaikan.


"happy birthday sayang...! ". ucap Mely dan Matt bersamaan


Kaira tersenyum manis penuh kebahagiaan, tahun ini adalah hari spesial bagi Kaira.


"tiup lilinnya mommy...! ". seru Nova


Kaira mengusap kepala kedua malaikat kecilnya lalu meniup lilinnya di sambut tepuk tangan meriah semua orang, para pelayan dan Chiko pun ikut andil memberi ucapan untuk istri sang majikan.


"ayo kita masuk mommy...! ". semangat Nova

__ADS_1


"ayo sayang..! ". ajak Pasha juga


Nova menggiringi kakaknya yang membawa kue tar yang besar cukup untuk semua anggota di mansion Melviano, nek Mayong sudah mengucapkan selamat ulang tahun tadi pagi pada Kaira


walaupun nek mayong sudah tua dan pelupa tapi ulang tahun sang majikan tak akan ia lupakan.


"ya Tuhan...! ". pekik Kaira dengan haru melihat kedatangan orang-orang terkasihnya.


perayaan ulang tahun Kaira makin meriah saat Arabela, lexy datang beserta Ella, Ramzi, Panji dan Mars pun datang setelah menyelesaikan tugasnya dengan Vio, ke enam pengawal perempuan Nova dan Dylan juga udah hadir, kecuali Rere yang dipaksa harus istirahat.


Pasha tersenyum begitu tampannya melihat sang istri yang tengah bahagia,


hanya keluarga besar aja Kaira sudah bahagia disini, tak butuh pesta besar untuk ulang tahunnya, berbeda dengan sikembar yang di rayakan besar berkat keras kepala Mely dan Matt yang bersikekeuh merayakan pesta besar untuk pewaris MattGroup.


.


.


.


Kaira sudah duduk manis di ranjang menunggu Pasha yang tengah mandi.


"suamiku. ?". kaira merentangkan tangannya dengan manja


Pasha terkekeh, ia mengenakan piyama pink kesukaan Kaira, selama kehamilan istrinya itu Pasha memakai piyama Pink.


"kenapa hmm...? ". gemas Pasha memeluk Kaira yang minta dipeluk.


"aku senang sekali dengan kejutanmu..! suamiku yang dingin dan datar ini sangat romantis dan manis padaku.! ". Kaira mencium bahu Pasha dengan gemas


Pasha tergelak, ia melepaskan pelukannya dengan Kaira.


"kamu istri kesayanganku sayang...! apapun akan aku lakukan untukmu nyonya Melviano tercinta". ujar Pasha


"aah...! ".pekik Kaira


"kenapa sayang...? ". panik Pasha


Kaira menggeleng-geleng kepalanya sambil tersenyum, ia mengambil telapak tangan Pasha dan meletakkannya di perut buncitnya.


Pasha terpaku mendengarnya, dengan semangat Pasha meletakkan telinganya di perut Kaira yang menonjol-nonjol aktif, Kaira tersenyum tulus mengusap rambut Pasha dengan lembut.


"mereka sangat aktif sayang". gemas Pasha


Kaira mengangguk-ngangguk.


"aku jadi ingin melihatnya..! ". seru Pasha dengan seringai mesumnya


Kaira terbelalak, Pasha tergelak keras melihat wajah menggemaskan Kaira yang tampak kaget.


"tidurlah sayang ! aku tau kamu sedang lelah". tutur Pasha menciumi perut Kaira lalu tidur disamping Kaira.


Kaira tersenyum bahagia lalu tidur dilengan suaminya yang tengah mengusap perutnya.


"udah sayang! jangan ganggu mommy kalian istirahat ya". Pasha berkata lembut pada anak-anaknya sambil mengusap-ngusap perut Kaira


"baik daddy". jawab Kaira dengan suara anak kecil


Pasha sudah biasa mendengar suara lucu istrinya itu, berkali-kali Pasha menciumi pipi Kaira.


di kamar Nova dan Dylan.


Dylan ada dikamar adiknya, mereka sedang membahas Marissa

__ADS_1


"kak.. kenapa Model Marissa yang berusaha menggoda Daddy nggak terlihat lagi ya? " tanya Nova dengan heran teringat marissa


"pasti daddy yang urus". jawab Dylan santai


"benarkah? jadi daddy tau? ". tanya nova dengan polos


Dylan memutar bola matanya lalu berkata dengan pelan


"bukankah kamu seorang IT dek..? kenapa nggak cek sendiri aja CCTV di perusahaan daddy..? "


"eeeh.. iya juga ya..? ". cengir Nova


ia pun segera meregangkan jemari kecilnya lalu duduk manis di depan komputernya dan langsung mengotak-ngatik komputernya, setengah jam mereka bermain di komputer dan mendapatkan jawaban yang memuaskan.


"ahahahaha.. kakak nggak lihat raut wajah ketakutan Artis itu..? ". nova mengulang scene dimana Marissa keluar dari ruangan Pasha dengan tergesa-gesa hingga tersungkur bahkan heelsnya terlepas pun tidak diambil.


Dylan tersenyum miring..


"sepertinya dia diancam oleh daddy dan mommy yang pasti membuatnya ketakutan".


"daddy sangat hebat..! kakak juga hebat.. Nova pengen punya teman hidup kayak kakak dan daddy...! ". teriak Nova dengan girang


Dylan mengusap kepala Nova.


"kalau ada pria yang mendekatimu dia harus bisa melawan kakak dan daddy..! "


Nova mengerucutkan bibir mungilnya.


"siapa laki-laki yang bisa mengalahkan 2 Raja hebat! ". cerocos Nova


Dylan tergelak, "ayo tidur..! besok sekolah!"


Nova mengangguk, masalah tadi mereka lupakan seolah tak pernah terjadi.


.


Malam harinya Pasha pergi ke Markasnya menemui Ginting dan Jimmy, semua anak buah Faster sudah di babat habis oleh Anggota mafia the xylver tinggalah Ginting dan Jimmy yang sudah babak belur di pukulin anak buah Pasha.


"bagaimana..? ". tanya Pasha


"memang berhubungan dengan pak tua Faster tuan muda".


Pasha berjalan ke penjara bawah tanah, ia melihat Ginting dan Jimmy sudah babak belur Pasha menyeringai tipis..l


"biarkan saja mereka terkurung disini.. menjelang anak-anakku lahir jangan biarkan mereka bebas.. aku akan mengirim mereka ke rumah sakit jiwa ". seringai Pasha


"baik tuan muda".


Pasha sudah taubat tak lagi mau membunuh orang tapi membuat musuhnya Gila, hilang ingatan dan sebagainya.


"mereka pingsan tuan muda ! apa perlu saya bangunkan? "


"tidak usah..! aku hanya mau memastikan ! kalian harus berganti shift.. jangan sampai sakit". pasha berkata dengan tegas


"baik tuan muda".


sudah biasa bagi mafia the Xylver dapat perhatian seperti itu dari Pasha semenjak Kaira dan sikembar hadir dikehidupan Pasha.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2