
setelah minum., Kaira malah bingung saat semua orang sedang berkumpul dikamar nya dan Pasha.
"ada apa mah...? ". tanya Kaira kebingungan
"mamah mau cek sesuatu sayang...! " jawab Mely sambil mengusap tangan Kaira
Dylan duduk disamping Kaira dengan sebelah alis terangkat melihat ada 2 dokter dan 1 suster masuk ke kamar mommynya.
"mommy nggak sakit daddy, kenapa bawa dokter...? ". tanya Nova mendongak ke Pasha
Pasha menggendong putri kecilnya lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"bukan daddy yang menghubungi dokter sayang...! "
"terus siapa dong kalau bukan daddy..? " tanya Nova dengan polos
Pasha beralih ke Mely begitu juga Nova artinya mereka menebak Mely lah yang melakukannya, Matt selesai berbincang dengan Ades beserta temannya bernama Haura seorang dokter kandungan.
Ades dan Haura segera menyapa Kaira dengan sopan juga begitu hormat, bagaimanapun Kaira adalah menantu kesayangan Matt dan Mely karna bisa memberikan keturunan Melviano.
"waah... begini penampilan asli nyonya muda yang memiliki sel-sel darah istimewa itu..? bangsawan dari mana ya..? " batin dr. Ades menerka-nerka
"ada apa ya dokter..? " tanya Kaira dengan sopan juga
"kami ditugaskan untuk memeriksa nyonya". jawab dr. Ades sopan
Haura pun menunduk sebagai rasa hormatnya sekali lagi.
"periksa apa sih mah? Kaira nggak terluka". tanya Kaira beralih ke Mely
Mely tersenyum lembut..
"kamu memang nggak terluka sayang, mamah hanya ingin memeriksa keadaanmu aja.. "
Kaira menghela nafas pasrah dan mau diperiksa.
Haura dibuat takjub wujud Nova dan Dylan benar-benar mirip Pasha, tanpa tes DNA pun siapapun tau 2 anak kembar nan imut itu adalah anak Pasha.
"hati-hati merawat mommy saya ya dokter...! " pinta Nova dengan sopan
Haura dan Ades beralih ke Nova begitu menggemaskan digendongan Pasha,, Pasha yang bangga dengan putri kecilnya tersenyum lebar mengecup kening Nova.
walau gugup kedua dokter itu harus memeriksa Kaira juga kan..? sebenarnya Pasha tidak mau Kaira disentuh pria tapi melihat tatapan membunuh Mely dan aura yang dikeluarkan Matt membuatnya diam seribu bahasa.
Ades meminta Haura untuk memeriksa Kaira kembali.
Haura sebagai dokter kandungan pun memeriksa Kaira,
"Daebak...!! apa nyonya muda benar-benar hamil anak tuan muda Pasha..? bagaimana bisa? aku benar-benar tidak percaya ini padahal udah melihat sendiri begitu jelas buktinya...!! ". batin Haura meneguk saliva nya bersusah payah..
semua dokter di kota ini tau Pasha selalu berusaha mencari wanita yang bisa mengandung anaknya, tapi tak ada satupun wanita yang bisa mengandung anaknya.
__ADS_1
"bagaimana dokter..? " tanya Mely antusias.
Kaira mengerjabkan matanya kearah Haura, ia tak tau masalahnya dimana, hingga harus menjalani pemeriksaan dokter, bukan 1 dokter melainkan 2 dokter seolah dirinya punya kelainan saja melihat ekspresi kedua dokter itu.
"se.. selamat Nyonya besar.. Nyonya muda sedang mengandung..! " ujar dr. Haura meyakinkan
DeG!!
Kaki Pasha melemas seketika beruntung Matt segera mengambil alih Nova dari gendongannya.
Kaira melebarkan matanya lalu persekian detiknya tersenyum manis, "benarkah dokter..? "
"iya Nyonya..! selamat buat tuan muda memiliki keturunan baru lagi..! " ucap Haura dengan tulus ke Pasha.
Pasha berjalan seperti robot ke arah Kaira yang tengah tersenyum mengelus perut datarnya, Kaira memang mau membuktikan pada Pasha dirinya juga mencintai Pasha dengan mengandung benihnya Pasha.. hanya itulah yang membuat Pasha bahagia sebab suaminya itu memiliki segalanya.
"granfa..! maksud kata dokter tadi apa? mengandung? keturunan baru? apa maksudnya ya granfa ..? ". tanya Nova kebingungan
"artinya Nova punya dedek baru..! " jawab Matt dengan mata berkaca-kaca
hal yang paling Matt dan Mely inginkan adalah mendengar suara bayi di mansion besar ini, mereka menginginkan cucu seperti Dylan dan Nova tapi tetap saja mereka menyesali diri karna tak melihat pertumbuhan Nova dan Dylan dari bayi sampai sebesar ini, jadi mereka mendapatkan keduanya.. cucu yang sudah besar dan cucu yang ada dikandungan Kaira..
Dylan mengerjab-ngerjabkan matanya, ia benar-benar ingin berteriak saat ini akhirnya memiliki adik kecil.. walaupun dirinya sayang pada Nova tapi tetap aja pengen punya adik bayi adalah impiannya.. Dylan tidak pernah bilang sama mommynya takut membebani Kaira.
"waah... mommy punya dedek lagi..? artinya Nova bakal jadi kakak dong..! " pekik Nova dengan binar senangnya.
mereka semua sibuk dengan kebahagiaan masing-masing.
Kaira tersenyum manis.
"kamu harus bertanggung jawab suamiku..! "
Pasha tertawa dengan matanya yang berkaca-kaca itu.
"aku akan bertanggung jawab...! "
Pasha memberanikan diri memegang perut datar Kaira.
"kenapa tanganmu gemetaran.? " tanya Kaira terkekeh.
Mely mengusap kepala Kaira.
Haura dan Ades bisa melihat betapa terharunya keluarga Melviano dengan kabar bahagia ini, Mely melihat ke arah Dylan yang tampak berbinar walaupun bibirnya tak berkata-kata tapi Mely tau cucu laki-lakinya itu sangat senang tau kabar ini.. Mely mendekati Dylan dan memeluknya,
"bagaimana anak saya perempuan atau laki-laki dokter.. ?" tanya Pasha beralih ke Haura
Haura pun gelagapan.. ia juga tak tau bagaimana caranya bisa tau jenis kelamin anak dikandungan Kaira..
"mana bisa diketahui Pasha.. anakmu belum berbentuk bayi...! " selah Kaira memukul lengan Pasha malah bertanya hal memalukan.
"benarkah..? apa tidak ada teknologi canggih yang bisa memberitau jenis kelamin anak kita..? " tanya Pasha kembali bertanya hal yang memalukan.
__ADS_1
1 suster yang ada di belakang Ades dan Haura berusaha menahan tawanya, mana berani ia menertawai seorang Pasha..
"maaf Tuan muda.! bahkan teknologi tercanggih pun hanya bisa tau jenis kelamin anak anda saat sudah berbentuk bayi..! " jelas Dr. Ades dengan sabar.
Kaira memijit pelipisnya yang terasa pening saat ini.
"udah". kesal Kaira
"sana pergi Pasha..! aku mau tidur dengan anak-anakku..! " usir Kaira mendorong tubuh Pasha
Haura dan Ades membelalak dengan keberanian Kaira betapa terkejutnya lagi mereka melihat Pasha malah tak marah melainkan kebingungan.
Nova dan Dylan segera berlari menaiki ranjang mommynya, dan yang lainnya pamit mengundurkan diri..
Pasha malah kelihatan bodoh disini..
"dimana letak kesalahanku...? ". gumamnya tak mengerti.
Pasha melihat Kaira yang tidur memeluk kedua anak-anaknya, ia tak mau mengganggu pun menyelimuti Kaira mengecup kening Kaira dengan sayang.
Pasha segera berlari keluar dari kamarnya mencari dokter tadi.
"dokter..! apa tidak ada alat teknologi canggih yang bisa melihat bagaimana kondisi anak saya dalam perut istri saya..? ". tanya Pasha serius menghadang jalan dokter Haura
Dr. Ades hanya menggeleng-geleng kepalanya, betapa anehnya Pasha saat istrinya tengah hamil..
"ada tuan muda lewat USG..! " jawab Haura
Haura menjelaskan kegunaan benda itu.
"kalau begitu belikan benda itu satu untukku.. supaya aku bisa melihat anakku setiap hari.. " perintah Pasha terdengar konyol dan lucu.
"sudah Pasha..! kan bisa periksa ke dokter.. lagian pertumbuhan bayi tidak akan berubah setiap hari.. melainkan setiap minggu, dan bulan..! " selah Mely dengan tatapan lucunya..
"benarkah mah.? tapi Pasha mau alat itu..! ". kekeuh Pasha tetap bersikeras dengan permintaannya.
"tapi benda itu sangat mahal jika dibeli untuk keperluan sendiri tuan muda..! " ujar Haura berusaha tak menyinggung Pasha.
"aku bisa membelinya...!". jawab Pasha dengan serius pertanda dirinya tidak main-main dengan perkataannya.
Matt tak tau mau berkata apa lagi, malu memang tapi beginilah putranya itu begitu semangat ingin mengetahui perkembangan cucunya setiap hari di perut Kaira.
"sebaiknya jangan waktu dekat ini tuan muda.. bukankah besok adalah hari pernikahan Nyonya dan Tuan muda..? jangan sampai nyonya muda stress tuan, itu sangat mempengaruhi kandungannya..! ". jelas Haura dengan sopan lagi
"baiklah... aku nggak akan membuat istriku stress.. " jawab Pasha mengerti.
"Alhamdulillah... terimakasih ya Allah ya Tuhanku .! hamba berjanji akan menebus dosa-dosa hamba yang telah lalu...! " batin Pasha dengan penuh syukur.
.
.
__ADS_1