
"ayo kita keluar....!! " ajak Pasha dengan mesra mengulurkan tangannya.
Kaira terkekeh tapi menyambut tangan Pasha, sambil menarik nafas dalam-dalam Kaira pun melangkahkan kakinya keluar bersama Pasha.
saat mereka keluar semua mata teralihkan hanya tertuju pada kedua sosok itu,, Kaira tersenyum ramah seperti menyapa tamu undangan yang sangat banyak.
"anakku.!!" gumam Arabela berkaca-kaca di kursi khususnya..
"j.. jadi itu anak kita...? " tanya Lexy menunjuk Kaira
"benar kan apa yang aku bilang...? aku ingin hidup di kota ini bersama anak dan cucuku... hidup di Kota A hanya ada status dan perebutan tahta.. ku mohon suamiku jika kamu nggak mau turun tahta maka lepaskan aku...! " pinta Arabela
"aku nggak akan melepaskanmu istriku.. kita akan tinggal di kota ini dan meninggalkan kota A... beri aku waktu sedikit saja untuk menyelesaikan masalah kita di Kota A". pinta Lexy serius
"kamu mau turun tahta...? " tanya Arabela tak percaya
"aku sangat ingin mengakhiri semua ini istriku, aku lelah hidup sebagai Raja.. kita akan lepaskan semua rakyat kita di Kota A.. semua pajak dan apapun milik kerajaan akan aku berikan secara cuma-cuma pada Rakyat, kita harus pastikan tidak ada yang berani menyalah gunakan tahta itu nantinya".
"kamu akan menghancurkan tahta itu suamiku...? " tanya Arabela dengan berbinar
"yah... aku akan hancurkan tahta itu". jawab Lexy dengan serius
Arabela langsung memeluk Lexy dengan erat..
"aku juga udah lelah berada di sana..! adikku jadi penghianat dan saudara-saudara kita haus akan tahta.. mereka selalu memprovokasi kita supaya menyerahkan tahta pada mereka.. mencari kesalahan kita untuk turun tahta...! aku benci jadi Ratu di kota kita suamiku, aku ingin kita hidup seperti orang-orang yang ada di kota ini... "
Lexy mengangguk membenarkan tapi ia menatap sosok Kaira yang tengah menyapa tamu undangan.
"dia benar-benar mirip denganmu istriku...! " gumam Lexy berkaca-kaca
"apa kamu tidak melihatnya dengan jelas..? dia juga mirip denganmu suamiku... hidungnya sepertimu". jawab Arabela dengan senyum hangatnya.
"benarkah...? kapan kita bisa memberitau nya...? " tanya Lexy tak sabar
"biarkan suaminya yang mengatakan yang sebenarnya.
suaminya sangat mencintainya suamiku, padahal yang aku kenal tuan muda Melviano sangat dingin dan kejam..! tapi dia sangat hangat pada putri kita...! "
"dia Raja Mafia istriku... jika kami bermusuhan pasti dia akan tunduk dibawahku tapi tidak disangka dia menjadi bagian dari kita...! " kata Lexy
"kamu sempat berpikir mau bermusuhan dengannya...?? " tanya Arabela tak percaya
"kan kamu sendiri ya bilang.. jika mereka tidak mengusik kita jangan di lawan.. baik aku ataupun tuan muda Melviano itu tidak pernah bersinggungan istriku..! jadi kapan kami bermusuhan..? "
Arabela membenarkan apa yang Lexy katakan, Arabela dan Lexy sibuk dengan pembicaraan mereka.
__ADS_1
sedangkan Kaira dan Pasha sudah ada di panggung pengantin..
"Kamu senang sayang...? " tanya Pasha melihat raut wajah Kaira berbinar melihat banyaknya tamu undangan
Kaira menoleh ke Pasha dan mengangguk dengan cengiran cantiknya, Pasha yang gemas mengecup kening Kaira.
"aku ingin merayakan pernikahanku seperti ini saat masih berusia 10 tahun.. tidak disangka semua akan terwujud... " ujar Kaira
Pasha mengulum senyumnya dan membantu istrinya duduk.
"sebentar lagi acara akan di mulai jadi perutmu harus diisi ya sayang..? " pinta Pasha mengusap pipi Kaira
Kaira mengangguk pelan, Pasha pun turun dari panggung pengantin mencari makanan untuk sang istri.
"kakak..!! ini makan siang kalian..! " Rani menyerahkan 1 nampan berisi sayuran dan nasi merah, ada buah yang sudah di potong-potong.
"makasih dek...! " ucap Pasha mengusap kepala Rani
"isshh.. kakak..!! rambut aku udah ditata bagus nih." gerutu Rani membenahi rambutnya yang diacak-acak kecil oleh Pasha
Pasha hanya terkekeh,
"mana sikembar Melviano..? "
"tuh....! dan tuh....! " tunjuk Rani ke Dylan bersama Mely dan Nova bersama Matt..
Rani mengerutkan keningnya melihat wajah serius kakaknya.
"baiklah kak! Rani akan jaga sikembar dari jauh.. "
Pasha lalu pun pergi dari Rani,
"apa terjadi sesuatu ya sama mereka tadi..? nggak.. nggak.. buktinya mereka baik-baik aja aku harus memperhatikan sikembar...! " Rani pun mencari Ella
Rani dan Ella menjelaskan pada Matt dan Mely untuk berhati-hati saat ada orang yang memberi makanan atau minuman pada sikembar.
"ada apa Pasha...? ". tanya Kaira kebingungan melihat Rani yang terlihat serius langsung mencari Ella dan bertemu Matt, Mely.
"aku hanya memintanya untuk menjaga sikembar sayang..! apalagi mengingat kejadian tadi.. " jawab Pasha
Kaira pun mengangguk setuju..
"siapa ya yang mencari masalah dengan kita, ku harap kamu segera menemukan dalangnya Pasha ".
"iya sayang...! aku akan cari siapa pelakunya. " jawab Pasha sambil menyuapi Kaira
__ADS_1
Kaira yang diperlakukan sangat manis oleh pasha pun jadi pusat perhatian, sesekali Kaira tertawa menyuapi Pasha buah... Pasha bukannya marah malah tersenyum lebar tapi tangannya tetap menyuapi sang istri makan.
"ayo dimakan buahnya...! " pinta Pasha
Kaira membuka mulutnya,, Pasha menyuapinya melihat Kaira yang sangat lahap makan membuatnya senang, Pasha mengusap sayang kepala Kaira..
"sebentar lagi acara akan di mulai...! " seru Pasha
Kaira mengangguk.
5 menit kemudian Ella dan Rani jadi MC di panggung yang berbeda dari panggung pengantin, semua acara ada di tangan mereka, bukannya tidak mampu menyewa orang lain tapi Rani dan Ella ingin melakukan sesuatu untuk kakak bagi Rani dan saudara bagi Ella.
"ayo silahkan pengantin kita malam ini untuk menyampaikan beberapa kata pada kita semua malam ini...! ". pinta Rani di iringi tepuk tangan semua orang..
"yah.. ayo-ayo kita mulai dari pengantin pria nya ya...? silahkan tuan muda! " sambung Ella
Pasha menerima 2 Mic warna putih, Pasha memberikan satu pada Kaira yang terlihat gugup.
"Assalamualaikum ...? " ucap Pasha
semua orang membeku ditempat, lalu menjawab salam Pasha beberapa detik kemudian, mana ada yang bakal menyangka seorang Pasha mengucapkan salam.
"saya ingin berterimakasih pada kalian yang telah hadir di acara kami saat ini.. saya ingin memberi kalian berita kebahagiaan kami terutama saya sendiri...! istri saya tengah mengandung...! "
semua tamu undangan makin terbelalak, para wanita lemas seketika, bisa mengandung anak Pasha adalah impian semua wanita.. tapi tidak ada yang bisa.
"kalian semua penasaran bukan? kenapa istri saya bisa mengandung anak saya padahal belum ada wanita yang bisa mengandung anak saya.. !"
"my Son Dylan...! Nova sayang ayo naik kemari..! " pinta Pasha
Dylan dan Nova berjalan dengan cara masing-masing,
biasanya Nova akan berlari ke arah daddynya.. tapi kali ini banyak orang yang menonton nya jadi Nova harus jaga image nya.
"kenalkan diri kalian sayang...! " pinta Pasha
"halo...! kenalkan nama saya Dylan Mahardika Melviano...! " sapa Dylan
"hai semua...! kenalkan nama saya DianNova Dharmadhatu Melviano...! " sapa Nova juga dengan senyum tipisnya.
"mereka adalah anak-anakku bersama istriku saat ini, kalau ada yang penasaran akan sesuatu bertanyalah". kata Pasha
siapa yang tidak akan percaya berita itu melihat Dylan dan Nova aja mereka langsung tau kalau kedua anak-anak itu adalah darah daging Pasha, 100 % mirip hanya versi imut dan tembem nya aja yang membedakan.
"boleh kami tau siapa nyonya muda tuan...? bagaimana bisa nyonya mengandung benih berharga tuan muda.?". tanya salah satu wartawan dengan sopan
__ADS_1
.
.