
kini Kaira persis seperti seorang fotografer handal, ia memotret suaminya yang memakai piyama tidur pilihannya.
Pasha bergidik ngeri dengan pakaiannya kini, ia tak habis fikir kenapa Kaira harus ngidam hal yang benar-benar diluar ekspetasinya.
tapi Pasha juga tidak bisa menolak? kalau ia menolak Kaira akan mencari pria lain bisa gila sendiri dirinya itu sebabnya pasha menurunkan egonya.
"lihatlah anakku..? kalian sudah berani melawan daddy ya..? kenapa kalian harus pilih warna pink? kenapa nggak warna hitam atau putih..? " dumel Pasha dalam hati
"senyum dikit dong suamiku...! " Kaira mencubit pipi Pasha berusaha membuatnya tersenyum.
tapi usaha Kaira selalu gagal..
"kamu mau apa..? " tanya Kaira dengan datar
"buang piyama ini..! " jawab Pasha
"oh... gitu ya..? " datar Kaira
Pasha mengangguk-ngangguk semangat.
"cepat buka..! aku nyari Bastian aja.. !" perintah Kaira
Pasha membulatkan matanya, "apa katamu sayang..? "
"aku mau nyari BASTIAN aja...! dia suka warna pink juga sama sepertiku, haiissh.. kenapa aku punya suami yang nggak sehati denganku..? ". jawab Kaira dengan penuh penekanan lalu mendumel pelan
Pasha memegang tangan Kaira, "apa kamu serius sayang.? "
"tentu saja..! aku mau mencari pria yang sehati denganku, sama-sama suka warna pink". kesal Kaira menepis tangan Pasha
entah kenapa ia sangat sensitif saat ini hingga berani melawan Pasha padahal sebelumnya memang suka melawan suaminya itu.
"cepat buka...! biar aku cari yang lain aja.. " kesal Kaira
"aku nggak akan biarkan kamu keluar sayang..!" seru Pasha dengan serius
Kaira menatap tajam suaminya, "ada Chiko kan? aku suruh dia aja..! "
Pasha melebarkan matanya..
"aku yakin Chiko mau menuruti kemauanku.. aku bisa berdua dengannya kan? kalau dia suka pink sama sepertiku aku akan bersama nya aja sampai aku lahiran..! ". ancam Kaira dengan gamblangnya..
"sayang..? tapi aku sudah memakai piyama ini kan..? kenapa cari pria lain..? " cecar Pasha seperti anak kecil memegang tangan Kaira
ia tak rela Kaira bersama pria lain.
"aku mau hidup dengan pria yang sehati denganku.. aku suka warna pink suamiku harus suka warna pink.. !" kekeuh Kaira dengan pelototan tajamnya.
"masa kamu meninggalkan aku karna aku nggak suka warna pink sih sayang..? kan nggak lucu seorang Pasha Melviano ditinggalkan istrinya karna nggak suka warna norak itu...! "
"apa kamu bilang? norak..? " pekik Kaira tak percaya
Pasha jadi gelagapan sendiri..
"warna itu sangat dominan perempuan sayang laki-laki macho sepertiku nggak suka warna itu..! "
"kalau begitu aku cari laki-laki yang nggak macho aja...! " Kaira berjalan cepat meninggalkan Pasha
"sayang..? " Pasha berlari mengejar istrinya yang merajuk.
__ADS_1
"sayang..? kamu mau kemana..? " tanya Pasha masih berlari mengejar istrinya.
Kaira mengabaikannya dan terus saja berjalan sampai masuk dalam Lift, Pasha dibuat panik sendiri hingga lupa dengan pakaian yang ia pakai kini, Pasha nekat masuk ke dalam lift membujuk istrinya yang tak mau bicara.
"sayang..? kamu mau kemana..? " tanya Pasha berusaha membujuk istrinya
"kenapa kamu menyusulku hah..? aku mau nyari pria yang nggak macho". Kaira menepis kesal tangan Pasha
tiba di lantai dasar Pasha mengejar Kaira yang masih ngambek
"aahhahahahahaha....! " tawa menggelegar semua di ruang tamu melihat Pasha tengah memakai piyama tidur warna pink.
Pasha tak bisa kabur, ia tidak mau Kaira benar-benar mencari pria lain.
"Kak Pasha..? ahahahaha....!! " Rani tertawa terjungkal-jungkal melihat kakaknya memakai piyama warna pink
Ella tak kuasa menahan tawanya, ia pernah jadi OG di perusahaan Pasha jadi tau Pasha benci warna pink karna gosip setiap gosip karyawan di toilet.
Para pelayan menutup mulut mereka rapat-rapat karna syok melihat tuan muda mereka memakai pakaian warna merah muda.
Nova mengerjab-ngerjabkan matanya di pangkuan Mely yang tertawa sampai air matanya menetes, Matt lah yang tawanya paling kuat diantara mereka, ia tau bagaimana putranya itu benci warna merah muda.
"daddy kan bayi besarnya mommy..! " senyum lebar Dylan yang artinya dia juga menertawai daddynya.
"kenapa menertawai daddy granma..? kan warna itu cantik..! " tanya Nova keheranan
"daddymu nggak suka warna pink sayang..! " jawab Mely menoel-noel hidung mungil Nova
"kalau daddy nggak suka kenapa dipakai Granma..? " tanya sipolos Nova penasaran
Nova terus saja bertanya pada Mely yang tentu menjawabnya dengan gemas.
"kenapa turun hah..? sana masuk kandang lagi bukannya kamu nggak mau pakai baju warna pink?
biar aku cari yang lain aja.. ! aku nggak butuh pria macho aku hanya butuh suami yang sayang sama aku menuruti kemauanku".
Kaira terus saja menghujani Pasha dengan kata-kata yang menyebalkan bagi Pasha.
"aku sangat tampan sayang.. aku mencintaimu ! aku sayang banget sama kamu sayang". bujuk Pasha
"aku cari chiko aja..! " Kaira berbalik memanggil Chiko
"iya nyonya muda..! " sahut Chiko tiba-tiba muncul dari pintu mansion
Chiko berlari ke arah Kaira, "ada yang bisa saya bantu nyonya muda. !"
"apa kamu suka warna pink Chiko..? " tanya Kaira
"i.. iya nyonya ada ap....?" jawab Chiko memberanikan diri menatap Kaira namun mendapat tatapan nyalang dari Pasha membuatnya bungkam tak berani meneruskan kata-katanya.
"tuh kan.. chiko aja yang lebih ganteng darimu suka warna pink..! " ejek Kaira
Pasha menjatuhkan rahangnya.
"aku jauh lebih tampan darinya sayang..! "
"menurutku pria manapun yang suka warna pink sangat tampan bagiku". jawab Kaira dengan enteng
Pasha menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi.
__ADS_1
Chiko yang tak tau apa-apa hanya bengong dengan wajah bodohnya, ia menatap semua orang tengah tertawa tapi ia belum menyadari Pasha memakai piyama warna pink.
"kalau gitu pakai piyama warna pink denganku mau Chiko..? " tanya Kaira dengan semangat
Chiko langsung down melihat tatapan menakutkan Pasha.
"ti.. tidak Nyonya.! saya tidak suka warna pink..! " tolak Chiko tergagap
"loh.. tadi katanya suka warna pink. ?" tanya Kaira balik
"tadi saya terlalu takut nyonya..! " cicit chiko dengan senatural mungkin
Pasha yang tak tahan langsung menggendong Kaira,
"turunkan aku pria macho.. aku nggak butuh pria Macho sepertimu. aku hanya butuh suamiku, turunkan aku....! " pekik Kaira
Rani dan Ella tak bisa juga menghentikan tawa mereka.
"Ya tuhan..! terimakasih sudah memberi anakku kebahagiaan dengan memberi Kaira dan malaikat-malaikat kecil nya untuk Pasha serta pada kami juga". Mely berkata dengan sayangnya mengelus kepala Nova..
"gila... Kak Pasha bucin parah sama kakak ipar ahahahah...! " tawa Rani yang masih tak terbendung.
.
.
Pasha meletakkan Kaira di ranjang kamarnya.
"kenapa..? mau melarangku cari pria yang nggak macho hah..? " tanya Kaira dengan pelototan tajamnya
"kenapa kamu jadi begini sayang...? " tanya pasha dengan sabar menangkup pipi Kaira
"kamu yang buat aku begini Pasha..! " tutur Kaira mengingatkan
Pasha memeluk istrinya dengan mesra.
"maafkan aku yang menyinggungmu sayang, aku janji akan memakai piyama ini untukmu.. jangan cari pria lain ya..? "
"serius...? " tanya Kaira dengan mata berbinar
Pasha mengangguk, "serius..! "
"nah gitu dong.. kan aku makin sayang". senyum manis Kaira memeluk Pasha dengan erat.
Pasha membalas pelukan istrinya sambil menarik nafas dalam-dalam, ia tak mungkin rela Kaira mencari pria lain lagian hanya didepan Kaira aja Pasha memakai piyama pink ini diluar kan tidak ada yang tau.
.
.
.
Nae (Author) Pov :
asli hanya karangan semata... haha ..jadi jangan terlalu di contoh ya.. terkadang sepasang suami-istri itu yang suka berantem itu umur pernikahan mereka sangat lama dari pada sepasang suami istri yang adem-adem aja tau-tau udah selingkuh aja... haha.. Nae suka mereka yang bertengkar dari pada ada masalah pelakor.. wkwk..
.
.
__ADS_1