
Pasha kembali ke Mansion nya membayangkan wajah Kaira.
"aaakkkkh....!! " Pasha memukul setir mobilnya saat berhenti dilampu merah
"Kaira..?? hatiku sakit sekali melihat wanita tadi yang mengingatkanku pada Kaira saat mengandung Nova dan Dylan..! "
Pasha tidak bisa apa-apa, ia juga tidak bisa mengulang waktu kan? bagaimana seorang Pasha mengurus Istrinya yang tengah mengandung anaknya.
"aku ingin kamu hamil Kaira..! aku ingin mengulangnya kembali " lirih Pasha menatap potret Kaira dan kedua anak kembarnya di gantungan mobil Pasha..
Pasha mengusap foto itu dan tersenyum getir
"Kaira...!! kamu benar-benar bisa menguasai seluruh hatiku..! hanya kamu satu-satunya wanita yang bisa membuat hatiku begitu sakit tapi bukan karna penghiatan, aku baru tau ada yang lebih menyakitkan dari penghianatan.. !!"
"Jika penghianat pasti aku bisa lampiaskan dengan cara membunuh tapi kalau memberi rasa sakit seperti ini bagaimana caraku mengatasinya..? bahkan Kamu tidak pernah mencoba balas dendam padaku, dia hanya menolak layaknya perempuan yang tidak suka padaku bukan karna benci.!"
Pasha frustasi sendiri dengan situasi menyedihkannya kini
Pasha tiba di Mansionnya berlari membawa belanjaan jajanan untuk Kaira dan anak-anaknya..
"Kaira..? " gumam Pasha dengan berkaca-kaca
"Pasha..? " tebak Kaira menoleh ke Pasha
senyum Kaira melebar sempurna melihat belanjaan Pasha..
"Daddy.. ? Nova mau..! ". Nova berlari ke Daddynya dan mengambil 1 kantong jajanan yang sangat ia sukai
Dylan mengambil satu saja lalu membukanya dan memakannya sambil jalan ke meja makan lagi dimana Mely dan Matt tertawa lepas melihat hal itu
jika anak-anak lain pasti suka barang mewah yang dibelikan oleh orangtuanya tapi Sikembar dan Kaira malah gila makanan
Pasha meletakkan semua belanjaan yang dia beli di meja makan,
"Kakak Pelayan bawakan makanan ini semua di kamar Nova Ya..? " pinta Nova dengan sopan
"baik nona kecil..! " jawab pelayan yang merasa di tatap Nova
"tunggu kakak pelayan..! " selah Dylan
Dylan memilah-milah jajanan yang ia mau
"kakak..! nanti kan kalau mau bisa kekamar Nova lemari kulkas Nova lebih besar dari punya kakak.. " gerutu Nova
"eeh.. iya juga..! lanjutkan kakak pelayan..! " cengir Dylan menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"baik tuan kecil..! " jawab pelayan itu begitu sopan sambil menahan senyumnya
semua Pelayan di mansion ini diperlakukan dengan hormat oleh Sikembar hingga mereka semua begitu senang melayani Dylan dan Nova, terutama Nova yang sangat ramah dan Ceria..
Pasha melihat Kaira seorang dengan tatapan sendunya, Kaira yang merasa di tatap oleh Pasha beralih ke pria yang sudah sah menjadi suaminya
"kenapa..? " tanya Kaira menangkup pipinya sendiri..
Pasha tidak menjawab hanya menatap Kaira sampai puas..
__ADS_1
Nyonya besar dan Tuan besar Melviano melihat tatapan Pasha seperti itu langsung faham..
"ayo kita ke kamar Sayang..! " ajak Mely membawa kedua cucu-cucu hebatnya
Dylan dan Nova dengan patuh mengekori Mely dan Matt..
"kapan Rani dan Ella pulang..? " tanya Kaira menatap Pasha
pasha mendekatkan wajahnya ke Kaira hendak mencium bibir istrinya tapi Kaira mengelak hingga Pasha mencium pipinya.
"Pasha kamu kenapa..? jangan disini.. "
Pasha meradu keningnya dengan kening Kaira
"aku ingin waktu di ulang kembali sayang, aku mau ada disisimu saat mengandung Nova dan Dylan.. " ujar Pasha dengan suara sexynya..
Kaira menaikkan sebelah alisnya.
"kenapa kamu mau waktu diulang? semua sudah berlalu kenapa kamu masih berkubang dimasa lalu. ? aku bahkan tidak mengingatnya lagi".
Pasha menangkup pipi Kaira, kaira melototkan matanya ia melihat kiri kanan masih ada pelayan yang menundukkan wajah mereka melihatnya bersama Pasha.
"Pasha Kau..? hmmm...!! " Kaira membulatkan matanya saat bibirnya terasa hangat dengan ciuman lembut dari bibir Pasha
"ya Tuhan cobaan apalagi ini..? kenapa Pasha bisa begini..? apa dia benar-benar Pasha yang aku kenal yang sangat dingin dan tak berperasaan..? " batin Kaira dengan matanya mengerjab beberapa kali
Para pelayan berbalik memunggungi Pasha dan Kaira yang tengah berciuman, bukan Kaira yang memerah tapi semua Pelayan mansion yang merona karna baru pertama kalinya mereka melihat tuan muda mereka menunjukkan kemesraannya dengan sang istri..
saat bersama Almarhumah Nabila mereka tidak pernah melihat hal seperti ini,
Kaira benar-benar tak habis fikir dengan kata-kata Pasha yang suka-suka saja tanpa dipikirkan terlebih dahulu..
"ap.. apa katamu..?"
"aku mau kamu hamil lagi..! " ulang Pasha dengan nada cukup kuat
"aku nggak. mau...!" tolak Kaira dengan horrornya lalu berbalik hendak kembali kekamarnya tapi bunyi perut Pasha menghentikan laju kakinya
Kaira berbalik ke Pasha dan melihat Pasha tengah mengusap perut sixpack nya..
"kamu belum makan..? " tanya Kaira
Pasha mengangguk pelan, Kaira menghela nafas berat..
"aku akan menyiapkanmu makan malam..! " pasrah Kaira
tadi mereka baru selesai makan bersama, Pasha pulang terlambat ..
"ikut aku sayang...! " pinta Pasha menahan tangan Kaira
Kaira mengerutkan keningnya lalu Pasha membawa Kaira keluar dari Mansion..
"Pasha..! kenapa kau suka sekali membawaku keluar dari mansion dengan seperti ini..? apa kamu tidak bisa bilang dulu kalau mau ngajak aku keluar..? setidaknya biarkan aku kembali kekamar sekedar mengganti sendal dan memakai cadar.. !". omel Kaira sepanjang jalan kenanga
Pasha tersenyum melihat ke Kaira yang mengomel
__ADS_1
"aapa..? " bentak Kaira dengan mata melotot begitu lucu di lihat Pasha
Pasha melupakan rasa sakit hatinya tadi karna kelakuan istri nya itu..
malam-malam mereka keluar mencari makanan,
"kamu beli KFC Pasha..? " tanya Kaira melihat situasi
"iya sayang..! belanja disini lebih praktis kita tidak perlu keluar dari mobil..! " jawab Pasha mengelus kepala Kaira
Kaira mengangguk mengerti,
"aku mau itu..! " tunjuk Kaira dengan polos bak anak kecil minta sesuatu pada Ayahnya.
Pasha melihat arah tunjuk Kaira dan tersenyum begitu tampannya, ia memesan Roti bakar yang melumerkan selera Kaira..
dengan ligat mereka mengerjakan apa yang Pasha minta, sebenarnya mereka gugup melayani Pasha terlebih lagi ada wanita cantik di mobil Pasha, tapi demi pekerjaan mereka harus profesional kan? biar nggak di pecat
.
.
"kita kemana Pasha..? " tanya Kaira melihat arah jalan ke mansion Pasha berbeda..
"aku akan membawamu kesuatu tempat sayang..!" jawab Pasha mengusap Kepala Kaira lalu tangan nya menggenggam tangan Kaira dengan mesra..
"aku mau makan roti bakar lagi, lepaskan tanganku... " perintah Kaira
Pasha mengecupnya terlebih dahulu lalu melepaskannya..
Kaira melirik kesal Pasha yang melakukan apapun seenak jidatnya.
Kaira hendak mengambil roti bakarnya lalu memekik di tempat melihat sosok yang memakai pakaian putih penuh dengan darah.
(pocong)
"aaakhh.. Pasha... aku takuttt...!! " jerit Kaira
Pasha menatap dingin sosok itu,
Pasha menyorot lampu jauh hingga mata manusia yang berpura-pura jadi hantu itu memicing karna silau
Pasha membuka kaca mobilnya melemparkan sebuah mariam ke arah sosok itu,,
"aaakkkh... Bom.. bom...!! " jerit hantu yang menyamar itu..
Pasha tidak mudah dibodohi kecuali hantunya transparan barulah ia takut.
"hah..? kok hantu takut sama bom..? kan udah mati..?? " gumam Kaira kebingungan melihat kebelakang
"hanya manusia bodoh..! " jawab Pasha
"ya ampun.. untung aja aku tidak ada penyakit jantung kalau kumat gimana..? dasar Edan... " gerutu Kaira
.
__ADS_1
.