
"Kaira...?? " panggil Nyonya Mely begitu sedih..
Kaira berhenti dari jalan cepatnya lalu membalik tubuhnya kebelakang melihat Mely yang berkaca-kaca..
"maafkan saya nyonya, saya sudah menikah dan saya juga sangat mencintai suami saya... hanya karna anak-anak saya mirip dengan anak anda jangan mengira mereka adalah cucu anda..! ". ucap Kaira menggenggam erat tangan kedua malaikat kecilnya..
sebenarnya Kaira tidak tega melihat nyonya Mely yang terlihat kurus dan menyedihkan, tapi Kaira juga tidak mau bersangkutan dengan keluarga itu..
"Kaira? siapapun ayah dari anak-anakmu itu, mereka tetap cucu-cucuku... izinkan supir kepercayaanku mengantarkan kalian pulang...! ". kata Matt dengan serius dan begitu khawatir..
"tidak perlu tuan besar... kami bisa cari taksi nanti". tolak Kaira
beberapa bawahan Pasha menghadang jalan Kaira,
"Nyonya izinkan kami mengantar anda..! ". pinta salah satu dari mereka.
Dylan dan Nova hanya saling pandang, mereka hendak menghajar bawahan Pasha tapi Kaira menahan anak-anaknya..
"tidak perlu, jangan panggil Aku nyonya.. aku hanya mantan pelayan di mansion ini ". kata dingin Kaira lalu berlalu membawa kedua anak kembarnya dan Ella..
Rani memegang sehelai rambut Dylan dan Nova, tadi ia tak sengaja melihat rambut Nova yang rontok, rani juga menggunting kuku Dylan dan yang sedikit memanjang.. beruntung kedua bocah kembar itu percaya pada Rani,,
"kamu dapat apa yang kita butuhkan sayang..? ". tanya Mely mendekati Rani dengan penuh harap..
Rani mengangguk pelan dan menunjukkan semuanya..
"ayo langsung kita bawa ke rumah sakit untuk tes DNA ". ajak Matt
"sebentar lagi Pah..! ". pinta Pasha tiba-tiba menyambar
"kenapa kakak melepaskan kak kaira begitu saja.?". tanya Rani dengan kesal.
"menurutmu kakak harus bagaimana? dia bahkan bersikeras mengatakan kalau dirinya telah menikah dan menolak kakak.. apalagi dia memanggil kakak monster.. entah bagaimana caranya mengatasi perempuan itu,, dia sangat percaya pada temannya yang mengaku dirinya padahal kakak udah jelaskan temannya itu berambisi memiliki kakak! "
keluarga Melviano berdebat masalah yang terjadi, sementara Kaira membawa kedua anak kembarnya,
"kamu diapain sama tuan pasha kaira..? ". tanya Ella penasaran.
"dia hanya menjelaskan kenapa dia membunuh Nayna.. ". jawab Kaira dengan datar.
"mommy yakin pria itu tidak melukai mommy..? ". tanya Nova serius..
"iya sayang..!". jawab Kaira meyakinkan
"kenapa mommy nggak tendang aja aset berharganya? ". kompor Dylan dengan kesal..
Kaira tersenyum yang artinya kata-kata itu cukup menghiburnya..
"apa masih ada taksi jam segini..? ". gumam Ella
"aku tidak masalah berjalan sekalipun ke pangkalan ojek...!". jawab Kaira dengan serius..
Ella menghela nafas panjang..
"kenapa kamu malah menolak tawaran mereka untuk mengantarkan kita? setidaknya sampai hotel itu karna mobil kita disana kan..? "
"nggak apa Aunty kami kuat berjalan kok! ". seru Dylan dengan bangga
__ADS_1
"kita tidak boleh memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan hati kita? ". sahut Nova begitu serius..
saat di pintu gerbang para satpam terbelalak melihat wajah kedua bocah kembar itu mirip dengan tuan muda mereka..
"cepat buka! ". perintah Dylan dengan tatapan tajamnya..
"kenapa malah bengong ? ayo buka! ". sambung Nova
mereka mengangguk patuh lalu membuka gerbang dan para satpam menunduk menghormati mereka semua..
tak lama mobil Pasha keluar dari mansion dan tiba disamping Ella, Kaira dan kedua anak kembarnya..
"masuklah.. aku akan antar kalian ke hotel". Ajak pasha.
Kaira mengabaikannya seolah tak melihat Pasha, Pasha hanya pasrah dan tetap mengikuti mereka yang keras kepala itu sampai tiba di pangkalan ojek.
Pasha juga tetap mengikuti Kaira yang naik ojek, beserta Anak kembar dan Ella.
3 ojek ber iringan di jalan menuju alamat yang dimau Kaira...
"terimakasih pak...! ". ucap Kaira setelah melakukan pembayaran, dan yang lainnya juga mengucapkan hal yang sama..
"kenapa wanita itu sangat Keras kepala? ". gumam Pasha menggeleng kepalanya sendiri,,
Kaira tidak mau menerima pertolongan Pasha dan lebih memilih jalan dari pada menaiki mobil pasha,
di Hotel,, pintu gerbang terbuka lebar sebab pesta belum juga usai..
"kita beli makanan ya sayang? kalian pasti lapar! ". Kaira mengelus kepala kedua anak nya.
"aku yang nyetir Kaira! ". selah Ella
"dia masih mengikuti kita mommy! ". decak kesal Nova
"biarkan saja sayang.. dia nggak akan bisa apa-apa karna mommy sudah menikah...! ". acuh Kaira
"iya...! Dylan bahkan nggak berselera makan di rumah itu..! ". sungut Dylan..
.
.
Pasha tetap mengikuti mobil Kaira sampai tiba di sebuah rumah makan,
"apa mereka nggak makan tadi? ". gumam Pasha
"dasar keras kepala!! ". kesal Pasha akan sikap keluarga kecil itu yang membentengi diri dari nya..
Pasha tak menyerah, ia terus mengikuti mobil Kaira hingga sampai di tempat tujuan dengan selamat..
Pasha melihat rumah itu cukup layak untuk keluarga kecil itu,,
"entah bagaimana caraku untuk membuatmu mengerti Kaira.. ? wanita yang kamu anggap teman itu tidak baik, dia hanya memperalatmu saja demi mendapatkan apa yang dia mau "
ke esokan harinya hasil tes DNA membuat Mansion mewah heboh..
Mely menangis haru di sofa ruang tamu,, Matt menatap selembar kertas hasil tes DNA itu dengan mata berkaca-kaca
__ADS_1
"tanpa tes DNA pun Rani udah tau kalau kedua anak-anak Kak Kaira itu memang darah daging Kak Pasha ma. ? lihat saja wajah mereka.. ". gerutu Rani
"mama sangat senang sayang, akhirnya wanita istimewa itu kita temukan, Kaira bisa mengandung benih Pasha malah mendapatkan 2 cucu kembar sekaligus.. "
"tuan besar.. nyonya, nona .. !". salam Panji menyapa keluarga atasannya itu..
"kamu sudah menemukan sekolah mereka? ". tanya Matt
"sudah tuan besar,, tidak jauh dari tempat tinggal Nyonya muda ". jawab Panji
"ayo kita kesana pah..! ". ajak Mely semangat.
"mana bingkisan yang mama akan kasih buat kak Kaira? ". tanya Rani penasaran.
Mely menepuk jidatnya yang kelupaan. "mama terlalu senang jadi lupa bingkisan itu! "
Rani hanya menggeleng kepalanya,
.
.
Seperti biasa Kaira menjemput buah hatinya pulang sekolah dan terkejut melihat mobil logo bintang laut di platnya.
"apa mereka mau menculik anak-anakku? ". geram Kaira
Mely dan Matt saling berpegangan tangan mencari kedua sosok cucunya,,
"apa yang mereka lakukan disini? ". gumam Kaira dengan wajah datarnya..
anak-anak yang melihat Mely dan Matt tentu mengenal orang hebat itu, keluarga Melviano sering muncul di TV..
"mommy...! ". panggil Dylan dan Nova malah tak melihat Matt dan Mely.
Kaira berjongkok dengan senyum manisnya dibalik cadar saat dapat pelukan dari kedua malaikat kecilnya..
"Kaira..? ". Mely berjalan ke arah Kaira.
Dylan dan Nova kompak melepaskan pelukan mereka lalu mendongak dan mereka baru menyadari ada Mely dan Matt disini.
Kaira menghela nafas berat lalu berdiri tegak..
"kenapa nyonya besar dan tuan besar datang ke sekolah anak-anak saya? "
"kami ingin bertemu dengan mereka..! ". jawab Mely sambil membawa bingkisan untuk Kaira, dibalas anggukan oleh Matt.
Matt bisa melihat bola mata Dylan dan Nova yang berwarna biru laut, walaupun tatapan kedua cucunya tajam seperti sebilah pedang tapi dirinya senang akhirnya punya cucu..
"ayo mommy kita pulang...! ". ajak Nova mengelus perutnya yang keroncongan
"hm...? anak mommy lapar ya? ". gemas Kaira menoel-noel pipi Nova yang tertutup cadar..
mata biru Nova menyipit yang artinya dirinya sedang tersenyum manja di balik cadarnya..
"boleh kami juga ikutan Kaira? ". tanya Mely hati-hati
.
__ADS_1
.
.