
ditempat lain Eli menggeram emosi saat orang-orang suruhannya tak ada satupun yang kembali dalam keadaan hidup.
"gara-gara anda tuan membiarkan orang-orang terbaik kita membunuh seorang Pasha Melviano karna wanita ini..! lihatlah mereka semua sudah mati.. !" geram salah satu anggota pembunuh bayaran
ia merupakan teman dekat pembunuh bayaran yang diutus untuk membunuh Pasha.
dan Boss mereka memijit kepalanya sendiri..
"aku hanya meminta mereka membunuh dengan cara yang curang..! lalu kenapa mereka malah mengantarkan nyawa...? "
yang mendengarnya makin emosi,
"kalau begitu kami keluar dari anggota memuakkan ini...! "
"kenapa kalian malah keluar hah...?? " tanya si boss tak terima
"anda melanggar janji anda yang pernah kita ucapkan dulu tuan, anda tidak akan mau berurusan dengan tuan muda Melviano..! kita tau dia bukan lawan kita.. tapi anda melanggarnya karna wanita murahan itu...!! "
Eli yang mendengarnya mengepalkan tangannya, bersusah payah ia mendapatkan boss ketua pembunuh bayaran ini kini malah di hina terang-terangan oleh bawahan boss itu..
"aku minta maaf...! aku mencintainya... ". ucap Boss pembunuh bayaran bernama Dicky.
"anda dibutakan oleh wanita itu sekarang anda harus pilih wanita itu atau kami..? "
Dicky dilema memilih satu diantara mereka..
"wanita itu hanya orang yang iri akan kebahagiaan nyonya besar Melviano belum lagi perusahaan mereka bangkrut karna ulah dia sendiri hingga tuan muda Pasha memberi syarat wanita ini harus minta maaf pada nyonya muda tapi dia bersikeras tidak mau hingga dia diusir oleh keluarganya sendiri..! " tutur pria 1
"seharusnya anda tau diri wanita syirik. . anda ditampung oleh boss kami adalah hal yang patut anda syukuri tapi bukannya bertobat anda malah membuat kami sebagai tempat anda untuk balas dendam...! " sindir pria 2
"jika anda tidak tegas tuan.. kami akan pergi...! " ancam pria 3
Dicky tak punya pilihan lain selain mengusir Eli, dia sudah kehilangan 10 rekan terbaiknya dan tidak mau kehilangan yang lainnya.. mereka hidup dari kecil tapi Eli baru bertemu, bisa jadi Eli menghianatinya kan? kalau anak buahnya tidak akan mungkin menghianatinya.
"kau mengusirku Dicky..? "
"aku sudah kehilangan 10 rekan terbaikku dan tidak mau kehilangan mereka...! ". jelas Dicky membalikkan wajahnya tak mau melihat Eli yang ada dia bakalan iba..
"kau seharusnya memilihku dari pada mereka...! " teriak Eli tak terima
2 bawahan Dicky menarik Eli keluar dari markas mereka, Eli menangis menjerit memanggil Dicky pun diabaikan.. awalnya sempat iba tapi mendengar peringatan rekannya yang terlihat marah pun tak bisa apa-apa.
Dicky sudah membuat kesalahan mengutus rekan terbaiknya membunuh Pasha hingga teman-temannya marah besar.
"jika wanita itu baik.. dia akan fokus melayani anda tuan bukannya memanfaatkan anda untuk membalaskan dendamnya.. itu sudah cukup menunjukkan wanita itu tidak mencintai anda".
"jangan terpengaruh dengan tangisan wanita itu tuan anda mengingkari sumpah kita untuk tidak melawan Raja The Xylver..! supaya kita tidak dibantai habis anda harus datang menemui tuan muda Pasha..! "
__ADS_1
"hanya itu satu-satunya cara..? " tanya Dicky dengan lemas
"iya.. anda harus bersihkan nama kita.. hubungan kita lebih dari kata keluarga tuan, tapi anda membuat keluarga kita tiada..! wanita ular itu telah membuat anda jadi pria lemah..! kalau wanita itu tulus mencintai anda saya akan terima tapi wanita itu hanya memanfaatkan anda..! "
"aku akan temui tuan muda Melviano". tekat Dicky
"mereka sedang merayakan pesta pernikahan di Hotel MattGroup.. !"
.
Eli mengamuk di jalanan mengingat perlakuan semua orang padanya..
"sial.. sial.. sial...! kenapa semua orang membela wanita itu hah? dimana letak kesalahanku? aku hanya enggan minta maaf pada mereka tapi kenapa darah dagingku sendiri mengusirku hanya karna aku tidak mau minta maaf hah..? " teriak Eli dengan emosi.
bahkan suaminya pun menikah dengan wanita lain yang lebih cantik darinya, belum lagi wanita itu terlihat lebih mandiri punya usaha sendiri.. tapi bukan itu kebanggaan Eli tapi anak dan cucunya lah menjadi kebanggaannya..
Eli makin dendam dengan Pasha yang sudah membuatnya seperti sekarang.. hanya karna tidak mau meminta maaf pada Kaira membuatnya diusir oleh keluarganya sendiri.. kalau tetap mempertahankan Eli maka Pasha tidak akan mau membantu perusahaan anaknya yang telah berada di ujung jurang kebangkrutan.
"sialan...! kenapa aku sangat sial... !" teriak Eli saat tiba-tiba hujan mengguyur tubuhnya.
Eli terus memaki semua orang yang telah membuatnya seperti ini sambil mencari tempat berteduh.
Kaira dan Pasha tengah bahagia ditengah keramaian Pesta didalam pesta hotel MattGroup .
Pasha terus saja memperingati istrinya untuk tidak tersenyum tapi bukannya menurut istri nakalnya itu terus saja menebar senyuman indahnya hingga Pasha berasap ditelinga , hidung dan kepalanya karna cemburu.
apalagi rekan-rekan kerjanya tak berkedip menatap istrinya..
Kaira menoleh ke Pasha lalu tersenyum tak berdosa, "iya suamiku...! "
Pasha langsung meleleh mendengar suara mendayu Kaira, ia langsung menggeleng kepalanya,
"nggak.. nggak.. kamu nggak boleh terpengaruh dengan tingkah imutnya itu..! " gerutu Pasha dengan pelan
Kaira masih bisa mendengarnya dan tersenyum manis makin bersemangat merayu suaminya supaya tidak marah padanya.
"suamiku...? " goda Kaira bergelayut manja di lengan Pasha
Pasha yang tergoda pun langsung melebarkan senyuman tertampannya, ia menciumi wajah Kaira hingga semua orang yang melihatnya menertawai tingkah kedua pengantin itu .. wajah Kaira sudah merah padam malu dengan tingkah suaminya.
"kamu sangat pandai merayuku sayang...! " gemas Pasha didengar semua orang.
Kaira memukul dada bidang Pasha..
"sana buatkan makanan...! " pinta Kaira dengan wajah memerahnya.
Pasha mengerutkan keningnya.. "makan lagi...? "
__ADS_1
"aku sangat lapar mungkin karna bawaan anakmu, cepat beri kami makan". perintah Kaira
Pasha mengulum senyum tampannya, "mau makan apa..? "
"sup kepiting...! " rengut Kaira
Pasha tampak berpikir sejenak.. "beli diluar mau? "
Kaira mengangguk setuju.. Pasha pun segera memanggil trio the Xylver dengan aba-aba saja Panji, Mars dan Ramzi langsung datang ke Pasha.
"ada yang bisa saya bantu tuan..? " tanya Ramzi sopan
"belikan istriku sup kepiting yang enak menurut kalian..! belikan dengan cepat tanpa menunggu lama... " pinta Pasha
Ramzi dan rekan-rekannya mengangguk seperti tau tempat yang enak itu, mereka langsung pamit undur diri..
"berapa lama pesanan ku datang...? " tanya Kaira tak sabar.
"sabar ya sayang...! " bujuk Pasha mengusap perut datar kaira
Pasha tergelak keras mendengar perut Kaira yang berdemo, Kaira mengerucutkan bibirnya dengan kesal melihat Pasha yang menertawainya.
"lapar nih.. kenapa di ketawain..? " kesal Kaira menepis tangan Pasha dari perutnya.
Pasha tak habisnya tertawa, ia baru saja menyuapi istrinya makan 2 jam yang lalu sekarang sudah berdemo seperti tidak makan 10 jam lamanya.
"kemana makanan mu tadi sayang..? " kekeh Pasha tak habis fikir
Kaira mendengus sambil mengusap-ngusap perutnya, tak lama kemudian Ella datang membawa bronis ke Kaira..
"kamu memang sahabat terbaikku darling.. aku sangat kelaparan... " senang Kaira memeluk Ella
Pasha dengan cepat mengambil piring bawaan Ella, Ella tertawa cekikikan membalas pelukan Kaira.
"saat kamu hamil sikembar kan kamu juga tukang makan... tapi karna kita nggak banyak uang kamu berburu sendiri di hutan biar perutmu terisi...! "
Kaira mengangguk-ngangguk membenarkan, "makasih ya...? "
"sama-sama darling". gemas Ella mengusap pipi Kaira
walaupun Ella tau status Kaira tak membuatnya canggung bersama Kaira, karna sebelum tau identitas Kaira, Ella emang udah dekat dengan Kaira bahkan melebihi saudara kandung.
"terimakasih Ella..! " ucap Pasha dengan tulus
"sama-sama tuan.. tugas anda menyuapinya makan ok..? "
"Ok..!' jawab Pasha tersenyum tipis.
__ADS_1
.
.