
Kaira beralih ke Mely yang tampak kurus tak gemuk seperti 7 tahun yang lalu,, Kaira ingin menolaknya tapi ia teringat anak-anaknya yang pernah bertanya tentang kakek dan neneknya..
"tapi saya hanya masak menu sederhana Nyonya..! ". jawab Kaira supaya Mely tak kaget saat makan di rumahnya..
"tidak apa sayang.. Mama bisa makan apa aja". Mely menggeleng-geleng kepalanya tanda tak keberatan..
Kaira menoleh ke Matt yang tampak tersenyum melihatnya,
"Ayo sayang...!! ". ajak Kaira mengulurkan kedua tangannya ke buah hatinya..
Nova dan Dylan membalas uluran tangan mommy nya,
"cepat pah... kita masuk mobil ". desak Mely tak sabar.
Matt jadi mengangguk setuju, mereka berlari ke arah mobil mereka..
.
"mommy kenapa membiarkan mereka ke rumah kita..? ". tanya Nova penasaran.
"mereka siapa sayang? " .tanya Kaira pura-pura tak mengerti
"keluarga Melviano itu lah mom, emangnya siapa lagi yang berbicara dengan mommy tadi..? ".sungut Dylan
Kaira tersenyum manis menatap buah hatinya dari kaca mobilnya yang memperlihatkan raut wajah menggemaskan anak-anaknya.
"jangan begitu sayang? bagaimanapun mereka adalah kakek dan nenek kalian.. bukankah kalian bertanya apa kalian punya kakek dan nenek? mommy nggak punya tapi ayah kandung kalian punya.. ". jelas Kaira dengan lembut
"tapi.....? ". selah Dylan dan Nova kompak
"mommy nggak melarang kalian untuk dekat dengan kakek dan nenek kalian.. lagian mereka nggak tau mommy sedang mengandung kalian saat itu... jadi jangan kasar sama mereka ya..? ". tutur lembut Kaira berusaha menjelaskan alasannya..
"baik mommy...! ". patuh Dylan dan Nova
Kaira gemas sendiri dengan kepatuhan anak-anaknya itu,,
setibanya Kaira di rumah, sikembar keluar dari mobilnya tanpa membawa tas sebab ditinggal didalam mobil mommynya lalu mereka kompak membuka pagar rumah, supaya mobil mommy nya bisa masuk..
Kaira mengklakson jahil malaikat-malaikat kecilnya hingga kedua bocah kembar itu meloncat kaget dengan gerakan refleks ala kung fu khas nya..
Kaira tertawa lepas di dalam mobil melihat hal itu..
"mommmy...!! ". rajuk Nova dan Dylan
tanpa sepengetahuan Mereka,
Nyonya besar dan tuan besar keluarga Melviano tertawa gemas dengan kelakuan keluarga kecil itu..
__ADS_1
"tuan..? apa yang kita lakukan? apa kita harus masuk? ". tanya Panji dengan hati-hati
"aku akan dekati mereka secara perlahan, saat ini mereka masih membenciku jadi akan aku buktikan mereka memang sangat berarti bagiku.. terutama anak-anakku yang hebat itu.. sekian lama aku menunggu keturunan akhirnya aku mendapatkan 2 sekaligus.. bagaimana menurutmu Panji..? "
Panji tersenyum tulus..
"sangat menakjubkan tuan.. saya berharap tuan bisa menakhlukkan hati Nyonya Muda yang istimewa itu..! "
"hm... apa kau yakin suami Kaira sudah meninggal? ". tanya Pasha serius..
"saya tidak bisa memastikannya tuan, tapi kami tidak pernah melihat ada pria di sekitar rumah itu dan saya bertanya di tetangga yang ada disini,, mereka mengatakan kalau nyonya muda hanya seorang janda cantik yang memiliki 2 anak yang jenius.. "
"kita kembali ke kantor..! aku semakin bersemangat bekerja "
Panji mengangguk patuh dan segera menjalankan mobilnya,
mobil Pasha melewati rumah Kaira lalu ia melihat Kaira yang sedang menyipitkan matanya, bisa pasha tebak wanita istimewa yang bisa mengandung anaknya itu sedang tertawa bahagia..
"bagaimana caramu bisa bertahan Kaira? kamu sudah mempertahankan anak kita dan membesarkannya dengan baik.. sekarang biarkan aku menjagamu dan anak kita dengan caraku! ". batin Pasha tersenyum melihat Kaira sampai Pasha tak bisa lagi melihat ibu dari anak-anaknya itu..
Panji melirik tuannya dari kaca mobilnya dan tersenyum tipis,
"akhirnya tuan muda punya alasan untuk hidup "
.
"siap mommy...! ". hormat Dylan dan Nova ala prajurit kecil hal itu membuat Mely dan Matt tertawa..
kedua anak kembar itu segera berlari ke dalam kamar masing-masing..
"silahkan duduk tuan besar... nyonya ". pinta Kaira membersihkan tempat duduk untuk mantan majikannya itu
Mely dengan sigap menahan tangan Kaira, Kaira mengerjabkan matanya lalu bersitatap dengan Mely yang langsung memeluk Kaira dan menangis haru ..
Matt tersenyum lalu tangannya mengelus kepala Kaira seperti seorang ayah ke anak kandungnya sendiri..
Kaira mematung ditempat, hatinya begitu merindukan situasi ini, karna Kaira seorang anak yatim piatu, ia mandiri sejak kecil dan dilepas dari panti saat usianya sudah dewasa..
bohong jika Kaira tak menginginkan kasih sayang orangtua yang tak pernah ia dapatkan sejak kecil..
"terimakasih telah hadir di hidup kami Kaira.. mama nggak tau kapan kamu akan memanggil mama dengan panggilan yang sama seperti diucapkan Pasha dan Rani,, kami sangat bersyukur kamu lah wanita Istimewa itu sayang? betapa senangnya mama bisa memiliki cucu setelah sekian lama menunggu cucu..! "
"mama minta maaf karna sudah membuatmu membesarkan cucu keluarga Melviano sendiri tapi kamu bisa membesarkan mereka dengan baik, walaupun mama banyak uang tapi kami tidak bisa membeli darah keturunan Melviano nak..! mama frustasi sekian tahun lamanya.. "
"terimakasih telah mempertahankan cucu kami nak? izinkan kami menebus kesalahan kami dimasa lalu biarkan kami memberi kasih sayang pada cucu kami setelah sekian lama kami menunggu cucu ". sambung Matt
Kaira melepaskan pelukannya dari Mely, ia tak mau menunjukkan kelemahannya pada Mely ataupun Matt..
__ADS_1
"kenapa Nyonya begitu percaya kalau anak-anak saya adalah cucu kalian? ". tanya Kaira serius juga penasaran.
Mely dan Matt saling pandang, tidak mungkin mereka mengatakan pada Kaira kalau mereka sudah tes DNA Pasha dengan kedua bocah kembar itu karna mereka melakukannya tanpa sepengetahuan Kaira..
"dari wajah mereka saja kami sudah bisa menebaknya...! ". jawab Mely tersenyum lebar dengan begitu meyakinkan..
Kaira menatap Mely dan Matt yang terlihat serius, lalu Kaira menarik nafas berat..
"silahkan duduk tuan.. nyonya.. ". pinta Kaira
mereka pun duduk manis di kursi meja makan Kaira, Mely celingak-celinguk mencari teman Kaira..
"dimana sahabatmu Kaira..? ". tanya Mely penasaran.
"oh.. dia sedang mencari pekerjaan nyonya ". jawab Kaira begitu fokus dengan semua perlengkapan makan untuk anaknya beserta tamunya Kaira..
Matt kemudian bertanya "melamar kerja dimana nak? "
"di perusahaan MattGroup sebagai OG ". jawab Kaira tak faham maksud Matt bertanya..
Matt mengangguk mengerti, ia akan gunakan koneksinya untuk sahabat Kaira itu..
Mely terperangah melihat kecepatan tangan Kaira, begitu pun Matt..
"mommy..! ". kebiasaan buruk Nova yang tiba-tiba muncul dipinggang Kaira.
Kaira tentu terkejut.. Dylan yang melihat mommynya terkejut langsung menjewer telinga adiknya..
"mommy... ampun.. lihat nih kakak jahat telinga Nova bisa panjang kaya Elf... ". gerutu Nova sambil berjinjit karna sakit telinganya dijewer kakaknya..
"siapa suruh ngagetin mommy..! ". ketus Dylan
"sudah sayang.. mommy nggak apa! ayo makan ". ucap Kaira setelah merasa tenang..
Nova menjulurkan lidahnya ke Dylan yang memutar matanya dengan jengah karna kelakuan adiknya itu..
mereka pun duduk di bangku masing-masing,
sementara Mely dan Matt sibuk menatap wajah cucu-cucunya itu antara takjub dan tak percaya mereka benar-benar punya cucu ..
"melihat wajah mereka nggak akan kenyang nyonya.. tuan.. ayo makan "
Mely dan suaminya tersenyum malu seperti seorang pencuri yang ketahuan begitulah ekspresi mereka..
Dylan dan Nova sesekali saling melirik satu sama lain karna situasinya sangat canggung dengan adanya Matt dan Mely walaupun mereka kakek dan nenek kandung mereka..
.
__ADS_1
.