Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
liburan (part. 1)


__ADS_3

"begini caramu bayar kembali...?? " tanya Pasha serius.


"iya.. terus gimana cara bayarnya..? " tanya balik Kaira.


Kaira melakukan kesalahan besar bertanya seperti itu pada Pasha... Pasha tersenyum licik Kaira memicingkan kedua matanya melihat senyum aneh Pasha itu.


"aku mau bayaran dengan tubuhmu sayang...!" seringai licik Pasha..


Kaira melebarkan matanya.. "nggak mau...! kan udah ada Dylan dan Nova !"


"kenapa kamu menolakku sayang...? sampai kapan kamu mencicil hutangmu..? kamu tau berapa modal yang ku buat untuk membuat Restaurant Nolan Food di tempat strategis itu...? "


Kaira menaikkan sebelah alisnya yang artinya penasaran apa yang Pasha katakan..


"1 M.. ! mungkin lebih apa kamu fikir bayaran Koki mu itu murah sayang..? belum lagi biaya gedung pembangunan, ikan hias itu sangat mahal". lanjut Pasha lagi bahkan ia tidak ingat berapa pengeluarannya.. pasha tidak pernah menghitung uang keluarnya.


bola mata Kaira mau melompat dari tempatnya. "aku akan bayar tapi mencicil".


"aku tidak terima cicilan sayang.. aku bukan rentenir tapi kamu duluan yang memulainya.. apa kamu tidak tau itu melukaiku..?"


Kaira mengerjab-ngerjabkan matanya, "dimana letak kesalahanku...? "


Pasha menangkup kedua pipi Kaira..


"Aku tau kamu suka memasak sayang.. itu sebabnya aku memberimu hadiah itu.. aku udah bilang kan itu hadiah untukmu tapi kamu membayar nya kembali..? kamu melukai hatiku".


Kaira jadi merasa bersalah tanpa sadar memeluk Pasha..


"maafkan aku.. aku hanya belum terbiasa dengan perlakuanmu".


Pasha tersenyum licik sepertinya ia punya cara untuk terlihat menyedihkan didepan Kaira, bagaimana pun Kaira juga punya sisi baiknya malah sangat baik walau selalu galak pada Pasha.


Pasha membalas pelukan istrinya dan mengecup bahunya..


"jangan bayar lagi ya..? aku memberimu hadiah itu jadi kamu harus memberiku hadiah yang stimpal bukan berupa uang.. kan kamu tau sendiri sayang aku memiliki uang.. kenapa kamu tidak menggunakan uangku untuk berfoya-foya..?"


Kaira tersenyum di pelukan Pasha, "aku sudah biasa hidup hemat suamiku.! "


Pasha mengeratkan pelukannya..


"setelah liburan aku akan adakan resepsi pernikahan kita".


Kaira mengangguk patuh saja, hingga Pasha merasa gemas mengecup leher jenjang Kaira.


Kaira merasa tubuhnya tersengat listrik, ia menegang dengan kaku, sementara Pasha masih asik dengan kesenangannya.


"su.. su.. eh.. P.. pasha cukup... !!" Kaira mendorong dada bidang Pasha untuk menjauhkan Pasha dari lehernya..


Pasha yang terbuai langsung tersadar, situasi mereka berdua jadi canggung.. tapi Pasha malah ingin melakukan hal yang lebih saat dirinya mencium aroma tubuh Kaira yang melekat di kulit mulus Kaira itu.


"kamu benar-benar berbahaya sayang...! " Pasha mengelus pipi Kaira yang canggung.

__ADS_1


"aku tidur aja..! " Kaira membalik tubuhnya berjalan ke arah ranjang mereka..


"mau aku tid*ri...?" tawar Pasha tanpa malu


Kaira melototkan matanya lalu menatap horror Pasha.


"sampai kapan kamu menghindariku sayang...? saat liburan nanti kamu harus membayar hutangmu dengan tubuhmu...! " pinta Pasha dengan gamblangnya..


Kaira tak tau mau jawab apa.. ia mau melayani Pasha tapi hatinya belum sempurna milik Pasha.. lalu berbuat hal seperti itu bukankah atas dasar cinta?


"apa aku sudah mencintai Pasha..?? apa aku siap jika aku harus menyerahkan diriku seutuhnya pada Pasha..? aku memang seorang istri .. Ya tuhanku bantu aku dalam menemukan perasaanku sesungguhnya pada suamiku ini ! " batin Kaira..


Kaira memang sudah bisa membiarkan Pasha menggenggam tangannya, memeluknya, menciumnya ? apa dengan begitu artinya Kaira mencintai Pasha..? dimana debaran jantung itu..? dulu melihat mata biru nan dingin itu aja sudah membuat jantung Kaira mau melompat dari tempatnya, Kaira juga mau mencintai Pasha karna kasih sayang Pasha pada anak-anaknya sangatlah tulus..


"sampai kapan kamu menatapku sayang? ". tanya Pasha perlahan membuka matanya


Kaira jadi gelagapan, ekspresinya seperti seorang maling yang ketahuan mencuri .. Pasha tak kuasa menahan senyumnya hingga gigi putihnya terlihat jelas oleh Kaira.


"kamu benar-benar bisa membuatku berdebar sayang...!" Pasha mendekat ke Kaira dan memeluk istrinya itu.


Kaira hanya diam di pelukan Pasha,


"jantungnya memang berdebar...! aku juga mau berdebar seperti ini... Pasha aku ingin kamu bahagia tapi aku belum sepenuhnya milikmu, aku juga nggak bisa mengatur hatiku.. ragaku memang milikmu tapi bagaimana dengan jiwaku? aku merasa kasihan padamu! " batin Kaira frustasi sendiri dengan perasaannya.


Kaira emang suka perlakuan Pasha tapi juga tidak berdebar.. Kaira pernah jatuh cinta dengan Pasha jadi tau bagaimana perempuan sedang jatuh cinta walaupun mereka sudah memulihkan kesalahpahaman itu tetap aja pohon cinta itu belum tumbuh.. Pasha harus sabar menyiramnya..


Kaira memiliki hati yang lembut tapi kalau perihal mencintai memang sangat sulit.


.


.


Pasha memperhatikan gerak-gerik tubuh istrinya yang sejak tadi mondar-mandir mengambil perlengkapan selama liburan.


"apa nggak ada koper lagi..? " tanya Kaira


Pasha pun mengambilkan kopernya lalu memberikannya pada Kaira.


"berapa hari kita disana..? " tanya Kaira


"1 minggu penuh...! " jawab Pasha


Kaira terdiam sesaat lalu kembali menyusun baju-bajunya juga baju Pasha,


"kenapa bajuku banyak sekali sayang...? " tanya Pasha keheranan..


"terus kamu pakai apa disana..? " sindir Kaira bukannya menjawab.


"aku memiliki kastil sendiri disana.. 1 koper aja cukup sayang... " jawab Pasha


"Kastil..? " beo Kaira tak mengerti.

__ADS_1


"hm...? rumah.. mansion, istana sama seperti itu..!" jelas Pasha


Kaira mengerjabkan matanya.


"kamu punya tempat tinggal pribadi disana..? "


Pasha mengangguk..


"sudah aku bilang sayang suamimu ini sangat kaya apa kamu baru sadar hal itu..? "


Kaira mendengus mendengarnya, "saya mengerti tuan muda. !" ledek Kaira


Pasha gemas sendiri melihat ekspresi Kaira yang sedang mengejeknya. alhasil Kaira hanya membawa bajunya sendiri,


.


.


kini keluarga Melviano sudah ada dibandara di kawal oleh anggota the Xylver.. Pasha menggenggam tangan istrinya bersama putri kecilnya, dylan berjalan ditengah-tengah Matt dan Mely.. mereka tak peduli jadi pusat perhatian, Pasha malah makin menunjukkan keposesifan nya pada Kaira dan putri kecilnya sebab dirinya tidak mau kedua perempuan itu pergi jauh darinya..


"kita naik pesawat pribadi..! " ujar Pasha


Kaira menggeleng-geleng kepalanya dengan kekayaan Pasha, terkadang dirinya lupa kalau Pasha seorang boss besar penguasa di kota ini.


Nova yang terlihat begitu bersemangat, Dylan memakai kaca mata hitamnya terlihat biasa-biasa aja.


koper mereka dibawa oleh 7 pengawal wanita yang ikut dalam liburan kali ini, sementara trio the xylver harus cepat menyelesaikan pekerjaan mereka lalu ikut liburan di hari ke-4


"daddy...? " panggil Nova


"iya nak..! " Pasha beralih ke Nova, ia tersenyum lembut melihat kacamata Nova bertengger di kepala Nova sendiri.


"kapan kita sampainya..? " tanya Nova tak sabar.


Pasha tersenyum begitu tampannya, Kaira hanya melirik sekilas perbincangan ayah dan anak itu.


"kamu udah tidak sabar ya..? " goda Pasha


Nova mengangguk -ngangguk antusias.


"perjalanan ke sana cukup jauh sayang.. jadi butuh waktu 18 Jam naik pesawat dan 2 jam naik kapal ! " . jawab Pasha


"bisa tidur dong daddy...! " sumringah Nova


Pasha tergelak mendengar pertanyaan konyol Nova, "tentu saja nak..! "


Mely mengelus kepala Nova dan menggenggam tangan Nova.. Matt melihat Dylan yang benar-benar memiliki sifat Pasha hanya saja versi kecil.. sungguh berasa mimpi dirinya memiliki cucu-cucu hebat seperti Dylan dan Nova.


sejak ada Kaira, Nova dan Dylan keluarga Melviano jadi merasa lebih hidup bahkan baru kali ini yang namanya merasakan kebahagiaan.. mana pernah 1 keluarga besar Melviano berkumpul untuk pergi liburan..


.

__ADS_1


.


__ADS_2