Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
bastian?


__ADS_3

setibanya di mansion,


Kaira menganga lebar melihat banyaknya pekerja bangunan di dalam lingkungan mansion.


"..1 2 3 4 .....26 ..30 ...!". mata Kaira sampai juling menghitung banyaknya pekerja itu.


"kenapa kamu sayang..? kurang kerjaan..? " ledek Pasha mengusap-ngusap gemas kepala Kaira seperti anak kecil saja menghitung sesuatu.


"kenapa banyak pekerja bangunan kemari..? " tanya Kaira memegang kepalanya yang terasa pusing karna menghitung tadi.


"kenapa kepalamu sayang..? " tanya Pasha cemas memegang kepala Kaira


Kaira menggeleng-geleng kepalanya..


"jawab pertanyaanku suamiku...! "


Pasha pun menjawab sambil merangkul istrinya dengan posesif takut Kaira pingsan, ia membawa Kaira masuk ke dalam mansion tadi Kaira nya tidak mau di gendong..


"itu gedung untuk Nova dan Dylan bermain.. !" jawab Pasha


Kaira melebarkan matanya..


"Pasha..! kenapa kamu sangat memanjakan anakku.. mereka tidak mungkin minta pasti kamu kan yang kurang kerjaan.. iya kan..? ". cerocos Kaira menunjuk hidung mancung suaminya..


Pasha menggaruk tengkuknya sambil nyengir kuda, emang iya Dylan dan Nova tidak minta tapi Pasha aja yang suka-suka.


"Pasha... Aku...! " geram Kaira tergantung


"ayo kita bersiap-siap sayang, kamu mau kita camping di hutan kan? " sambar Pasha


seketika kemarahan Kaira menghilang seperti buih-buih di lautan, senyumnya merekah sempurna..


"sore ini..? " tanya Kaira berbinar.


"iya.. kita bawa sikembar ya..? kan besok mereka libur". Pasha menangkup pipi Kaira yang terlihat bahagia


"kalau mama sama papa nggak ngasih izin gimana?? " tanya Kaira


"biar aku yang jelaskan sayang..! " bisik mesra Pasha


Kaira tersenyum cerah,


"kakak ipar mau ke hutan lagi..? " tanya Rani menyelidik


"aku ikut..! " sambung Ella dengan serius.


"kalau gitu Rani juga mau ikutan". sahut Rani tak mau kalah


Pasha memijit kepalanya,,,


"nanti kamu pingsan lagi dek..! " cibir Pasha.


Rani menggeleng kepalanya dengan serius.


"Rani syok saat itu sekarang kan udah tau jadi nggak kaget lagi...! "


"bagus dong.. kalo rame makin menyenangkan..! " ujar riang Kaira


Pasha mengabaikan Rani dan Ella, ia membawa istrinya pergi dari situ.


"dasar kak Pasha posesif...! sangat gila, Kak Pasha yang dingin seperti batu tergila-gila dengan kak Kaira ahahaha....! ". ejek Rani dengan nada bicara yang cukup Kuat..l

__ADS_1


Rani menjulurkan lidahnya saat kakaknya menoleh ke arahnya dengan tatapan tajamnya, Ella terkekeh dengan perdebatan kakak adik yang satu ini.


"masa kakak ipar main sama kami aja nggak boleh, pantas aja kakak ipar kabur malam hari..! ". kompornya lagi.


Kaira tertawa cekikikan melihat wajah galak suaminya yang tengah menatap tajam adik satu-satunya itu.


"adik cuma satu tapi begitulah kelakuannya..! " gerutu Pasha


Kaira tertawa keras, pasha menggendong istrinya lalu berjalan cepat memasuki lift.


si adik tidak ada akhlak itu tetap saja mengejek kakaknya.


"kenapa kamu nakal banget sih sama kakakmu Rani...?? " tanya Ella mencubit pipi Rani


Rani mulai menyerocos..


"kakak nggak lihat bagaimana kelakuannya..? sejak Kakak ipar menjadi miliknya, kakak ipar nggak boleh kemana-mana.. bahkan ke mol aja nggak boleh.. ih... kakak.. kalau kita jalan bertiga pasti seru tapi karna kakak rani yang overposesif itu lah semua jadi kacau balau.. tambah lagi kakak ipar lagi mengandung...! "


Ella tertawa terbahak-bahak dengan ocehan kesal Rani, "sudahlah.. ayo kita bersiap-siap, kita belanja puas-puasin ke supermarket beli jajanan enak untuk makan di tenda kita nanti...! "


"aaih.. iya.. ayo kak..! " rani menepuk keningnya sendiri lupa akan perlengkapan apa saja yang ia butuhkan saat di hutan.


.


.


kini Kaira, Pasha dan sikembar tengah membuat tenda di tengah hutan tepat dimana tebing Kaira memanjat ada..


Helikopter akan datang besok pagi, sore ini mereka bersiap membuat rumah tenda untuk mereka menginap.


"sayang..? kamu bisa nak..? " tanya Kaira ragu melihat Nova dan Dylan tampak kesulitan membangun tendanya yang ukurannya lebih besar dari tubuh mereka.


"lumayan apa sayang..? " tanya Kaira mendekati anaknya.


"lumayan sulit..! " sambung Nova


"biar daddy aja mommy". Dylan merentangkan tangannya tak mengizinkan Kaira membantunya.


"kamu yakin nggak mau mommy yang bantu sayang...? " tanya Kaira membujuk putra kecilnya.


Dylan mengangguk yakin..


"mommy duduk aja, dedek bayi nanti kelelahan".


Kaira tersenyum, tak berapa lama Pasha berpindah tempat ke tenda anaknya, tadi Pasha membuat saluran air untuk mereka bisa membersihkan tubuh, kamar mandi khusus.


"Nova sayang..! antar mommy mu masuk tenda ya nak". pinta Pasha mengusap pipi Nova


"iya daddy". Nova menghapus keringatnya lalu melakukan apa yang di perintahkan Pasha


"siap son..? " senyum Pasha


"siap daddy". jawab Dylan tersenyum membalas sapaan hangat daddynya.


"kenapa buat tenda lagi daddy..? yang itu buat siapa...?? " tanya Dylan penasaran


"2 aunty cantik mu bakal datang kemari". jawab Pasha


Dylan terkejut sebentar lalu tersenyum miring, "kita camping besar daddy..? "


Pasha tergelak, "boleh dikatakan begitu..! "

__ADS_1


Dylan dengan telaten membantu Pasha sebab dirinya laki-laki.


"hai semua...??" sapa Rani dengan senyum centilnya


Dylan menatap sekilas lalu kembali menancapkan besi untuk mengikat tenda mereka, Pasha juga melirik sebentar lalu kembali dengan pekerjaannya.


Rani mengerucutkan bibirnya, "dasar 2 bongkahan gunung Es! ".


Ella menggeleng-geleng kepalanya tapi bibirnya tersenyum, Dylan dan Pasha emang tidak banyak bicara,, tapi kalau udah menatap siapa yang bicara pada mereka itu sudah menghargai hanya saja Rani yang tidak suka dikacangi, dia kan perempuan yang sangat cantik mana pernah diabaikan..


"ayo masuk kamar kak letak barang-barang ini terus kita ke kamar kakak ipar". ajak Rani merangkul Ella


setelah meletakkan semua yang mereka beli tadi Rani dan Ella masuk kekamar Kaira yang tengah dijaga Nova.


"aunty...? aunty juga ikut camping bersama kami..? " Nova berdiri dengan raut wajah bersemangat.


"iya keponakan tercantik dan terimut sejagat raya milik Melviano...!" gemas Rani menoel-noel pipi Nova


Nova menyeringai lebar, "banyak jajanan..? "


Ella mengusap kepala Nova,


"tentu saja..! " jawabnya dan Rani kompak.


"Nova ambil ya..? " pinta Nova memelas


mereka berdua mengangguk, dengan semangat '45 Nova berlari ke tenda aunty nya demi mendapatkan jajanan.


"bagaimana kondisimu Kaira..? " tanya Ella duduk manis di kasur kapas yang lumayan nyaman untuk mereka tidur dalam hutan.


"aku baik-baik aja kok.. kenapa..? " tanya Kaira terkekeh melihat raut wajah serius Ella


"kamu tau..? Bastian kembali Kaira..! " ujar Ella dengan serius


"Bastian siapa..? " tanya Kaira tak ingat


Rani hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka.


"Bastian MZ.. pria yang mendapatkan nilai terendah di kampus kita.. dia menyatakan perasaannya padamu saat kelulusan waktu itu dia bahagia sekali mendapat nilai bagus.. !" jelas Ella dengan sabar.


Kaira tampak berpikir dan teringat sosok itu..


"Bastian itu? dia kembali memang dia WNI kan? jadi wajar dong.. terus apa masalahnya denganku?? "


"Ckk.. kamu nggak tau dia itu mencintaimu..! " desis Ella


"mana mungkin.. itu sudah lama sekali bahkan Nova dan Dylan hampir berusia 8 tahun, anggap aja 9 tahun berlalu masa iya dia masih ingat aku walau udah selama itu...! apa dia udah nggak waras..? perempuan didunia ini kan bukan cuma aku.. pasti banyak wanita diluar sana yang jauh lebih cantik dariku...! ". kilah Kaira tak percaya


"ck.. bodoh..!! aku tidak tau mau bilang apa lagi Kaira dia pria yang gila dan aku akui itu.. !"


"sudahlah.. berikan aku makanan". Alib Kaira dengan acuh mengusap perut datarnya.


"biar Rani yang ambilkan kakak ipar..! "


Kaira mengusap pipi Rani sambil tersenyum manis, dibalas hal yang sama oleh Rani.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2