Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
kediaman Melviano


__ADS_3

"ayo makan! ". pinta Kaira melepaskan pelukannya dari Pasha


"kamu menyuapiku sayang? ". tanya Pasha


"aku akan menyuapi suami tercintaku yang satu ini! ". jawab Kaira dengan senyum terlebarnya


Pasha juga ikut tersenyum melihat Kaira tersenyum, ia mengelus pipi Kaira dengan lembut.


"apa baby kembar membuatmu sulit suamiku? ". tanya Kaira memberi suapan pertama untuk Pasha.


Pasha mengulum senyum manisnya dan menggeleng kepalanya sebagai jawaban.


Kaira mengerutkan keningnya..


"tapi malam kemarin mereka sangat rewel aku bahkan sampai nggak bisa berkedip saking rewelnya...! "


Pasha terkekeh, "aku menyanyikan mereka lagu".


"lagu? kamu bernyanyi untuk mereka suamiku? "


Pasha mengangguk lalu membuka mulutnya, kaira menyuapi Pasha lagi dengan penuh cinta.


"makanan ini sangat enak kalau udah disuapi olehmu sayang! ". decak pelan Pasha menggeleng-geleng pelan kepalanya pertanda begitu menikmati cita rasa makanan itu.


Kaira tersenyum saja membalasnya..


"punya suami 1 tapi manja nya melebihi Nova dan Dylan". gumam Kaira


Pasha menggedikkan bahunya tak peduli dibandingkan dengan anak-anaknya sendiri..


"Dylan nanti pasti akan manja dengan perempuan yang bisa menaklukkan hatinya.. ". jelas Pasha membela diri


"kamu? ".goda Kaira


"aku.. ya kamu yang menaklukkan hatiku sampai jatuh ke jurang terdalam lubuk hatiku". jawab Pasha enteng


"aku menyesal telah bertanya". gumam Kaira pelan tapi masih bisa didengar oleh Pasha yang tergelak seketika.


"kenapa istriku?". goda balik pasha


"kamu memalukan aja". jawab Kaira


"dimana malunya? "


"kalau ada yang melihat dan mendengarmu seperti sekarang bisa aku pastikan mereka akan jatuh pingsan! terus kalau ada yang sakit jantung kamu pasti membunuh mereka karna serangan jantung melihatmu begitu nggak waras..! apa jadinya perusahaan Mattgroup di pimpin orang gila.? ". celutuk Kaira


Pasha bukannya marah dengan kata-kata si nyonya melviano malah tergelak gemas.


"aku serius pria gila! ". kesal Kaira mendorong dada bidang Pasha


Pasha terlentang tapi tubuhnya bergetar karna tawanya, Kaira mengerucutkan bibirnya.


"hei.. hei. kenapa jadi kamu yang makan sayang? ". tanya Pasha dengan gemas melihat Kaira menyuapi mulutnya sendiri hingga penuh.


Kaira tak menjawab hanya lirikan matanya yang terlihat kesal.

__ADS_1


Pasha membuka mulutnya dan Kaira menyuapi Pasha juga karna tidak tega mengingat perjuangan Pasha tadi malam merawat baby twins nya.


kemesraan Pasha dan Kaira terus berlanjut, walaupun sudah memiliki 4 orang anak tapi cinta mereka kian membesar.


dikamar Nova sudah terbangun sambil mengucek-ngucek matanya.


ia berjalan ke arah komputernya dan melihat riwayat penyerangan bocah laki-laki yang akhir-akhir ini menyebalkan bagi Nova.


"masih nggak menyerah juga ni bocah laki-laki.. dia pikir aku main-main apa? ". gerutu Nova mengucek-ngucek lagi matanya


Nova mengirim peringatan kedua pertanda bahaya.


"udah ketahuan juga identitasnya olehku masih aja keras kepala mencoba mencari identitasku dasar bodoh..!"


nova berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri, ia memakai baju biasa lalu keluar dari kamarnya sudah ada beberapa pelayan berjalan ke kamarnya.


"mommy? mommy masak ya kakak pelayan?". Nova berlari kecil mendekati pelayan


"iya nona kecil..!". jawab pelayan dengan senyum lebar mereka


"ayo kakak pelayan.. Nova nggak sabar pengen makan". Nova berlari menarik pelayan yang tangannya kosong.


alhasil para pelayan berlari kecil mengikuti Nova, Nova makan dengan lahap di sofa nya, sementara para pelayan merapikan tempat tidur Nova, dan membersihkan kamar Nova dengan hati-hati.


"kakak pelayan? ". panggil Nova


"iya nona..! ". pelayan satu berlari ke arah Nova


"kakak pelayan, apa kakak semua mengganti sprei dan selimut Nova lagi ya? ". tanya Nova dengan polos


"kenapa ganti tiap hati kak? dulu waktu sama mommy sekali 3 hari gantinya". tanya Nova penasaran sejak awal masuk ke mansion ini.


para pelayan tersenyum ramah, ia menjelaskan alasannya karna perintah Mely yang tak mau cucu-cucunya sakit karna debu, entah dari mana datangnya debu yang pasti kalau Mely sudah memberi perintah semua harus di lakukan.


Dylan di kamarnya juga sedang makan, para pelayan hanya mengganti badcover Dylan


Dylan sangat bersih semua pelayan tau itu, Nova juga bersih tapi ranjangnya Nova pasti berantakan setiap bangun tidur karna tidurnya Nova yang tidak cantik sama sekali.


.


setelah sarapan Nova dan Dylan pergi ke kamar baby kembar.


"mommy..? daddy..? "


Pasha yang sedang disuapi oleh Kaira pun menoleh,


"pagi sayang..! ". sapa Kaira tersenyum manis menyerahkan piring nasi goreng pasha ketangan Pasha sendiri


Pasha yang mengerti menerimanya dan memakannya sendiri, ia menatap Dylan dan Nova dengan lembut sama seperti menatap Kaira.


Nova mengecup pipi Kaira yang mencondongkan tubuhnya, Dylan mengecup kening Kaira dan punggung tangan Kaira.


"Kiss morning mommy! ". kata Dylan seperti biasa


Kaira tersenyum tulus mengelus kepala kedua malaikat kecilnya.

__ADS_1


Nova berjalan ke arah Pasha dan mencium pipi Pasha.


"muah.. kiss morning daddy..! ". seru Nova dengan senyum menggemaskannya


Pasha meletakkan sarapannya dan membalas berkali-kali lipat hingga Nova tertawa geli Kaira tertawa melihat kasih sayang Nova dan Pasha, Dylan berjalan ke arah baby twins dan melihat betapa lelapnya tidur adik-adiknya itu.


"udah daddy.. Nova mau lihat dedek kembar".Nova berusaha melepaskan diri dari ciuman sayang Pasha..


Pasha melepaskan Nova,


"daddy belum mandi.. ". nova menutup hidungnya


"apa..? kamu mau mati sayang? hmm?? ". Pasha menggelitiki tubuh Nova yang tertawa kegelian.


"ampun daddy.. ampun.. Nova kalah". pekik Nova tersenggal-senggal


Pasha tersenyum puas, walaupun dirinya tidak mandi ia tidak akan bau, bau delima khas Pasha membuat siapapun menyukainya walau tak mandi.


.


.


Pasha membersihkan dirinya di kamar mandi, sedangkan Nova dan Dylan menimang baby twins dengan baik, Mely dan Matt datang kekamar mereka.


"ooh.. disini cucu-cucu granma semuanya ya? "


Dylan, Nova menoleh dan nyengir kompak sambil menggendong kedua baby twins.


Matt tergelak melihat wajah lucu sikembar seperti tertangkap basah sedang mencuri.


kebahagiaan di dalam mansion hadir saat Dylan dan Nova masuk ke mansion ini, Mely dan Matt bahagia dengan kedua cucunya dan Pasha begitu bahagia sejak kehadiran belahan jiwanya Kaira.


diluar mansion ada yang sedang memperhatikan mansion itu.


"sama sekali nggak bisa di cari tau apa yang mereka lakukan tuan..! ". ujar tangan kanan Marsy bernama Vovo..


"biarkan saja sampai mereka keluar! aku akan membunuh bocah monster itu dengan tangan ku sendiri". Marsy mengepalkan tangannya dengan tatapan mata yang begitu penuh dendam.


Vovo melihat kembali ke mansion megah Melviano disampingnya ada gedung luas yang sama besarnya dengan tinggi mansion Melviano.


"tapi gedung di samping mansion Melviano itu apa ya..? apa itu rumah? ". gumam Vovo pelan.


tak mudah bagi mereka mencari tau apa saja yang ada di dalam kediaman Melviano, bahkan pelayan Mansion itu pun tak mau buka mulut walau di bayar mahal.


"entah berapa mereka menggaji pelayan hingga mereka begitu rela melepaskan uang milyaran tawaran kami.. mereka tetap tak mau menjadi mata-mata kami.. dasar pelayan bodoh..! ". batin Vovo


kekasih Marsy hanya duduk manis di dalam mobil sambil memainkan ponselnya,


Mars dan Panji yang mencari tau Marsy, sengaja duo the Xlyver itu tak memberi tau Pasha, karna tau bagaimana paniknya Pasha kalau tau ada yang mengincar anak-anaknya untuk balas dendam.


mereka mendapatkan data pribadi Marsy dan tau kalau dia adalah adik kandung Mexy yang jadi lawan tanding Dylan di ring adu kekuatan tahun lalu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2