Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
mengenang masa lalu


__ADS_3

Pasha berkaca-kaca menatap Kaira


"antar aku ke kamar sayang". pinta Kaira


Pasha mengangguk segera dirinya berdiri dan mendorong kursi roda Kaira keluar dari kamar baby Kaisha dan Keyzo.


Dylan melirik sekilas orangtua nya tapi tak terlalu memperhatikan sebab Dylan yakin ada Pasha mommy nya akan baik-baik aja.


"lihat sayang..! baby Kaisha sangat imut". Arabela menggoda Nova dengan menunjukkan wajah baby Kaisha


Nova tertawa cekikikan


"Nova tetap paling imut sejagat raya nenek.


dek Kaisha nomor 2 "


semua yang mendengarnya tergelak, dylan tersenyum bersitatap dengan Baby Keyzo.


"sepertinya baby Keyzo tau kalau kakaknya adalah pelindungnya nanti". Lexy berkata dengan senyum lebarnya


Dylan tersenyum mengusap-ngusap tangan kecil Keyzo, Dylan meletakkan jari telunjuknya di tangan Keyzo yang langsung di genggam erat oleh baby Keyzo.


"banyaknya baju-baju baby kembar ya..? sampai di hanger-hanger gitu". Arabela terkekeh melihat baju-baju bayi di keranjang dengan berbagai bandrol yang belum terlepas.


"biasa lah..! kalau Pasha udah belanja untuk keperluan baby kembar pasti toko itu bakal habis perlengkapannya". Matt menebak seperti karakter putranya itu.


"hai semua..?? Rani datang ke ruang tamu dan ke kamar mamah nggak ada, rupanya pada di kamar baby kembar ya..? ". Rani tiba-tiba menyembulkan kepalanya dengan senyum secerah mentarinya


"aunty...?? beli apa..? ". nova mendekati Rani dengan semangat


"aunty beli jajanan yang banyak untuk keponakan tercinta aunty dong". bisik Rani mencubit kedua pipi Nova


Nova menyeringai senang dan langsung melompat memeluk Rani, Rani membawa Nova mendekati mamah dan papahnya.


sementara kaira menenangkan Pasha yang masih terharu dengan kebahagiaan tadi.


"kenapa sayang? ". tanya Kaira mengusap rahang kokoh Pasha dengan lembut.


"aku merasa semua tadi masih mimpi, rasanya baru kemarin aku sendiri dan tidak punya siapa-siapa walaupun aku tidur dengan banyaknya uang dan emas permata tapi kekayaan yang ku punya tidak membuatku bahagia sayang".


Kaira juga ikut sedih mendengar curahan hati Pasha,


"selama ini aku mengira kamu bahagia dengan kekayaan yang kamu punya Hubby! maafkan aku yang pengecut..! saat aku tau kamu nggak memiliki keturunan nyaliku masih menciut untuk membawa anak-anakku ke dirimu".


"banyak kesalah fahamanku tentangmu sayang aku terlalu egois hingga aku nggak sadar telah memisahkanmu dari darah dagingmu sendiri maafkan aku".


pasha menggeleng-geleng kepalanya..


"nggak sayang..! jangan bicara begitu.


aku yang salah, Aku membiarkanmu membesarkan anak-anakku sendiri! apalagi membayangkan setiap malam kamu harus begadang menenangkan Nova dan Dylan saat kecil belum lagi mencari uang masuk kamu sudah menderita selama ini sayang,, aku tau itu..! jangan menyalahkan dirimu sendiri sayang itu sama saja melukai hatiku ".


Kaira meneteskan air matanya dan Pasha menghapusnya dengan lembut.

__ADS_1


"kamu mau menerimaku, mencintaiku membiarkan aku memberikan kemewahanku pada anak-anak kita walaupun kamu nggak mau meminta uang padaku sayang itu sudah membuatku bahagia".


"kalau begitu jangan bersedih juga suamiku tersayang..! kamu adalah tempatku bersandar dari semua keluh kesahku aku tau berada didekatmu bukan berarti aku bisa memberimu kebahagiaan yang sempurna tapi aku akan berusaha menjadi kebahagiaan tersendiri bagimu Hubby..! ". Kaira berkata dengan lembut mengusap rahang kokoh Pasha


Pasha tersenyum mencium pipi Kaira.


"terimakasih sayang, aku tau bahaya akan selalu datang pada kalian.! tapi aku berjanji akan menjaga kalian dengan segala kekuatanku, tak akan aku biarkan siapapun merampas kebahagiaanku yang diberikan yang maha kuasa padaku ! "


Kaira mengangguk juga mencium kening Pasha, mereka bersitatap dengan mesra dan penuh kelembutan, mata biru pasha benar-benar membuat kaira terbuai.


"matamu benar-benar mirip Nova dan Dylan sayang..!". Kaira mengelus mata Pasha


Pasha tersenyum tulus,


"ada yang salah dengan kata-katamu sayang..! siapa yang mirip aku? atau aku yang mirip mereka? "


Kaira tersenyum kikuk,


"aku lupa kalau kamu ayahnya.. "


Pasha tergelak.


"aku penasaran akan sesuatu". kaira menengahi Pasha yang tak berhenti tertawa


Pasha berusaha menahan tawanya sekuat tenaga,


"a.. apa sayang? "


"bagaimana perasaanmu saat pertama kali melihat wajah Nova dan Dylan? ". tanya Kaira semangat


"apa..? kok mimpi? ". tanya Kaira


"membayangkan ada anak kecil yang mirip denganku pasti hanya mimpiku saja selama ini aku berharap memiliki keturunan, kamu ingat saat didalam mobil Nova menjambak dan menggigit kepalaku dan cadarnya terlepas? "


"iya aku ingat". jawab Kaira dengan cepat


"jantungku terasa jatuh ke perutku saat melihat sosok menggemaskan seperti Nova, hanya satu keinginanku saat itu adalah berharap Nova dan Dylan benar-benar darah dagingku".


"mereka bahkan membuat Mars dan Ramzi masuk rumah sakit patah tulang rusuk dan pergelangan tangan nya".


"apa..?? kok bisa..?? ". pekik Kaira dengan kaget


Pasha gelagapan lalu dengan tergagap menjelaskan kalau Nova dan Dylan menatap benci padanya dulu.


Kaira menarik nafas panjang lagi-lagi merasa bersalah,


"hatimu pasti sakit sekali saat itu.. "


"nggak sesakit itu sayang". pasha memeluk Kaira dengan erat dan menyalurkan kehangatan tubuhnya ke kaira.


"aku suka aroma tubuhmu suamiku". kaira mencium leher Pasha dengan gemas


Pasha terkekeh,

__ADS_1


"apa jejak di tubuhmu masih ada sayang? aku bisa membuatnya lagi".


Kaira membeku seketika saat Pasha dengan entengnya bilang akan memberinya tanda kepemilikan lagi.


"udah ah..! kamu buatin aku sup kepiting ". alih Kaira mendorong tubuh Pasha dengan gugup.


Pasha tertawa keras, ia tau Kaira hanya mencari alasan saja tapi karna cintanya Pasha mengiyakan nya.


"jangan turun dari kursi roda sampai masa pemulihanmu selesai". peringatan Pasha menekan kepala Kaira dengan pelan


kaira mengangguk-ngangguk patuh lalu Pasha mencuri ciuman di bibir Kaira,


"Sayang..! " bentak Kaira


Pasha sudah menghilang keluar dari kamarnya dengan tawa nya yang menggelegar, Kaira menghela nafas lega


"akhirnya selamat dari mulut buas suamiku itu". gumam Kaira dengan lega


(maksud mulut buas oleh Kaira itu karna Pasha suka memberi tanda kepemilikan di tubuhnya)


"dasar mesum.. berapa banyak tanda di tubuhku karnanya..! yang ini aja belum hilang sekarang nambah lagi". gidik ngeri Kaira


.


.


"waah... menantu bunda masak apa nih? ". Arabela datang tiba-tiba di dapur mengambil minuman di kulkas


"ini bunda buat kaira.. katanya pengen makan sup kepiting buatan Pasha". Jawab Pasha sesekali melihat ke arah Arabela


Arabela terkekeh..


"betapa beruntungnya anak bunda memiliki suami idaman sepertimu sayang".


Pasha menunjukkan deretan giginya yang rapi ke Arabela,


"ya udah.. bunda kembali lagi ke kamar baby Kembar ya..? putri bunda suruh istirahat yang banyak karna malam dia nggak pernah tidur kan? "


"iya bunda..! Pasha akan melakukannya dengan senang hati". jawab Pasha dengan senyum manis menghiasi wajah tampannya..l


arabela pun keluar dari dapur sambil senyam-senyum sendiri melihat Pasha yang berkutat di dapur karna putrinya.


"anakku benar-benar hebat bisa membuat seorang Pasha Melviano memasak untuknya". batin Arabela dengan takjub.


.


.


.


.


Mafia jadi Koki... haha... berubah profesi Daddy Pasha...

__ADS_1


.


.


__ADS_2