
Kaira dengan semangat makan disuapi Pasha, Pasha menyuapi bronis yang dibawa Ella ke Kaira..
"udah...? aku masih lapar...! " rengek Kaira mengusap perutnya yang masih keroncongan.
Pasha menggaruk kepalanya sendiri, pantas saja Dylan yang sangat arogan itu bisa hilang sikap arogannya kalau sudah di suguhkan makanan ternyata istrinya doyan makan saat hamil mereka.
"mana sih Ramzi..? apa mereka nggak dapat pesanan..?? " gerutu Pasha melihat keramaian pesta
Kaira masih asik mengelus perutnya yang masih lapar minta dijatah.
"sabar ya nak...!" pinta Pasha mengelus perut Kaira
Kaira menginjak-nginjak tak tenang heels nya, Pasha dibuat pusing sendiri dengan rengekan istrinya itu.
tak berapa lama kemudian trio the xylver kembali membawa plastik berisi 4 sup kepiting buat Kaira dan sikembar, Kaira pun digotong Pasha ke ruangannya padahal Kaira udah kelaparan, Pasha bahkan tak peduli lagi berat badan Kaira makin bertambah karna gaun pernikahannya.
"Pasha suamiku... cepat aku lapar...! " desak Kaira melingkarkan tangannya dileher kokoh Pasha
"iya sayang..! tuh ruangannya udah kelihatan". jawab Pasha menunjuk ruangan Kaira dengan ekor matanya.
setibanya di ruangan ganti, Nova datang dengan raut wajah yang sumringah, bahkan Dylan pun masih bisa berlagak tak peduli padahal ia memang sangat suka makan sup kepiting.
trio the Xylver memindahkan sup kepitingnya ke mangkuk besar milik hotel MattGroup.
"ayo makan son....!! Sayang". Pasha tersenyum melihat kesenangan anak-anaknya.
Nova segera berlari ke arah westafel begitupun dengan Dylan, Kaira kesulitan berlari karna gaunnya.
"Sini aku bantu sayang.. !" Pasha menawarkan diri membantu Kaira
Kaira merentangkan tangannya dengan kaki menginjak-nginjak tak sabar, Pasha tak bisa menjelaskan bagaimana gemasnya dirinya dengan tingkah Kaira, rasanya baru aja semalam Kaira tak mau disentuh olehnya sekarang sudah berubah keadaan.
Trio the xylver hanya mampu tersenyum melihat tingkah menggemaskan keduanya, hanya karna makanan Kaira dan anak-anaknya begitu heboh hingga lupa dengan wibawa mereka, bukan emas, permata, berlian atau uang melainkan makanan, benar-benar sangat unik..
"paman...? " Nova merentangkan tangannya ke Ramzi dengan raut wajah menggemaskannya.
Ramzi tersadar lalu menoleh ke Nova dan bersimpuh di depan Nova.. "silahkan nona kecil...! "
Nova menyeringai lebar menerima sup kepiting ukuran besar ditangannya, "terimakasih Paman..! "
"sama-sama nona kecil". jawab trio the Xylver kompak
Dylan tampak malu-malu ingin meminta dengan Mars, Mars tentu gemas sendiri dengan tingkah bocah arogan itu yang curi-curi pandang menatap mangkuk yang sedang dipegangnya.
"silahkan tuan kecil !". Mars memberikan mangkuk nya tanpa bersimpuh kalau melakukan hal itu yang ada nanti Dylan tersinggung.
"terimakasih paman..! " ucap Dylan dengan pelan berharap ucapan itu tak didengar oleh Mars
Mars tersenyum.. "sama-sama tuan kecil".
__ADS_1
Dylan mendongak ke Mars lalu segera ia melarikan diri membawa mangkuknya.
Mars dibuat kagum dengan sosok Kaira yang bisa melatih Dylan dan Nova mengucapkan terimakasih dan berkata sopan pada orang yang lebih tua bahkan nenek Mayong pelayan tetap Melviano sangat menyayangi Sikembar yang sangat sopan pada nya walaupun hanya seorang pelayan.. memanggil pelayan saja Kakak pelayan, para pelayan Melviano sangat menyayangi sikembar Melviano termasuk trio the xylver.
ketujuh pengawal perempuan berjaga di depan ruangan Kaira.
Kaira tersenyum manis melihat anak-anaknya begitu lahap makan, terdengar hisapan sikembar yang begitu menggiurkan bagi yang mendengarnya.
Pasha menganga lebar melihat hal itu,
"kalian keluar lah...! " perintah Pasha mengusir tangan kanannya..
trio the xylver pun izin keluar ruangan, mereka ingin beli sup itu lagi untuk diri mereka melihat Dylan dan Nova menghisap sup kepiting itu membuat selera mereka meningkat.
"ayo kita makan....!! " alangkah gembiranya Kaira melihat makanan favoritnya.
hanya sup kepiting inilah makanan yang disukai Kaira, Pasha dan sikembar, brokoli Sikembar dan Pasha tak suka..
Pasha melihat sup kepitingnya lalu mengikuti cara makan orang-orang terkasihnya, biasanya Pasha makan pasti pakai sendok bagaimanapun sulitnya Pasha tidak akan mau makan pakai sendok,, sekarang berinisiatif makan pakai tangan.
matanya terbelalak saat makan dengan tangan, sensasinya lebih menggiurkan.
.
.
"suami ...? ". rengek Kaira melihat Pasha tampak asik menikmati sup kepitingnya sementara dirinya sudah habis.
"terimakasih suamiku". ucap Kaira menyeringai lebar
Pasha tersenyum, hatinya sangat senang melihat Kaira dan sikembar makan banyak.. Kaira tidak akan mau mengganggu anak-anaknya makan.. karna Kaira tau anak-anaknya itu sangat suka makan sup kepiting itu, lebih baik mengganggu Pasha makan begitulah Kaira.
Pasha menepuk jidatnya sendiri melihat gaun Kaira sudah kotor dan baju yang dipakai sikembar juga belepotan, Pasha ingin tertawa tapi tak bisa tertawa.
"ganti baju kalian ya...? " pinta Pasha mengusap kepala anak-anaknya.
Nova nyengir tak berdosa dan Dylan tersenyum kikuk menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Riska..? " panggil Pasha
"iya tuan muda". sahut Riska segera masuk ke ruangan Pasha
"ada yang bisa saya bantu tuan muda..? " tanya Riska dengan wajah tertunduk.
"pakaian yang disiapkan ibunda ratu ada kan? " tanya Pasha
"ada tuan muda.. semua ada di kamar hotel nomor 1209 " jawab Riska dengan rinci
"waah... nenek udah buatin baju aneh buat kami Daddy...? " tanya Nova dengan ceria padahal wajahnya belepotan saat ini.
__ADS_1
Riska memberanikan diri ingin melihat wajah menggemaskan Nova, Riska terkejut melihat penampilan Nova yang tengah tertawa senang menatapnya, ia beralih melihat Dylan yang tak berbeda jauh apalagi Kaira dengan gaunnya ada cangkang bekas kepiting tersangkut digaun mewahnya.
Riska berusaha menahan senyumnya sekuat tenaga.
"cepat kau ganti baju mereka..! mereka seperti iblis kecil yang mencuri makanan". perintah Pasha yang tau Riska menahan senyumnya..
"baik tuan muda". jawab Riska mengapitkan bibirnya supaya tak tertawa.
tanpa aba-aba lagi Nova langsung memegang tangan Riska dan Dylan, Riska sudah biasa dengan perlakuan Nova.. Riska terkekeh mendengar curhatan Nova tentang enaknya makanannya tadi hingga gaun nya kotor.
"aku pakai gaun apa..? " tanya Kaira mengibas-ngibaskan gaunnya yang nyangkut cangkang kepiting.
"kita juga ganti baju sayang...! " bisik Pasha dengan lembut.
Kaira mengangguk polos, Pasha menggeleng pelan kepalanya melihat kelakuan Kaira yang tak ada anggunnya kalau bersamanya tapi sangat anggun didepan banyak orang, hanya orang terdekat Kaira sajalah yang tau Kaira adalah perempuan unik dan menggemaskan.
.
.
setelah selesai berganti baju Pasha dan Kaira pun kembali ke panggung pengantin..
Panji mengirim pesan pada Pasha bahwa ada seseorang yang mau bertemu dengannya, Pasha mendengar ciri-cirinya tersenyum tipis.
"biarkan dia masuk". balas pesan Pasha
Panji pun menoleh ke Pasha dan atasannya mengangguk yang artinya Pasha memang menyuruh Panji membiarkan tamu itu masuk.
"Pasha..? kamu mau kemana..? ".tanya Kaira menahan lengan Pasha
"aku hanya dibawah sayang. ada seseorang yang datang menemuiku". jawab Pasha mengusap tangan Kaira..
"nggak jauh-jauh kan..? " tanya Kaira
"kenapa? mau makan lagi?". tanya Pasha mengusap pipi Kaira..
Kaira menggeleng kepalanya, "belum kok.. nanti kalau lapar aku kasih tau".
Pasha mengulum senyumnya lalu meradu hidungnya dengan hidung Kaira.
"aku akan kembali sayang...! " bisik pasha mengecup puncak hidung kaira
Kaira mengangguk pelan, Pasha turun dari panggung pengantin lalu memerintahkan umay dan Arla menjaga Kaira diatas panggung..
Acara berlangsung meriah, makanan yang tersedia juga sangat enak membuat para tamu undangan betah berlama-lama dalam pesta itu.
Matt dan Lexy langsung akrab membahas hal pribadi begitupun Mely bersama Arabela, mereka sangat dekat sebagai besanan padahal baru beberapa jam berkenalan.
.
__ADS_1
.