
"apa tujuan kalian...? " tanya Pasha dengan wajah dinginnya.
"kami di tugaskan untuk membunuh anak-anak dan istrimu. !" kata salah satu pria yang diyakini sebagai ketua pembunuh bayaran itu.
"langkahi dulu diriku..!" tantang Pasha menaikkan baju lengan panjangnya.
"hajar dia...! kita lebih banyak darinya". perintah si ketua.
jumlah mereka ada 10 orang langsung menyerang Pasha, ia bisa mengimbangi 10 pembunuh bayaran itu sebab dirinya juga seorang boss mafia.
Kaira masih cemas melihat perkelahian itu, Nova malah berbinar melihat cara daddynya berkelahi begitu juga Dylan.
tak berapa lama sebuah mobil mewah datang tepat waktu, beberapa bodyguard dengan baju formal yang mahal.. mereka membantu Pasha membabat habis lawannya.
"kalian dari...?? "
tanya Pasha penasaran ditengah perkelahiannya.
"yang mulia Ratu !". jawab salah satu dari mereka sebagai perwakilan.
Pasha pun mengerti langsung menjatuhkan para pembunuh bayaran itu dengan mudah, mereka memang tidak main pistol tapi sangat hebat bermain pisau.
tapi prajurit alias bodyguard Arabela sangat gesit melawan orang-orang yang sangat lihai bermain pisau itu, bagaimanapun mereka seorang Prajurit yang terlatih segala senjata memang harus di kuasai.
Pasha tak juga mendapatkan dalang yang menyuruh mereka, sebab para pembunuh bayaran itu sangat setia dengan tuannya.
"kalau nggak bisa jawab mati saja". kata Pasha dengan dinginnya.
"sial...! ". maki salah satu dari mereka hendak kabur tapi Pasha mengambil 1 pisau didekatnya dan melemparnya ke tengkuk pria itu, alhasil pria itu meninggal ditempat sebab Pasha menancapkan pisau di titik mematikan.
"sampaikan rasa terimakasihku pada ibunda ratu..!" ucap Pasha dengan sopan
Para prajurit menunduk hormat lalu kembali ke mobilnya dan Pasha menatap kepergian mobil itu..
Kaira mengklakson Pasha, Pasha yang kaget segera berlari memasuki mobilnya.
"bagaimana keadaanmu Pasha...?" tanya Kaira khawatir
Pasha tersenyum meletakkan tangannya di belakang lehernya, Kaira dengan cepat memeriksa tubuh Pasha hingga ia lupa ada Nova dan Dylan dibelakang.
"syukurlah kamu nggak terluka..! " lega Kaira mengusap dadanya.
"kamu lupa ada anak-anak kita dibelakang sayang..?? " goda Pasha
Kaira menoleh kebelakang dan sikembar tengah menatap mereka dengan senang dan aneh.
"daddy seperti anak bayi! " celutuk Dylan
Pasha mengusap kepala Dylan..
"nanti kamu akan mengerti perasaan daddy saat kamu jatuh cinta son".
Dylan mengangkat bahunya tak tau apa itu cinta. Nova hanya tersenyum senang sejak tadi, Pasha mencubit pipi Nova dengan gemas.
"Pasha tadi apa anggota the Xlyver...? " tanya Kaira
Pasha menggeleng, "hanya orang baik..! "
Kaira mengangguk percaya jadinya sebab ada banyak orang jahat di kota ini tapi juga banyak yang baik.
__ADS_1
di Hotel MattGroup sudah banyak wartawan menunggu mereka di karpet merah.. padahal saat ini Kaira, Pasha dan sikembar belum memakai baju bagus. mereka tiba sedikit terlambat karna termakan waktu saat dihadang pembunuh bayaran yang tak tau siapa dalangnya.
"mereka terlalu bersemangat...! " senyum tipis Pasha
Kaira hendak keluar tapi Pasha menggeleng kepalanya,
"apa...? " tanya Kaira tak peka
"biar aku yang buka". jawab Pasha dengan senyum lebarnya mengusap pipi kaira.
Pasha keluar terlebih dahulu pintunya di bukakan oleh pengawal the xylver, kerlap-kerlip potret begitu heboh saja seolah Pasha dan Kaira adalah seorang artis .
Kaira keluar dengan hijab style nya yang kekinian ia tak lagi canggung dengan wajahnya yang sudah dikenal orang banyak.
Nova dan Dylan keluar setelah Pasha membukakan pintu untuk anak-anaknya, wajah mereka yang mirip dengan pasha membuat para wartawan makin semangat memotret keluarga yang diimpikan banyak orang itu.
Pasha menggandeng tangan Nova, dan Dylan di samping Nova.. Kaira dan Pasha di pinggir anak-anaknya.
"jaga mommy son!". pinta Pasha
"iya daddy...! " jawab Dylan dengan tenang seolah itu bukan hal yang sulit.
Pasha mengabaikan pertanyaan-pertanyaan wartawan dan Kaira tidak bisa menjawab pertanyaan yang menyangkut hal pribadinya.
Dylan dan Nova berjalan cepat menarik tangan kedua orangtua mereka, Kaira dijaga oleh Umay yang baru aja keluar dari gerbang pintu masuk Hotel.
.
.
Kini Kaira di dandani oleh MUA terkenal di kota ini, MUA itu dengan senang hati memoles wajah cantik Kaira tanpa memakai bedak yang tebal.
Kaira juga tidak bisa melawan dengan perlakuan pelayan Melviano yang membujuk Kaira alasannya mereka tidak mau dipecat karna tak pandai bekerja.
"wajah teteh mah Ayu pisan ya.! " puji MUA
Kaira tersenyum saja mendengarnya, ia pernah hidup di panti jadi mengerti bahasa itu
"udah teh, ayo kita tinggal tata rambutnya teteh ya?? "
Kaira mengangguk setuju aja, ia menatap penampilannya di cermin benar-benar menawan..
.
.
"aku seperti tuan putri dengan pakaian ini...! " batin Kaira menangkup pipinya sendiri.
"Kaira...?? " pekik Ella dengan takjub.
Kaira mengangkat gaunnya dan menghadap Ella, Ella menganga lebar melihat Kaira seperti tuan putri bangsawan aja.. Kaira memancarkan aura terang yang hanya dimiliki oleh orang bangsawan aja.
"bagaimana bisa kamu terlihat seperti putri bangsawan Kaira? apa kamu memang putri bangsawan..? " celutuk Ella
Kaira memutar bola matanya dengan malas.
"aku Kaira hanya anak yatim piatu dari Panti.. "
Ella nyengir kuda,
__ADS_1
"kakak ipar kenapa lama sekali...? " tanya Rani nyelong masuk ke ruang ganti Kaira
"woww....!! amazing. ..! " puji Rani melihat penampilan Kaira
"mana Dylan dan Nova Rani..? apa mereka aman..?" tanya Kaira mengingat anak-anaknya.
Rani dan Ella terkekeh pelan,
"Dylan sedang diam mungkin ngambek karna diikuti anggota the Xylver". jawab Rani
"Nova sedang bersama Granfa nya mengenalkan Nova pada rekan-rekan kerja tuan besar". sambung Ella
Kaira menghela nafas lega mendengarnya.
"apa mereka udah makan? "
"tentu saja...! " jawab Ella dan Rani kompak.
"kakak ipar nggak tanya kak Pasha..? " tanya Rani menggoda
Kaira menggeleng kepalanya..
"kakak mu sudah bisa merawat diri sendiri".
"siapa bilang aku bisa merawat diri..? bahkan aku belum makan..! " gerutu Pasha tiba-tiba sudah ada di dalam ruang ganti Kaira
Pasha terperangah melihat penampilan Kaira yang sangat anggun dan cantik padahal hanya berdiri saja.
"kakak belum makan ya..? nanti di panggung pengantin aja ya makannya..? " goda Rani
"husstt... nanti yang ada mereka pingsan". bisik Ella
mereka berdua pun tertawa cekikikan
"keluar lah kalian..! " usir Pasha
Ella, Rani dan MUA keluar dari ruangan Kaira.
"kenapa..? aneh ya.. ? aku malah merasa canggung dengan keadaanku sekarang". tanya Kaira mengembangkan gaunnya yang sangat luas.
"kamu malah terlihat seperti princess di dunia dongeng sayang". puji Pasha merangkul pinggang Kaira
Kaira dan Pasha bersitatap dekat.
"kalau lelah bilang ya sayang..? aku nggak mau kamu kelelahan". pinta Pasha dengan lembut.
Kaira mengangguk pelan, Pasha tersenyum lalu mengusap perut Kaira.
"aku nggak sabar melihat anak kita lahir di dunia ini menjadi teman Nova dan Dylan". ujar Pasha dengan senyum manisnya.
Kaira mengelus punggung tangan Pasha yang memegang perutnya..
"nikmati aja perkembangan bayi kita Pasha..! "
Pasha tersenyum lalu mengecup pipi Kaira dengan mesra lalu memeluknya dengan hati-hati takut melukai anak mereka.
"aku harus cari tau siapa dalang tadi". batin Pasha memejamkan matanya dipelukan Kaira, ia takut Kaira terluka.
.
__ADS_1
.