Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
merpati


__ADS_3

"kenapa kita mengikuti anak kecil itu nona kecil? tuan kecil? " tanya Arla memberanikan diri


"anak itu memasukkan sesuatu ke makanan Nova kakak...! " jawab Nova dengan kesal.


"APA..? " pekik mereka semua kaget tapi segera menundukkan pandangan melihat tatapan membunuh Dylan.


Nova nyengir kuda ke kakaknya.


"kakak udah bilang jangan ceritakan sama mereka, Kak Arla orangnya daddy..! " jelas Dylan melirik sekilas Arla


Arla menjatuhkan rahangnya,


"bagaimana bisa anak sekecil ini tau aku mata-mata tuan Pasha..? " batin Arla tak percaya


"benarkah kakak..? " tanya Nova menyelidik.


Arla jadi gelagapan, Nova menghela nafas panjang..


"sepertinya mereka semua memang orang-orang daddy kak.. biarkan saja asalkan jangan jadi penghianat aja deh.. kalau mereka berhianat Nova sendiri yang akan menembak kepala mereka..! " ujar Nova dengan penuh penekanan.


pengawal mereka meneguk salivanya bersusah payah.


"apa perlu kita kerumah sakit terlebih dahulu nona kecil..? " tanya Katrina sopan


"Nova baik-baik aja kak. lebih baik fokus aja melihat siapa pelakunya.! anak kecil itu hanya anak bawang..! " kata Nova dengan gamblang.


"anak bawang..? " beo semuanya kompak.


Dylan berdecak kesal, sekarang tak ada lagi yang berbicara hanya ada keheningan saja


Nova tertawa geli melihat para pengawal mereka malah bungkam mendengar decakan Kakaknya.


"kakakku sangat imut kak.. kenapa kalian semua takut..? " Nova menyelendot di sisi Dylan.


Dylan memutar matanya dengan malas.


.


.


"itu pelakunya kak..! " tunjuk Nova ke arah mobil mewah


anak kecil itu gemeteran saat berhadapan dengan wanita yang baru keluar dari mobil mewah.


"siapa ibu-ibu itu kak..? " bisik Nova penasaran


Dylan menggeleng kepalanya yang artinya tidak tau siapa wanita itu.


"sepertinya saya mengenalnya nona kecil..! " ujar Katrina menatap intens wanita yang cukup jauh dari mereka saat ini.


"siapa kak..? " tanya Nova


Dylan menaikkan telinganya yang artinya dia menguping pembicaraan Katrina dan Nova.


"siapa ya..? sepertinya wanita itu cukup terkenal.. pakaiannya... hm.. iya.. pakaian ala cinderella.. hmm... itu.. Nona kecil..! "


Riska hanya menatap serius sosok itu, sebab ia memang tidak tau siapa orang itu.


"katakan yang jelas..! " desak Dylan


Katrina terkejut lalu berkata

__ADS_1


"maaf tuan kecil.. saya akan mengatakannya..! "


"Putri Anabela..! yaah.. wanita itu tangan kanan Putri Anabela..! ". jawab Katrina


"Ibu Anabela..? Ratu Arabela..? " beo sikembar kompak


"iya... Anabela saudara perempuan ratu Arabela kota A...! " sambar Arla.


"beri tau daddy..! mereka sudah bergerak..! " perintah Dylan


"baik tuan kecil""


"kenapa kasih tau daddy kak.? kata kakak enggak usah kasih tau daddy..! " tanya Nova penasaran


"awalnya begitu dek.. tapi Kerajaan modern Kota A sangat kuat kita harus bekerja sama dengan daddy..! " jelas Dylan


ke empat pengawal Nolan menganga lebar mendengar siasat bocah kembar itu, mereka memang pernah mendengar ada anak jenius tapi baru kali ini mereka bertemu dengan anak yang benar-benar master jenius cilik .


"kita sudah menemukan dalangnya kak.. ayo kita ke perusahaan daddy...! " ajak Dylan dengan wajah datarnya


"baik tuan kecil". jawab Riska dan yang lainnya sopan


.


.


di ruangan Pasha, Nova dan Dylan terpaksa memberitau masalah mereka tanpa mengatakan kesalahan pengawalnya.


"Bruukkkh....!! " Pasha meninju dinding hingga tangannya mengeluarkan darah.


"daddy... !!". pekik Nova melompat demi menggapai tangan Pasha dan melihat darah yang mengalir dari tangan Pasha.


"kakak ambilkan obat..! " pinta Dylan Sedikit khawatir.


Dylan menarik jas Pasha dengan kasar hingga Pasha terduduk di sofa nya dengan tak elit..


"kenapa daddy melukai tangan sendiri..? nggak bisa daddy berpikir dengan kepala dingin hah..? " Bentak Dylan


Pasha tersentak kaget saat dirinya di bentak pertama kali dan yang membentaknya anaknya sendiri.


"kenapa kakak marah? daddy melampiaskan kemarahannya karna Nova hampir aja memakan bekal makan siang itu".


"bagaimana pun Daddy sudah dewasa..? bukankah daddy seorang Boss Mafia the Xylver..? seorang panutan bagi bawahan daddy.. dalam ring adu kekuatan melatih emosional sangat di uji Daddy.. daddy harus bisa mengendalikan emosi.. kalau udah begini apa yang harus daddy katakan pada mommy.? "


Pasha bungkam mendengar penjelasan Dylan yang sangat bijak seperti sangat berpengalaman


"iya kak.. Daddy nggak bakal melakukan hal bodoh lagi.. iya kan daddy...? "


Pasha mengangguk lalu merentangkan tangannya.


"obati dulu...! " wajah datar Nova dan Dylan


Arla memberikan kotak p3k nya ke Nova.


"biar kakak yang obati dek..! " selah Dylan


Nova mengangguk lalu menggeser duduknya, wajah dylan yang datar namun sangat imut sedang mengobati daddynya.


Pasha melihat Dylan dan Nova yang benar-benar pintar, bahkan dalam mengendalikan emosionalnya masih begitu kalah dibanding anak-anaknya..


"kakak sering ngobatin mommy, aunty Ella dan Nova kalau terluka, daddy ! ". jelas Nova yang tau raut wajah heran Pasha.

__ADS_1


"daddy bangga memiliki kalian sayang.. son..!! daddy pria yang paling beruntung memiliki kalian..!" Pasha merentangkan tangannya.


Sikembar pun memeluk Pasha dengan raut wajah berbeda.


"daddy jangan buat luka daddy basah..! " peringatan Dylan


"baik Kapten kecil..! " hormat Pasha


Dylan tersenyum, Nova tertawa cekikikan sedangkan pengawal mereka berjaga di luar tidak mau mengganggu moment ayah dan anak itu.


"sekarang katakan apa yang harus daddy lakukan?" tanya Pasha yang tau siasat hebat anak-anaknya..


"daddy harus bisa bertemu pandang dengan ratu Arabela..! "


"kalian tau tentang ratu Arabela..? " tanya Pasha tak percaya.


Nova dengan semangat berceloteh menceritakan semuanya..


Pasha mengerjab-ngerjab lucu..


"Astagah..! anak-anakku daddy ingin tau apa isi kepala kecil kalian nak? bagaimana bisa otak kalian sangat encer..? bahkan sangat pintar menebak Ratu Arabela memiliki hubungan dengan mommy kalian ..! "


"bagaimana daddy..? daddy mau bekerja sama dengan kami..? " tanya Nova


"iya... daddy setuju..! " jawab Pasha menarik nafas sebentar.


"tapi kalian syarat..? " tawar Pasha


"apa..? " tanya sikembar kompak


"kalian nggak boleh beritau mommy kalian.. yang ada mommy kalian khawatir kita akan urus satu wanita ini.. bagaimana pun dia bagian dari mereka jadi untuk menjatuhkannya harus ada kerja sama dengan orang dalam itu juga..! "


"baik daddy".


Pasha memerintahkan Mars mengirimkan undangan rahasia ke Kota A terutama untuk ratu Arabela.


.


.


ke esokan harinya surat itu sampai di tangan Arabela.


"siapa yang mengirim surat padaku..? ". gumam Arabela segera membuka gulungan kertas itu.


mata Arabela membola membaca pesan itu, ia membalas surat Pasha dengan bantuan burung merpati nya..


"ada burung merpati Nyonya Ratu..! " pelayan pribadi Mely memberikan burung merpati itu pada Mely


Mely mengusir pelayannya lalu membuka gulungan kecil di kaki burung itu, Mely meletakkan merpati itu di balkonnya.


"apa kamu menunggu balasan merpati putih..? " tanya Mely yang melihat merpati itu tak terbang padahal udah Mely bebaskan.


"ini bukan merpati sembarangan.. hewan ini sudah terlatih..! " gumam Mely segera membuka gulungan kecil itu.


mata Mely melebar sempurna.


"apa ini siasat Pasha minta kerja sama..? aku harus menghubunginya...! "


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2