Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
pernikahan (part.1)


__ADS_3

waktu berlalu begitu cepat..


5 bulan telah mereka lewati, Pasha begitu posesif menjaga istrinya.


Flasback On.!


"anak saya kembar dokter..? " tanya Pasha dengan nada tak percaya namun terpancar kebahagiaan dimatanya.


"benar tuan muda.. akhirnya saya bisa memastikan janin nyonya muda ada 2 ! sebelumnya sangat kecil hingga saya ragu, penilaian saya biasanya yang terlihat duluan adalah kakaknya sepertinya adiknya sangat pemalu ya..? hampir 1 bulan baru menunjukkan diri nya..! "


Pasha berkaca-kaca menatap layar monitor USG Kaira juga melihat kearah monitor dengan mulut terbuka.


"memang ada seperti itu dokter..? dulu saat saya mengandung anak pertama dokter yang memeriksa saya bilang anak saya kembar.. tapi kenapa sekarang berbeda dokter..? " tanya Kaira penasaran


Dokter Haura tersenyum ramah,


"berarti anak pertama nyonya normal, saya juga baru pertama kali lihat hal seperti ini.. biasanya saat pertama kali di periksa akan terlihat langsung janin ibu ada berapa, tapi nyonya berbeda..! "


"apa kamu nggak suka hamil anak kembar lagi sayang...? " tanya Pasha


"bukan begitu suamiku.. aku hanya penasaran aja saat aku hendak menggugurkan Nova dan Dylan, dokter abors* mengatakan anakku kembar dan kuat.. jadi ak....?" jelas Kaira tergantung baru menyadari dirinya keceplosan


"kamu benar-benar mau menggugurkan kandunganmu saat itu sayang..? " tanya Pasha dengan datar


Kaira tersenyum manis


"maafkan aku suamiku.. aku kan bicara fakta sesuai keadaannya saat itu.. bukankah saat itu aku salah faham padamu..? iya kan? maka nya saat itu...? "


"sudah jangan diteruskan sayang! mood ku sedang baik jangan dihancurkan " potong Pasha menatap layar USG lagi


Kaira menarik nafas lega sambil mengelus lengan Pasha yang tengah mengelus-ngelus perutnya.


Haura yang tak mengerti hanya tersenyum walau dirinya penasaran, sebelumnya Haura sudah pernah bertemu sikembar Melviano dan tampang mereka benar-benar mirip Pasha.


"untung aja anak hebat itu terlahir juga di dunia ini.!" batin Haura mengingat kehebatan Nova dan Dylan


"Suamiku..? " rengek Kaira


Pasha menghela nafas panjang lalu mengelus pipi Kaira, "mau apa..? "


Kaira tersenyum cerah, Pasha mudah marah tapi sangat mudah bagi Kaira membujuknya.


dokter Haura sudah biasa jadi nyamuk diantara pasangan manis itu,


Flasback Off.


sekarang Pasha harus menghadiri pesta pernikahan Ella dan Ramzi, Kaira yang tengah hamil 5 bulan sudah seperti 7 bulan saja tetap kekeuh hadir dihari bersejarah sahabat baiknya itu.

__ADS_1


sikembar Melviano seperti biasa dipercaya di bagian makanan dan minuman.


"apa kakak merasakan sesuatu..? " tanya Nova


"hmmm...! sepertinya kali ini tebakan kakak mereka mengincar daddy karna sebelumnya mereka berusaha menjebak mommy nyatanya kita bisa menghalaunya! " jawab Dylan


"huuh... mommy terlalu cantik sekarang padahal udah punya dedek baru.. om om itu tetap aja bersikeras mengejar mommy...! " keluh Nova dengan malas mengingat sosok Bastian..


"tapi Daddy bisa mengatasi saingannya, biarkan saja Daddy bertindak sesukanya asalkan mommy tetap aman bersama daddy..! tapi kita nggak boleh lengah menjaga mommy " ujar Dylan


"iya kak.. kakak banyak sekali memasang alat penyadap di semua tempat ini apa kakak beli pake uang sendiri..? " tanya Nova menekan Earphone kecil di telinganya.


"nggak dek, Kakak minta belikan daddy..! " jawab Dylan


lagak kedua anak kembar itu seperti anak kecil biasa tak ada yang tau mereka tengah mencari musuh di dalam keramaian kini.


"mommy kenapa belum keluar ya kak?". tanya Nova memakan kue kering kesukaannya sambil duduk manis di kursi khusus untuk sikembar.


"Daddy sepertinya tak mengizinkan mommy terlalu lelah mungkin mommy sedang istirahat..! " jawab Dylan


Nova manggut-manggut mengerti.


"tuan kecil.. nona kecil..! maaf kami lama". hormat Riska disusul Katrina


Nova tersenyum menyambut mereka sedangkan Dylan hanya diam tanpa berkata-kata, mereka sudah biasa ditemani oleh Katrina dan Riska jadi tak canggung lagi.


Riska mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya, "saya hanya menemukan ini nona kecil..! "


Nova mengambilnya lalu memberikannya ke kakaknya.


"apa ini kak..? " tanya Nova ke Dylan


Dylan mengeluarkan bubuk putih itu dan memain-mainkannya lalu mengendusnya sebentar, "ini obat bius..! "


"bukan obat perans*ng tuan kecil..? " tanya Katrina


"bukan..! sepertinya pelakunya memang ingin mangsa nya tertidur". jelas Dylan meremas bubuk-bubuk obat itu dengan kasar.


Katrina dan Riska saling pandang kagum, semakin hari Dylan semakin hebat bisa mengenali obat hanya dengan mencium aromanya aja.


"jadi kita harus bagaimana kak..? " tanya Nova


"kita bertindak hati-hati jangan sampai orang yang kita incar lari..! " ujar Dylan


Dylan dan Nova saling bertukar ide sedangkan Riska, Katrina hanya menyimak mendengarkan rencana kedua bocah hebat itu.


mereka berempat menjalankan sebuah misi bersama-sama..

__ADS_1


Ramzi dan Ella adalah pengantin bahagia dibulan ini mereka saling mencintai diam-diam satu sama lain, perjuangan Ramzi cukup membuahkan hasil, ia tak bisa membohongi diri untuk tak mencintai Ella, semakin hari cinta itu tumbuh begitu saja tanpa diminta.


tak ada pacaran diantara mereka Ramzi langsung melamar Ella dengan romantis di perusahaan Ella dan Rani bekerja, Ella yang syok tapi sekaligus senang pun menerima lamaran Ramzi.


"suamiku..! " rengek Kaira untuk yang kesekian kalinya memelas.


"kenapa kamu sangat keras kepala sayang..? aku nggak mau kamu terlalu lelah.. disuruh pakai kursi roda nggak mau..! " omel Pasha seperti ibu-ibu rempong.


Kaira mengerucutkan bibirnya.


"aku pengen makan sup daging dibawah, ya.. yah.. boleh ya..? "


Pasha menarik nafas dalam-dalam, Kaira susah sekali menurut padanya kalaupun ia hanya beberapa menit saja nurutnya, tidak bisa seharian nurut sama Pasha.


"suamiku..? aku janji bakal hati-hati setelah itu nanti malam kita wik wik ya...? " rayu Kaira


Pasha kalau sudah dibilang begitu luluh, "janji kamu nggak akan jauh dariku sayang..? walaupun ada Ayah dan bunda nanti..? "


Kaira mengangguk-ngangguk meyakinkan, "aku akan menurutimu Suamiku..! "


"kalau kamu menurutiku kenapa nggak bisa menurutiku saat ini hm...? " Pasha menangkup pipi Kaira dengan mesra.


Kaira tersenyum manis saja membalasnya,"ayo...! "


Pasha pun merangkul istrinya menuju aula pesta keposesifaan Pasha dilihat beberapa pekerja hotel bahkan media pun tau betapa sayangnya Pasha pada sosok wanita istimewa nya.


tringg...!!


pintu Lift terbuka, semua mata beralih ke pintu lift dan terlihatlah sosok pria yang bisa membius mata siapapun sedang merangkul posesif wanita yang sangat mempesona Kaira punya daya pikatnya sendiri apalagi sedang mengandung.


perut buncit Kaira jadi sorotan semua tamu undangan, mereka seolah takjub sekaligus iri pada Kaira bisa mengandung benih berharga Pasha.


"mamah... papah..? Ayah..? hehe bunda? " sapa Kaira dengan bahasa bibirnya ke orang terkasihnya.


kedua orangtua mereka terkekeh pelan melihat Kaira yang sangat dijaga oleh Pasha, sebagai orangtua mereka hanya bisa menyaksikan kemesraan anak-anaknya bagaimanapun Kaira sudah menikah jadi Arabela dan Lexy harus mengerti Pasha sebagai suami yang siaga dan perhatian.


"Malaikat-malaikat kecilku mana Suamiku..? " tanya Kaira mencari 2 sosok malaikat kecilnya.


"mereka bersama Riska dan Katrina, jangan khawatirkan anak kita sayang kamu nggak percaya perlindunganku terhadap anak-anak kita..??"


"baiklah..! maafkan aku. !" cicit Kaira


"maafmu aku terima sayang, ayo katanya mau makan sup daging ! " ajak Pasha dengan lembut.


Kaira mengikuti suaminya yang tengah memeluk pinggangnya sambil mengelus perut buncitnya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2