
"ayo sini daddy...!! " lambaian tangan Nova begitu ceria parasnya sangat memukau bagi seorang anak kecil seusianya.
Pasha berjalan tenang ke atas panggung kemenangan Dylan sementara Dylan malah memanggil mommynya..
"mommy...? cepat kemari..!! " panggil Dylan begitu semangat menggunakan Mic pemberian MC..
"ayo kita turun sayang...!! " ajak Mely.
Kaira berjalan di rangkul Mely dan Ayah mertuanya ada disamping Kaira, disisi kiri kanan mereka ada beberapa bawahan Pasha anggota the Xylver yang bertugas mengawal Kaira..
semua mata melihat ke arah lantai atas lalu beralih ke tangga menunggu seseorang yang dipanggil mommy oleh Dylan
"maafkan aku Kaira...! aku harus mengekspos mu.. aku berjanji akan menjagamu dengan segala kemampuanku... kami bertiga akan menjagamu sayang...!! " batin Pasha
Pasha memang punya segalanya tapi semakin tinggi statusnya semakin banyak orang yang iri dan benci dengan semua keberhasilan Pasha, apalagi Pasha Boss Mafia the Xylver yang dikenal tak punya kata ampun atau hati..
tapi kenapa Pasha bisa cepat luluh pada pesona Kaira,
Pasha sadar Kaira bukan wanita biasa sebab bisa mengandung anaknya, Pasha belum menemukan jati diri Kaira, itu sebabnya Pasha harus menunjukkan diri Kaira ke publik walau belum memperlihatkan wajah Kaira, perlahan tapi pasti keluarga sesungguhnya Kaira akan datang padanya..
Kaira tersenyum canggung dibalik cadarnya di tatap banyak orang, Mely merasakan genggaman tangan Kaira makin mengerat artinya Kaira sedang gugup
"mommy...?? " lambaian tangan Nova
Kaira melirik sebentar putri nya lalu matanya menyipit karna senyum manisnya ke Nova..
Pasha dan Dylan berjalan ke arah pinggiran panggung lalu kompak mengulurkan tangan ke Kaira, Kaira melihat kedua tangan itu ia menyambut tangan Pasha juga tangan Dylan..
Mely dan Matt saling merangkul satu sama lain melihat perlakuan manis Pasha..
seperti terjadi badai Es.. semua yang ada di gedung itu hening tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, mata mereka melotot kaget melihat seorang Pasha tengah tersenyum manis ke sosok bercadar itu..
"ini buat mommy...!! " Dylan memberikan mendali emasnya ke Kaira..
Kaira tersenyum saja mengelus pipi Dylan..
"mommy sangat takut tadi sayang...!! " lirih Kaira dengan pelan sambil menyimpan mendali emas milik Dylan ke saku gamisnya..
"Dylan kan udah janji tidak akan membiarkan wajah tampan nan imut milik mommy tergores.. " cengir Dylan
Kaira memeluk Dylan lalu mencium sisi kepala Anaknya itu..
"mommy tidak bisa mencegah hobbi mu sayang tapi mommy juga nggak bisa melihatmu kena pukul jadi jangan sampai terluka... "
"baik mommy...!! " jawab Dylan semangat..
__ADS_1
Nova entah sejak kapan sudah saling perpegangan tangan dengan tangan besar Pasha..
"mommy..? nova juga akan ikut lomba hacker minggu besok..! demi mendapatkan juara pertama Nova akan berusaha buat mommy dan daddy bangga.. "
Kaira berpindah ke Nova, lalu mengelus pipi Nova dengan lembut.. Kaira memasangkan kembali cadar Nova lalu mencium kening Nova..
"mommy tau kalian akan selalu membuat mommy bangga... " tutur Kaira
Dylan dan Nova pun berpelukan dengan Kaira.. Pasha tak mau ikut campur ia memilih mengelus kepala Kaira yang sangat Pasha akui begitu hebat bisa mendidik anaknya seperti sekarang..
"waah...!! kita sampai lupa berbicara ya..? maafkan kami Nyonya...!! kami tidak sopan pada tuan kecil juga nona kecil sebelumnya ! " kata MC pria begitu gugup..
anggota the Xylver tersenyum tipis melihat kebahagiaan Nyonya besar, tuan besar dan Pasha selaku atasan mereka semua
perempuan bertopi di sudut ruangan menyeringai ke arah Kaira..
"kau sudah membuat reputasiku hancur...!! aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia, sama sepertiku kalian harus hancur berkeping-keping... !!" gumam wanita itu yang tak lain adalah Elis..
Elis segera keluar dari tempat itu dan menunggu diparkiran, ia mencari waktu yang tepat untuk balas dendam..
.
"daddy nggak mau peluk kami..?? " tanya Nova dengan polos..
Pasha melihat ke arah Kaira, Kaira berdiri tegak disamping Sikembar..
"peluk daddy mommy...!! " Seru Nova semangat
Kaira tersenyum kikuk ke Pasha, mana berani ia memeluk Pasha di depan umum,
Pasha merentangkan tangannya hingga para wanita pada histeris di tempat, ada yang pingsan bahkan ada yang terduduk lemas di bangku masing-masing..
Dylan tertawa cekikikan melihat mommy dan daddynya malu-malu
(seperti baru pertama kali pacaran aja 😂😂).
"ayo mom..! peluk daddy.. " desak Nova
Dylan membantu Kaira lebih dekat ke daddynya tapi Kaira bisa menahan kakinya tidak mau mendekati Pasha..
"apa mommy malu..? " tanya Nova dengan polos
wajah Kaira memerah karna malu, Pasha lah yang memeluk Kaira duluan dengan mesra hingga para penonton heboh dengan jeritan masing-masing..
Kaira yang tadinya melotot segera menyembunyikan wajahnya di dada bidang Pasha, padahal tak ada yang mengenali Kaira tapi kenapa ia sangat malu..? sungguh malu hingga Kaira ingin bersembunyi di lubang terkecil dimana tak ada yang bisa m menemukannya..
__ADS_1
"kenalkan menantuku AsKaira..!! wanita istimewa yang bisa mengandung anak putraku Pasha..! " seru Nyonya Mely menggema
"ya ampun...!! manis sekali.. "
"tapi kenapa anak tuan pasha sudah besar..? lalu bagaimana dengan nyonya terdahulu..? "
"apa gosip-gosip itu benar..? "
"gosip yang sempat viral itu ya..? tapi hilang dalam hitungan menit.. "
"iya yang itu..! "
Dylan dan Nova mendengar pembicaraan para penonton, pendengaran mereka sangat tajam jika ada yang berani mengatai mommy tersayang mereka..
"mommy kami tidak pernah jadi orang ketiga seperti kata kalian..! " bentak Nova berkacak pinggang dengan tatapan tajamnya..
ia tau perihal orang ketiga adalah orang yang menghancurkan kebahagiaan orang lain itulah yang sikembar ketahui..
Pasha mengeratkan pelukannya dengan Kaira, sementara Kaira berusaha melepaskan diri dari Pasha..
"selama ini kami hidup di negara E...! kalian tidak tau apa-apa mengenai masalah keluarga kami jadi jangan bicara hal buruk tentang mommy kami... " kata sinis Dylan..
"biar granma jelaskan...! " seru Nyonya Mely
"nggak mah..! ini karna Pasha.. biarkan Pasha menjelaskan semuanya " selah Pasha
Pasha melepaskan pelukannya dari Kaira lalu mengusap pipi Kaira dengan lembut tangan itu menggenggam erat tangan Kaira..
"7 tahun yang lalu aku dijebak oleh seorang wanita diberi obat perangs*ng,, saat itu Kaira lah yang menolongku tapi saat itu aku tidak kuat menahan diri hingga memperk*sa Kaira,, saat itu aku juga tidak merasa bersalah atau sekedar mencari tau siapa yang aku sentuh malam itu.. ! beberapa minggu kemudian aku dijodohkan dengan istriku sebelumnya.. !"
lalu Nyonya Mely menyambung perkataan Pasha..
"dan aku saat itu sangat menyukai gadis taat agama seperti Nabila.. aku juga nggak tau Kaira sedang hamil anak Pasha dan memilih pergi dari kehidupan kami tanpa meminta pertanggung jawaban dari Pasha.. setelah itu mereka hidup dengan pasangan masing-masing... Kaira memiliki hidup sederhana namun begitu bahagia.. tapi Pasha yang memiliki kehidupan yang sangat mewah begitu kesepian tidak ada keturunan.. !"
"selebihnya kalian pikirkan sendiri.. jangan pernah mencelah istriku, dia tidak sama seperti wanita lainnya yang suka memanfaatkan situasi berkacalah sebelum berbicara.. " kata pedas Pasha merangkul keluarga kecilnya keluar dari tempat itu..
kaira mengerjab-ngerjabkan matanya mengingat perlakuan Pasha tadi yang sangat membela nya..
setelah kepergian keluarga Melviano mereka masih termenung mencerna kata-kata Pasha, bahkan MC pria pun tak bisa berkata-kata saat Pasha menjelaskan alasan dirinya memiliki anak dari Kaira.
kalau begini siapa yang patut disalahkan? semua ikut terlibat..
.
.
__ADS_1
.