
.
.
di tempat lain tepatnya di Kota A..
Anabela mengepalkan tangannya dengan kuat hingga tangannya memutih.
"jadi anak itu baik-baik aja..? " tanya Anabel dengan geram
"benar nona..! sepertinya mereka sangat menjaga anak kecil itu.. bagaimana pun anak-anak itu berhubungan dengan tuan Melviano yang bisa melawannya hanya yang mulia raja saja...! "
"apa maksudmu hah..? kau fikir aku lemah..? aku bisa melawan anak-anak itu, dan juga kenapa aku tidak membunuh bayi itu saat bayi dengan begitu tidak akan jadi masalah bagiku saat ini...! "
Anabel benar-benar marah, apalagi saat dia tau sosok anak yang dia buang dulu masih hidup dan lucunya menunjukkan diri ke publik dengan status tinggi yaitu istri tuan muda Pasha Melviano.
"beruntung aja kakak sedang sakit jiwa dan yang mulia sedang sibuk dengan urusan politik..! "
"sekarang aku nggak mau dengar kesalahan, kalian harus bisa melakukan apapun untuk mendapatkan wanita bernama kaira itu.. aku nggak mau dia menjadi batu sandungan bagiku mencapai posisi ratu...! mengerti...?? " desis Anabel dengan mengintimidasi
"baik nona...! " jawab asisten perempuannya
"aku tidak menyangka kamu akan sampai ketitik tertinggi keponakanku.? bahkan kamu menyandang status istri tuan muda melviano bibi bangga padamu tapi tetap saja bibi tidak mau kamu bertemu dengan bunda dan ayahmu..! kamu hanya membuat bibi bermasalah nantinya.." senyum jahat Anabela
hari terus berlalu hingga resepsi pernikahan Kaira dan Pasha tinggal 2 hari lagi.
Dylan dan Nova selalu aja ada rintangannya tapi bisa mengatasinya bersama pengawalnya dan berkat lindungan Pasha karna dapat peringatan dari Arabela bahwa adiknya tengah mengincar cucu-cucunya.
Kaira di kamarnya terus aja gelisah..
"kenapa aku nggak tenang ya..? apa yang terjadi sebenarnya..? "
"2 hari lagi hari pernikahan kami tapi aku masih khawatir entah apa yang ada di fikiranku saat ini, Apa anak ku baik-baik aja ya..? "
Kaira menghubungi Riska..
"Riska..? apa anak-anakku dalam keadaan baik-baik aja...? " tanya Kaira to the point.
Riska meneguk salivanya sendiri, "baik-baik aja nyonya..! apa nyonya mimpi buruk..? "
"enggak tau apa ini mimpi buruk atau enggak yang pasti hatiku nggak enak Riska bisa berikan ponsel mu pada anakku..? "
"bisa nyonya..! ". jawab Riska langsung memberikan ponselnya dengan sopan pada Dylan.
"mommy..? " suara Dylan
"kalian baik-baik aja nak..? mommy khawatir..! " tanya Kaira
Dylan diam sebentar lalu berkata..
"kami baik-baik aja mommy.? apa mommy ada masalah..? katakan sama Dylan apa yang mommy pikirkan..? "
"tadi mommy gelisah sayang.. maka nya mommy menelfon kalian..! Nova dimana nak..? " tanya Kaira
"Nova yang imut sejagat raya ada disini mommy kami baik-baik aja mommy..! " sahut Nova dengan nada terdengar ceria oleh Kaira
Kaira menghela nafas lega..
"baiklah..! hati-hati sayang.. mommy menunggu kalian di rumah.. "
"siap mommy...! " jawab keduanya serentak.
__ADS_1
panggilan terputus.
"semua baik-baik aja Kaira..! kenapa kamu sangat khawatir ..? "
jujur akhir-akhir ini Kaira memang punya firasat aneh yang pasti membuatnya tidak bisa tenang.
sementara di sekolah Dylan dan Nova saling pandang setelah Riska dan Katrina keluar dari ruangan kelas mereka.
"biasanya kalau mommy udah khawatir kita pasti bakal bunuh orang nanti kak..! " bisik Nova
Dylan mengangguk membenarkan.
"hati-hati terhadap apapun dek kakak merasa memang ada yang mengintai kita.. " peringatan Dylan
"iya kak..! Nova mengerti... " jawab Nova dengan ekspresi menggemaskannya.
saat di negara E juga begitu, Kalau Kaira udah berfirasat akan terjadi sesuatu pada mereka hanya saja Dylan dan Nova selalu menutupinya dari Kaira.
.
.
jam pulang sekolah pun tiba.
Nova berjalan senang merangkul lengan Kakaknya,
"silahkan masuk nona kecil.. tuan kecil..! " sopan Riska
Katrina juga menunduk menunggu anak kembar itu masuk ke mobil.
firasat Dylan makin kuat, ia merasakan ada yang memperhatikannya dan pastinya hal itu tidak baik Dylan bertingkah biasa-biasa aja..
Riska dan Katrina memasuki mobilnya.
"tuan kecil.. nona kecil.. saya mohon berhati-hati saya merasa ada yang mengintai kita..! " kata Riska
Katrina mengangguk membenarkan.
"Kami tau kak..! " balas Nova dengan santai
"jadi nona kecil tau..? " tanya Katrina tak percaya
"iya kakak.. ayo jalan kita lihat apa rencananya hingga bisa membuat mommy kami merasakan bahaya nya " tantang Nova dengan antusias.
Katrina dan Riska saling pandang dengan raut wajah sulit diartikan..
"tunggu apa lagi...? " tanya Dylan dengan datar
"ba.. baik tuan kecil..! " jawab keduanya kompak.
benar apa yang Kaira takutkan dan sikembar pikirkan
memang ada yang mengikuti mobil mereka.
"tuan kecil mohon pegangan..! nona kecil.. " pinta Katrina memelas..
"iya kak..! " jawab Nova
Dylan tampak tenang aja dengan laju mobil mereka yang nggak wajar.
"belok ke kiri, tuan Panji dengan anggota the xylver ada di jalan sana... " teriak Riska
__ADS_1
Katrina yang menyetir mengangguk mengerti, ia langsung memutar setirnya ke arah Kiri tanpa menghidupkan lampu sen mobil dibelakang mereka makin dekat dan langsung memotong mobil yang dinaiki Nova dan Dylan.
Katrina terpaksa mengerem mendadak saat mobil didepannya berhenti melintang jalan.
"Sial...!! " maki Katrina
"sepertinya mereka sangat handal mengendarai mobil Katrina..! ayo kita turun.. " ajak Riska
"tuan kecil mohon jaga nona kecil saya dan Riska akan mencoba melawan mereka..! " pinta Katrina dengan khawatir..
"iya kak..! hati-hati.. !" balas Dylan
Riska dan Katrina keluar dari mobil, dan Dylan mengunci mobil dari dalam.
Nova mengeluarkan senjata api nya..
"Nova merasa lawan kita cukup kuat kak.. "
"iya..! tapi nggak boleh bertindak gegabah.. kita lihat kelemahannya.. " ujar Dylan
"kakak memang sangat hebat mencari kelemahan musuh.. " masih sempatnya Nova memuji kakaknya.
Dylan tersenyum saja tapi matanya fokus melihat 1 pria tua yang mendapatkan perhatiannya Dylan tebak pria tua itu yang terkuat dari 2 pria yang sedang menjaga pria itu.
"berikan anak-anak itu..! " perintah bawahan pria yang sedang bersandar angkuh dimobilnya.
"langkahi dulu mayatku..! " tantang Katrina
"hiyaa...!! " Riska mulai menyerang terlebih dahulu.
Katrina dan Riska bisa mengimbangi ilmu beladiri kedua bawahan Pria tua yang sedang menatap membunuh ke arah mobil Nova dan Dylan..
"aaakh...!! " Riska tertendang
"Riska..? " pekik Katrina
Katrina dengan cepat membanting pria satunya lalu membantu Riska melawan Pria yang menendang Riska.
"beraninya kalian menyerang wanita..! pria pengecut". maki Katrina
"sudah aku bilang berikan anak-anak itu tapi kalian bersikeras menolak, jangan salahkan kalau kalian mati ditangan kami..! "
Riska meludah..
"ciuuh... aku tidak akan membiarkan kalian membawa tuanku...! "
"mati adalah urusan tuhan kalian hanya manusia bukan tuhan jadi jangan bertingkah sombong seolah kalian adalah dewa.. " sinis Katrina
Riska dan Katrina kembali menyerang dengan segala kemampuan mereka.
"kalian cukup hebat..! tapi kenapa nggak jadi penghangat ranjang saja..? kenapa buang-buang tenaga dengan bekerja melelahkan seperti ini..? "
Riska makin geram dan Katrina pun emosi mereka mengeluarkan senjata api dari balik baju mereka dan menembak mati kedua pria itu.
"harga diri kami terlalu tinggi untuk kalian rendahkan". sinis Riska
"bagus.. bagus...! Kalian membunuh prajuritku.. " tepuk tangan pria tua yang terlihat angkuh itu.
.
.
__ADS_1