Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
Keyzo dan Kaisha


__ADS_3

"Mah...?? ". Pasha berkaca-kaca menatap Mely


Mely mendekati Pasha dengan khawatir, "ada apa sayang..? "


"maafkan Pasha mah. ! tadi saat Kaira melahirkan benar-benar mengerikan..! maafkan Pasha yang lupa diri ". Pasha memeluk Mely dengan nada gemetar


semua yang mendengarnya antara takut dan khawatir.


"itu udah kewajiban mamah nak.. sekarang coba katakan bagaimana keadaan Kaira..?? kamu lihat bunda nya begitu khawatir.. ". Alib Mely


Mely sengaja melakukan itu supaya Pasha melupakan hal tadi, bagaimanapun itu adalah kewajibannya


Mely melahirkan anaknya dengan penuh cinta.


Pasha melepaskan pelukannya dengan Mely lalu berkata


"Bunda Kaira baik-baik aja!. kami mempunyai anak kembar lagi ".


Arabela tersenyum lega jadinya, ia memeluk Lexy yang terharu dengan jawaban Pasha


Pasha merentangkan tangannya ke Sikembar didekat Rani yang sedang sumringah bahagia.


Nova memeluk Pasha dengan tawa menggemaskannya berbeda dengan Dylan yang hanya memegang tangan Pasha.


"kalian punya adik sayang? Son..! benar-benar sepasang adik laki-laki dan perempuan..!! ". Pasha menatap Nova dan Dylan bergantian


"iya daddy..! Nova punya dedek perempuan


Daddy punya dedek laki-laki..!". seru Nova dengan senang


"iya daddy! '. sahut Dylan


Pasha mencium tangan kecil Nova dan Dylan.


Riska dan Katrina hanya diam tapi ikut senang mendengarnya apalagi melihat semua orang terlihat bahagia.


"tuan muda maaf mengganggu! ". selah suster dengan sopan


"ya.. ada apa? apa istriku butuh sesuatu? ". cecar Pasha


"bukan tuan muda..! apa kami boleh memindahkan nyonya ke ruangan yang lebih baik?". tanya suster dengan cepat


"oh.. aku kira apa.! ya sudah kalian lakukan yang terbaik untuk istriku". Pasha artinya mengizinkan malah mengharuskan


Suster langsung menunduk hormat lalu segera kembali ke ruangan Kaira,


.


.

__ADS_1


Kaira di pindahkan keruangan VVIP kelas 1 betapa luas nya ruangan itu, Kaira sedang berbincang-bincang dengan Rani


"Ella bagaimana..? ". tanya Kaira


"kak Ella sedang di luar kota kak! biasalah minta hal yang aneh-aneh juga ke Kak Ramzi, saat tau kakak mau melahirkan baru mereka pulang jadi mungkin datangnya agak terlambat". jawab Rani


Kaira manggut-manggut mengerti


"kita akan adakan pesta besar". seru Lexy


"Ayah..! ". rengut Kaira


Lexy beralih ke Kaira


"kenapa nak? jadi nggak boleh merayakan pesta untuk menyambut keturunan darah biru kami?? "


"sudahlah sayang! biarkan Ayahmu melakukan apa yang membuatnya senang". Mely mengusap kepala Kaira


Pasha yang duduk di tepi ranjang tersenyum saja, "kenapa anak-anak kita belum datang juga sayang..?? "


"entahlah.. apa mereka bermasalah ya? tadi aja rewelnya minta ampun". ujar Kaira juga kebingungan


"mana mungkin anak kalian nangis lagi pasti udah tenang lah! ". sambar Matt


tak berapa lama Haura datang menggendong bayi yang sudah di bungkus dengan kain hangat, tebal dan bayi satu lagi dibawa suster


Haura memberikan bayi itu pada Arabela dan suster memberikan bayi dibawanya pada Mely Pasha berdiri juga ikutan melihat anak-anaknya


Pasha tersenyum begitu tampannya, ia menggendong Nova supaya bisa melihat adik kecilnya


"waah... mirip kami lagi mommy ". bisik heboh Nova


Dylan sudah duduk di ranjang Kaira dan tersenyum ke Kaira


"kamu nggak lihat dedekmu sayang? ". tanya Kaira mengusap pipi Dylan


"mereka sedang tidur mommy! nanti aja kalau udah terbangun". jawab Dylan apa adanya


Kaira tertawa kecil lalu mengusap kepala Dylan, Kaira beralih ke Pasha yang terlihat bahagia


"suamiku? aku senang kamu bahagia! dulu aku tidak pernah melihat senyum atau tawamu yang seriang itu! aku ingin kamu bahagia seperti sekarang suamiku! aku takut padamu tapi kasihan secara bersamaan bagaimana bisa aku mencintai pria sepertimu sayangku, suamiku, cintaku, Ayah dari malaikat-malaikat kecilku... ". batin Kaira menatap Pasha yang tengah menatap seksama bayi-bayinya yang baru lahir.


"daddy sangat bahagia mommy..! ". bisik Dylan


Kaira beralih ke Dylan dan tersenyum lebar,


"kamu memang selalu bisa membaca pikiran mommy sayang..! "


"iya.. semua tertera jelas di kening mommy". canda Dylan

__ADS_1


"apa..? ". kesal Kaira tapi melihat senyum menggemaskan putranya itu mana bisa Kaira mengomel.


"kamu menggoda mommy sayang? ". Kaira mencubit kedua pipi Dylan


"sekarang ayo beritau siapa nama anak-anak kalian hem..? nama cucu-cucu baru keluarga Melviano". Matt berseru terang tiba-tiba


hening...!


Pasha menepuk jidatnya sendiri melupakan hal penting itu, ia beralih ke Kaira..


"boleh aku yang memberi nama mereka sayang? ". tanya Pasha izin terlebih dahulu pada Kaira


semua orang tertawa terpikal-pikal tapi membekap mulut masing-masing jangan sampai membangunkan 2 bayi menggemaskan itu.


Kaira yang memerah malu ditanya begitu


"pertanyaan macam apa itu suamiku? kamu seharusnya memberi mereka nama bukankah itu kemauanmu selama ini..? Dylan dan Nova adalah nama yang aku berikan sendiri, sekarang kamu harus memberi nama untuk adik-adik mereka.! "


dengan muka malunya itu Kaira masih bisa bertutur kata begitu Pasha tersenyum cerah hingga Dylan menggeleng-geleng kepalanya,


Panji, Mars duduk di sofa terlalu menyakitkan hati menonton adegan mesra atasannya.


"aku juga pengen punya anak! ". gumam Mars pelan


"cari dulu perempuannya bukan pengen anaknya..! ". ralat Panji


"kenapa kau? ". tanya Mars melihat mata panji yang tampak memerah


"bodoh..! aku senang tuan muda bahagia.. selama ini dia selalu pergi keluar negri ke rumah sakit terbaik manapun, berbagai macam obat telah masuk ke tubuhnya tapi tidak juga mendapatkan keturunan.. sekarang tanpa melakukan nya tuan muda memiliki dua malaikat kecil yang tangguh dan istri yang istimewa..! aku terharu mengingat masa lalu.. ". jawab Panji


Mars pun merengut, ia mengingat itu semua.


"aku juga senang akhirnya tuan muda mendapatkan kebahagiaannya! dulu kita sampai berjanji untuk tidak menikah sebelum tuan muda mendapatkan kebahagiaannya..! ". gumam Mars dengan lirih


"iya.. itu sebabnya kita belum menikah sampai sekarang.. tapi Ramzi sudah terbebas janji karna tuan muda memang sudah bahagia ". sambung Panji


tak sengaja Riska dan Katrina mendengar pembicaraan mereka, ada rasa menggelitik di hati mereka mendengar ketulusan hati tangan kanan Pasha.


"ternyata tuan Mars dan tuan Panji memiliki hati yang baik.. bahkan sangat setia pada tuannya! ". batin Riska dan Katrina hampir bersamaan


.


"putra kecilku akan aku beri nama Keyzo Melviano yang aku ambil dari nama Kaira (K) dan putri kecil ku akan aku beri nama Kaisha Melviano ". Pasha berkata sambil menatap istri tercintanya


Kaira berkaca-kaca mendengarnya, bagaimana bisa Pasha memberikan nama anak-anaknya terkait dengan nama dirinya Kaira benar-benar bahagia dengan nama itu.


"waaah... selamat datang di dunia ini Keyzo Melviano.. selamat datang juga di dunia ini Kaisha Melviano". seluruh keluarga Kaira dan Pasha menyambut kedatangan kedua anak kembar Pasha dengan antusias


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2