
Kaira terkekeh melihat kedua anaknya tengah berlari kesana-kemari begitu senang melihat isi kamarnya,
"Nova mau tidur disini aja..! " seru Nova dengan girang
"tidak boleh dek.. kata Granma sama granfa tidak baik kita tidur sama orangtua kecuali mommy dan daddy sendiri yang tidur dikamar kita. " kilah Dylan
Nova mengangguk-ngangguk dengan bibir mengerucut..
"mommy..?? " panggil Dylan
"iya sayang..? " Kaira duduk disofa yang tengah di duduki kedua anak-anaknya..
"daddy jemput semua piala-piala Dylan di negara E..!" ujar Dylan dengan pelan berharap mommynya nggak marah
"oh.. ya..? kok bisa..? lewat apa..? " cecar Kaira malah tak percaya
"daddy menjemputnya dengan pesawat pribadi Mommy..! kan Nova udah bilang daddy kita sangat kaya.. " jawab Nova antusias
Kaira tersenyum kikuk, dia jadi mengerti anak-anaknya suka dengan fasilitas pemberian Pasha..
"sebentar lagi Dylan bakal tanding mommy, apa mommy mau ikut..? " tanya Dylan dengan polos
Kaira melihat Nova dan dylan tampak begitu berharap dirinya hadir ke acara itu.
"tapi mommy bakal menangis kalau kamu terluka sayang..!" kilah Kaira dengan ekspresi sedihnya.
"mommy belum lihat kepandaian Kakak, nova aja bisa tidak kenak pukul oleh lawan apalagi Kakak yang seorang petarung go internasional walaupun dunia belum tau dirinya, tapi Nova yakin kak Dylan bakal jadi pria yang hebat kalau udah setinggi Daddy..! "
"iya mommy..! datang ya. ? bahkan granma dan granfa juga ikut, daddy juga hadir..! semua bawahan daddy juga datang kenapa mommy tidak mau..? "
tanya Dylan dengan nada lemas.
"kamu janji tidak akan buat mommy nangis kan?? " tanya Kaira dengan pasrah
"janji...!! " jawab sikembar dengan kompak
Kaira tertawa cekikikan, lalu mereka saling berpelukan.
"mommy sayang sekali sama kalian sayang.. kalian malaikat kecil mommy, alasan mommy untuk hidup apa menurut kalian mommy bakal tahan melihat kalian berkelahi di pertontonkan orang lain sayang..? mommy tidak sekuat itu "
"Mommy tenang aja.. Dylan janji tidak akan membiarkan wajah tampan dan imut ini terluka walau setitik goresan saja.. " kata bangga Dylan
Kaira tertawa pelan lalu mencium bahu kedua anak-anaknya, tawa Kaira memudar jadi canggung melihat Pasha tengah menatapnya begitu intens..
penampilan Pasha yang basah dengan jubah mandi nya itu terlihat begitu sexy,
__ADS_1
"kenapa mommy..? " tanya Nova penasaran
Kaira tak menjawab hanya memaksakan diri untuk tersenyum didepan sikembar, sebenarnya Kaira masih kesal dengan kelakuan Pasha yang suka-suka saja padanya..
entah mengapa Kaira sudah menerima hati Pasha tapi belum bisa memberikan hatinya secara utuh ke Pasha, Separuh hati kaira masih ada pada Mark yang telah tiada dan separuhnya lagi untuk malaikat kecilnya yang sangat ia kasihi..
Pasha harus lebih sabar lagi mendapatkan hati Kaira yang pernah ia sia-siakan sebelumnya.
Dylan dan Nova menoleh ke Pasha dan senyum mereka mengembang sempurna
"daddy...? "
Pasha tersenyum lembut lalu melangkahkan kakinya ke Dylan, Nova dan memeluk anak-anak nya yang menjadikan seorang Pasha menjadi sosok pria yang sempurna (seorang Ayah).
"lain kali kami akan tidur dikamar daddy ya..? tapi kalau daddy lagi pergi kerja keluar kota atau luar negri kami bakal temani mommy disini.. " kata manja Nova mengalungi leher kokoh Pasha
Dylan hanya memutar bola matanya dengan malas padahal dirinya juga mau tidur dikamar daddynya, tapi ego nya terlalu tinggi mengatakan kemauannya itu..
"baiklah sayang.. ! kenapa tidak sekarang..? " tanya Pasha penasaran
"Dylan masih harus latihan fisik lagi sama granfa daddy..! jadi butuh ranjang yang luas nggak berbagi! " cengir Dylan
"Nova juga mau tidur puas tanpa ada halangan Nova pengen tidur sendiri malam ini.. " sambung Nova
Kaira hanya diam mendengarkan mereka berbicara,
.
.
"apa kamu marah padaku Sayang..? " tanya Pasha
Kaira beralih menatap Pasha lalu melihat arah lain tidak tau mau jawab apa, Kaira tau ia sangat berdosa menolak Pasha tapi namanya hati belum menerima bagaimana lagi?
Pasha mendekati Kaira dan kaki Kaira terasa membatu tak bisa bergerak atau lari dari Pasha yang langsung menangkup pipi Kaira dengan tatapan lembutnya..
Kaira melihat kebawah
"tatap aku sayang...! "pinta Pasha
Kaira perlahan menaikkan pandangannya hingga bersitatap dengan mata biru Pasha yang dulu sempat ia kagumi..
"maafkan aku..! " ucap Pasha dengan lirih
Kaira tertegun mendengar permintaan maaf Pasha, Pasha memeluk Kaira begitu mesra lalu menarik nafas berat di bahu Kaira..
__ADS_1
"aku hanya cemburu saat kamu masih memimpikan mantan suamimu..! apa aku salah melakukannya? aku mencintaimu! lagian kita melakukan apapun itu kita nggak akan berdosa kan? kita sudah menikah.. bahkan aku tidak minta hak ku sebagai suami, tapi kita hanya melakukannya sekedar bibir.. !"
"aku janji akan berusaha mengendalikan rasa cemburuku Kaira...! maafkan aku,, aku menyesalinya "
Kaira jadi merasa bersalah, mau bagaimana lagi? kaira juga tidak bisa memaksa hatinya untuk mencintai Pasha kan? Kaira bukan wanita yang mudah untuk didapatkan hatinya tapi jika Kaira sudah jatuh cinta..? kesetiaannya tidak perlu dipertanyakan lagi
"ya Allah...! engkaulah pemilik hati ini.. hamba mohon bantulah hamba untuk mencintai pria ini.. !" batin Kaira
Kaira juga mau bahagia kan? tapi bisa apa kalau hatinya aja sulit untuk mencintai..
"aku yang minta maaf Pasha...! aku pasti sudah berdosa besar menolakmu aku tau kamu berhak atas apapun yang ada padaku.. tapi hatiku sangat sakit dan tidak terima jika kita melakukan hal intim, bayangan dia masih ada di fikiranku aku belum bisa memberikan hatiku padamu Pasha..! aku juga tidak bisa mengatur hatiku ini.. Jika aku bisa memilih aku juga mau mencintaimu.. "
Pasha awalnya mau marah mendengar Kaira masih mengingat mantannya tapi kata Kaira berikutnya membuat hati Pasha berbunga-bunga
Pasha memeluk Kaira lagi dengan erat.. "aku akan sabar menunggumu mencintaiku Kaira..!"
"terimakasih atas segalanya kamu juga selalu membahagiakan anak-anakku..!" ucap Kaira dengan berkaca-kaca
Pasha melepaskan pelukannya lalu menangkup pipi Kaira dengan lembut..
"kalian adalah kebahagiaanku..! aku yang sangat bahagia dengan kehadiran kalian di hidupku yang membosankan ini.. "
Kaira tersenyum..
"kau juga bisa membual..! orang hebat dan pemilik segalanya sepertimu juga bisa mengatakan itu hal membosankan? " ledek Kaira tak percaya
Pasha juga tersenyum lalu kembali memeluk Kaira,
"aku akan terus membual jika itu bisa membuatmu tersenyum sayang..! "
Kaira hanya mendengus..
"tukang gombal, tukang membual, mesum..? semua hal yang terburuk ada padamu .. dasar aneh... "
Pasha terkekeh,
"entahlah.. Aku juga tidak mengenali diriku yang sekarang..!"
Kaira tertawa jadinya saat Pasha malah mengakui diri memang aneh
"kau mengakui kalau kau memang aneh tuan muda.?
ahahaha....!! " tawa lepas Kaira
Pasha mengeratkan pelukannya, Pasha tidak mau melihat senyum bahagia Kaira, ia takut lepas kendali..
__ADS_1
"aku akan selalu membuatmu aman disisiku sayang...!! tidak masalah aku menunggumu beberapa tahun lagi.. selagi kamu ada disaat mataku hendak terpejam (malam hari) dan selalu ada saat mataku mulai terbuka di pagi hari aku sudah cukup bahagia Kaira.. aku akan belajar untuk berubah...!! aku buktikan cintaku murni, bukan sekedar omong kosong belaka..." batin Pasha memejam kan matanya begitu nyaman di pelukan Kaira..
.