Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
liburan (part. 4)


__ADS_3

Pasha menarik selimut Kaira, Kaira memejamkan matanya terlalu malas di cecar pertanyaan oleh Pasha.. ia menjerit dalam hati menyesal berdandan untuk Pasha.. Pasha mencium kening, mata, hidup dan pipi Kaira..


"aku anggap kamu sedang membayar hutangmu sayang...! " bisik Pasha menghembus telinga Kaira hingga bulu kuduk Kaira berdiri semua.


perlahan Kaira membuka matanya dan bertemu pandang dengan mata biru nan hangat seperti banyak bintang saja di mata Pasha (artinya mata Pasha indah).


Pasha tersenyum tangannya mengelus rambut, pipi Kaira dan turun sampai b*kit kemb*r Kaira..


Kaira meneguk salivanya bersusah payah ia tak berkutik saat ini.. bagaimana pun Pasha pria yang punya magnet tersendiri.. Pasha sangat bisa memikat lawan jenisnya tanpa berusaha sedikitpun apalagi kalau Pasha yang berusaha pasti wanita itu bakal luluh..


"aku akan lakukan hati-hati...! " Kata Pasha dengan nada begitu lembut hingga Kaira memejamkan matanya mendengar suara Pasha.


perlahan Pasha melepas kancing baju Kaira, tangan Kaira meremas sprei nya kini.. muka nya merah padam saat Pasha sedang memperhatikan tubuhnya.


"lekukan tubuhmu sangat indah..! " puji Pasha menyentuh seluit pinggang Kaira..


Kaira memejamkan matanya, ia terlalu malu melihat Pasha apalagi jantungnya berdebar karna gelisah bercampur malu.


senyum Pasha merekah begitu tampan, ia tak menyangka Kaira akan rela menyerahkan tubuhnya sepenuhnya, seolah penantian Pasha telah terbayar..


.


(adegan dewasa 😂😂😂 Karya author diawasi,


jadi tidak boleh buat cerita unsur dewasa bisa kena tegur atasan..! jadi bayangin sendiri ya ? )


.


.


ke esokan paginya Pasha terbangun duluan, ia melihat Kaira yang terlelap di lengannya dengan rambut yang sudah berantakan karna ulahnya tadi malam.


Pasha tersenyum cerah mengalahkan mentari dipagi hari, sebuah ciuman hangat mendarat di kening Kaira..


"terimakasih sayang...! aku mencintaimu Askaira


aku nggak akan melepaskanmu karna kamu telah menjadi milikku seutuhnya, kalaupun harus terjadi perang aku nggak akan mundur sayang...!! demi dirimu, aku juga akan mempertahankan dirimu disisiku..! ". batin Pasha dengan tatapan lembutnya..


perlahan Kaira membuka matanya dan hal yang pertama ia lihat adalah wajah tampan Pasha yang makin bersinar dengan senyuman nya itu.


Kaira mengingat malam panas mereka hingga pipinya mulai merona, dengan cepat ia menarik selimut menutupi wajahnya.


Pasha tergelak kencang sambil mengelus-ngelus gemas kepala Kaira.


"sana pergi...!! " usir Kaira


"nggak semudah itu sayang..! " senyum licik Pasha


"aaakhh...! " jerit Kaira


Pasha menggendong Kaira dan membawanya ke kamar mandi, sekali lagi Kaira harus melayani Pasha yang sangat buas memakannya.

__ADS_1


"Pasha sudah.. cukup.. tadi malam kau membuatku kelelahan sekarang mau melakukannya lagi..? aku capek..! " geram Kaira yang sedari tadi malu akhirnya menunjukkan taringnya


ia tak menyangka akan semenderita itu, Pasha sangat buas rupanya.. bukankah hubungan itu hanya sekali dalam seminggu atau 2 sampai 3 kali.. tapi Pasha melakukannya satu hari lebih beberapa kali.. ia baru menyadari betapa perkasanya Pasha diatas ranjang..


"kamu sangat sempit sayang.. aku suka..! " gemas Pasha


Kaira melototkan matanya..


"awas aja kamu ngomong hal mesum di depan anak-anakku. ! mereka sangat pintar meniru.. "


Pasha tertawa gemas,


"kalau begitu kita lakukan ya...? "


tatapan Kaira makin horror tapi matanya masih melotot, Pasha bukannya takut malah tertawa terpikal-pikal.


Kaira mendengus dan keluar begitu saja dari kamar mereka dengan raut wajah yang terlihat kesal.


Pasha begitu senang saat ini sebab dirinya sudah memiliki Kaira seutuhnya dengan pesona kejantanannya Pasha akan membuat Kaira mencintainya... entah apa yang terjadi dengan Kaira hingga mau menyerahkan diri padanya.


"mama..? " tebak Pasha


Pasha segera keluar dari kamarnya dan mencari mamanya.. tapi rencananya mau bertanya gagal ketika melihat Mely, Dylan dan Nova bermain di taman bermain Anak-anak yang di bangun khusus oleh Pasha untuk darah dagingnya.


"papa..? " panggil Pasha


Matt menoleh dan Pasha mendekati papahnya.


"kamu senang son..? akhirnya yang kamu bangun nggak sia-sia..? " tanya Matt mengejek


"kakak kayuh yang kuat kincir anginnya nggak kencang kak...! " teriak Nova dengan heboh


Dylan mempercepat kayuhan sepedanya hingga Nova berteriak makin heboh, segala permainan kanak-kanak ada di tempat ini, peluncuran di kolam renang pun ada tapi mely tak mengizinkan mereka berenang sebab masih pagi apalagi cuaca sedang dingin.


sikembar pun patuh dengan nasehat Mely sama seperti mommy mereka kalau udah ngomel-ngomel..


"tuan kecil.. nona kecil sarapannya sudah siap..! ". selah Riska dengan sopan


Nova berlari ke arah Riska, dylan berjalan santai ke Katrina dan yang lainnya mengantarkan sarapan ke Matt, Mely dan Pasha.


"Kaira mana sayang...? " tanya Mely celingak-celinguk


Nova dan dylan kompak mencari mommy mereka.


"mommy disini mah, sayang...! " Kaira datang membawa juss untuk semua orang.


Pasha mendekati Kaira dan mengambil alih nampan yang dibawa Kaira..


"tanganmu pasti pegal sayang.. makasih ya..? " ucap Pasha mengecup kening Kaira


Kaira melebarkan matanya lalu melihat ke arah anak-anaknya yang tengah melihat ke dirinya.

__ADS_1


"suamiku kau..? "


"aku cium..? " ancam Pasha


Kaira spontan menutupi bibirnya, ia segera berlari menjauhi Pasha si manusia buas di ranjang.. Pasha tertawa terbahak-bahak..


.


"mommy kenapa daddy makin bertingkah seperti bayi...?" tanya Dylan tak mengerti.


Pasha yang sedang minum juss nya tersedak hingga hidungnya sakit dan terbatuk-batuk.. Kaira malah tersenyum kikuk ke Dylan


"itu artinya daddy sangat sayang sama mommy kalian..! " jawab Mely mengelus kepala cucunya.


"dengan bertingkah seperti bayi..? bukankah itu sangat merepotkan? bukannya sayang sama mommy tapi malah merepotkan mommy...! ". balas Dylan lagi yang emang dasar sangat pintar..


Nova malah sibuk bermain di kursi ayunannya sambil makan sarapannya dan Riska memegang juss Nova tepat di samping Nova.


makin batuk saja Pasha menahan malu, Matt menertawai anaknya itu


"nggak apa sayang..! daddy kalian kurang kasih sayang..! ". ejek Kaira malah membuat Pasha makin terpojok dalam jurang memalukan.


Dylan mengangguk percaya jadinya.


"anak mommy sangat pintar bahkan sekarang udah dewasa bisa membuat daddy mu malu ya..?". gemas Kaira menoel-noel pipi Dylan


"ekhem... ayo kita ke tempat penginapan Aunty Ella dan Aunty Rani kalian..! " dehem Pasha


"yeeee... ayo...! " girang Nova langsung meloncat dari ayunannya membuat jantung Riska hampir keluar dari sarangnya..


Pasha tau anak-anaknya sempat dalam bahaya tapi juga tidak bisa bertanya sebab ada Kaira, yang ada Kaira makin takut nantinya.. jadi lebih baik diam saja tapi bergerak cepat membantai orang-orang yang bisa menjadi masalah untuk kedepannya.


.


.


kini keluarga Melviano berjalan-jalan di negara Z sungguh begitu menyenangkan apalagi bagi Nova, dan Dylan memotret pemandangan yang indah didepannya dengan kamera kecil yang menggantung di lehernya.


ketujuh pengawal hanya menjaga jarak dengan pura pura sebagai pengunjung diantara banyaknya orang, mereka bertugas menjaga tuan mereka dari orang yang terlihat mencurigakan.


"ayo kita berfoto kakak..! " ajak Nova menarik-narik tangan Dylan.


Dylan pun mengangguk, Kaira dengan semangat memotret foto malaikat-malaikat kecilnya.


"kalian foto berempat..! Mama akan fotokan..! " pinta Mely


Pasha dan Kaira merapat lalu Nova dipangkuan Pasha dan Dylan merangkul mommynya, tangan Pasha menggenggam tangan Kaira sedangkan tangan Kaira yang lain menyentuh lengan kecil Dylan.


"senyum 1 2 3 !" Mely pun memberi aba-aba saat hendak memotret..


untuk pertama kalinya seorang Pasha tersenyum begitu hangat.. mungkin setelah ini mereka akan buat sebuah album foto untuk mengabadikan moment liburan mereka ..

__ADS_1


.


.


__ADS_2