
Part Bonus sayangkuh...
beri Othor dukungan selalu ya...?
Happy Reading... 😘😘😚
.
.
Pasha ingin menyelah tapi Kaira menutup mulutnya..
"sayang.. apa kamu mau... mmmh...! "
Pasha tentu dengan mudah melepaskan bekapan Kaira namun saat ingin protes bibirnya di sambar oleh Kaira.
Kaira tersenyum manis tanpa merasa berdosa "aku akan memberimu hadiah nanti malam Ok..? "
Senyum Pasha langsung mengembang sempurna, ia mengangguk-ngangguk setuju..
Kaira lagi-lagi gemas dan mencubit pipi Pasha,, "gitu dong sayang.. harus patuh ya..? uuhff... gemes deh. !"
Jantung Pasha mau melompat dari tempatnya saat bibir manis Kaira menyebutnya sayang, sementara Kaira beralih berbincang mengenai hasil pembayarannya dengan Fotografer nya dan pemilik baju pengantinnya.
Pasha seperti anak kecil di samping Kaira yang minta di perhatikan, jantungnya tak juga berhenti melaju cepat, debaran itu makin panjang saja saat Kaira memanggilnya sayang
Mely mendengar negoisasi Kaira menjatuhkan rahangnya ia berpikir akan memarahi Pasha karna tidak memberi istrinya uang namun melihat Pasha seperti patung disamping Kaira jadi terkekeh.
"Anakku merasakan apa yang namanya diabaikan.. rasakan itu,, siapa suruh suka mengabaikan orang lain
gimana rasanya diabaikan oleh istri sendiri". gumam nya mengejek anak kandung sendiri.
satu harian mereka melakukan foto prawedding kini sudah sore dan Pasha malah memaksa istrinya naik motor besar dengannya.
"suami kamu gila..? aku mau sama anak-anakku..! ". tolak Kaira dengan mata melotot tajam
Pasha melihat ke arah Chiko, "chiko kau bisa bawa motor.? "
"bisa tuan muda". jawab Chiko
Pasha melempar kunci motornya ke Chiko.
"bawa ke mansion..! ". perintah Pasha
Chiko menunduk hormat tanda mengerti lalu segera memberikan kunci mobil pribadi milik keluarga Melviano ke Pasha.
Mely hanya menggeleng-geleng kepalanya dengan tingkah Pasha yang tak mau jauh dari Kaira..
"Nova didepan". teriak Nova dengan heboh langsung memasuki mobilnya.
Pasha terkekeh, lalu ia mengusap kepala Dylan yang tersenyum padanya Kaira hanya berwajah datar pada Pasha yang bertingkah suka-suka jidatnya aja..
"ayo masuk nyonya muda Melviano..! " tunduk hormat Pasha ala modern.
Kaira hanya mendengus dan Dylan tersenyum tipis melihat perlakuan Pasha yang sangat mengistimewakan mommynya..
mobil mereka meninggalkan tempat itu dan hendak kembali ke Mansion tapi ditengah jalan mobil mereka di hadang oleh mobil lain yang harganya terbilang fantastis..
Chiko tidak lewat jalan itu tapi lewat jalan tikus sebab dirinya naik motor jadi bisa lewat jalan kecil menembus mansion tuan muda nya.
__ADS_1
"ada apa ini...? " tanya Kaira melihat ke arah depan
"ada mobil nggak jelas menghadang jalan kita mommy...! " jawab Nova dengan wajah seriusnya padahal terlihat imut dan Dylan menatap datar mobil itu...
"jangan biarkan kamu tertipu nak..! " peringatan Mely
"Pasha tau itu jebakan mah..! " geram Pasha meremas setir mobil nya kini
"Pasha bagaimana ini? apa semua akan baik-baik aja...? aku takut anak-anakku terluka". panik Kaira
"percayalah sayang.! aku akan menjaga anak-anak kita dengan baik". kata Pasha dengan nada lembut ke Kaira tapi matanya menatap tajam dengan aura membunuhnya ke arah mobil itu.
tak lama kemudian ada mobil lain dibelakang mereka dan keluarlah beberapa pria berbadan besar dengan baju formalnya.
"Daddy mereka orang-orang Redhouse". tunjuk Dylan wajah datarnya..
Pasha beralih ke orang-orang yang mengetuk pintu untuk memaksa orang didalam mobil keluar..
mata emas Kaira kembali muncul,
"aku akan membunuh kalian sebelum kalian menyakiti anak-anakku...! " batin Kaira meraba sesuatu dari bra nya
Kaira terkejut..
"dimana pistol ku?". batin Kaira meraba-raba tubuhnya..
Dylan mengambil senjata nya dan menyerahkan satunya pada Nova, Mely menganga lebar melihat hal itu..
"kalian tunggu lah didalam, jangan keluar...! " perintah Pasha dengan tegas
"mah... kunci mobilnya dari dalam saat Pasha keluar ". pinta Pasha ke Mely
Mely mengangguk-ngangguk pelan, Dylan dan Nova mengabaikan perkataan Pasha tapi membiarkan daddy nya keluar.
Pasha kembali beralih ke Kaira dan menarik kepala Kaira untuk mendekat padanya, Pasha mengecup penuh cinta di kening Kaira..
"aku akan kembali meminta hadiahku sayang". bisik Pasha.
Kaira melebarkan matanya sesaat tapi mengangguk-ngangguk setuju, pasalnya Pasha memang mesum padanya jadi biarlah dia berpikir mesum asalkan kembali padanya.
Pasha keluar dengan tangan kosong, sesuai perintah Mely mengunci dari dalam supaya tak ada yang bisa masuk ke mobil mereka..
"ada urusan apa orang-orang Bluehouse menghadang ku...? apa sudah mengibarkan bendera perang denganku?". tanya Pasha dengan dingin dan datarnya..
"saya tidak ada urusan dengan anda tuan muda Melviano, kami hanya membawa nona Askaira saja". jawab salah satu dari mereka dengan lantang.
"Ck.... Nona..? dia nyonya muda melviano.. tidak ada yang bisa merampasnya dariku termasuk kalian". sinis Pasha tanpa peduli siapa orang-orang suruhan mereka.
"jangan paksa kami berbuat kekerasan tuan muda..
kami masih bicara baik-baik". kata pria berbadan besar yang lain
dan mobil para pengawal menjaga Dylan dan Nova serta Kaira datang tepat waktu, mereka berlari mendekati Pasha dan berdiri dibelakang Pasha dengan waspada.
"maafkan kami terlambat datang tuan muda". ucap Arla di belakang Pasha
"tunjukkan kemampuan kalian.. !! mereka menginginkan istriku". perintah Pasha lalu menggumam pelan
"baik tuan muda". jawab ketujuh perempuan tangguh itu tegas..
__ADS_1
"baiklah.. sepertinya kekerasan adalah jalan yang terbaik". kata sinis pria anggota Redhouse.
Redhouse adalah pengawal bayaran tertinggi dinegara ini hanya pejabat-pejabat tinggi lah yang bisa menyewa mereka, sebenarnya Pasha bisa saja menyewa mereka tapi kebanyakan dari anggota redhouse laki-laki, Pasha tidak akan rela istrinya dikawal pria.
Pasha dan beberapa pria anggota redhouse berkelahi dengan kekuatan penuh, Arla dan Umay bisa melawan 1 pria sebab mereka tau kemampuan pengawal redhouse diatas kemampuan mereka itu sebabnya melawan berdua.
Riska dan Katrina melawan satu pria juga, Rere , Nisa, Wati mereka melawan 2 pria secara bersamaan.
"menyerah lah tuan muda". kata sinis pria itu.
Pasha tak bergeming, ia tak akan membiarkan Istrinya diambil..
"ternyata anda sudah bergerak ratu Arabela.. dilihat dari caramu aku rasa kau sama sekali tidak gila..! sandiwara apa yang kalian mainkan ?". batin Pasha tanpa ampun menjatuhkan lawannya.
Pasha sangat kuat bahkan sangat hebat tapi di keroyok 12 Pria berbadan besar terutama pengawal bayaran tertinggi di Redhouse wajar membuatnya sedikit kewalahan, Pasha berhasil menjatuhkan 2 orang tersisa 10 orang.
Dylan dan Nova keluar dari mobil, Mely memekik memanggil kedua cucu-cucunya, Kaira juga keluar dari mobilnya tak mau anak-anaknya terluka.
Pasha menoleh kebelakang hilang fokus dan salah satu dari mereka mengambil kesempatan itu meninju rahang Pasha hingga terhuyung dengan sudut bibirnya berdarah.
"Pasha...!". pekik Kaira
"daddy...! " jerit Nova
Dylan yang tak terima daddynya di pukul segera berlari ke arah Pria itu dan meninju perut pria itu hingga terlempar beberapa meter dan mengenai mobil depannya lalu tak sadarkan diri.
semua mata melotot tak percaya kearah Bocah kecil itu Dylan menatap tajam mereka semua di tengah 9 orang yang tersisa..
Mely juga berkelahi membantu wati melawan 1 pria sampai babak belur dengan menendang bagian bawah pria itu..
(Author Pov : siapapun pria yang kuat kalau udah bawahannya di tendang pasti bakalan lemah...
😂😂😂)
Nova duduk diperut Pasha "daddy baik-baik aja..? "
"Pasha ? suamiku...? " panggil Kaira meletakkan kepala Pasha di pangkuannya seolah Pasha sedang skarat saja.
Pasha tersenyum tipis dengan perlakuan Kaira apalagi wajah panik Kaira yang sangat ia sukai,, "siapa yang suruh kalian keluar...? "
Kaira yang kesal meninju dada bidang Pasha hingga siempunya meringis.
Nova melihat daddynya baik-baik saja segera bangkit dan berlari membantu kakaknya.
"Nova..! " pekik Pasha.
Pasha segera berdiri dan menghajar pria yang berani melukai anaknya. Kaira mengepalkan tangannya melihat 9 pria itu mengeroyok anak dan suaminya.
"beraninya kalian melawan anakku". geram Kaira dengan mata memerah.
.
.
wkwk..
bersambung...!
sabar menunggu esok ya..?
__ADS_1
.
.